Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateru player | 13 |


__ADS_3

Chp. 13 Level 0 : Ladang Slime(Day 1).


Entah bagaimana Jeff bisa sampai ke tempat Evans, tetapi syukurlah karena dirinya kelompok lain tidak berani untuk menyerang mereka tadinya.


"Apa yang sebenarnya terjadi tadi?" Jeff yang penasaran sekarang menatap kearah Evans.


Evans lalu mulai bercerita kepada Jeff dari awal dan memang yang memulainya adalah mereka. Lebih tepatnya semua ini karena Eric sendiri.


"Hmm, begitu kukira orang-orang bule itu adalah teman kalian jadi Aku menghampiri kalian sedikit terlambat."


Top dan teman-temannya adalah orang-orang dari luar negeri dan karena kekuatan sistem, Evans dan Eric dapat mengerti bahasa yang mereka gunakan.


Sistem merubah semua bahasa dan menjadikannya satu, sehingga para player dapat berinteraksi dan bersosial meski berasal dari berbagai negara yang berbeda.


Jeff sebenarnya sudah melihat Evans dari awal yakni saat mereka sedang berada di Katedral, tetapi belum sempat menyapanya karena sedang sibuk mengejar sebuah kertas job.


Usaha Jeff ini akhirnya berhasil mendapatkan kertas yang dikejarnya tetapi terdampar ditengah ribuan player. Jeff mendapatkan job dengan epic class, yaitu satu dari enam kesatria suci, Paladin.


Syukurlah Jeff berhasil menemukan kembali Evans karena Eric dengan job Epic nya yang membuat kegaduhan.


**


Mereka bertiga mulai kembali berpetualang dan memburu slime di sana. Entah sudah berapa slime yang mereka temui tetapi Jeff penasaran dengan satu hal setelah melihat Evans.


Jeff yang tahu apa job sebenarnya Evans ini hanya memiringkan kepalanya karena penasaran. Bagaimana bisa seorang petani membunuh slime dengan satu serangan saja, kekuatan itu hanya dapat dimiliki oleh para player dengan kelas job yang tinggi.


"Ev, apa Kau sudah melihat stats mu?"


"Stats, kurasa belum."


"Huft, percuma, percuma, stats berapapun tidak akan berguna." Eric menghela napas dan menggelengkan kepalanya berkali-kali saat membunuh slime yang terakhir di sana.


Jeff kemudian menatap Evans, dia menunjuk kearah Eric ingin mengetahui siapa sebenarnya dia itu.


Eric selalu bersikap dingin dan cuek kepada Evans. Awalnya Jeff mengira jika Eric adalah musuhnya kerena sikap benci yang ditunjukan. Tetapi semua itu segera ditepis dengan kalimat dari Evans. Mata Jeff melebar setelah mendengar Evans berkata Eric adalah sobat karibnya.


"Hahh?! Siapa yang Kau maksud, sahabat?" Eric menatap dingin Evans. Kuping Eric yang terasa gatal ingin segera membenarkan hal yang dirasanya salah itu.


Jeff mengerutkan dahinya heran, yang satu bilang sahabat dan satunya lagi tidak terima dan menjawab musuh. Inikah pertemanan anak jaman sekarang, pikir Jeff yang hanya menggeleng melihatnya.


Evans mengatakan pada Jeff untuk menghiraukannya tetapi Jeff masih tetap kepikiran sampai Evans mulai mengalihkan pembicaraan.


"Apa Kau belum mengetahui caranya? Kau hanya perlu bilang [ Player Info ] atau cukup memikirkannya di kepala, dan sistem akan memberikan informasi tentangmu."


Evans yang sudah mengetahuinya di buku panduan hanya terdiam dan mengangguk, dirinya sama sekali tidak merasakan penasaran. Evans akhirnya mulai mencoba itupun karena paksaan dari Jeff.


'Player stats.' Batin Evans sembari menaikan salah satu alisnya.


_______________


[ Player Info ]


Name : Evans Mallory.


Level : 1

__ADS_1


Race : Human.


Age : 16 th.


Gender : Male.


Job : Farmer (Common class).


HP : 60/60


MP : 70/70


Stats.


STH : 65


SPD : 69


DEF : 60


INT : 70


Stats point : 0


Stigma.


The One Who Can Find Bugs : The Real Genius ( S )


_________°__________


Jeff yang penasaran kemudian bertanya kepadanya, Evans berbicara dengan gamblang tentang semua stats nya tanpa ada yang dia tutupi kecuali satu stigma nya. Hasilnya kedua alis Jeff naik karena terkejut, sedangkan Eric membuka lebar mulutnya.


"Itu stats mu? Itu kekuatan aslimu saat di dunia luar?!" Jeff tidak percaya dengan yang dikatakan Evans.


"Cih! Kau pasti berbohong, mana mungkin player level satu memiliki stats, Mons...ter..?" Eric baru sadar akan satu hal, dia hanya berdecak kesal kepada Evans.


Jeff pun juga tidak habis pikir dengan hal itu, stats yang Evans tunjukan bahkan melampaui Jeff sendiri. Dan karena stats yang ditunjukan Evans, Jeff mengingat kali dia berduel dengannya.


"Saat itu Evans masih menahan diri untuk menyerang?" Jeff hanya menghela napas dan menggeleng saat memikirkannya, dia sendiri sudah mengeluarkan segenap tenaganya.


Kelompok Evans sekarang hanya diam memberikan tatapan yang kosong dan mematung setelah mendengarnya, bahkan mereka tidak sadar akan gerombolan slime di depannya.


Sehingga orang yang pertama meluncur adalah Evans, dia menyerang dengan menggunakan pedang kayu di tangannya dan menghabisi slime satu persatu tanpa menyisakan slime untuk temannya yang lain.


Jeff dan Eric yang melihat gerakan Evans sangat efektif dan halus menebas setiap slime dengan satu serangan, hanya menyayangkan satu hal, bakat Evans terpaksa tidak dapat berkembang karena jobnya.


"Bgst! Kenapa kau mengambil semua buruanku-!" Eric mengamuk setelah melihat slime terakhir terbunuh, sedangkan Jeff yang melihat keduanya hanya tersenyum dari belakang.


Tidak butuh waktu lama dan satu lagi gerombolan slime terlihat menghampiri mereka.


"Apa kalian hanya akan diam atau Aku boleh membunuh semua slime ini." tanya Evans.


"Cih, coba bunuh lagi maka Kau yang akan selanjutnya kubunuh, badj-!"


"Ev, Kau harus beristirahat dan serahkan mereka semua pada kami."

__ADS_1


Jeff dan Eric sekarang bergerak maju untuk memburu slime di depan mereka. Tidak butuh waktu lama mereka menghabisi setengah slime yang berada di hutan itu.


**


Sore hari, setengah hari telah berlalu di ladang slime. Kelompok Evans sekarang sedang duduk di sebuah pohon dan tengah menyantap buahnya sekarang. Mereka bertiga beristirahat setelah memburu banyak sekali slime yang menggemaskan dan tidak berdosa. Hal itu mereka lakukan hanya demi skor.


"Aku menghabisi sekitar tiga puluhan slime dan berada di posisi dua ratusan dari seribu." Evans menghela napas melihat layar di hadapannya.


(Evans Mallory, score : 39 Rank-221)


"Bodohnya, memang seorang petani mau mendapatkan rank berapa hahaha." Eric tertawa dan terkekeh bersamaan.


(Eric Wilfreed, score : 50 Rank-209)


Eric sangat bangga dengan menunjukan perolehan rank nya kepada Evans dan tanpa disadari nya Jeff menunjukan kalimat yang membuat keduanya bungkam.


"Oh, Kau mendapatkan Rank-209?" Jeff menyeringai menatap keduanya.


"Terus kenapa, Kau juga mulai merasakan benci?" Eric menatap sinis Jeff.


"Aku hanya sedikit lebih tinggi dari kalian berdua."


(Jeffrey Agler, Score : 63 Rank-163)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[ Billboards ]


No. Player. Score



???? ???


???? ???


???? ???


???? ???


...


Jeffrey Agler / 63


...


Eric Wilfred / 50


...


Evans Mallory / 39


...


__ADS_1


__ADS_2