
Chp. 94 Level 14 : Tower Lantai Kesebelas - Reuni.
Evans dan Lan Suzi sekarang telah mencapai sebuah medan gurun dari lantai kesebelas Tower. Tidak ada apapun di sini kecuali pasir dan beberapa tanaman kaktus yang sangat besar.
Monster di sini juga sangat sedikit dan kebanyakan adalah monster dengan jenis golem ataupun kalajengking raksasa, meski sedikit tetapi mereka akan memberikan jumlah exp yang sangat banyak kepada para player.
Setelah keduanya berganti pakaian untuk menyesuaikan dengan medannya, Evans dan Lan Suzi kemudian melanjutkan perjalanannya.
Baru seperempat perjalanan, ada sebuah keributan yang terjadi di depan mereka, Lan Suzi kemudian menyipitkan matanya dan mencoba untuk mencari tahu.
Mata Lan Suzi segera melebar dan berlari secepat mungkin untuk mendekat bersama dengan Evans di belakangnya.
Ada belasan orang di sana, mereka sedang menyerang seorang pria muda yang terlihat sendirian di tengah gurun, mereka adalah sekumpulan para player yang mengenakan syal penutup dan melilit di seluruh kepalanya.
"Apakah mereka adalah para bandit yang terkenal itu." Evans bertanya kepada Lan Suzi yang ada di depannya.
Lan Suzi kemudian mengangguk, "Mereka adalah bandit gurun yang terkenal di lantai kesebelas. Saking besarnya jumlah player yang menjadi bandit gurun di lantai ini, membuat guild besar menjadi kewalahan."
Lan Suzi juga bercerita jika sudah ada banyak sekali permintaan untuk menangani para bandit gurun ini tetapi Guild Besar tidak mampu untuk melakukannya karena jumlah mereka yang terus menerus bertambah seolah berkembang biak seperti hewan pengerat.
Kedua tangan pria muda itu sudah tidak kuat lagi untuk mengangkat senjatanya melawan para bandit yang ada di sana, tangannya terus menerus bergemetaran dengan mengeluarkan napas yang terputus berulang kali.
Pria muda itu sekarang hanya memejamkan matanya dan memikirkan bagaimana nasibnya nanti.
Saat berpikir dirinya sudah tamat tiba-tiba saja dari belakangnya, Lan Suzi muncul dengan wajah yang terlihat sangat marah dan menebas dengan cepat musuh yang ada di sekelilingnya.
Lan Suzi berhasil melukai dua orang bandit di sana, salah satu dari mereka bahkan sampai kehilangan satu tangannya.
"Siapa kau?!"
"Darimana perempuan ini muncul?"
Para bandit itu hanya mengernyitkan dahinya dan melotot tajam kearah Lan Suzi meskipun mereka sangat penasaran dengan identitasnya, tetapi Lan Suzi hanya menyeringai dan tertawa pelan di sana.
Mereka semua tidak menyadari jika ada seseorang yang mengikuti Lan Suzi dari belakang, orang itu sekarang muncul di tengah-tengah semua orang.
Para bandit yang melihat kemunculan Evans dengan tiba-tiba itu hanya dapat menahan napasnya dan berdiri mematung di tempatnya karena sangat terkejut.
"Kalian tidak perlu tahu siapa nama ku, khawatirkan lah nasib kalian semua sekarang." Lan Suzi tersenyum tipis saat mengatakan itu kearah semua orang.
< Stealth Like A Assasins > < C >
__ADS_1
"Slash."
"Slash."
Dengan wajah yang datar Evans sekarang menebas perut dua orang bandit yang ada di dekatnya sehingga membuat mereka terbelah menjadi dua bagian.
[ +1.200 EXP ]
[ +1.000 EXP ]
"Apa?"
"Kenapa lagi sekarang?"
"Siapa bocah itu?"
Para bandit hanya menelan ludahnya, setelah melihat kedatangan dua orang ini, mereka kemudian mengangguk dan perlahan berjalan mundur secara bersamaan.
Lan Suzi kemudian mendekati pria muda yang sebelumnya dan memberikannya sebuah potion, sedangkan Evans yang melihat gerakan mencurigakan dari para bandit kemudian berjalan ke depan mendekati mereka semua.
Para bandit hanya bergemetaran dan ketakutan setelah melihatnya, sudah jelas mereka bukanlah level dari Evans.
Tetapi setelah beberapa langkah Evans mendekat, dia sedikit terkejut setelah mendengar teriakan marah dari seseorang di belakang para bandit.
Dari belakang para bandit muncul seorang bocah yang sebaya dengan Evans, tubuhnya sekarang sudah bukan lagi tinggal tulang belulang meskipun masih terlihat kurus.
Orang itu memiliki rambut hijau tua yang menutupi sebagian matanya, tetapi yang paling mudah dikenali Evans adalah kantung mata yang sangat gelap di bawah matanya, hal itu menjadikan Evans sangat mudah untuk mengenalinya.
"Eric." Evans tersenyum tipis melihatnya.
"Dasar kepar*t sialan!" Eric Wilfreed sekarang menyeringai melihat rival nya.
.
.
.
Setelah kedatangan Eric yang sangat berisik itu, di belakangnya ternyata masih ada tujuh orang.
Mereka bukan lah orang-orang yang pernah dilihat Evans sebelumnya, tetapi ada satu orang yang menurut Evans pernah melihatnya di suatu tempat.
__ADS_1
"Lihat lah semua serangga ini hehe~ Bukankah mereka sangat berani karena telah mengambil barang yang berharga dari tuan muda ini?"
Eric terus tertawa kecil di sana sembari menggosok hidungnya berkali-kali, dia kemudian menaikkan kepalanya dan memandang rendah para bandit di sana.
"Siapa orang sombong itu? Apakah kau mengenalnya?" Lan Suzi tiba-tiba saja sudah ada di belakang Evans dan bertanya tentang bocah berambut hijau dengan kantung mata yang tebal itu.
Evans kemudian menjawab pertanyaan Lan Suzi dengan mengangguk, tetapi yang paling membuat Evans terheran kepada Eric adalah sifat sombongnya, kenapa sifat temannya itu bukannya berkurang dengan bertambahnya usia malah semakin bertambah saja.
Eric seharusnya sudah mulai merasakan malu sendiri setelah merenungi hal-hal yang diperbuatnya di masa lalu karena penyakit mentalnya itu, bahkan orang-orang di sekitarnya pernah menjauh darinya sekali.
Evans kemudian menghela napas pelan setelah melihatnya yang sama sekali belum berubah, mungkin Eric adalah salah satu contoh orang yang tidak boleh mendapatkan kekuatan.
"Apakah dia sudah tidak tidur selama tiga hari, kantung matanya sangat tebal." Lan Suzi terlihat geli saat melihat kantung mata dari Eric.
"Oh itu, ada sebuah rumor yang mengatakan jika dia tidak pernah bisa tidur karena terus bermimpi buruk akan seseorang."
"Ah, benarkah? Pantas wajahnya sangat menyeramkan, kasihan sekali jika begitu."
"Juga karena dia tidak bisa tertidur, rumor mengatakan jika dirinya adalah seorang psikopat."
"Apa? Malang sekali nasibnya... tunggu, apa itu psikopat?"
Hampir saja Evan akan menjelaskannya kepada Lan Suzi sebuah teriakan muncul dari Eric, "Aku mendengar kalian, brengs*k!"
Eric kemudian menatap tajam kearah keduanya dengan menunjukkan kebencian yang luar biasa.
Evans yang melihatnya kemudian berdecak kagum dengan pendengaran dari temannya itu, sedangkan Lan Suzi hanya berbalik dengan menutup rapat mulutnya.
**
Eric kemudian berbalik menatap para bandit gurun di depannya, "Bisa kalian kembalikan barang yang telah kalian curi itu? Atau kalian akan mengembalikannya setelah mendapatkan beberapa kekerasan dari tuan ini?"
Eric terlihat mengusap tinjunya berulang kali dan menyeringai kepada mereka semua.
Para bandit gurun seketika menjadi bergemetaran mendengarnya, "Ba-Baik. Hei kau! Cepat berikan kepadanya benda itu!"
"Baik boss!" Salah satu bandit gurun kemudian berlari kecil untuk memberikan sebuah silver token berbentuk X kepada Eric.
"Hehe~ Siapa yang bilang aku akan tetap melepaskan kalian semua jika melakukannya..." Eric kemudian menjilati bibirnya berulang kali.
Para bandit gurun yang melihatnya segera berhamburan untuk pergi menjauh dari Eric, mereka berteriak sangat kencang di sana.
__ADS_1
"Dasar psikopat, sialan-!!!"
+++++