
Lan Suzi vs The Traitors.
Ketiga belas orang itu sekarang menyeringai dan mengeluarkan senjatanya masing-masing.
"Sekarang adalah waktunya bagi kami untuk membalaskan dendam atas semua tindakan bodohmu yang ada di masa lalu." Setelah mengatakannya Bella dengan membawa sebuah palu besar kemudian berjalan mendekati Lan Suzi.
Bella yang berjalan dengan menyeret palu sebelumnya segera mengayunkannya dengan sekuat tenaga sampai palu itu mementalkan tubuh Lan Suzi jauh ke belakang.
Tidak berhenti di sana Bella terus memborbardir Lan Suzi dengan palunya itu, sampai Lan Suzi harus mundur beberapa langkah ke belakang berulang kali.
Bella terus tersenyum saat menyerang Lan Suzi yang masih dapat bertahan dengan senjata kelas rendahnya.
< Hammer Rocket Smasher > < C >
Bella kemudian menjadi sangat jengkel dengan melihat Lan Suzi yang masih bisa bertahan dan akhirnya memilih untuk mengeluarkan kartu skill nya, sebuah api keluar dari ujung senjatanya dan memberikan dorongan kepada palunya.
Melihatnya yang seperti itu, teman-teman Bella menjadi sedikit panik.
"Oh, tidak. Hei, apakah kau berencana untuk membunuhnya?!"
"Cih, si sialan itu..."
Bella terus menerus berputar tanpa mendengarkan teman-temannya, dia berputar dengan sangat cepat searah dengan rocket yang ada di palunya dan mengarah ke tubuh Lan Suzi.
"Boom!"
Kedua alis mata Lan Suzi menjadi melebar saat menerimanya bahkan sampai memuntahkan seluruh isi diperutnya, pedang Lan Suzi juga sampai terbelah dan terpental menjadi dua bagian.
Lan Suzi harus terseret sangat jauh dan jatuh menabrak tanah berulang kali.
Bella yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya dan berdecak kesal, "Sangat lemah... Apa-apaan dengan kekuatanmu itu, hanya sampai seperti itu dan kau sudah mendapatkan gelarmu sendiri?"
Bella saja yang berasal dari generasi sama dengan Lan Suzi masih belum bisa mendapatkan gelarnya sendiri, sedangkan Lan Suzi yang dianggapnya sangat lemah dan hanya lah seorang pecundang dengan mudahnya bisa mendapatakan sebuah gelar, hal ini menimbulkan konflik batin tersendiri bagi Bella.
"Bagaimana ini, suasana hati Bella sedang sangat buruk sepertinya. Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
__ADS_1
"Kau benar, tidak ada yang bisa menghentikan Bella kecuali Teo?"
Bella adalah yang terkuat dari mereka semua setelah Teo, mereka terus menatap kearah Teo berharap untuk dia segera bergerak dan menghentikannya karena mereka juga ingin bersenang-senang dengan Lan Suzi di sana, tetapi Teo yang mengusulkan semua ini masih tetap diam saja dan tidak bergerak dari tempatnya.
Bella sekarang berjalan perlahan mendekati Lan Suzi dengan sebuah palu besar di pundaknya, dia terus menyeringai dan memikirkan pelajaran apa yang akan diberikannya kepada Lan Suzi agar dia merasakan penderitaan yang selama ini menghantuinya.
Tetapi setelah jarak keduanya kurang dari selangkah tubuh Bella menjadi bergetar dan berhenti bergerak, dia menyadari jika ada seseorang yang sangat menakutkan di samping kanannya, orang itu tersenyum tipis kearah Lan Suzi yang ada di bawahnya.
< Stealth Like A Assasins > < C >
Evans tiba-tiba saja muncul dan baru saja melepaskan kartu skill nya, dia kemudian berbicara dengan sangat dingin di sana.
"Apakah kau membutuhkan bantuanku saat ini."
Lan Suzi masih tetap tiduran di atas tanah dan tidak menjawabnya, dia hanya menggerakkan jari-jarinya di sana.
"Siapa kau sebenarnya? Beraninya kau mengganggu urusan kami, kau sangat ingin mati, huh?!" Bella berteriak dan melotot kearah Evans, dia juga mengacungkan palu besarnya kearah Evans.
Evans yang melihatnya dengan wajah biasa kemudian mengeluarkan katana dari balik layar inventori dan memainkannya sebelum memasangkannya ke pinggang.
Evans yang mendengarnya kemudian melepaskan tangannya dari pegangan pedangnya, sedangkan Bella yang melihatnya hanya melotot kearah Lan Suzi, "Seorang pecundang berbicara sok keren seperti itu? Kau memang masih membutuhkan beberapa pelajaran--"
"Slash."
Lan Suzi tidak mendengarkan Bella untuk menyelesaikan kalimatnya, dia langsung menebas dada Bella dan meninggalkan sebuah luka yang panjang di sana, di tangannya tiba-tiba saja muncul sebuah pedang putih dengan kelas ( C ).
Pandangan mata Lan Suzi juga menjadi dingin dan sedikit gelap dari yang sebelumnya, tidak berhenti di sana Lan Suzi segera berlari kearah belakang Bella dan menyerang punggungnya.
Bella hanya berteriak kesakitan di sana, dia juga membalasnya dengan mengayunkan palunya kearah Lan Suzi meskipun dia menghindarinya dengan melompat ke belakang sangat cepat.
Sedari awal Lan Suzi sudah sangat kuat dengan kerja kerasnya sendiri tanpa memerlukan bantuan latihan dari Evans, di sini Evans hanya membantu Lan Suzi agar menjadi lebih berani dan percaya diri saja.
Setelah pertukaran yang singkat itu, Lan Suzi dan Bella sekarang berhenti menyerang dengan berdiri di tempatnya masing-masing.
"Sialan, aku terluka hanya dari seorang pecundang? Beraninya seorang pecundang sepertimu melakukannya.
__ADS_1
Cih, hanya karena mendapatkan mainan yang lebih bagus saja dan kau menjadi sedikit lebih percaya diri sekarang? Tunggu, kau juga tidak berpikir bahwa kau bisa mengalahkanku, kan?"
Bella terus melotot kearah Lan Suzi dengan penuh emosi bahkan sampai membuat sakit matanya sendiri karena melakukannya.
**
Teo yang melihat Evans tiba-tiba muncul seperti sebuah asap menjadi bersemangat dan tersenyum dengan lebar, dia bersama dengan kesebelas orang yang lain berjalan dengan perlahan untuk mendekati mereka bertiga.
"Siapa lagi bocah kecil ini? Kenapa bisa dia tiba-tiba muncul menganggu dan mengatakan hal yang konyol seperti membantu?"
"Tunggu, aku pernah melihatnya. Dia adalah orang yang berasal satu kelompok dengan Lan Suzi."
"Tidak masalah siapa dia, kita akan memusnahkan semua orang yang berhubungan dengan Lan Suzi."
Setelah mengatakan itu dari jarak mereka yang selisih sepuluh langkah, tiba-tiba saja tanah di sekitar mereka menjadi bergetar dan dua buah lubang tercipta beberapa langkah saja di belakang Evans.
"Apakah kita sudah datang tepat waktu?" Seorang pria muda yang memiliki tubuh tinggi dan kekar keluar dari salah satu lubang yang meninggalkan asap.
"Sudah aku bilang, kau tidak perlu mengikutiku. Aku bisa mengurus semuanya dengan tanganku sendiri, dasar Jeff kepar*t."
Eric dan Jeff masing-masing keluar dari dua buah lubang dan berdiri dengan gagahnya di belakang Evans.
"Jadi apakah rencana Evans juga berhasil kali ini?" Jeff tersenyum dan bertanya kepada Eric yang ada di sebelahnya.
"Sialan, orang itu mana ada rencananya yang gagal. Apakah otakmu sudah menjadi lemot sekarang?"
Jeff yang tersenyum dan bertanya dengan sopan kepada Eric bahkan tidak ada satupun dari nada katanya yang meninggi itu kemudian menjadi marah dan melotot kearah Eric setelah mendapatkan jawaban yang kasar seperti biasanya.
"Sialan, apakah kau sudah lupa siapa aku sebenarnya? Apakah kau ingin mati di sini?!"
"Apa, jadi kau ingin menyelesaikan semuanya di sini. Sialan, aku tidak takut kepadamu kemarilah!"
Tubuh Eric dan Jeff sekarang saling menghadap kearah masing-masing dan terlihat siap menerkam satu sama lain.
+++++
__ADS_1