Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 98 |


__ADS_3

Ketiga belas orang itu ternyata adalah orang-orang yang akan membantu Eric nantinya untuk mencapai lantai ke lima belas Tower.


Setelah mereka memberikan uang hadiah kepada guild kecil yang membantu Eric melakukan leveling, Evans dan Lan Suzi sekarang berjalan keluar untuk mengantar mereka.


Top dan seniornya kemudian berpamitan pergi kepada keduanya, mereka tersenyum dan menundukkan kepalanya.


Top yang melihat akhir perjalanannya di sini, segera maju dan mengepalkan salah satu tangannya kearah Evans, beberapa detik kemudian dia beralih dan mengepalkan tangannya kesebelah Evans yang ternyata Eric sedari awal sudah ada di sana, dia menunggu di depan pintu masuk di kejauhan.


Evans dan Eric yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Top hanya memiringkan kepalanya dan memikirkan apa maksud darinya melakukan hal itu.


Top sekarang menatap tajam keduanya dan menarik napas pelan, dia menyeringai kearah keduanya, "Aku akan menjadi lebih kuat dari kalian bertiga, tunggulah saja trio monster!"


Setelah puas mengatakannya Top segera berbalik dengan tersenyum lebar.


Melihat Top yang seperti itu semua seniornya hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya, melihatnya saja mereka seakan kembali menjadi muda dan bertenaga.


Bukan tanpa alasan para seniornya merekrut Top, mereka sudah melihat potensinya yang luar biasa sampai melampaui mereka semua di masa lalu dan bahkan Top bisa menyamai kekuatan dari anggota guild besar.


Mereka semua juga percaya bahwa Top akan memimpin dan membawa guildnya ke tingkat yang lebih tinggi lagi.


Setelah semua orang itu pergi dengan ditemani matahari sore, Eric segera berjalan untuk mendekati Evans.


Evans dan Eric kemudian saling berpandangan dan berpikiran hal yang sama.


"Siapa dia?"


"Aku juga tidak tahu."


Evans dan Eric kemudian menggaruk kepalanya dan mencoba untuk mengingatnya kembali tetapi hasilnya tetap saja sama.


Evans hanya sedikit merasa familiar dengannya tetapi selebihnya dia hanya menggeleng.


.


.


.


Setelah Eric masuk kembali ke dalam, Evans melihat Lan Suzi yang masih gemetaran dengan menatap matahari sore, dia tidak ingin kembali ke rumah petualang.

__ADS_1


"Kau tahu, apa lebih baik kita kembali saja?"


Evans tidak mengerti apa yang dimaksud dengan kembali oleh Lan Suzi, dia hanya berdiri di sampingnya dengan terdiam dan mendengarkan.


"Aku sudah berjuang selama bertahun-tahun dan kurasa sekarang aku sudah mencapai batasanku." Lan Suzi terlihat murung dan menundukkan kepalanya.


Melihatnya, Evans yang kali ini berbicara, "Apa maksudmu kau ingin kabur."


"Tidak, Tidak, bukan begitu maksudku... Aku..." Lan Suzi yang awalnya ingin sekali untuk menyangkalnya sampai menolak dan menggelengkan kepalanya berkali-kali, setelah dirinya berpikir cukup lama Lan Suzi kemudian menjadi jujur dengan perasaannya, dia menangis sangat lirih di sana.


"Ya, aku ingin pergi! Aku sangat ingin pergi dari semua orang. Aku bukanlah orang dengan bakat alami sepertimu ataupun memiliki job yang Epic seperti temanmu. Aku hanyalah manusia biasa yang tidak memiliki apapun."


Evans yang melihatnya kemudian tersenyum tipis, "Seorang perempuan yang sangat manis dan paling manis yang pernah kutemui sampai sekarang. Saat itu, dia mengatakan begini kepadaku."


Evans sekarang kembali mengingat masa lalunya, saat dimana dia bersaing dengan Ney tentang peringkat sekolah dari sd sampai smp kelas tiga, mereka berdua memulai dari bawah dan bersama-sama semakin naik dari tiga puluhan menjadi dua puluh, sepuluh besar, sampai peringkat satu dan dua.


Mereka tidak berhenti di sana, tetapi saling menggeser posisinya satu sama lain, meskipun Evans akhirnya yang paling banyak keluar sebagai pemenang.


"Kau mendapat peringkat berapa, Vans? Pffft, hihihi peringkat tiga puluh delapan? Lagi-lagi terbawah?"


"Yah, maaf-maaf jarak kita padahal cuma selisih lima, hihihi."


"Jangan mengikuti aku... Kenapa kau ikut-ikut denganku. Sial, selisih kita selalu saja lima."


"Kenapa selisih kita semakin mengecil?"


"Hihi, aku mendapatkan lima besar."


"Vans, selamat menjadi peringkat yang pertama. Tetapi aku tidak akan kalah denganmu, bagaimanapun kemenanganmu yang pertama ini hanya lah sebuah kebetulan, jadi jangan terlalu besar kepala."


Evans yang memejamkan mata tadinya, perlahan terbuka dan menatap Lan Suzi yang ada di sampingnya.


"Dia mengatakan-- Jika kau hanya berdiam saja maka tidak akan ada yang berubah." Evans mengatakannya dengan tersenyum tipis dan berjalan mendekat kearah Lan Suzi sedikit demi sedikit.


"Akhirnya aku akan dapat melihat kekuatan yang sangat mengerikan darimu itu besok. Jangan dengarkan mereka yang memanggilmu seperti itu, bagaimanapun kau adalah Lan Suzi."


Hati Lan Suzi yang mendengarnya menjadi lebih ringan sekarang, dengan perlahan dia mendongak keatas untuk berterimakasih kepada Evans, tetapi dia sangat terkejut setelah melihatnya.


Lan Suzi sekarang menjadi menganga karena baru pertama kalinya, dia melihat Evans yang tersenyum lebar kearahnya.

__ADS_1


Lan Suzi kemudian sekali lagi menunduk dan berkata dengan tergagap, "Te, Tetapi aku tidak bisa bertarung."


"Maka belajarlah." Evans dengan cepat langsung menjawabnya bahkan seperti tidak mendengarkan Lan Suzi berkata.


Evans yang menghibur Lan Suzi dengan kalimat sama persis dengan yang diucapkan Ney kepadanya, sekarang tersenyum dengan lebar dan menepuk punggung Lan Suzi.


"Jadi, apakah sekarang kau memerlukan bantuanku."


Lan Suzi yang mendengarnya kemudian menatap Evans dengan cukup lama sebelum tersenyum tipis dan menggeleng.


"Aku..."


...***...


Ketiga belas orang yang melihat Evans dan Lan Suzi mengantarkan orang-orang dari guild kecil keluar dari rumah petualang hanya terkekeh dan tersenyum lebar.


"Bukankah misi kita akan sangat mudah kali ini."


"Benar, hanya menjaga seorang bocah yang masih berusia enam belas tahun agar tidak terbunuh saat melakukan leveling sampai lantai lima belas. Bukankah pekerjaan kita akan sangat mudah hahaha."


Mereka semua kemudian bersulang di sebuah meja dan minum-minum di sana.


"Hei, tetapi bukankah Lan Suzi menjadi lebih cantik sekarang?"


"Hm... Kau benar, mungkin setelah semuanya selesai aku akan bersenang-senang dengannya nanti."


"Kau itu, bukankah kau sudah puas melakukannya kemarin. Sekarang adalah giliranku."


"Yah, tetapi tidak kusangka sampah itu akan menjadi sekuat itu sekarang."


Mereka kembali mengingat masa lalu nya saat Lan Suzi masih menjadi seorang perempuan yang lemah bahkan mengangkat sebuah senjata saja dia tidak mampu.


Melihat monster yang terluka saja, Lan Suzi menjadi tidak tega dan menjerit dengan histeris, bahkan di timnya sendiri dia terkenal sebagai beban dan harus dilindungi oleh semua orang saat itu.


"Hahaha, sungguh menggelikan."


"Lucunya, bukankah saat itu dia sangat manis."


"Bagaimanapun, besok kita semua akan melihat sejauh mana perempuan yang dipanggil Flowers of Lights itu, apakah kemampuannya tidak sederhana sesuai dengan panggilannya?"

__ADS_1


+++++


__ADS_2