
"Apakah kau tahu arti kata dari nama kafe ini?" Riza menatap Evans di sana cukup lama.
Anton dan Didi kemudian tersenyum lebar dan menjelaskan kepada Evans secara bersamaan.
AR DE (Anton, Riza, Didi, dan Evans).
Ternyata selama ini mereka bertiga tidak pergi dan melupakannya, setelah mendengarkan semua itu Evans menjadi tidak tahan lagi dan tersenyum tipis, dia sedikit tersentuh di sini.
Konsep dari kafe ini pada awalnya dimulai karena terinspirasi dari Evans yang melihat bintang-bintang di langit untuk mengusir rasa rindu dalam dirinya, lalu secara perlahan banyak orang-orang yang berkumpul dan melakukan hal yang sama dengannya.
Semua itu sangat menyenangkan saat itu.
"Jadi, sekarang ini kau tidak perlu lagi untuk mengambil tikar dan datanglah kemari, lihatlah di atasmu."
Mata Evans langsung melebar setelah melihat banyak sekali bintang-bintang terang dan bercahaya di langit malam, di sana ada juga satu sampai dua bintang jatuh saat mereka melihatnya, pemandangan itu sangat indah sekali.
Semua orang terpikat dengan kecantikannya, Evans dan Lan Suzi yang baru pertama kali melihat tidak dapat berkata apa-apa lagi dan hanya menahan napasnya.
"Luar biasa!" Batin Lan Suzi.
**
Anton, Didi, dan Riza pergi meninggalkan Evans dengan Lan Suzi sendirian yang masih menikmati indahnya malam itu.
"Bukankah itu sangat luar biasa."
"Ya, kau benar." Evans mengangguk menjawabnya.
Mereka berdua ditemani makanan dan minuman hangat malam itu, setelah selesai dengan semua itu keduanya masih saja menatap cerahnya langit malam.
"Aku ingin menjadi lebih kuat lagi!"
Lan Suzi tiba-tiba saja mengatakan niatnya, sementara Evans masih tenang dan melihat bintang yang ada di langit sembari menyeruput minumannya.
"Aku akan kembali dan mengikuti Ekspedisi Ke-21."
Sekarang Evans menjadi mengerti alasan kenapa Lan Suzi terburu-buru ingin kembali.
"Oh, dan ngomong-ngomong Turnamen akan diselenggarakan dalam waktu tiga bulan lagi setelah Ekspedisi Ke-21 selesai."
"Benarkah."
__ADS_1
Keduanya masih tetap memandangi langit malam.
"Kurasa setelah mengikuti ekspedisi nantinya, aku akan kembali dan menjadi lebih kuat lagi. Jadi, kau bisa tenang dan serahkan semua permasalahan Bam kepadaku."
Evans yang mendengarnya tersenyum tipis dan mengangguk, "Kalau begitu semoga beruntung."
Mereka berdua kemudian terdiam cukup lama.
Situasi di sana tiba-tiba saja berubah menjadi sedikit canggung dan Lan Suzi memutuskan untuk mengawali topik pembicaraan.
"Te, Terimakasih. Semua ini adalah berkatmu hingga aku bisa sampai sejauh ini, bahkan mengetahui kelemahanku sendiri... Terimakasih!"
Evans terdiam dan mendengarkan Lan Suzi berbicara.
Dia bercerita jika awalnya alasan dirinya mengajak Evans pertama kali adalah karena tidak adanya teman untuk menemaninya ke sana dan perjalanan pasti akan terasa sangat sepi dan menakutkan.
Lan Suzi juga tidak mengira jika dalam perjalanannya itu akan ada banyak sekali perubahan di sana dan malah dirinya menjadi sangat bersyukur karena mengajak Evans untuk menemani perjalanannya.
Mulai dari pemberontakan, bertemu orang terkenal pada masa lalu (Kek Shigeo), sampai menghadapi masa lalunya sendiri.
Banyak sekali kejadian yang sudah terlewat selama seminggu itu.
"Terima kasih!" Lan Suzi tidak lagi menghadap ke langit tetapi menunduk kearah Evans cukup lama.
Evans tidak menjawab sepatah katapun semua yang Lan Suzi sampaikan tulus dari dalam hatinya, tetapi malah kembali menyeruput cangkir minumannya.
"Kurasa tidak ada yang spesial dari semua itu menurutku. Tetapi di sini aku hanya akan bilang untuk, berjuanglah."
Evans mengatakannya setelah meletakkan cangkir munumannya dan lalu tersenyum tipis kearah Lan Suzi.
Lan Suzi yang mendengarnya hanya mengangguk berulang kali dan menjadi lebih bersemangat sekarang.
"Kau tahu, sebenarnya kau itu sangat cocok sekali untuk menjadi pemimpin guild. Kenapa kau tidak mencoba membuatnya saja?"
Evans yang mendengarnya kemudian tersenyum canggung dan menggeleng, "Tidak, tidak mungkin aku cocok menjadi orang yang seperti itu."
Evans mengambil minumannya dan berganti arah melihat langit malam.
...***...
Pagi harinya, Lan Suzi masuk ke dalam markas Sunny Guild dan mencari salah satu petinggi yang ada di sana, dia pergi menuju ke lantai yang paling atas.
__ADS_1
Seperti hari-hari yang biasanya markas guild ini selalu tampak mirip dengan suasana kantor saja, Lan Suzi masuk ke dalam salah satu ruangan dan melihat seseorang petinggi tampak sibuk dengan dokumen di depannya.
Petinggi itu melirik sekilas kearah Lan Suzi dan tampak sibuk kembali dengan dokumen di tangannya.
"Jadi ada apa keperluanmu sekarang, Lan Suzi?"
Lan Suzi menarik napas dalam-dalam sebelum mengatakannya, dia masih terlihat ragu di sana dan mengingat kembali saat kegagalannya di masa lalu.
"Kau tau aku tidak memiliki banyak waktu kan, langsung saja katakan apa maumu di sini."
Tubuh Lan Suzi bergetar hebat menahan sesuatu, dia sampai menggigit bibirnya sendiri dan juga sudah berulang kali menyemangati dirinya sendiri tetapi tetap masih tidak ada yang keluar dari mulutnya.
Petinggi itu kemudian menghela napas panjang dan meminta Lan Suzi untuk pergi.
Sayangnya Lan Suzi masih tetap bertahan di sana, saat melihat tingkah aneh darinya petinggi itu sekarang berdiri dari kursi dan sebelum membuka mulutnya, dia mendengarkan sesuatu.
"...Ikut."
"Kau bilang apa tadi itu?" Petinggi itu menaikan salah satu alisnya.
"Tolong... Ijinkan aku untuk mengikuti Ekspedisi Ke-21, penyerangan Boss Monster lantai dua puluh satu."
"Jadi kau akan menarik kembali, cutimu dan memilih kembali bergabung di barisan terdepan?"
"Ya!" Mata Lan Suzi terlihat sangat berapi di sana.
"Hmph! Menarik, tiba-tiba muncul setelah tiga minggu mengatakan menarik diri... Baiklah, aku terima. Besok begabunglah dengan divisimu."
Lan Suzi tersenyum tipis dan menundukkan kepalanya, dia berterimakasih masih karena diijinkan untuk mengikuti ekspedisi padahal waktu pendaftarannya sudah ditutup.
Kebanyakan para player yang mengikuti ekspedisi adalah mereka, orang-orang dari guild besar. Ekspedisi juga tidak main-main bahkan skala yang mengikuti sampai ratusan ribu orang.
Ekspedisi selalu dipimpin oleh enam guild master dari guild besar.
Banyak orang-orang yang terbunuh dan kehilangan sepuluh levelnya di sini.
Bahkan setiap tahunnya ada ratusan ribu orang yang menyerah dan memilih pensiun atau berganti pekerjaannya sampai mengambil cuti seperti Lan Suzi.
"Kali ini aku akan kembali dengan menjadi lebih kuat lagi!"
Lan Suzi mengepalkan tangannya dan melotot di sana, dia berjanji di dalam hatinya untuk tidak akan kalah lagi kali ini.
__ADS_1
**