
Chp. 22 Level 1 : Sampai jumpa.
"Tok... Tok."
Semua mata memandang kearah pintu dan mempersilakan masuk seorang pegawai wanita yang membawa masuk amplop coklat, setelah amplop itu diserahkan, dia menunduk memberi salam.
"Saya minta maaf sebelumnya, ini adalah berkas data para player yang anda inginkan..."
Amplop berisi kertas dengan judul 'Top ten newbie player' ada di atasnya.
Top Ten Newbie Player.
Evans Mallory. Score : 1089
Roza Bellanov. Score : 540
Jeffrey Agler. Score : 520
Jack Dan. Score : 495
Eric Wilfred. Score : 490
Top Chai. Score : 400
Junot Kent. Score : 380
Lisa Sania. Score : 360
Benedich Kolorad. Score : 355
Rodrigo Nok. Score : 340
Di sana ada sepuluh nama tetapi mereka hanya memandang kearah satu nama, suara ludah yang ditelan terdengar meski telah menyaksikan score berulang kali.
Pikiran mereka sepakat, hari ini satu monster seperti Sam telah lahir.
"Baiklah, sekarang lanjut ke bagian yang paling penting." Semua orang kemudian membalik kertasnya mencari info player, mata mereka melebar mendapati angka stats bawaan yang diluar nalar itu dan membuat gemetaran tangan yang menahan kertas.
'Ini luar biasa! Stats-nya sangat mirip, tidak! Malah lebih dari Sam-!' Pria sepuh itu melirik ke arah Sam yang tengah membuat lipatan di wajahnya.
'Lihatlah wajahmu, pikirmu Kau akan terus berkuasa? Bocah ini harus bergabung dengan kami.' Pria sepuh Moonlight menatap benci kearah Sam untuk sementara sebelum mengelus janggutnya dan membaca stats bawaan milik seorang player bernama Evans Mallory ini.
'Aku sangat terkejut dengan bocah ini, memiliki stats seperti ini di umur yang belia pasti di dunia luar bocah ini dianggap monster atau sejenisnya...'
'Bocah ini tidak memiliki stigma, sayang sekali. Jadi, Sam satu langkah lebih unggul, tetapi dengan stats ini, dia masih... hahaha' Pria sepuh itu terkekeh dan masih asik dengan meraba naik turun jenggot panjangnya sebelum suara keras pukulan meja tiba-tiba terdengar.
__ADS_1
'Ada apa lagi dengannya, kenapa dia sangat terpukul padahal hanya masalah stigma-- Apa ini?!' Wajah sepuhnya yang sudah alami terlipat semakin terlipat lagi.
'I-ini, mustahil, jika dengan job ini maka mustahil! Sayang bocah ini sudah tamat...' Pria sepuh itu menatapnya dengan perasaan iba.
Para Guild Master menggigit bibirnya menyayangkan satu hal, sebelumnya mereka sudah penuh persiapan untuk merekrutnya dan sekarang perlahan rencana itu menghilang begitu saja.
Karena sudah cukup lama mereka diam di tempat Sam mulai inisiatif buka suara.
"Jadi, dari kita berenam, adakah yang masih mau merawat Jagoan No.1 di masa depan ini..." Sam tersenyum lebar dan memperhatikan semua orang di dalam ruangan.
...***...
Jeff terkejut karena Evans yang tidak mendapatkan undangan dan menjadi sedikit bersalah, jika tanpa arahan darinya Jeff tidak yakin dia akan mendapatkan skor seperti ini sebaliknya Eric malah tersenyum lebar menyaksikannya.
"Kurasa aku tidak beruntung." Evans lalu memberikan pengertian pada keduanya untuk tidak memikirkannya.
Sekarang mereka akan berpisah dan berada di jalan yang berbeda, Jeff dan Eric akan menjadi anggota guild besar sedangkan Evans mungkin akan bertani di dalam pulau.
"Sampai jumpa nanti." Terakhir, Evans tersenyum tipis dan memberikan salam perpisahan.
Hal itu lalu membuat mata Jeff berkaca dan sebaliknya Eric hanya membalikan badan. Mereka bertiga sekarang berada di lobby lantai pertama, Evans akan pergi keluar tidak ada dari keduanya yang bisa mencegahnya.
Melihat Evans yang sudah separuh jalan Jeff kemudian mulai memejamkan matanya dan dengan perlahan membuka matanya, dia mendapati Evans yang sudah menghilang.
Jeff sendiri sedari awal sudah membayangkan jika mereka bertiga akan selalu bersama dan menikmati berpetualang di dalam pulau bertiga.
Tumbuh kuat bersama dan suatu saat mendapatkan titlenya masing-masing.
"Sampai jumpa." Pandangan Jeff mengarah ke pintu kaca.
Melihat pintu kaca yang memantulkan bayangan Eric sedang kesusahan menatap langit, Jeff tersenyum dan terharu dia sudah salah sangka ternyata. Jeff sudah tidak tahan lalu menggoda dengan menyenggol Eric di punggung.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak memberikan sepatah kata pada sahabatmu itu. Kalian tidak akan pernah bisa bertemu lagi."
"Apa maksudmu... Kau percaya Evans akan diam saja? Jangan bodoh Dia akan kembali secepatnya."
Mata Jeff melebar seiring perkataan Eric yang masih menatap langit itu.
"Ah, kurasa kau benar hahaha."
Jeff kemudian memukul kepala Eric dengan terkekeh kecil. Benar saja Jeff juga yakin Evans akan kembali secepatnya dan bersama mereka, hanya tinggal masalah waktu saja tidak perlu banyak bersedih dan berlarut ke dalamnya.
Eric yang meringis kesakitan kemudian memegang benjol di kepalanya sembari melotot dan mengumpat kepada Jeff di dalam hatinya.
Jeff serasa tahu apa yang sedang dipikiran Eric itu, kemudian mengepalkan tangannya dan tersenyum sadis.
Eric yang merasakan tubuhnya menjadi lebih berat kemudian mulai berlari untuk menjauh.
"Hi-hiih!"
__ADS_1
"HAHAHa."
Keduanya kemudian berlarian di lobby dan mengundang banyak perhatian, sesekali Jeff juga terlihat mencuri pandang pada pintu kaca dan tertawa kecil, "Mungin... besok Dia akan kembali???"
Senyum Jeff kembali merekah melihat Eric yang berlari semakin kencang.
**
Evans yang berjalan melangkah keluar dari gedung pencakar langit di belakangnya, kemudian melihat banyak sekali orang yang sudah berkumpul dan berteriak, beberapa bahkan mengagetkan para player newbie.
Mereka adalah Organisasi & Aliansi atau disingkat menjadi OA, mereka adalah tempat untuk para player yang tidak tergabung ke dalam guild.
Mereka bertepuk tangan dan berteriak heboh sendiri merayakan kedatangan para newbie.
"Semangat. Ayo sudah jangan dipikirkan."
"Yang terjadi tidak bisa dirubah, sudah lupakan."
"Hari esok pasti akan lebih baik percayalah."
"Jangan berpikir semua ini adalah akhir. Tetaplah maju semua ini barulah awal."
Setiap Evans melangkah maju dengan perlahan, dia mendengar banyak sekali teriakan dari berbagai arah, memang mengagetkan tapi tujuan mereka sangat baik membuat semangat para newbie untuk meningkatkan.
Mereka juga pasti pernah berada dalam posisi ini dan dikecewakan. Mendapat job yang lemah dengan stats bawaan yang rendah atau hanya salah satunya.
Para OA membentuk barisan dan membuat penuh satu jalanan, mereka memanjang dari satu simpang jalan ke simpang lainnya.
Mereka semua adalah para OA yang berbeda terlihat dari balihonya, papan nama dan bendera yang dikibarkan.
Mereka juga menggunakan seragam yang berbeda antara satu kelompok.
(Broadcasting Alliance.)
(Merchant Organization.)
(Hospitality Tower Alliance.)
(Technology and communication Tower Organization.)
(Levelling Organization.)
(....)
(....)
Evans yang melihatnya satu persatu akhirnya berhenti dan menatap lama satu kelompok.
Kelompok ini bersorak sorai dengan merdu dan senyum ceria tergambar di wajah mereka, sadar akan satu penontonnya sebuah kedipan kemudian bersarang ke mata Evans.
__ADS_1
Kelompok itu adalah pemandu sorak yang terdiri dari berbagai player wanita cantik. Evans hanya mengangguk untuk membalas kedipan dari para wanita itu sebelum lanjut mencari OA untuknya.