Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 99 |


__ADS_3

The Traitors Guild terdiri dari tiga belas orang, empat orang wanita dan sisanya adalah laki-laki.


Mereka kebanyakan adalah para player dengan job Rare, hanya ada satu yang mendapatkan Epic job dari mereka, dia adalah Teo.


Teo adalah yang terkuat dari mereka semua sekaligus pemimpin dari guild nya.


Teo sekarang berdiri dihadapan seorang pemuda yang berusia dua puluhan akhir, dia menyeringai kearah Teo dari balik kegelapan jalanan.


"Minggirlah!" Teo menatap dingin pemuda yang ada di depannya.


Malam itu sangat dingin, Teo sedang keluar dari rumah petualang untuk membeli beberapa perlengkapan demi perjalanan mereka besoknya.


"Kau tidak dengar ucapanku?" Teo perlahan berjalan mendekatinya, saat dia hendak menyentuh pundak pemuda itu tiba-tiba saja keluar sebuah cahaya dari tangannya.


"Apa?!" Teo hanya mengernyitkan keningnya, dia melihat tangannya yang terbang ke langit dengan kebocoran butiran cahaya yang sangat banyak dan berhamburan ke segala arah.


Teo yang akan berteriak karena sakitnya kehilangan sebuah tangan segera disumpal oleh tangan sang pemuda di hadapannya sampai ke tembok, dia menyerang Teo menggunakan belati tajamnya sampai membuatnya tidak lagi mencoba untuk melawan.


"Jleb."


"Jleb."


.


.


.


Pemuda itu sekarang berdiri dengan melihat ke sekitar setelah memastikan tidak ada orang lain di sana, pemuda itu kemudian mengeluarkan sebuah topeng yang mirip dengan sebuah gumpalan daging di tangannya.


Pemuda itu kemudian memasangkannya ke wajah dan seketika sebuah cahaya keluar dari wajahnya, tubuhnya juga berubah dan menyesuaikan.


Seluruh tubuh pemuda itu bahkan wajahnya sekarang berganti menjadi Teo, dia tersenyum lebar dan bergumam di sana.


"Baiklah, mari kita lihat seperti apa bocah yang bernama Evans Mallory itu, kekeke."


Pemuda itu sekarang melihat Teo yang masih hidup dengan mata yang semakin meredup di bawahnya, dia kemudian menancapkan belatinya kearah jantung Teo dan mengakhirinya.


"Beristirahatlah dengan tenang di Katedral." Seketika keluar sebuah cahaya terang sekilas dan menghilang.


[ +2.000 EXP ]


***

__ADS_1


"Dimana Teo? Kenapa dia sangat lama sekali?"


"Tidak biasanya Teo begini. Apa dia menemui masalah di perjalanannya?"


Semua orang yang ada di sana sangat penasaran kenapa Teo sangat lama untuk kembali dan tidak seperti biasanya.


Teo selalu menyiapkan perlengkapan untuk mereka pergi besoknya dan semua itu dilakukannya dengan cepat.


Mereka juga harus melakukan rapat untuk rencana besok melakukan leveling bersama dengan Eric dan membahas monster-monster di lantai ketiga belas agar Eric bisa dengan mudah mendapatkan banyak exp di sana.


Tiba-tiba dari arah pintu masuk muncul seseorang, wajah mereka yang awalnya sangat senang karena sudah menunggu terlalu lama kemudian menjadi kesal karena orang yang dinanti ternyata tidak pernah muncul.


Lan Suzi tiba dengan wajah yang kusut dan keringat di seluruh tubuhnya disusul juga dengan Evans dari belakang.


"Apa yang sudah mereka lakukan?"


"Mereka sudah menghilang dari sore, kukira mereka pergi kemana atau kembali ke pulau."


"Benar, kukira juga begitu. Mereka pergi karena mendengar nama kita dan ketakutan tetapi lihatlah ternyata mereka masih berani untuk kembali hahaha."


"Dasar sampah lemah, kenapa mereka tidak pergi saja?"


"Apa mungkin mereka mengikuti kita dari belakang karena ingin memanfaatkan kekuatan kita begitu? Supaya mereka nantinya akan mendapatkan exp dalam jumlah yang banyak?"


Evans tidak mendengarkan mereka dan berjalan menuju bar yang ada di sana, dia meninggalkan Lan Suzi yang masih berdiri dan berjalan menunduk sangat lama di belakangnya.


Evans langsung menggandeng tangan Lan Suzi setelah mendapatkan kunci kamar dan mengajaknya ke dalam.


.


.


.


Setelah keduanya menemukan kamarnya masing-masing, Evans kemudian membawa Lan Suzi keluar dari kamarnya dan menuju atap atau rooftop rumah petualang.


Mereka sekarang menggenggam sebuah pedang kayu di tangan kanannya.


"Hah? Tapi tadi kan, kita sudah melakukannya selama empat jam lebih tanpa istirahat." Lan Suzi memasang wajah yang cemberut, dia terlihat sudah tidak sanggup lagi untuk menggenggam pedangnya.


"Untuk menjadi lebih kuat selain dibantu stats player, seseorang harus bisa menguasai senjatanya seperti anggota tubuhnya sendiri."


Setelah mengatakannya Evans segera menerjang Lan Suzi dan mengayunkan pedangnya dengan sangat kencang.

__ADS_1


Lan Suzi yang menerima serangan langsung dari Evans menggunakan pedangnya harus terpental beberapa langkah ke belakang, dia berdecak kagum melihatnya.


Evans sudah melakukan serangan bertubi-tubi selama berjam-jam kearah Lan Suzi, tetapi tenaga yang dikeluarkannya sama sekali tidak berkurang.


"Dasar monster!" Lan Suzi kemudian berlari membalasnya tetapi malah mendapatkan pukulan dari Evans langsung ke perutnya.


"Bu, Bukankah yang tadi itu curang?"


Lan Suzi yang mengatakannya sembari terbatuk-batuk ke bawah karena kuatnya kekuatan pukulan dari Evans kemudian mendongak ke atas, dia terkejut setelah melihat Evans yang sudah ada di depannya dengan mengayunkan pedangnya dengan cepat.


Lan Suzi terpental ke belakang sampai terjatuh, mereka kemudian bertarung dengan sengit di sana.


**


Satu jam kemudian Lan Suzi menjadi samsak tinju bagi Evans.


Setelah melalui latihan yang mudah itu, Lan Suzi menjadi sangat kelelahan saat berjalan kembali ke kamarnya, lututnya menjadi bergemetaran tidak karuan dan berjalan dengan kaki yang pincang.


Sedangkan Evans, dia masih berada di sana dan mencoba untuk menenangkan kembali napasnya.


Setelah napasnya kembali normal, Evans sekarang melihat kearah pojokkan, tidak ada apa-apa di sana. Tetapi sadetik kemudian dari sana muncul seseorang dari balik kegelapan setelah melepaskan skill nya.


< Dark Assasins Executive skill : Stealth in the Sky > < A >


"Hm... Jadi begitu, ini alasanmu kenapa tidak menyikat mereka semua sebelumnya." Eric tersenyum tipis dari balik kegelapan dan mendekat kearah Evans.


"Dari pada membuat semua orang bergantung kepadamu, lebih baik menjadikan mereka semua lebih kuat bersamamu." Eric menyeringai kearah Evans, "Kurasa ini bukan gayamu. Pasti Ney yang memberitahumu, kan?"


Evans tidak menjawabnya, dia lebih penasaran dengan satu hal dan menanyakannya kepada Eric.


Evans mengetahui jika Eric sudah mengikuti dia sebelumnya, saat dirinya berlatih dengan Lan Suzi sore hari bahkan sampai dirinya masuk ke dalam kamar.


Mendengarnya sekarang berganti Eric yang malah berbalik dan memilih tidak menjawabnya, dia melihat ke langit malam sembari mengumpat berkali-kali di dalam hatinya.


Evans yang mengetahuinya kemudian berdecak kagum dengan Eric, memang seperti itulah seorang assasins sejati, pasti skill yang dia gunakan sama sekali tidak mengkonsumsi mana.


Lan Suzi yang belum kembali dan mendengarkan semua itu dari balik pintu kemudian mengerutkan dahinya, "Bukankah dia hanya seorang stalker sialan."


+++++


Jangan lupa tinggalkanlah jejak jika kalian menyukai cerita ini, Ok


┻━┻︵└(՞▽՞ └)

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


P.s Job Eric sebenarnya Dark Assasins


__ADS_2