
Sore hari kondisi rumah petualang semakin ramai, Lan Suzi sekarang terbangun dengan perasaan yang lebih tenang, dia melirik ke sekitar dan menemukan Evans yang sedang duduk di sebelahnya sembari memakan roti sandwich.
"Apa, apakah kau mau satu."
Lan Suzi mengernyitkan kening setelah mendengarnya dan berpikir apa yang sebenarnya ada dalam pikiran orang ini.
"Apa kau pikir setiap orang yang melihatmu makan, mereka akan selalu meminta makananmu?"
"Ya, mungkin saja."
Lan Suzi langsung tersenyum tipis dan tertawa kecil setelah mendengar jawabannya.
"Kau tidak pernah berubah ya, hihihi. Selalu saja tenang dan santai setiap saat." Lan Suzi tampak sedang mengusap matanya yang berair karena menahan tertawanya terhadap Evans.
Setelah keduanya terdiam cukup lama di sana, Evans kemudian melirik sekilas kearah Lan Suzi dan kembali seperti semula.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan selanjutnya."
"Tidak ada, kurasa sudah cukup. Semuanya sudah berakhir di sini, cukup sampai di lantai ini petualangan kecil kita selesai. Sekarang kita akan kembali lagi ke dalam pulau."
Evans tidak menyangka akan mendapatkan jawaban yang seperti itu dari Lan Suzi, Evans malah berpikir jika Lan Suzi akan memaksakan dirinya untuk mencari Bam bagaimanapun caranya tetapi apa yang terjadi kenapa malah sebaliknya.
"Baiklah, kalau begitu keputusanmu."
"Un, lebih baik kita kembali saja."
Evans tersenyum tipis mendengarnya kedua matanya terlihat memandang kearah yang lain karena tidak terlalu mengharapkannya, memang terdengar perbuatan yang sangat bodoh jika mereka sampai memaksakan diri melanjutkan perjalanannya ke lantai dua puluh, tetapi mungkin hanya Evans seorang dirilah yang berani dan telah bersiap untuk melanjutkan perjalanannya melakukan leveling di sana.
Sayangnya semua itu tidak akan pernah terjadi.
Evans sedikit memiringkan kepalanya saat melihat Lan Suzi yang memegangi perutnya dan bertanya apa yang terjadi kepadanya sekarang.
"Tolong, bisakah kau memesankanku sebuah sandwich yang sama sepertimu, perutku tiba-tiba saja menjadi sangat lapar."
Setelah mendengarnya Evans langsung menatap kearah Lan Suzi dengan tatapan yang tidak percaya, dia kemudian berdiri dari tempat duduknya dan pergi untuk memesankan sebuah sandwich ke seorang pelayan yang cantik dan seksi di sana, sebelum itu Evans mendapatkan sebuah kedipan mata yang menggoda darinya.
**
Mereka akan berpisah dengan Eric dan Jeff di sana, Eric akan menunggu guild yang lain datang dan membantunya bersama dengan Jeff di rumah petualang, sepertinya keduanya akan melakukan leveling secara bersamaan.
__ADS_1
Kedua kelompok masing-masing juga telah setuju melakukannya bersama, mereka berpikir jika hal ini dapat menjadikan keduanya lebih termotivasi dan saling bersaing satu sama lain.
Eric dan Jeff sekarang berada di luar rumah petualang mengantarkan Evans dan Lan Suzi yang akan kembali ke dalam pulau.
"Ev, sepertinya sebentar lagi kita akan berpisah."
"Pergilah yang jauh dan jangan pernah kembali lagi, sialan."
Jeff tersenyum lebar kepada keduanya sebagai salam perpisahannya, Evans dan Lan Suzi juga sudah terbiasa dengan sikap yang ditunjukkan Eric kepadanya.
"Hei, apakah kau tahu apa itu Arena Colosseum?"
Eric tiba-tiba saja bertanya kepada Evans, dia langsung menjawab dengan menggeleng dan sedikit memiringkan kepalanya karena menjadi sedikit penasaran sekarang.
"Kalau begitu cari tahulah sendiri bodoh! Pokoknya aku akan menunggumu di sana."
Eric kemudian berbalik dan pergi meninggalkan Evans dengan mendengus kesal. Sekarang, giliran Jeff yang mendekat dan memeluk Evans cukup lama.
"Sampai bertemu nanti Ev. Aku juga akan bertemu denganmu di sana, berjanjilah untuk mengikuti kompetisi itu nanti."
"Tunggu apa itu Colosseum."
Entah kenapa tiba-tiba saja suasana di sekitar menjadi berubah, Eric dan Jeff sekarang menatap tajam Evans di depannya cukup lama, mereka kemudian mengepalkan tangannya dan menantang Evans untuk berduel dengan mereka di Arena Colosseum.
"Kita akan melihat, sebenarnya siapakah orang yang paling kuat diantara kita bertiga ini. Di sana tidak ada yang namanya kecurangan ataupun pengaturan.
Mereka semua bertarung secara jujur dan adil dengan kekuatannya masing-masing.
Jadi, Evans. Kau beneran harus datang ke sana, karena aku, tidak, kami akan menunggu untuk bertarung denganmu."
Mereka berdua mengatakan kalimat itu secara bersamaan dan tersenyum menyeringai kearah Evans, setelah itu keduanya bertengkar karena mengatakan hal yang sama secara kebetulan.
Mendengar sebuah kompetisi yang bergengsi disebut-sebut oleh mereka berdua.
Evans yang awalnya tidak peduli dan tidak berminat untuk bergabung dengan semua hal itu karena melihat usaha dari kedua temannya, akhirnya hal itu membuatnya menjadi tergerak dan sedikit termotivasi.
Kalah di sana juga merupakan hal yang tidak terlalu buruk baginya, yang terpenting dia sudah mencoba dan berusaha kan.
"Hmm, baiklah kalau begitu. Tetapi jangan sampai kalian berdua terlalu berharap tinggi dariku." Evans tersenyum tipis dan memberikan salam perpisahannya di sana, dia menunduk kearah keduanya lalu berjalan pergi bersama Lan Suzi, "Sampai bertemu nanti di arena."
__ADS_1
Eric dan Jeff yang tadinya masih bertengkar dan berdebat di sana, segera berhenti melakukannya dan melihat kearah Evans, mereka berdua tersenyum lebar dan tertawa kecil mendengar jawabannya.
.
.
.
"Apa-apaan dengan semua itu, huh? 'Jangan berharap terlalu tinggi dariku?!' Hihihi, lucu, lucu sekali, hihihi. Aduh, aduh, perutku... perutku sampai sakit aduduh." Lan Suzi terlihat sangat puas tertawa dalam perjalanan mereka sampai memegangi perutnya.
Evans yang melihatnya seperti itu masih bersikap seolah biasa saja dan terdiam mendengarkan Lan Suzi.
"Tapi, apakah benar kau sungguh tidak tahu apapun mengenai arena turnamen?"
Lan Suzi melirik kearah Evans dan langsung dijawab dengan mengangguk olehnya.
"Huh?! Seriusan? Apakah dirumahmu tidak ada layar tv?"
Lan Suzi kemudian menjelaskan tentang Turnamen di Arena Colosseum.
Colosseum selalu dibuka setiap setahun sekali untuk para player di dalam pulau dan akan disiarkan dalam banyak saluran tv di seluruh dunia, kebanyakan dari mereka ikut serta hanya untuk menentukan rank masing-masing player di dalam pulau.
Lan Suzi pernah mengikuti turnamen itu dua tahun yang lalu dan mendapatkan Rank Player No.32 - Silver.
"Hmm, sekarang aku menjadi sangat penasaran berapakah RP (Rank Player) yang akan kudapatkan jika kembali mengikuti turnamen." Lan Suzi memegangi dagunya dan menjadi sedikit tertarik untuk mengikuti turnamen sekarang.
"Kenapa kau tidak mencobanya lagi."
Mendengarnya Lan Suzi hanya tertawa kecil dan menjawab, jika ingin mengikuti mode Ranked para player diharuskan membayar biaya pendaftaran sebesar seribu keping koin dan mengikuti pertempuran liga yang ada di sana.
"Sungguh, sangat melelahkan kau tahu. Lagipula tidak ada untungnya bagiku untuk mengikuti turnamen itu.
Pertama, aku sudah bergabung ke dalam guild. Karena kebanyakan yang para player yang mengikuti turnamen hanya ingin mendapatkan guild demi pekerjaan mereka.
Kedua, hadiah yang ditawarkan juga hanya sedikit untuk liga yang paling bawah. Apalagi kau yang baru saja akan mendaftar, kau mungkin akan ditempatkan di liga terbawah dahulu.
Ketiga, aku tidak ingin menjadi seorang yang terkenal."
Lan Suzi cukup percaya diri jika dirinya akan mendapatkan hasil yang berbeda kali ini.
__ADS_1