
Sampai di restoran sushi Malika tidak pernah berhenti bercerita tentang dirinya dan Fany saat sedang menjalani quest ladang slime di lantai keenol.
Awal pertemuan mereka dan semua cerita tentangku.
Aku cukup terkejut mendengarnya karena Fany tidak pernah dekat denganku, lalu bagaimana bisa dia tahu banyak tentangku seolah saja dirinya selalu berada di sampingku.
Dia juga tidak ragu untuk bercerita tentang kekalahannya yang pertama melawanku dan bahkan saat ciuman di kelas waktu itu.
"Kak Fany selalu menggendongku dan bertarung dengan banyak slime waktu itu sampai dia akhirnya mencapai peringkat pertama."
"Dia juga orang yang menghiburku saat aku sedang bersedih dan tidak bisa melakukan apapun."
"Kak Fany kemudian mengatakan jika semua itu akan baik-baik saja dan dia akan mengenalkan pacarnya di paguyuban kepadaku. Dia berkata jika orang itu lebih kuat seratus kali lipat darinya."
"Kak Fany juga menceritakan tentang tempat tanggal lahir kakak. Yaitu di desa , tanggal 25 bulan Juli tahun..."
"Kak Evans juga orang yang sangat pendiam, karena itu dia memintaku untuk bergerak terlebih dahulu dan mendapatkan perhatianmu."
"Dan... bla bla bla..."
Setelah satu jam berlalu kami berdua kemudian kembali ke paguyuban sebelum matahari terbenam, tentu saja aku juga menjelaskan jika hubungan kami tidak seperti apa yang Malika dengar itu.
Sampai di sana kami berdua harus menerima beberapa teguran dari Hendra. Semua orang mengadakan pesta penyambutan anggota baru pada malam harinya di AR DE cafe, sedangkan kami menerima beberapa hukuman di sini.
Sepertinya kafe ini tutup khusus untuk malam hari ini. Banyak sekali makanan dan minuman yang sekarang sudah tertata di atas meja dan dihias, mereka juga tidak lupa mengadakan games-games yang menarik di sana.
"Jangan pernah mengulangi hal ini lagi kedepannya, terutama kau Evans. Apa kau ingin menularkan kebiasaan burukmu itu kepada adik tingkat? Aku heran kenapa kau sangat berbeda saat bekerja di ladang dengan membantu membangun kembali paguyuban."
Hendra terlihat menghela napas dan memijat keningnya.
"Aku tau kau selalu menghilang setiap kali aku lengah. Tetapi aku berharap kau akan memberikan contoh yang lebih baik lagi kepada adik-adikmu. Kau mengerti? Dan kau juga Malika, jangan pernah mengulanginya, apa kau mengerti?"
"Mhm."
__ADS_1
"Mengerti..."
Aku mengangguk di sana sedangkan Malika matanya tampak berair dan siap menangis kapan saja. Mungkin baru kali ini dia merasakan hal yang seperti ini.
Setelah semua ceramah Hendra, aku menyuruh Malika untuk terlebih dulu pergi dan bergabung bersama dengan yang lain.
Saat Malika pergi cukup jauh dariku, aku bergegas keluar untuk memanen Malika-- Tidak, pohon buah iblis sekaligus meneruskan latihanku yang kuberi nama "Reset Strength restaining rubber band".
Aku tidak menyadari jika saat itu aksiku terbang menggunakan mobil hantu akan disaksikan oleh Malika.
Kejadiannya saat itu kurang lebih adalah seperti ini. Malika pergi dan berinisiatif untuk membagikan makanan minumannya kepadaku, tetapi setelah dirinya keluar. Dia menganga dengan semua makanan dan minuman yang dibawanya tumpah jatuh ke bawah.
Malika melihat mobilku yang mengambang dan jungkir balik di sana.
Paginya Malika menceritakan semua itu kepadaku dan memaksa untuk ikut malamnya lagi.
Aku tidak memiliki pilihan lain di sini dan terpaksa menerimanya, dengan syarat asalkan dia tetap menjaga semua itu. Malika kemudian menjadi sangat bersemangat dan berloncatan di sana.
Selama seminggu dan setiap malamnya, kami berdua pergi memanen buah iblis dan melakukan latihan gila di sana.
Seorang remaja meraung kesakitan dengan karet gelang setelah menenggak botol minuman yang aneh, apalagi semua itu dilakukannya di keheningan malam.
Malika mulai berpikir apakah aku sedang meminum-minuman yang buruk di sini.
Tetapi di sisi lain aku berpikir tanganku benar-benar akan berakhir di sini.
Setelah semua itu Malika selalu mengikuti aku kemanapun diriku pergi. Dan sekarang aku mulai berpikir, apakah begini rasanya memiliki seorang adik perempuan?
Kami berdua bangun dengan perasaan bugar dan keluar dari tenda masing-masing secara bersamaan. Aku melakukan peregangan dengan menarik tanganku ke atas dan Malika juga mengikutinya.
Setelahnya, kami berdua saling mengacungkan jempol ke arah masing-masing dengan tersenyum.
Begitulah rutinitas kami setiap hari, kabur dari semua tugas-tugas yang Hendra berikan.
__ADS_1
Mengunjungi pekerjaan Andy dan mendesaknya setiap hari untuk lebih cepat lagi.
Membantu menjalankan AR De Cafe bersama tiga bersaudara.
Jalan-jalan di kota.
Dan, melakukan latihan beban yang tidak masuk akal juga menampung buah iblis sebanyak mungkin.
Kami berdua kemudian hidup bahagia selamanya di pulau dengan Tower besar yang menancap di tengahnya-- Tidak. Sayangnya hal itu kurasa tidak akan pernah terwujud.
Pagi itu, semua orang terkejut melihat sekumpulan prajurit berseragam keemasan dan mewah tiba-tiba datang dan mengunjungi paguyuban, dari simbolnya mereka adalah Guild No. 1 di dalam pulau
... Domain Guild.
Entah memiliki urusan apa mereka di sini, tetapi aku curiga apakah mereka mengetahui tentang buah iblis dan mulai bertindak seperti Bam.
Sayangnya aku berpikir jika ini semua masih terlalu cepat. Bam bahkan belum bergerak, jadi dari mana mereka mendengar semua itu?
Atau jika tidak, latihan spesial khusus job dengan class Common?
Tidak. Kurasa pilihan yang paling wajar di sini adalah mereka datang untuk mengambil mobil hantu.
Aku menatap orang-orang itu, tepatnya ada empat orang di sana. Satu perempuan dan tiga orang lagi adalah laki-laki. Pemimpin mereka sepertinya adalah perempuan itu. Dia memiliki rambut berwarna merah muda dengan tubuh tinggi dan kekar. Jika dilihat dari wajahnya dia pasti orang yang sangat tegas dan berwibawa.
Melihat tamunya datang dari jauh Hendra cepat-cepat mendekat dan memberikan salam. Dia kemudian menanyakan apa yang sebenarnya mereka lakukan di sini.
Kami semua akhirnya menghentikan pekerjaan pertukangan di sini dan mencoba untuk menguping.
Semua orang begitu penasaran dan menantikan jawaban dari para anggota guild besar.
Beberapa saat kemudian, pemimpin mereka akhirnya mulai buka suara.
"Kami sedang mencari salah satu anggota kami yang kabur."
__ADS_1
- Sebelum badai.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=