Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Intermediate player | 112 |


__ADS_3

Suasana kelas pagi itu sangat ramai, semua orang membicarakan tentang kejadian yang baru saja terjadi di dalam pulau.


"Aku tidak habis pikir bagaimana teman sekelasku bisa sampai melakukan semua itu."


"Yah, dia sangat luar biasa."


"Hahaha, katanya dia bahkan mengalahkan seorang Intermediate player juga di sana."


Mereka semua membicarakan tentang Evans yang mendapatkan peringkat pertama dalam pelatihan dan mengalahkan Boss Monster lantai keenol yang belum pernah terdengar sebelumnya, dan dalam website juga disebutkan kabar miring tentang Evans yang mengalahkan salah satu kapten guild di sana.


Meskipun hal itu akhirnya tidak pernah dikonfirmasi kebenarannya sampai sekarang.


Seorang pria di sana tiba-tiba saja muncul dan berdiri di belakang semua orang dengan tertawa kecil, dia menganggap informasi yang mereka dapatkan masih belum cukup dan sangat buruk.


Semua orang yang mendengarnya lantas tidak terima dengan hal itu dan menyerangnya.


Siswa pria itu kemudian menggeleng dan menghela napas panjang, karena tidak ada pilihan lain lagi dia mulai bercerita tentang semua informasi Evans yang dia ketahui kepada semua orang.


Mereka semua kemudian mendengarkan teman sekelasnya itu berbicara sampai hampir lebih dari lima belas menit lamanya.


"Tunggu dulu. Aku menjadi penasaran bagaimana caramu bisa mendapatkan semua itu?"


"Hm? Itu semua... Tentu saja sebuah rahasia."


"Eeh, tampak sangat mencurigakan sekali. Jadi tidak jelas kan sekarang... Ah! Kalau begitu, langsung tanya saja pada orang yang paling dekat dengannya. Bagaimana menurutmu Ney. Apakah semua yang dikatakannya benar?"


Kebetulan semua orang itu sedang berkumpul di depan meja Ney, bahkan saat masih pagi-pagi buta sekali hanya untuk bergosip.


Ney tentu saja tidak keberatan dengan semua hal itu, asalkan mereka tidak terlalu menganggu dirinya yang sedang belajar saat itu.


Tetapi apa yang terjadi sekarang malah sebaliknya, Ney sama sekali tidak fokus pada belajarnya, dia malah tersenyum cengar-cengir dan tertawa kecil setelah mendengar semua itu dari balik mejanya.


"Ada apa denganmu, Ney?"


"Ah! Kenapa?"


Ney baru saja tersadar dari lamunan dan mengigaunya tentang Evans.


Seolah dirinya baru saja dibacakan sebuah dongeng pengantar tidur yang sangat lucu dan menarik.


"Hee... Apa ada sesuatu denganmu dan Evans~"

__ADS_1


"Te, Te, Tentu saja tidak ada! A-A-Apa yang sebenarnya kau katakan, huh? Aku sama sekali tidak mengerti... Hah-haha-hahaha."


Ney mengatakannya dengan sangat cepat dan tergagap, dia menjadi sangat panik dengan wajah yang memerah seluruhnya.


Ney kemudian tertawa canggung di depan semua orang.


'Ah... Manisnya...'


'Oh, tidak. Apakah ini yang dinamakan orang-orang dengan pacarmu adalah semangatku. Hal ini sangat... luar biasa!'


'Tetapi, pasti ada sesuatu yang terjadi dengan mereka berdua.'


'Aah... Mari lupakan saja untuk sejenak. Lebih baik kita menikmati waktu saat ini, hehe.'


Meski mereka semua menjadi sangat penasaran di sana, tetapi tidak ada yang bertanya lebih lanjut tentangnya dan malah menggoda Ney yang menutupi seluruh wajahnya dengan buku.


Wajah Ney sangat merah dan seperti akan meledak kapan saja.


"Kah, Kalian semua kenapa! Kenapa kalian semua melihatku seperti itu, huh?"


'Apa ada yang salah dengan wajahku saat ini? Kenapa mereka semua malah semakin menjadi?'


Tanpa disadari semua orang, ada satu orang yang terus mengawasi mereka dan mendengarkan semuanya dari belakang.


**


Langit sore saat itu sangat cerah sekali dengan angin sejuk yang berhembus sesekali dan menerpa Ney yang sedang berjalan.


Ney sedang berjalan bersama dengan teman-temannya, dia tersenyum dan tertawa kecil tanpa menyadari rambut pendeknya yang berkibar kebelakang.


Matanya yang sangat terang dan senyuman manis merekah terlihat sangat hidup dan menawan setiap orang yang berada di dekatnya.


Banyak sekali para pria yang langsung terpikat hatinya saat melihat Ney yang sedang lewat di depan mereka.


Bentuk tubuh Ney juga tidak kalah dengan wajahnya, meskipun tidak terlalu berisi tetapi aura yang dipancarkan Ney sudah sangat mirip dengan perempuan dewasa diusianya yang masih remaja.


Setelah sampai di depan gerbang sekolah, mereka semua kemudian berpisah dengan Ney dan melambaikan tangannya.


Begitulah kehidupan sepulang sekolah Ney berakhir dan kebanyakan diisi dengan belajar bahkan setelah dirinya sampai di rumah.


Mulai dari sini Ney akan berjalan sendiri dan berseberangan dengan teman-temannya.

__ADS_1


Ney berjalan dengan lesu dan tertunduk di sana.


Akhir-akhir ini Ney sudah mulai ragu dan tidak memiliki semangat hidup setelah teman sebangkunya yang pergi dengan dijemput yang di atas, apalagi dia memiliki permintaan untuk melupakan semua tentangnya dan mencari penggantinya yang baru dan lebih sempurna lagi.


Jika dipikir dengan akal sehat dan...


Tunggu, bahkan tanpa perlu memikirkannya, permintaan konyol macam apa yang dibuatnya itu.


Ney menghela napas sangat panjang di sana.


Dalam hal ini dia sudah tidak memiliki saingan lagi di dalam sekolah dan selalu mendapatkan peringkat pertama, bahkan dia cukup percaya diri untuk mengerjakan soal ujian dengan mata yang tertutup karena hal itu terlalu mudah baginya.


"Haa... Aku berharap untuk bisa menjadi seorang player juga...."


Ney kemudian berjalan dengan mengoceh tidak jelas dan berulang kali dalam perjalanan pulangnya, di sana dia tidak menyadari sama sekali keberadaan dari tiga orang yang mengikuti dan mulai mendekatinya dari belakang.


"Hei, Yo~"


"Matamu bagus sekali, Boss. Kau bahkan sampai bisa mengenali perempuan cantik dari belakang. Tidak ada yang bisa mengalahkan mu dalam hal itu."


'Kalian semua tolong hentikan, aku sudah lelah dengan semua hal ini. Haa...'


Mereka bertiga tiba-tiba saja muncul dan tertawa aneh, bergerak untuk mengepung Ney dari setiap sisi.


"Um... Siapa kalian, ada yang bisa saya bantu? Kenapa kalian semua menutupi jalan seseorang?"


"Kau bertanya pertanyaan yang tidak berguna sekarang, Nona. Tentu saja kami datang untuk--"


"Boss sedang mencari seorang jodoh dan ingin meminta nomor kontakmu."


"Ya, itu benar sekali..."


'Aku tidak percaya kita melakukan hal ini lagi. Sudah berapa orang sekarang?'


Ney mengernyitkan keningnya saat melihat tiga orang yang memiliki penampilan mirip seorang berandalan dengan tinggi badan yang berbeda setiap orang.


Boss mereka adalah yang terkecil di sana dan memiliki rambut kuning jabrik, satu lagi memiliki tampang yang sangat alim dan terlihat sangat tidak sesuai untuk menjadi preman, tetapi pria itu sangat menghormati pimpinannya, dia juga adalah orang yang paling banyak bicara di sana.


Yang satunya lagi terlihat sangat pendiam, tetapi tidak ada yang tahu apa yang sedang ada dalam pikirannya sekarang.


'Ah. Ini adalah yang terakhir kalinya aku melakukan hal ini. Aku berjanji untuk berhenti dan mencari pekerjaan yang layak.'

__ADS_1


Ney kebingungan dengan apa yang sedang terjadi saat ini, tubuhnya gemetaran karena takut dan perlahan bergerak berjalan mundur ke belakang.


+++++


__ADS_2