Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 92 |


__ADS_3

Chp. 92 Level 13 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(26).


Evans dan Lan Suzi sekarang sedang bersiap untuk melanjutkan perjalanannya, sebelumnya mereka berpamitan dengan para penjaga yang ada di sana.


"Baiklah, terimakasih atas semua bantuan kalian. Maaf jika kami tidak bisa memberikan hadiah apapun kepada kalian berdua. Kami berdoa semoga kalian bisa menemukan apapun yang sedang kalian cari itu. Berhati-hatilah di perjalanan..."


Evans dan Lan Suzi hanya menganggukkan kepalanya dan berterimakasih. Mereka kemudian berbalik pergi untuk melanjutkan perjalanannya.


Setelah beberapa langkah, keduanya melihat pemandangan yang tidak biasa di sana.


Di sana ada sekumpulan orang-orang yang sepertinya akan kembali ke pulau. Mereka adalah para player dan penjaga yang akan menemani mereka bila ada monster di perjalanan.


"Haa... Haaa..."


"Bukannya kau lebih banyak menghela napas hari ini Luna. Apa yang mengganggumu sekarang?"


Tiba-tiba saja Luna berteriak seakan kerasukan di sana, "Liburan macam apa ini. Aku tidak sudi kembali lagi ke sini-!"


"Pffft! Hahaha." Mereka semua hanya tertawa sampai mengusap matanya berulang kali melihat tingkah lucu dari Luna.


Liburan yang didapatkan mereka hanya sekali dalam setahun dan sekarang sudah hilang begitu saja, bahkan mereka tidak menikmati apapun di sini dan harus menunggu tahun depannya lagi.


Luna yang terus memikirkannya hanya menggembungkan pipinya dan entah kenapa, dia tiba-tiba saja teringat saat pertemuannya malam itu di pemandian air panas perempuan.


Luna bertemu dengan seorang pria yang sebaya dengannya.


"Kenapa tiba-tiba aku terbayang dengannya?" Luna kemudian menggelengkan kepalanya berulang kali.


"Baiklah kalian semua, mari berangkat sekarang." Seorang penjaga tiba-tiba saja berteriak dan memerintahkan semua orang untuk mengikutinya dari belakang.


"Tetapi aneh, aku tidak melihatnya di manapun... Dia ada di mana ya sekarang?"


Luna sekarang berjalan dengan mengikuti semua orang di paling belakang, dia tidak menyadari jika di sampingnya ada dua orang yang melewatinya.


"Hatchi!" Tiba-tiba saja hidung Evans merasakan sedikit gatal, dia kemudian menutup hidungnya dan berjalan bersama dengan Lan Suzi di sampingnya.


Mereka berjalan melewati banyak orang, berseberangan arah dengan mereka semua.

__ADS_1


Luna yang mendengar suara bersin dari seseorang di belakangnya kemudian berbalik untuk melihatnya, matanya menjadi melebar setelah melihat sosok Evans.


"Dia kan..." Luna terdiam dan hanya melamun cukup lama di sana, dia menatap punggung Evans yang semakin menjauh.


"Luna! Apa yang kau lakukan di sana, cepatlah atau kau akan ketinggalan."


"Baik, Baik, tunggu sebentar..." Luna yang mendengar namanya dipanggil itu buru-buru berbalik dan berjalan dengan sesekali menengok ke belakang.


"Luna, apa yang kau lakukan cepat lah!"


"Ba, Baik!" Luna sekarang berlari kecil untuk menyusul semua orang.


**


Evans dan Lan Suzi telah berjalan cukup lama di lantai keenam dan sekarang mereka bernapas lega setelah melihat ujungnya.


Sebuah kristal besar yang menyala dengan terang di sana mengapung dan masih dalam keadaan yang baik-baik saja.


"Kita sampai..." Lan Suzi hanya tersenyum tipis melihatnya.


Lan Suzi hanya menutup mulutnya karena tidak menyangka akan mendengar hal seperti itu dari Evans, dia yang biasanya tidak peduli dan selalu menunjukkan wajah yang ingin pulang setiap saat kepadanya, membuat Lan Suzi menjadi terharu.


"Baiklah, ayo." Lan Suzi kemudian tersenyum tipis menatap Evans.


Setelah mereka membayar biaya masuk untuk lantai yang selanjutnya mereka tiba di wilayah yang gersang dan tandus di lantai ketujuh.


Di sini banyak sekali monster-monster yang bertipe tanah dan kebanyakan hidup di dalam tanah, seperti cacing. Monster terkuat di sini adalah Golem dan sekali lagi Evans melakukan leveling nya dan membunuh beberapa monster sebelum mereka pergi ke lantai delapan.


Lantai kedelapan, mereka berdua sekarang menginjakkan kaki di wilayah hutan yang biasa dengan banyak sekali monster berjenis monyet di sini, tidak lupa Evans melakukan leveling juga di sini.


Evans dan Lan Suzi juga mengambil istirahat di sini, mereka mengambil banyak sekali buah dan memburu banyak daging monster yang bisa dimakan untuk perbekalan mereka nantinya.


Lantai kesembilan, Evans telah melakukan leveling dengan memburu banyak monster di sini sampai dirinya sekarang telah mencapai level 55. Evans sudah menjadi player dengan tingkat Intermediate Awal, hanya dalam waktu dua hari dia memasuki Tower.


Tetapi Evans sama sekali tidak menunjukkan perasaan senang maupun gembira, dia juga tidak memberitahukan levelnya kepada Lan Suzi meskipun sudah ditanya berulang kali.


Mereka berdua sekarang sedang beristirahat di bawah pohon jamur raksasa di lantai kesembilan.

__ADS_1


Mereka tidak melanjutkan perjalanannya karena sudah masuk waktu malam hari, Evans sekarang sedang membuat api unggun dengan ranting-ranting kayu yang sudah dikumpulkannya.


"Woah, kau sangat cepat membuatnya." Lan Suzi sangat terkejut setelah melihat api yang menyala dengan hangat di tengah mereka.


Lan Suzi sendiri saat berpetualang di dalam Tower belum pernah sekalipun membuat api unggun dalam waktu hitungan detik seperti Evans, karena itu Lan Suzi menganga melihatnya.


Setelah Lan Suzi mendekati dan mengamatinya secara teliti ternyata Evans menggunakan korek api di sana, ekspresi Lan Suzi seketika menjadi mengkerut.


Lan Suzi kemudian berbalik dan bertanya kepada Evans, "Darimana kau bisa mendapatkan sebuah korek api itu?"


Belum sempat Evans untuk menjawabnya Lan Suzi dibuat menganga sekali lagi, "Kau..."


"Ada banyak sekali barang yang ditinggalkan oleh penjahat-penjahat sebelumnya. Ada banyak sekali potion dan perlengkapan yang bagus di sana, tetapi aku lebih memilih ini daripada semua itu."


Sebuah tenda dengan ukuran yang sedang dapat mencakup tujuh sampai sepuluh orang di dalamnya, tenda itu sekarang berdiri di bawah sebuah pohon jamur raksasa.


"Kurasa sedikit ada yang salah dengan otaknya..." Lan Suzi hanya mengipaskan tangannya berulang kali kearah kepalanya, dia sudah tidak kuat lagi untuk berkomentar tentang pilihan Evans itu, "Pantas saja dia menjadi sangat bersemangat."


"Aku tahu kau akan membuat ekspresi yang seperti itu, ini masih belum cukup kan." Evans kemudian menghela napas pelan saat melihat Lan Suzi yang seperti itu.


"Bukan begitu, maksud ku kau--"


"Tidak ada pilihan lain lagi."


"Hah?! Kau itu harus mendengarkan orang berbicara dulu lalu--"


"Un, aku sudah tahu semuanya, kau pasti akan bersemangat melihat ini."


Sebuah panci, teko, dan alat untuk memanggang tiba-tiba saja keluar dari inventori Evans, semuanya adalah peralatan untuk memasak. Evans menaruh semua itu berdekatan dengan api unggun.


"Benar pasti ada yang salah dengan otaknya... Tenanglah aku..." Lan Suzi sekarang terlihat gemetaran dan menahan sesuatu agar tidak meledak, dia mengambil napas dengan dalam dan mengeluarkannya berkali-kali.


"Sayang sekali sebelumnya aku tidak membawa sebuah kulkas mini karena inventori ku sedang penuh saat itu. Haa. Aku menjadi sedikit menyesal sekarang."


Seketika Lan Suzi yang mendengarnya menjadi meledak dan berteriak memarahi Evans di sana.


+++++

__ADS_1


__ADS_2