Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 54 |


__ADS_3

Chp. 54 Level 8 : Pilihan Lan Suzi.


"Lalu apakah perbuatan yang dirimu lakukan tadi sudah sangat pantas?! Perkataan dan perbuatanmu berbanding terbalik."


Bam terkejut karena merasakan panas di tangannya, Lan Suzi menepis uluran tangan dari Bam dengan sangat keras sampai membuat tangannya terpental ke belakang.


Lan Suzi kemudian berdiri dengan cepat dan melotot kearah Bam.


Sebuah pedang dengan sarung kuning dan gagang berwarna putih keluar dari [ Inventori ] Lan Suzi. Sebelum pedang itu keluar dari sarungnya suara berderit khas pedang yang bergesekan dengan sarungnya muncul.


Tidak butuh satu detik mata pedangnya sekarang menempel dan melingkar di leher Bam, meninggalkannya sebuah garis tipis berwarna biru di sana.


"Jadi ini adalah jawaban darimu, aku sangat kecewa. Apakah kau sungguhan mencintaiku?"


"Aku mencintai Bam dan bukannya sosok yang berada di hadapanku saat ini."


"Jika kita bertarung, sudah bisa dipastikan siapa yang akan keluar sebagai pemenangnya. Lebih baik kau meminta maaf dan ikut bersamaku sekarang juga, jangan sampai--"


Lan Suzi kemudian menarik jauh pedangnya kebelakang bersamaan dengan menarik panjang napasnya, dia menyabetkan pedangnya tepat mengenai leher Bam secepat yang dia bisa.


"Aku menerima kekuatan baru, bisa dikatakan ini adalah sebuah berkah. Kekuatanku sekarang menjadi lebih kuat lagi berbeda dengan saat pertama kita bertemu. Dulu kau yang menyuruhku untuk mengetahui batasan pada diriku, tetapi sekarang..."


Pedang Lan Suzi gagal untuk memenggal leher musuhnya sedangkan hanya ada udara kosong di sana.


Bam tiba-tiba saja menghilang dari hadapan Lan Suzi dan entah bagaimana muncul tepat di belakangnya. Keadaan mereka sekarang terbalik dengan pedang Bam yang berhenti sejengkal dari leher Lan Suzi.


"Dengan kekuatan ini, aku akan membuktikannya padamu jadi perhatikanlah."


Melihat Bam yang masih menahan pedangnya di udara dan tidak menyabet leher dari Lan Suzi, membuat Lan Suzi dengan cepat bergerak mundur dan membuat celah diantara mereka.


Sayangnya hal ini adalah perbuatan yang sia-sia, setiap Lan Suzi bergerak untuk mengambil jarak darinya, Bam selalu mengikutinya dengan lebih cepat lagi.


"Kenapa kau selalu mengikutiku, bukankah kau terlalu posesif." Lan Suzi mengernyitkan dahinya, kemanapun dirinya pergi Bam selalu ada di sana apalagi menempel ketat di belakangnya.


Bam tertawa kecil saat mendengarnya, "Kurasa tindakanku ini sangatlah bodoh hahaha. Aku hanya ingin menunjukan kekuatan ini kepadamu, dan mengajakmu bergabung.


Tetapi malah mendapatkan penolakan kembali darimu. Aku ingin membuatmu berpikir untuk yang kedua kalinya.


Oh, kau juga harus tahu aku bisa memberikan kekuatan ini padamu jika kau mau hahaha."


Lan Suzi masih terus bergerak mundur dan tetap berusaha untuk menjauh dari Bam.

__ADS_1


.


.


.


Lan Suzi sekarang berhenti bergerak entah sudah berapa kali mereka berdua saling bersaing untuk membelakangi, tetapi yang pasti mereka sekarang berada jauh dari danau.


Bam yang melihat Lan Suzi berhenti kemudian berhenti juga di hadapannya dan mulai melihat Lan Suzi dari atas sampai ke bawah.


Lan Suzi terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya mulai buka suara, "Aku akan mengikutimu dengan syarat..."


Bam memasang wajah serius dan mencoba untuk menebak permintaan yang akan dibuat Lan Suzi, "Kau harus kembali seperti yang dulu lagi."


Bam mematung setelah mendengarnya dirinya tidak percaya dengan apa yang sedang Lan Suzi katakan saat ini.


Melihat Bam yang terdiam Lan Suzi kemudian menambahkannya, "Aku ingin kau kembali Bam! Semua ini masih belum terlambat, ayo ikut denganku besok kau harus meminta maaf kepada Evans dengan benar."


"...hil" Suara Bam agak lirih bahkan Lan Suzi samar-samar mendengarnya.


"Barusan... Kau bilang apa?" Lan Suzi mendekap tangannya sendiri, dirinya sangat berharap jika apa yang ingin dikatakan Bam adalah hal semacam ingin kembali atau meminta maaf kepada Evans.


"Kau pasti ingin kembali, kan? Kau pasti merasakan kesulitan, tetapi tenanglah semuanya--"


"Apa? Bam Kau--"


Mata Lan Suzi melebar saat melihat Bam yang menyeringai dan tertawa dengan sangat keras.


Bam sangat berbeda jika dibandingkan dengan dirinya yang biasanya bahkan Lan Suzi berpikir jika Bam telah kerasukan sesuatu.


"Ha Ha Ha!"


Lan Suzi kesulitan berkata lagi sekarang, setelah dirinya mendengarkan suara banyak orang di dalam satu tubuh, membuat setengah badannya menjadi merinding dengan keanehan ini.


"Apa semua ini sungguhan?" Lan Suzi masih mencoba untuj menyangkal keberadaan Bam yang ada di depannya.


"Kalau begitu bisakah kita lanjutkan, Nona?"


"Ti... Tidak... Kau bukan Bam? Kau... Siapa?!"


Lan Suzi langsung menarik pedang yang menggantung di pinggangnya, kemudian dengan cepat mengarahkannya kembali kepada Bam, sebelum tiba-tiba Bam dengan cepat menebas Lan Suzi dan membuatnya tersungkur di tanah.

__ADS_1


"Arrrgh-!" Lan Suzi mengeluarkan banyak butiran cahaya keluar dari tubuhnya.


**


"Ada apa ini?" Bam tiba-tiba berada di tempat yang asing, dirinya melihat ke sekeliling dan hanya menemukan pepohonan setiap dia memandang.


"Di mana Aku?" Bam tidak mengetahui apa yang terjadi kepada dirinya wajahnya nampak berlipat karena terlalu memikirkannya.


Bam merasakan kebingungan dengan semua yang terjadi ini, dia hanya mengingat saat di mana dirinya menebas Evans dari belakang, kemudian setelahnya perasaan amarah memasuki seluruh tubuhnya dan perlahan membuatnya mengantuk.


"Kurasa di sini masih di tempat lantai kedua, tetapi apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini kenapa aku bangun-bangun ada di sini?"


Tiba-tiba saja kepala Bam mengalami pusing yang membuatnya berputar bahkan dia melihat jika langit seakan terbalik begitu saja, "Glek, Ini..."


Mata Bam sekarang terbuka dengan lebar, semua pusing kepalanya telah menghilang dan meninggalkannya ingatan tentang apa yang telah terjadi selama dirinya tertidur.


Bam mengepalkan tangannya dan memukul salah satu pohon yang ada di sana, "Apa yang kau lakukan, sialan!"


"Apa maksudmu? Kami hanya mewujudkan semua keinginan yang tersimpan di dalam hatimu yang paling dalam."


"Kau mengambil alih tubuhku, brengs*k! Sekali lagi kau melakukannya aku akan membunuhmu!


Tubuhku adalah milikku sendiri jadi jika kau berani sekali lagi melakukannya. Tidak ada pilihan lain jika Stigma bodoh ini dilenyapkan."


"Baik... Baik... Aku mengerti jadi tenanglah Tuan yang baik dan ..."


Bam mengingat kembali saat dirinya terbangun tepat di sebelah Lan Suzi dan menemukan layar pemberitahuan di depannya.


Hologram ini memberikan pemberitahuan tentang kekuatannya yang terbaru. Bam mendapatkan Stigma baru yang menggantikan kolom Stigmanya yang "None" alias kosong berubah menjadi


[ The One Who Have : One Thousand Devil Spirit In My Body ] [ A ] - [ Non Permanent ]


Bam terkejut setelah mendapatkan Stigma ini, semua statsnya naik secara signifikan dan dalam jumlah yang mengerikan, dia percaya diri apabila sekarang dirinya melawan seseorang player dari Tingkat Intermediate puncak.


Tetapi sayangnya Bam mengetahui jika Stigma yang dia miliki hanya bersifat sementara saja dan bisa kapan saja menghilang, dirinya bahkan bisa menghapusnya sendiri karena tersedia juga fiturnya.


Apalagi dengan status "Non Permanent" ini Bam hanya akan mendapatkan manfaat dari Stigma Kelas ( A ) ini dengan batasan hanya setengahnya saja.


"Baiklah lupakan asalkan kau tahu jika tidak ada gunanya mengambilalih tubuhku, setelah aku tersadar kembali akan segera kuhapus dirimu. Mengerti?!"


"Baik maafkan saya Tuan, hihihi."

__ADS_1


Bam tidak menyadari jika sebenarnya Seribu Roh Jahat ini memiliki rencana untuk merebut tubuhnya, tetapi semuanya perlu dilakukannya perlahan dan berhati-hati agar Bam tidak menyadarinya.


Bam kemudian bergegas berjalan ke luar hutan dengan cepat, dirinya mengangguk dan telah memantapkan kemana arah tujuannya sekarang.


__ADS_2