
Para player baru kali ini, keluar setelah menyelesaikan quest ladang slime pada pagi hari. Dalam generasiku, kasusnya sedikit berbeda, karena dulu aku kebetulan menyelesaikan ladang slime dengan cepat. Kami pun kembali saat sore hari sebelum waktu dua hari selesai.
Ada seorang perempuan kecil yang tersenyum manis dan lebar kearahku. Tentu saja aku membalasnya dengan tersenyum juga. Tetapi bukan berarti ada apa-apa di sini, dan kenapa semua orang menatapku dengan tatapan curiga.
"...Boleh aku bertanya siapa namamu?"
"Namaku~? Hmm. Oh! Benar juga kita masih belum berkenalan. Maaf, maaf. Maafkan aku Kak Evans! Aku sama sekali tidak sopan kepadamu. Perkenalkan namaku adalah Malika."
"Tunggu sebentar. Apa itu tadi, Malika?"
Aku segera menoleh ke belakang. Tiga bersaudara tentu saja mengerti apa itu karena secara tidak sengaja aku bergumam tentangnya berulang kali. Dan tebakanku mulai benar, mereka saling berbisik di belakangku.
"Ya? Apakah ada yang salah? Namaku Malika. Malika Siberu."
"A-Aaah. Tidak, tidak. Tidak ada."
Aku tersenyum canggung dengan menggaruk pipiku.
"Tetapi dari mana kau bisa tahu siapa aku?"
Pandanganku dalam dan tepat mengarah kepada dua bola mata Malika yang berwarna. Aku melakukannya karena ingin melihat reaksinya, apakah dia sungguh berkata jujur atau ada sesuatu yang disembunyikannya.
Malika dengan cepat mengangguk dan menjawabnya tanpa ragu. Dia langsung menunjuk kearah yang lain.
Di sana seseorang perempuan cantik berambut pirang dikuncir satu ke belakang sedang tersenyum manis sembari memegangi pegangan di tangga, berniat akan kembali ke dalam gedung. Tetapi setelah dia menyadari Malika yang menatapnya, dia kemudian membalas dan melambaikan tangannya.
"Kak Fany yang telah memberitahukan semuanya."
Fany tersenyum manis sampai menyipitkan matanya kearahku. Dia juga melambaikan tangan bahkan dengan lebih cepat lagi.
Setelah mendengar nama Fany, semua orang segera heboh dan ribut di sana.
"Bu-Bukankah itu Fany?!"
"Apa maksudmu Fany Indira?!"
"Di mana dia?!"
Aku sedikit mengernyitkan keningku, bagaimana bisa semua orang mengetahui tentangnya. Padahal Fany baru pertama kali ini masuk ke dalam Tower. Sebenarnya apa yang sudah dia lakukan?
Segera Riza menghampiriku dan membagikan layar dari website Tower.
'Jenius nomer satu dari generasi ini ya...?'
Fany Indira mendapatkan peringkat pertama dengan perolehan skor 100.000 lebih bahkan melampaui skorku yang sebelumnya. Dia kemudian langsung direkrut oleh guild besar peringkat pertama saat ini, Domain Guild.
"Dia juga sangat suka pada kakak loh katanya..."
Malika kemudian bersiul dan mencolek lenganku berulang kali dengan tertawa kecil. Dia terlihat sangat bersemangat setelah membahas tentang hal yang berbau percintaan.
__ADS_1
Semua orang yang melihat Fany bertingkah feminim seperti itu kemudian melihat kearahku dengan hawa permusuhan.
"Apa-apaan dia itu? Apakah pria itu adalah pacarnya?"
"Mereka berdua sama sekali tidak cocok. Kenapa Fany bisa sampai memilihnya?"
"Bukankah dia yang berasal dari organisasi kecil itu? Kalau begitu mereka bagaikan langit dan bumi, kan?"
Dan tentu saja yang bersikap paling berlebihan di sini adalah Anton. Karena dia yang paling dekat denganku, Anton mendekat dan meminta sebuah kejelasan sampai menarik kerah pakaianku.
"Evans. Apa yang terjadi di sini, bisa kau jelaskan kepadaku, huh? Kenapa kau masih tetap tenang dan biasa saja. Coba katakan padaku kau--"
"Haa... Aku juga tidak tahu. Kami berdua tidak memiliki hubungan istimewa sedikitpun atau seperti apa yang ada dalam imajinasimu. Kau sungguh terlalu berlebihan."
"Sungguh?"
"Mhm."
Aku kemudian mengangguk pelan kearahnya. Di sini aku mengangguk bukan karena terpaksa dan kasihan saat melihatnya menangis, tetapi murni tidak ada apa-apa diantara kami.
"Pertama, kau bisa dekat dengan senior-senior di paguyuban. Kedua, kau bahkan menjadi dekat dengan Kak Suzi. Ketiga, kau tiba-tiba memiliki pacar, huh?"
Tangan Anton begitu bergetar saat menarik kerahku. Dia telah mengatakan semua isi pikirannya kepadaku.
"Ehhh, kalau begitu ada yang aneh di sini. Kak Fany pernah menceritakan hal ini kepadaku. Jika aku tidak salah mendengarnya, waktu itu saat di kelas kalian pernah berciuman sangat panas bahkan di depan semua orang. Apakah semua itu hanyalah sebuah kebohongan, Kak Evans?"
Malika tiba-tiba saja langsung menyambar di sana dan memperumit segalanya. Dia telah mengatakan hal yang sepantasnya tidak boleh diketahui anak kecil dan membuat Anton berteriak.
Jika dipikir lagi, pernah ada suatu kejadian yang mengejutkan. Benar. Kami pernah berciuman, tetapi aku sama sekali tidak merasakan perasaan yang seperti itu darinya.
**
Semua orang sekarang telah tiba di tempat parkir. Total ada sebelas orang anggota baru di sini baik itu laki-laki maupun para perempuan. Mereka memiliki usia yang berbeda, tetapi tetap kamilah senior mereka di sini.
Kami kemudian memulai dengan perkenalan dan satu persatu orang mulai mengenalkan namanya.
"Namaku adalah Antonio Daniel. Aku adalah kakak dan senior kalian di paguyuban. Di sana kalian bisa bertanya persoalan apapun kepadaku."
"Perkenalkan namaku Riza Eliot. Salam kenal, semoga kita bisa cepat akrab dan menjadi keluarga."
"Aku...? Aku adalah Didi Carlos. Orang yang paling misterius dan bebas di paguyuban. Salam kenal."
Sekarang adalah giliranku dan karena aku telah menyiapkan sesuatu sebelumnya kupikir sekarang adalah saat yang tepat untuk menggunakannya.
"Namaku adalah Evans Mallory."
Aku merenggangkan kedua tanganku sangat lebar di depan semua orang.
"Di sini aku ingin bertanya sesuatu pada kalian semua."
__ADS_1
Tidak ada satupun dari sebelas orang itu yang merespon kecuali Malika. Dia terlihat bersemangat setelah aku mengenalkan diri.
"Apakah kalian merasa buruk, kesal, atau marah karena tidak mendapatkan undangan dari guild besar?"
Tidak ada jawaban sama sekali bahkan juga Malika.
"Sepertinya benar karena tidak ada satupun dari kalian yang menjawabnya. Apakah kalian merasa sial dengan bergabung di organisasi kecil seperti paguyuban? Karena mendapatkan job yang biasa saja? Dan karena terlahir dengan tubuh yang sangat lemah?"
Aku perlahan mendekat kearah semua orang saat mengatakannya. Raut wajah yang mereka tunjukkan masing-masing berbeda setiap orang.
Ada orang yang kesal dan menggigit bibirnya.
Ada juga orang yang kecewa dan menangis.
Dan ada juga yang merasa biasa saja, karena hal ini sangat lumrah dan pantas baginya.
Aku kemudian mengeluarkan sebuah baliho yang terlipat dan sama dengan yang digunakan sebelumnya kepada Malika. Dia menjadi sangat terkejut dan mendongak kearahku, tetapi aku hanya mengusap lembut rambutnya dan tersenyum tanpa mengatakan apapun. Aku juga mengeluarkan sebuah kamera polaroid dari balik inventori player.
"Tetapi jangan kalian kira kita menyedihkan hanya dengan begitu. Kalian tahu, hanya paguyuban sajalah yang berani melakukan hal ini."
Setelah mengangkat salah satu jariku di udara keheningan tiba-tiba tercipta. Semua orang sangat penasaran apa yang akan aku lakukan.
Aku langsung menjentikkan jariku di sana.
"Duar!"
Seketika angin dan suara ledakan terjadi di belakang semua orang. Gedung pencakar langit tiba-tiba menjadi berlubang dan mengeluarkan api dengan banyak asap hitam mengepul di atasnya.
Semua orang menganga melihatnya dan mata mereka menjadi melebar. Aku segera memberikan isyarat kepada Malika untuk membuka balihonya.
"Semuanya silahkan berbalik dan berpose yang paling menarik sebisa kalian."
"Satu... Dua.. Ckrek!"
Semua orang tersenyum lebar di dalam foto dan tertawa kecil. Mereka berpose aneh dan lucu di belakang baliho.
Perasaan kecil dan rendah diri mereka sekarang telah teratasi. Guild besar juga telah menerima akibatnya karena bermain-main dengan junior kami yang lucu dan imut ini.
"Seperti inilah kami. Dan, selamat datang di Paguyuban Usaha Tani."
Kami semua kemudian berfoto kembali setelah aku mengeluarkan tongkat penyangga kamera dan meletakkannya di depan. Aku tersenyum tipis di foto, tepatnya aku berada di tengah semua orang membantu mereka memegangi baliho.
Anton, Didi, dan Riza berada di depan kami dan berpose tiduran sembari melipat tangannya, tetapi tidak menghalangi tulisan baliho dibelakangnya.
( Paguyuban Usaha Tani. )
"Ckrek!"
Kami semua berfoto dengan gedung yang terbakar di belakangnya.
__ADS_1
- Kejutan untuk para player baru(2).
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=