
Seperti biasanya keadaan di dalam pulau masih tetap ramai dan hal ini wajar saja, karena penghuni di dalamnya sudah mencapai lebih dari 1 Miliar jiwa.
Saat melihat ke sekitar, tidak ada yang berubah di sini. Kota ini masih tetap dipenuhi dengan bangunan-bangunan klasik seperti di dalam game.
Melintasi jalanan berbatu, aku menurunkan kecepatan mobil sedan ini dan sampai di perbatasan kota Excel.
Semakin masuk ke pelosok, jalanan semakin sempit dan berganti dengan tanah. Aku melihat gerbang masuk dari organisasi yang baru-baru saja ini terkenal.
(Welcome to Paguyuban Usaha Tani.)
Sepertinya mereka telah merubah plakat namanya dengan lebih baru lagi dan cantik. Tetapi ada tambahan juga di sana, di bawah dan paling pojok. Meskipun tulisannya sedikit kecil, tapi aku sangat yakin jika semua orang bisa membacanya dengan cukup jelas.
(Pengemis dan Pemulung di larang masuk!)
(We don't need a guest who are **** , *****. So f**k your *** off this area. Thanks.)
Yup. Perubahan yang signifikan mulai ditunjukkan pada organisasiku.
Setelah memarkirkan mobil, di belakang asrama paguyuban yang masih dalam tahap renovasi. Aku keluar dan melihat mata semua orang yang mengarah padaku.
Tanpa terlalu memikirkan tatapan benci dari para pria ataupun tatapan serakah para perempuan. Aku menutup pintu mobil dengan pelan dan hati-hati.
Mungkin. Mereka semua terheran dengan kacamata hitam yang masih melekat dengan keren di mataku, atau karena mobil sedan di depanku ini?
Apapun itu aku sama sekali tidak peduli.
Dengan melakukan semua ini, aku mempunyai alasan tersendiri yang tidak akan bisa dimengerti setiap orang.
Satu menit kemudian, aku mulai bisa menghela napas lega karena terhindar dari sorotan semua orang dan kembali menjadi bayangan.
Tiga buah mobil mewah, ferari, bmw, dan porsche. Tiba-tiba saja datang dari arah belakang dan parkir tepat menghimpit di tengah mobil sederhanaku.
Anton, Didi, dan Riza juga muncul dan keluar dari dalamnya. Masing-masing dari mereka juga mengenakan kacamata uniknya sendiri.
"Selamat pagi Evans."
"Oh? Bukankah ini Evans."
"Yo. Vans."
Riza adalah orang yang pertama memberikan salam kepadaku disusul dengan Anton dan Didi. Mereka berjalan dengan tersenyum lebar mendekatiku, masih dengan kacamata uniknya.
Kami kemudian berbicara cukup lama di sana. Kebanyakan dari mereka membahas tentang bisnisnya.
AR DE Cafe pasti sangat populer sekarang ini.
__ADS_1
Padahal mereka memulainya dengan modal yang diberikan oleh si Pak Tua Hendra, dan dalam waktu seminggu bisnis kafe mereka menjadi berkembang bahkan sampai seluruh orang di pulau mengetahuinya.
Anehnya, semua itu terjadi sangat cepat dan disaat aku sedang bersama Lan Suzi di dalam Tower.
Kami berempat kemudian pergi menemui Pak Tua Hendra di kantornya dan menghiraukan tatapan mata semua orang di sana.
**
Malam harinya, aku kembali ke tempat mobilku terparkir dan bersiap di sana.
Mungkin sekarang adalah saat Malika berbuah.
Mobil sedan ini sebenarnya adalah kulit rongsokan dari lantai kedua dan ditinggalkan di bawah pohon dekat dengan danau.
Sebelumnya aku sudah memikirkan untuk memperbaikinya tetapi tidak ada jaminan akan mendapatkan apapun darinya.
Tetapi dengan ini...
Sebuah kunci tua yang berkarat dan berbentuk seolah besi yang dilipat-lipat.
Aku menjadi yakin sekarang.
Sulit untuk mengakuinya, tetapi saat itu. aku menemukan kunci ini berkat sedikit bantuan dari Bam. Orang itu menusukku berulang kali dan begitu saja melemparkanku masuk ke dalam danau.
Saat sedang dalam keadaan sekarat itulah, aku melihat aura ungu di bawah danau. Perlahan aku mencoba mendekatinya, aura ungu itu kemudian menyusut dan menjadi sebuah kunci karatan. Beberapa detik kemudian seluruh tubuhku memudar dan menjadi cahaya.
[ A Mysterious Rusty Key. ]
Sebuah kunci misterius dan satu-satunya di dunia. Seseorang yang bodoh membuang kunci ini karena tidak mengetahui kegunaannya ke dalam danau.
Konon, kunci ini menghubungkan ke sebuah kendaraan yang bisa membawa player untuk bisa terbang ke langit dengan bebas.
Kelas : None.
________°_________
Aku sedikit kurang mengerti siapa orang bodoh yang dimaksud, tetapi semoga saja kunci ini adalah pasangan dari mobil yang ada di hadapanku.
Aku memainkan kunci karatan itu sebentar ke udara sebelum membuka pintu mobil.
Sebenarnya aku sudah penasaran pada hal ini sedari pagi. Tetapi mengingat resiko yang akan terjadi bila mobil ini sungguh mampu terbang, kupikir menahan diri dan mencegah kemungkinan terburuk terjadi lebih baik.
Orang-orang pasti tidak akan tinggal diam jika mengetahuinya. Mereka pasti berlomba-lomba untuk mendapatkan mobil ini apapun harganya.
Bahkan para Guild Besar yang isinya kebanyakan para Advanced player, juga pasti akan bergerak.
__ADS_1
Karena itu, malam hari adalah waktu yang sempurna untuk bereksperimen. Tidak banyak orang yang keluar pada jam-jam seperti ini.
Ada kemungkinan juga, mobil ini bisa membawa seseorang keluar dari pulau.
Setelah memasukkan kunci berkarat itu dan menariknya.
Anehnya, harum mesin dan asap kenalpot mobil sedan mulai tercium. Aku terdiam cukup lama di sana karena terkejut. Beberapa detik kemudian tiba-tiba mesin dan kenalpot mobil berhenti berjalan secara bersamaan.
"Apa yang terjadi sekarang. Bukankah kunci ini sudah cocok. Kenapa tiba-tiba langsung berhenti."
Saat akan menarik kunci sekali lagi, aku langsung berhenti dan melihat lubang kunci yang bercahaya sangat terang.
"Apakah ini artinya, mobil masih menyala?"
Perlahan aku menginjak pedal gas, tetapi entah kenapa reaksi mobil ini terlalu berlebihan. Dua ban belakangnya langsung terangkat secara bersamaan dan membalik mobil ini sampai ke langit.
"Woah, beneran terbang."
Mobil ini sungguh bisa terbang, aku sekarang mengambang bersama mobil ini.
Waktu seakan berhenti dan kami masih berada di tempat parkir belakang asrama.
Dengan kerangka mobil bagian bawah yang menghadap ke atas dan kepalaku yang di bawah, aku mengalami sedikit pusing di sini.
Perlahan aku kembali menginjak pedal gas sekali lagi, dan mobil ini berputar sekali lagi. Tetapi tidak ada yang berubah di sini, kepalaku masih tetap saja menghadap ke bawah dengan sakit kepala yang semakin bertambah.
Setelah menginjak pedal gas sampai tiga kali lagi, akhirnya posisi mobil ini menjadi normal dan bisa dikendarai dengan aman setelahnya.
Total lima kali mobil ini harus berputar dengan ban belakangnya, sebelum aku bisa mengendarainya.
Aku sekarang menginjak pedal gas dan menjalankannya dengan perlahan untuk membiasakan diri.
Setelah membuka kaca jendela mobil dan tersenyum tipis, angin lembut perlahan masuk dan membuat sakit kepalaku menjadi sedikit berkurang.
Perasaan mengambang dan berkendara di langit memang sangat luar biasa.
Menengok ke bawah aku melihat pemandangan kota yang sangat cantik dengan lampu-lampu yang bergemerlapan. Saat malam hari kota ini bahkan lebih menawan lagi.
Aku menginjak pedal gas dan mempercepat kecepatan mobil ini sampai menembus ke awan.
- Mobil Hantu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Gmn, nih pada cocok pov yang begini ngak? Atau ada saran yang lain?
__ADS_1
┬──┬◡ノ(° -°ノ)