
Chp. 96 Level 14 : Tower Lantai Kesebelas(2) - Malam hari.
Eric kemudian mengenalkan tujuh orang yang ada di belakangnya, mereka adalah orang-orang yang berasal dari guild kecil dan bertugas untuk membantu Eric menaikkan levelnya di lantai kesebelas.
Mereka juga akan mendapatkan bayaran yang sangat besar dari Guild Besar, Lan Suzi yang mendengarnya kemudian memiringkan kepalanya, dia bertanya bagaimana dengan orang-orang baru yang bergabung bersama dengan Eric di sana.
Eric memilih untuk tidak menjawabnya, dia kemudian berbalik dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua, tetapi orang-orang yang ada di belakangnya kemudian mendekat dan menjawab pertanyaan dari Lan Suzi.
Mereka mengatakan, para newbie yang juga bergabung bersamaan dengan Eric di The Executor Guild, karena tidak dapat mengimbangi bakat Eric, mereka kemudian menjadi bahan ejekan olehnya.
Mereka yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Eric menjadi sangat kesal dengan sifat sombong dan angkuhnya, mereka kemudian menolak untuk melakukan leveling dan menjadi satu tim bersama dengannya lagi.
Akhirnya, Eric dipisahkan dari mereka semua dan diminta untuk melakukan leveling nya sendiri.
Melihat kejadian itu The Executor Guild kemudian menyiapkan fasilitas dan sumber daya yang terbaik kepada Eric, lebih banyak daripada yang diterima oleh orang-orang yang menolak Eric.
Mereka yang menolak Eric kemudian menyesal karena mengusir dan memintanya untuk kembali, tetapi Eric hanya mendengus kesal dan pergi menjauh dari mereka semua.
Lan Suzi yang mendengarnya kemudian menunduk dan tersenyum kecut, dia kembali mengingat akan masa lalunya, Lan Suzi sangat mengerti bagaimana perasaan dari orang-orang itu.
Mereka bertujuh lalu berterimakasih kepada Lan Suzi karena telah menyelamatkan salah satu dari mereka. Ternyata pria muda yang ditolongnya adalah salah satu dari kelompok guild kecil itu, Lan Suzi yang mendengarnya kemudian mengangguk dan tersenyum.
Mereka kemudian menceritakan kenapa mereka semua bisa berakhir seperti ini kepada Lan Suzi, dalam perjalanannya menuju lantai kedua belas di saat mereka semua tengah beristirahat di bawah pohon kaktus, tiba-tiba saja para bandit gurun muncul entah dari mana dan sudah menyiapkan jebakan di sana.
Hasilnya, barang Eric berhasil dicuri oleh para bandit gurun itu dan langsung kabur melarikan diri, kebetulan benda itu adalah benda yang sangat penting baginya.
Benda itu adalah sebuah Token yang berbentuk X dan berwarna perak. Dengan benda itu orang yang memegangnya dapat memiliki beberapa kekuasaan di dalam pulau dan bahkan bisa berpura-pura menjadi anggota dari guild besar.
Karena itu token guild tidak boleh sampai jatuh ke tangan orang lain, mereka harus menyimpan dan menjaganya dengan baik seperti nyawanya sendiri.
Mereka yang bercerita kemudian menggaruk rambutnya karena kebingungan, anehnya para bandit itu hanya mengambil barang milik Eric. Para bandit itu seolah sudah memiliki informasi mereka dari awal dan menargetkan Eric.
Eric yang sangat marah dan meledak di sana kemudian berlari untuk mengejarnya tanpa berpikir panjang.
__ADS_1
Mereka semua yang tertinggal kemudian saling melirik dan mengangguk, semua orang setuju untuk berpencar dan mengejar para bandit gurun itu.
Setelah setengah jam mereka melakukan pencarian di semua tempat, salah satu anggota mereka tiba-tiba saja mengirimkan sinyal ke udara.
Eric dan semua orang yang melihat sebuah asap hijau di langit kemudian bergegas untuk berlari mendekat.
Mereka semua kemudian bernapas lega setelah mengetahui salah satu dari mereka masih selamat padahal melawan bandit gurun sebanyak itu.
Jika tidak ada Lan Suzi di sana, mungkin mereka semua akan tiba sangat terlambat dan kehilangan salah satu anggotanya.
Eric sekarang tersenyum lebar dan mengepalkan tangannya di hadapan Evans, "Aku tidak akan kalah lagi darimu. Kali ini aku pastikan kau akan berada di bawahku, monster."
.
.
.
Eric juga terlihat diam saja di sana, dia sama sekali tidak protes seperti yang biasanya dia dilakukan.
Mereka semua kemudian meneruskan perjalanannya, mereka berjalan jauh dan sesekali beristirahat di sana.
Mereka juga memakan perbekalannya dan berjalan kembali sampai tiba malam hari.
Evans dan Lan Suzi juga tidak melihat satupun tanda-tanda akan keberadaan Bam di lantai ini dan hanya menggelengkan kepalanya.
Sekarang mereka semua berhenti di tanah yang kosong dengan cahaya bulan sabit yang bersinar terang di bawahnya, semua orang kemudian tercengang setelah melihat semua isi dari inventori Evans.
Sebuah tenda dengan ukuran yang sedang dan peralatan memasak yang komplit, sudah di susun sedemikian rupa oleh Evans di sana.
Lan Suzi kemudian tiba di belakangnya dengan membawa batu-batu dan benda yang bisa mereka gunakan untuk membuat api unggun. Mereka semua kembali tercengang sampai melotot setelah melihat seberapa cepat Lan Suzi menyalakan api hanya dalam waktu hitungan detik.
Setelah mendekat dan melihatnya dengan teliti mereka semua hanya bisa menggaruk lehernya berulang kali, sedangkan Eric hanya tertawa melihatnya.
__ADS_1
Mereka semua kemudian bercanda dan berpesta, makan dan minum di bawah sinar bulan yang sangat cantik malam itu.
**
Di depan tenda Eric sekarang duduk di samping Evans dengan membawa sebuah minuman, dia sudah banyak sekali menceritakan kisah heroik tentangnya kepada Evans.
Tetapi Evans hanya mengabaikannya dan melihat kearah Lan Suzi yang sedang bersanda gurau dengan para laki-laki di seberangnya, mereka sedang berkumpul dan duduk di depan api unggun.
Eric kemudian tersenyum lebar melihatnya yang seperti itu.
"Bukankah perempuan itu mengingatkanmu dengan seseorang?" Eric tertawa kecil saat mengatakannya, sedangkan Evans masih tetap diam dan mendengarkan.
"Perempuan itu sangat mirip dengan Ney bahkan sifatnya juga... Cih! Aku sangat membenci mereka berdua." Eric kemudian meminum gelas yang ada di tangannya.
"Jadi kau sudah melupakan Ney? Tapi... Bukankah ini terlalu cepat? Hanya dalam sebulan saja dan kau sudah menemukan penggantinya hahaha." Eric berbicara sembari sesekali menyeruput minumannya.
"Kau berbicara apa, Ney sangat berbeda dengannya." Evans kemudian menatap lama kearah Lan Suzi.
Lan Suzi yang melihatnya kemudian tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Evans.
"Cih! Sifat keduanya sangat mirip, sialan!" Eric hanya berdecak kesal melihatnya, sedangkan Evans hanya mengangguk membalasnya.
Eric kemudian membicarakan hal yang lain dengan Evans, entah kenapa tiba-tiba dia menceritakan di mana Jeff berada saat ini.
Eric mengatakan jika Jeff saat ini sedang melakukan leveling nya di lantai ketiga belas bersama dengan senior-seniornya di sana.
Sama seperti Eric karena bakat Jeff yang terlalu besar, dia sampai dipindahkan dan melakukan leveling di lantai yang lebih tinggi.
Hanya saja yang berbeda dengan Eric adalah Jeff tidak dibuang oleh teman-temannya melainkan menjadi jantung dari timnya dan sangat diandalkan di sana, kepergian Jeff sempat ditolak mati-matian oleh teman-temannya.
Setelah keduanya mengobrol cukup lama di sana, Eric sekarang berdiri dari tempatnya dan pergi untuk mengambil minumannya yang keempat.
+++++
__ADS_1