Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 66 |


__ADS_3

Chp. 66 Level 11 : Menuju Tower Lantai Sepuluh.


Setelah keluar dari Kafe, Evans kemudian berjalan kaki kembali ke arah Paguyuban Usaha Tani. Beruntung lokasi Kafe ini cukup dekat dengan Paguyuban Usaha Tani dan hanya membutuhkan waktu paling sedikit setengah jam dengan kecepatannya yang sekarang.


Evans berjalan dengan santai dan terus melihat daerah sekitar, banyak sekali warung makan ditemuinya di sini.


Evans berhenti di salah satu tempat makan, dia melihat seseorang yang tampak tidak asing baginya. Orang ini memesan makanan dalam jumlah yang tidak masuk di akal, apalagi sosok dari orang asing ini sebenarnya adalah perempuan yang begitu cantik.


Perempuan ini mendapatkan banyak perhatian dari orang-orang di sekitarnya karena jumlah makanan yang di pesannya sampai membuat penuh satu meja.


Meskipun begitu perempuan cantik ini memilih mengabaikan tatapan semua orang dan sibuk dengan urusan yang ada di depannya. Dengan cepat yang pertama dipilihnya adalah bakmi, dia mengambil sumpitnya dan perlahan mulai menyedotnya satu demi satu mie ke dalam perutnya.


"Kemana perginya bocah puber itu sih. Hmph! Pagi-pagi sudah pergi main saja. Apakah setiap saat hidupnya itu selalu digunakannya untuk bermain?" Perempuan ini begitu kesal sampai mendengus berulang kali.


Setelah menyedot mienya yang terakhir, perempuan ini mulai tersadar dengan tatapan aneh dari salah satu orang, dirinya lekas berbalik dan menemukan seseorang yang menatapnya dari luar.


Orang itu seperti tertegun melihatnya makan sampai tangannya pun menyentuh kaca jendela dekat dari tempatnya makan.


Perempuan ini tidak menyembunyikan niat buruknya sama sekali, dirinya menyeringai dan melambaikan tangan kepadanya. Meminta orang itu untuk secepatnya masuk ke dalam.


**


Seorang bocah puber yang sebelumnya sangat ingin ditemuinya, sekarang berada tepat di hadapannya.


"Bagaimana bisa Dia makan bakmi seolah sedang meminum air." Begitulah yang membuat Evans penasaran sampai menatap Lan Suzi cukup lama di depan warung makan.


"Jadi Kau ada di sini? Aku sudah mencarimu di semua tempat, hampir saja Aku akan mengelilingi pulau untuk mencarimu. Jadi, kemana saja Kau selama ini, huh?!"


Lan Suzi begitu marah saat melihat Evans, dia sendiri sudah mengunjungi Paguyuban Usaha Tani dan bahkan mencarinya di banyak tempat sampai berjam-jam lamanya.


Evans sekarang duduk berseberangan dengan Lan Suzi yang masih saja menguyah makanan sembari sesekali marah kepadanya. Tetapi sayang sekali suara kemarahan dari Lan Suzi hanya terdengar seperti suara bayi baginya, Evans tidak mengerti sama sekali apa

__ADS_1


yang coba dikatakannya.


Evans juga sedikit khawatir saat melihat Lan Suzi yang seperti ini, dia melihat Lan Suzi yang makan tanpa sekalipun berhenti berbicara. Apakah Lan Suzi tidak takut tersedak saat melakukannya. Evans sedikit mengernyitkan dahi saat melihatnya.


Setelah satu set menu dihabiskannya Lan Suzi sekarang terlihat lebih tenang dia bahkan sering tersenyum. Namun tiba-tiba saja entah kenapa Evans ditodong oleh Lan Suzi untuk membayar makanannya.


"Aku sangat kelaparan dan hal ini disebabkan karena mencarimu cukup lama di luar. Dan sekarang, Kau tidak mau bertanggung jawab dengan hal itu? Ayolah bersikaplah lebih dewasa lagi, Kau juga sebentar lagi akan dewasa dengan cepat."


Evans menatap Lan Suzi cukup lama.


Hal itu sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang perempuan yang sudah berumur dua puluh tahunan. Evans hanya menghela napas, dan mulai menceritakan dirinya yang baru saja jatuh miskin sekarang.


Evans tidak menceritakan tentang pertemuannya dengan Andy, dia hanya bilang jika semua uangnya telah diberikan kepada organisasinya.


"Huff... Tidak ada pilihan lain lagi, sepertinya Aku terlalu terbawa amarah sampai bersikap seperti ini. Sangat tidak dewasa sekali Aku ini. Kalau begitu Kita ganti dengan sebuah permintaan yang lain."


"Ah. Apakah hal ini ada urusannya dengan cucian kotormu yang menumpuk."


"Kemana." Evans bertanya dengan memiringkan kepalanya.


"Kita akan berpetualang di dalam Tower dan mencoba untuk mencari tahu keberadaan dari Bam. Bagaimana, menyenangkan, 'kan? Hihihi." Lan Suzi tertawa dengan meringis sampai membuat pundaknya naik turun.


**


"Aku sudah bilang entahlah, kemarin 'kan. Jadi, bukan berarti Aku akan mengikutimu." Evans menolak permintaan Lan Suzi.


Mereka berdua sekarang sedang berada di luar meninggalkan restoran yang tadi tempat Lan Suzi makan. Setelah Lan Suzi membayar untuk makanannya, dia masih terus memaksa Evans untuk membantunya. Lan Suzi merengek dan mengemis kepadanya berulang kali.


Lan Suzi sampai memegang pakaian Evans dan sepertinya berniat untuk tidak pernah melepaskannya. Evans sedikit kesusahan melihat sikap Lan Suzi yang seperti ini.


"Ayolah... Kumohon, Sekali ini saja tolong bantu Aku."

__ADS_1


"Baiklah jika Kau masih tidak ingin membantuku, Aku akan bergantung selamanya seperti ini di pakaianmu."


"Bagaimana dengan uang? Kudengar barusan Kau baru saja bokek."


"Tunggu, Aku akan mentraktirmu makanan enak nantinya. Jadi Aku mohon, ya? Plisss." Lan Suzi mengedipkan sebelah matanya kepada Evans dan hal ini membuatnya berjalan semakin cepat saja.


Lan Suzi terus melekat kepada Evans sangat lama, bahkan sampai waktu berlalu sangat cepat dan tidak terasa dua jam lamanya telah berlalu. Evans sekarang memegang dan mengusap keningnya cukup lama, dia telah mendapatkan banyak perhatian dan hinaan dari orang-orang di sekitarnya.


Orang-orang ini berkumpul dan melihat Lan Suzi yang terus merengek juga menangis sembari menempel kepada Evans tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka. Evans sebenarnya tidak ingin kembali lagi masuk ke dalam Tower,


dia lebih memilih hidup dengan tenang dan normal seperti kebanyakan orang lainnya.


Setidaknya tunggu satu atau setengah tahun lagi, dia baru saja tiba di dalam Tower satu bulan dan ingin lebih menikmati kehidupannya di sini.


"Baiklah, baiklah. Ayo Kita berangkat menuju Tower. Jadi kapan Kita akan pergi ke sana."


"Benarkah itu? Kau sangat baik hati, jika saja Aku memiliki seorang adik sepertimu. Aku pasti akan bersyukur setiap harinya hihihi." Lan Suzi tersenyum kepada Evans, dia begitu bahagia permintaannya dikabulkan olehnya.


"Um... Kurasa lebih cepat lebih baik karena Bam pasti masih belum pergi terlalu jauh. Baiklah! Bagaimana jika Kita berangkat sekarang?"


"Apa Kau bilang sekarang." Evans sedikit menaikan salah satu alisnya. Apakah dia tidak salah mendengarnya, sebelum Evans mencoba untuk memastikan. Lan Suzi langsung menarik tangan Evans dan mengajaknya berlari menuju pusat pulau, Kota Centre.


**


Evans dengan Lan Suzi berjalan kaki menuju Tower, mereka membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk sampai di sana. Mereka sampai saat matahari sedang berada di puncaknya.


"Akhirnya Kita sampai juga." Lan Suzi begitu senang saat melihat Tower besar yang ada di hadapannya ini, dia sampai menunjukan senyum lebar seakan mengatakan siap menantangnya sekali lagi, "Kali ini Aku tidak akan menyerah. Bersiaplah Tower Sialan!"


Ekspresi yang ditunjukan Evans sangat berbeda sekali dengan Lan Suzi, dia tersenyum kecut ketika melihatnya. Evans hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk melihat Tower yang ada di hadapannya itu sebelum akhirnya pergi mendahului Lan Suzi.


Evans sekarang memasuki pintu Katedral, mungkin orang-orang sudah melakukan perburuan atau aktivitas yang lainnya sehingga Katedral tampak sepi dan sunyi sekali.

__ADS_1


Evans kemudian berjalan dan mencapai kristal, sesaat kemudian Lan Suzi muncul tepat disampingnya. Evans mengangguk ke arah Lan Suzi, melihatnya Lan Suzi juga membalasnya. Mereka berdua akhirnya memulai petualangannya di dalam Tower.


__ADS_2