
Chp. 37 Level 5 : Bam vs Jun Ichiro - Bentrokan(4)
___________________________
[ Player Info ]
Name : Evans Mallory.
Level : 11 (3.000/4.000)
Race : Human.
Age : 16 th.
Gender : Male.
Job : Farmer (Common class).
HP : 110/110
MP : 120/120
Stats.
STH : 65 (+50)
SPD : 69 (+50)
DEF : 60 (+50)
INT : 70 (+50)
Stats point : 20
Stigma.
The One Who Can Find Bugs : The Real Genius ( S )
_____________°____________
...***...
"Trang."
Kedua senjata Bam dan Jun Ichiro sedang beradu, pertarungan keduanya sangat sengit sekali.
Bam terus melancarkan serangan dengan teknik berpedangnya dan membuat Jun Ichiro diposisi bertahan setiap saat, sampai akhirnya Bam menyadari jika dirinya hanya dibuat permainan untuknya.
Bam hanya menggigit bibirnya dan berhenti menyerang.
"Jika kau tidak berniat bertarung maka biarkan diriku pergi."
"Kau sebut ini pertarungan? Kukira tadi kau sedang pemanasan." Jun Ichiro tertawa kecil mengingat serangan Bam yang menurutnya sangat lemah itu.
__ADS_1
Setelah puas menertawakannya Jun Ichiro sekarang mengarahkan kapaknya kepada Bam, "Aku sedikit penasaran bagaimana caramu membuat Suzi untuk tertarik kepadamu."
"Apa maksudmu? Jadi Lan Suzi tertarik kepadaku?!"
Bam yang mendengarnya kemudian menaikan alisnya, sekarang dirinya mengetahui maksud dari salam perpisahan yang Lan Suzi berikan kepadanya terakhir kali.
Bam yang sedikit penasaran dengan apa maksud dari Lan Suzi melakukannya kemudian bertanya kepada tiga bersaudara dulunya.
Didi : Hah?! Aku sudah lupa... Kapan Sih???
Riza : Kurasa dia mencoba untuk menantang kita bertarung sekali lagi.
Anton : Apa??? Apa mungkin dia mengajak kita ke *****-?
Bam yang mendengarnya hanya menghela napas, dia juga bertanya kepada Evans mengenai hal itu.
Evans hanya menjawabnya dengan : Hal itu adalah salam perpisahan yang sedang populer dan dilakukan oleh banyak gadis-gadis zaman sekarang. Intinya bukan hal yang spesial sama sekali.
Bam yang mendengar Evans berkata sampai seperti itu tampak sangat bisa dipercaya sekali sehingga Bam memilih untuk mempercayainya, dia lalu menjadi tidak terlalu berharap banyak kepada hal itu.
Tetapi setelah Bam mendengarnya langsung dari sumber yang dapat dia percayai, mulut Bam sekarang berubah menjadi merekah tidak karuan.
"Hee..." Bam sekarang terbengong menatap udara dengan wajah yang panas, jika saja tidak ada Jun Ichiro di sana mungkin dia akan berlompatan ke sana kemari.
"Kenapa kau sangat senang sampai seperti itu, kau sungguh ingin mati?!"
"Tunggu, tenanglah aku tidak berani mengganggu hubungan kalian berdua hehehe."
Jun Ichiro yang melihat sikap Bam sangat menjengkelkan itu kemudian menatapnya dengan dingin.
Saat itu dirinya sedang tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya, sehingga hasilnya setiap kali Bam melompat mundur dirinya selalu tersenyum dengan sesekali terkekeh, "Hehe... Hehe..."
Siapapun juga akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa jika ada yang tertarik dengannya, apalagi sosok yang tertarik ini adalah seorang dewi seperti Lan Suzi.
"Sudah terlambat bodoh. Sebaiknya kau menyesali perbuatan mu saat kau mati!"
Jun kembali menyerang dengan mengayunkan kapaknya sekuat tenaga, membuat Bam sekarang mundur jauh kebelakang dan bertahan menggunakan pedangnya.
Anehnya di sini kekhawatiran sama sekali tidak terlihat di wajah Bam, malah dia membuat wajah yang bodoh dan sesekali tertawa kecil dengan membayangkan wajah Lan Suzi.
Melihat musuhnya seperti itu membuat harga diri Jun Ichiro terluka, dia menggenggam erat kedua kapaknya sampai-sampai muncul urat di kepalan tangannya.
"Sepertinya kematian saja bukanlah solusi untuk dosa mu ini. Kau harus merasakan kutukan yang akan membuat mu menderita seumur hidup mu!"
Sekarang Jun Ichiro semakin menjadi, teriakannya ini bukan hanya keras saja bahkan mulutnya sampai dibuatnya berbusa.
Mengingat kembali saat bagaimana Lan Suzi tersenyum bahagia bertemu Bam, dirinya hanya dapat mengumpat dan bersumpah untuk memberikan hukuman yang layak karena sudah menggoda calon istrinya itu.
Kesan pertama yang Jun Ichiro lihat dari Bam, dia hanyalah seorang pria yang tampan dengan job yang biasa saja, dia juga seorang petani dengan Tingkat Intermediate awal.
Kesimpulannya, Bam adalah seorang petani gila dengan usaha mati-matiannya berharap untuk bisa mengejar para player kuat lainnya dan menjadi yang terkuat.
Tetapi satu hal yang Bam tidak mengerti di sini adalah para player juga ikut berkembang.
__ADS_1
Mereka juga memiliki waktu yang sama seperti Bam bahkan lebih banyak malah, hal itu hanya membuat jurang perbedaan level mereka akan semakin menjauh, sehingga usaha yang diperbuatnya hanya berakhir dengan sia-sia.
< One Thousand Cursed > < A >
Jun Ichiro sekarang mengeluarkan skill terkuatnya yang selalu disimpannya sampai sekarang.
Skill dengan kelas ( A ) ini hanya dapat dikeluarkan sekali sehari hanya untuk satu orang, tetapi skill tersebut akan berdampak kepada player itu selamanya, merusak tubuh dan mental mereka dari dalam dan menempel pada targetnya seumur hidupnya.
Setelah Bam mendengarkan suara dengung yang berasal dari kedua kapak Jun Ichiro, kegelapan tiba-tiba muncul dan mencoba untuk memakannya. Di mulai dengan tubuh bagian bawah kemudian menjalar sampai ke atas.
Bam yang berusaha untuk menghindari kegelapan ini hanya menggerakkan seluruh tubuhnya, tetapi berakhir dengan sia-sia. Kegelapan ini terus menerus mengikutinya kemanapun dirinya pergi.
Tidak butuh waktu lama, kegelapan itu telah menelan seluruh tubuh dari Bam dan menghilang meninggalkan sebuah panas ditubuhnya meski hanya bertahan untuk beberapa detik saja.
Bam yang bingung dengan apa yang baru saja terjadi hanya memiringkan kepalanya.
"Kau tahu jika dirimu ini sangatlah lemah."
Suara Jun Ichiro seketika terdengar dan mulai masuk ke telinga Bam seakan-akan Jun Ichiro sedang berbisik langsung dari mulutnya, padahal jarak mereka ada sekitaran lima meter sekarang.
"Kau tahu kau hanyalah seorang petani biasa."
"Slash."
"Kau tahu kau tidak akan pernah bisa menjadi kuat."
"Slash."
"Kau tahu... Kau mengira, dirimu akan menjadi kuat jika rajin berlatih tetapi kenyataannya kau telah mencapai batasan mu benar, kan?"
"Slash, Slash."
Mata Bam berkedut beberapa kali setelah mendengarnya, di sana Jun Ichiro berkali-kali memberikan sebuah luka sayatan yang panjang.
Mulai dari bahu, dada sampai saat membelakangi Bam, Jun Ichiro memberikan luka lebar lebih dari sekali di punggungnya.
Tubuh Bam yang tidak dapat digerakkan sama sekali berakhir dengan banyak luka sayatan, tubuhnya mengeluarkan cahaya biru terang dan terpancar keluar dari semua luka-lukanya, anehnya tidak ada jerit kesakitan yang keluar darinya.
Tidak berhenti di situ Jun Ichiro masih menyerang mentalnya dan memberikan cedera yang parah kepadanya.
"Kau tahu kau sangat beruntung bisa mencapai Tingkat Intermedate sehingga kau masih belum mengerti tentang bagaimana tingkat di atasnya..."
Jun Ichiro menjelaskan menjadi seorang player dengan Tingkat Intermediate memiliki tingkat kesusahan yang sedang bagi para player dengan job Epic seperti dirinya.
Tetapi bagaimana nasib untuk job yang ada di bawahnya, pasti mereka akan sangat kesulitan untuk mencapainya bahkan Bam sendiri membutuhkan waktu lebih dari sepuluh tahun untuk mencapainya.
"Lalu berapa ratus tahun lagi kau bisa mencapai yang terkuat, Hah?!"
Bukan tidak mungkin jika Bam adalah player No.1 untuk job Common, sebaliknya dia adalah player urutan terbawah jika dibandingkan dengan job-job di atasnya.
Melihat Bam yang menundukkan kepala, Jun Ichiro mulai menyeringai dia kemudian menambahkan sesuatu dengan berbisik di telinga Bam.
"Kau hanya hidup di dunia mimpi yang kau ciptakan selama ini... Sadarilah tempat mu yang sebenarnya..."
__ADS_1
Setetes demi setetes air mata mulai keluar membasahi sebelah matanya, di saat itu juga perlahan-lahan mata Bam berubah menjadi hitam kelam.
Mata ini seolah menunjukan jika ruh yang ada di dalam tubuhnya juga telah menghilang dari tempatnya dan menyisakan hanya sebuah cangkang yang kosong di sana.