Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 53 |


__ADS_3

Chp. 53 Level 8 : Musuh Paling Kuat.


Memang benar jika Bam berhenti disitu saja kemudian memperhatikan Lan Suzi yang mendekat tetapi hal ini berlangsung untuk sebentar sebelum dirinya beralih kembali kepada Evans.


Bam menyeringai mengagumi ketahanan fisik dari tubuh Evans yang luar biasa.


"Luar biasa! Ini sangat tidak masuk diakal!"


Gelak tawa yang jahat keluar dari mulut Bam, gelak tawa ini sangat mirip dengan tertawaan dari para roh jahat di dalamnya, seakan saja sekarang tubuh mereka telah berganti posisi dengan para roh jahat yang mengendalikannya.


"Ha Ha Ha!"


"Bagaimana bisa seorang Amateur Player biasa bertahan dari puluhan serangan tingkat Intermediate?!"


Bagaimana bisa ada satu orang yang sangat kuat hanya digunakan untuk bermain, dirinya bahkan tidak pernah mencoba untuk serius, sedangkan satu orang yang lain malah berjuang mati-matian tetapi tetap sama saja.


"Sungguh Dunia ini sudah sangat tua hingga menjadi pikun."


Salah satu tangan Bam membuat suatu gerakan di atas langit, berayun dan terus berayun seperti seorang maestro musik.


Dirinya bersenandung dan hanya dirinya saja yang mengerti lagu yang dimainkannya ini.


Hmm... Hmm...


Hmm... Hmm...


Evans kemudian mengernyitkan dahinya menurutnya orang ini sudah bukan lagi Bam yang mereka kenal, tingkahnya sudah sangat aneh bahkan mirip sekali dengan orang gila.


Sebelum akhirnya dengan perlahan senandung suara Bam kembali normal dan kembali ke suaranya yang asli.


"Benar mari Kita akhiri semua ini!" Bam dan Seribu Roh Jahat saling mengangguk kemudian tertawa secara bersamaan


"Siapa sebenarnya kau ini..." Sebuah kalimat keluar dari mulut Evans. Nada suara yang awalnya datar tanpa adanya emosi sedikitpun itu, mulai berganti dengan sosok yang membuat bulu kuduk mereka berdiri.


Seketika Bam terperanjat, dirinya dipaksa untuk membisu setelah mendengarnya.


Bam yang sedari tadi melihat langit sekarang beralih ke bawah untuk menatapnya tetapi dia tidak menemukan keanehan apapun pada Evans, "Kau bilang apa tadi?"


"Apa... Yang kau lakukan Bam... Tolong lepaskan aku..." Evans mengatakan dengan paru-paru yang terus kembang kempis dan terbata-bata karena kekurangan oksigen.


Bam hanya mengerutkan dahinya penasaran dengan apa yang baru saja terjadi bahkan semua roh jahat yang ada di dalam tubuhnya juga ikut terdiam, sehingga tidak mungkin jika dia salah untuk mendengarkan.

__ADS_1


Bam kemudian beralih menatap Lan Suzi yang sedang duduk menyilang di atas tanah, dia menangis sejadinya melihat antara Bam dan Evans.


Lan Suzi berpikir jika tidak ada yang bisa diperbuatnya saat ini sehingga terus memohon kepada Bam sampai saat ini.


Setelah memastikan asal suara juga bukan dari Lan Suzi, Bam melirik ke sekitar mencoba mencari tahu jika ada orang lain di sini selain mereka tetapi dia tidak menemukan apapun selama mencari.


Kembali ke permasalahan, Bam menanyakan pertanyaan yang masih sama kepada Evans, "Jika kau masih tidak mau bicara baiklah. Tetapi aku berharap kau untuk tidak menghalangi jalanku. Dan jika kau melakukannya maka..."


Bam mengencangkan cengkramannya pada leher Evans, firasatnya mengatakan orang yang paling berbahaya dan bisa menghalanginya nanti adalah Evans.


Mengingatnya Bam menjadi semakin geram kemudian menekan tenggorokan Evans hingga menembus sisi satunya, "Ini yang akan terjadi." Bam melotot kearah Evans.


Mata Evans dibuatnya hampir keluar dari tempatnya bahkan setitik air mata terlihat menonjol keluar.


Evans sudah tidak bisa menahannya lagi, tekanan yang diberikan Bam membuat pandangannya sekarang perlahan menjadi buram dan semakin gelap.


Hampir saat mata Evans menutup, sebuah luka kembali terukir dan bersarang di depan dadanya.


"Kurasa ini adalah akhirnya, selamat jalan adik tingkatku Evans."


"Slash."


Meskipun ada keraguan yang muncul awalnya karena suara menakutkan seseorang, tetapi dari kuatnya tebasan Bam tidak ada satupun yang terlihat di sana.


.


.


.


Tubuh Evans memiliki ketahanan yang luar biasa karena stats bawaannya, di dunia nyata Evans bahkan kesulitan untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya tetapi sekarang dengan bantuan dari sistem tubuhnya perlahan mulai menyesuaikan.


Sayangnya hal ini masih belum cukup untuk menahan semua luka dan cekikan dari Bam, perlahan tubuh Evans mengeluarkan cahaya dan butiran biru puncak dari batasan tubuhnya.


Setelah memberikan peringatannya kepada Evans, Bam menarik napas panjang dan melemparkannya jauh di depan ke kedalaman danau, tubuh Evans yang dilemparkannya terpental di atas danau dan memantul beberapa kali sebelum tenggelam.


Splash Splash


Splash Splash


Byuur!

__ADS_1


[ Anda telah terbunuh. Hukuman pengurangan sepuluh level akan diberikan. ]


Bam kemudian menatap kearah Lan Suzi seakan sekarang adalah gilirannya, Bam lalu berjalan mendekat dan berhenti tepat selangkah berhadapan dengan Lan Suzi, "Kenapa kau malah menangis?"


"Bam... Ada apa denganmu? Kau bagaimana bisa berubah seperti ini. Kenapa..." Lan Suzi masih tetap menangis dengan tersedu-sedu sambil berteriak sesekali kepada Bam.


Entah bagaimana pria yang dia kagumi kini menghilang dan berganti menjadi sosok yang seperti ini.


Bam memandang kearah Lan Suzi yang terus bergemetaran, dia perlahan mulai mendekat setelah cukup lama melihatnya.


Dengan berjongkok Bam menyesuaikan perbedaan tinggi mereka karena Lan Suzi yang masih terduduk di atas tanah, kedua mata mereka saling bertemu.


"Aku sangat ingin bertanya kepadamu tentang ini bahkan sudah sangat lama ingin bertanya hahaha. Apa benar kau mencintaiku?"


Lan Suzi terpaku beberapa detik menatap Bam, dia kesulitan untuk memberikan jawaban dari pertanyaan yang sangat sederhana itu.


Sebaliknya Bam malah masih teringat dengan perkataan dari Jun Ichiro mengenai Lan Suzi yang menyukainya.


Tetapi apakah benar jika bertanya setelah melukai Adik Tingkatnya kemudian membuatnya berteriak dan menangis berulang kali.


.


.


.


"Aku bertanya sekali lagi, apa kau benar-benar mencintaiku?"


"...Mhm!"


Lan Suzi akhirnya menjawab dengan sebuah anggukan pelan meski terkesan dipaksakan, mulutnya tidak bisa digerakkan karena masih ketakutan padahal dirinya sendiri adalah seseorang player dengan Tingkat Intermediate sama dengan Bam.


Mendengarkan perasaan dari Lan Suzi, Bam sekarang menunjukan senyuman yang paling lebar.


"Aku juga menyukaimu, jadi ikutlah denganku. Kita berdua akan melawan orang-orang jahat di dalam pulau bersama. Sehingga tidak akan ada lagi orang-orang yang berani melakukan perbuatan jahat.


Di dalam Tower akan tercipta kedamaian nantinya, juga kehidupan yang tenang dan makmur untuk semua orang.


Tetapi semua ini tidak akan pernah terwujud tanpamu.


Denganmu aku yakin semua itu pasti akan terwujud, ikutlah denganku kita berdua akan mewujudkan semuanya."

__ADS_1


Bam mengulurkan tangannya dan menatap Lan Suzi dengan penuh makna. Berbeda dengan Lan Suzi yang sekarang menaikan salah satu alisnya.


Ketakutan tiba-tiba saja menghilang dari wajahnya dan berganti dengan pandangan yang tidak percaya.


__ADS_2