Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 41 |


__ADS_3

Chp. 41 Level 6 : Sebelum Persidangan(2).


Moonlight Guild sekarang terlihat sedang mempersiapkan sidang akbarnya, sedangkan The Executor Guild tengah menunggu keputusan dari Moonlight Guild, mereka berkemas dan mempersiapkan segalanya.


"Cepat! Cepat! Dia ada di sana."


"Siapa? Apakah Bam ada di sana?!"


Evans sedikit terkejut melihat banyak orang yang membawa kamera menghampiri mereka, entah bagaimana caranya tetapi sepertinya pihak berita lokal telah mengetahui kabar dari Bam ini.


Kelompok LambeGossip! Adalah yang pertama kali menemukan Bam, mereka bahkan telah mengambil banyak poto tanpa ijin dari pihak yang bersangkutan.


Melihat orang-orang dari LambeGossip! Telah menemukan orangnya semakin banyak orang juga yang berdatangan.


Semua mata memandang kearah Bam, tetapi Bam terlihat seolah seperti sebuah boneka berjalan saja. Tidak banyak bicara ataupun tersenyum bahkan dia tidak pernah sekalipun membuka mulutnya ataupun bereaksi tentang banyaknya orang yang tengah mengelilinginya.


Semua orang ini rela bila harus berdesakan untuk mengambil gambar yang paling bagus, untungnya semua anggota dari Paguyuban Usaha Tani yang ada di sana sudah bersiap dan menghalangi mereka meski harus terdorong dan hampir menciptakan kericuhan di sana.


"Maaf, bisakah Anda sekalian mundur-- Guhakk!"


"Anggota kami sedang tidak ingin diganggu jadi-- Ughh!"


Wajah semua anggota paguyuban semakin pucat setelah mendengarkan suara langkah kaki orang yang berdatangan bertambah semakin banyak.


Sampai akhirnya Kantor dari berita lokal A-News! datang dan malah membantu mereka, mereka membuat kelompok Paguyuban Usaha Tani yang sebelumnya pucat menjadi lebih bersinar dan bernapas lega karena terbebas dari rasa cekikan puluhan orang di sana.


"Cih! Apa-apaan ini... Kenapa kalian?!"


"Kalian dari A-News! Jadi begitu... Sial! Awas saja kalian nanti!


.


.


.


Andy tersenyum setelah menemukan Evans, sebelumnya mereka telah bertemu dan mengobrol meski hanya untuk sesaat.


Orang-orang dari A-News! sekarang berbalik membantu kelompok Evans untuk dapat keluar dari sejumlah massa yang saling mendorong berebut gambar berita yang bagus.


Andy kemudian menghampiri Evans di tengah puluhan orang itu, tetapi Andy tetap memaksa dan mencoba untuk mendekat masuk kearahnya, "Sepertinya... Aku datang di waktu yang tepat hahaha."


Evans yang mendengarkannya kemudian tersenyum tipis dan mengangguk.


"Tuan Evans, kau tahu saya akan selalu datang dan membantu anda. Semua itu adalah bentuk balas budi saya kepada anda, jadi jangan pedulikan hal yang sepele seperti ini."


Andy tersenyum lebar kepada Evans dan sekarang berkeringat pucat karena sudah tidak kuat lagi untuk menahan sejumlah massa itu, tetapi dia tetap memaksakan dirinya demi Evans.


"Tuan?! Apa yang sebenarnya Evans ini lakukan?"

__ADS_1


Dalam pikiran semua orang yang mendengarkan keduanya, mereka menaikan alisnya tidak percaya dengan apa yang telah mereka dengar.


Apa yang dilakukan Evans hingga bisa membuat salah satu kantor berita lokal memihaknya.


LambeGossip! Sedikit tidak suka setelah melihat kedatangan A-News! mereka kemudian berdecak kesal dan pergi dari sana.


A-News! adalah kelompok yang pertama mendapatkan berita ini apalagi menjadi peringkat pertama di sistem.


LambeGossip! sekarang menjadi mengerti kenapa semua itu terjadi, sepertinya mereka telah mendapatkan informasi ini langsung dari pihak mereka dan langsung mempublish berita itu.


Berita itu menceritakan tentang player Bam yang terbunuh dan dijebak oleh player terkenal.


Dalam berita yang mereka publish juga terlihat sangat memberatkan salah satu pihak khususnya Kapten dari Sunny Guild sangat disorot di sana.


.


.


.


Mereka semua akhirnya lolos dari semua orang meski tidak berhasil memindahkan Bam, tetapi perhatian semuanya sekarang teralihkan kepada seseorang yang juga akan keluar dari Katedral setelah puluhan menit dari keluarnya Bam.


Player ini adalah Jun Ichiro, mati tepat sepuluh menit setelah dirinya membunuh Bam dan membuat semua orang penasaran.


Siapakah orang yang bisa membuatnya sampai membuatnya seperti ini apalagi dirinya yang juga merupakan sosok Kapten dari Sunny Guild.


Sebelum tiba saat Jun Ichiro keluar dari Katedral, terlihat wartawan dan reporter tengah bermunculan dan memenuhi seluruh tempat di sekitaran Tower.


Bam dan yang lainnya hanya bisa menyaksikan dari pinggiran, suara keras tiba-tiba terdengar di kejauhan dan berasal dari rombongan mobil berwarna hitam.


Mobil-mobil ini membentuk barisan dan mengawal mobil yang paling besar di sana.


Sekelompok player keluar dari dalamnya mengenakan seragam dan jubah hitam putih yang elegan, dibalik jubahnya terlihat lambang X yang sangat besar dan berwarna emas.


Mereka membentuk sebuah barikade dari pintu masuk Katedral sampai ke sebuah mobil yang paling besar.


Mereka adalah anggota dari The Executor Guild, karena besarnya insiden ini membuat Moonlight Guild akhirnya kesulitan untuk memutuskannya.


Jun Ichiro sebagai tersangka harus diadili secara langsung dan terbuka, sehingga Jun Ichiro harus pergi ke Kota Justice dan mengikuti proses Sidang Akbar di sana.


Proses pengadilan ini baru pertama kalinya terjadi, tidak pernah sekalipun Moonlight Guild kesulitan untuk memutuskan hukuman para pelanggarnya.


Semua orang yang mengetahui hal tersebut akhirnya bertanya-tanya dan keheranan, apa yang sebenarnya menjadi pokok permasalahan di sidang ini.


Setelah semuanya bersiap dan berada diposisi masing-masing, tidak berselang lama keluarlah sosok yang ditunggu-tunggu semua orang.


"Itu dia! Itu dia!"


"Cepat pergi dan ambil fotonya!"

__ADS_1


"Bagaimanapun caranya, kalian harus mendapatkan foto yang lebih bagus dari yang lainnya!"


Sekelompok orang langsung membanjiri dan berdesakan untuk mengambil gambar, sebagian lainnya juga tidak lupa mengajukan pertanyaan sembari menyodorkan mic.


Semua anggota dari The Executor terlihat kesulitan untuk menahan sejumlah massa yang memaksa masuk ini.


Jika memilih antara bertarung dengan mengawal seperti ini, mereka serempak pasti akan memilih bertarung, mereka akan bebas untuk mengeluarkan kemampuannya sedang saat ini mereka dipaksa untuk menahan diri dan bersabar.


"Jepret-jepret!"


"Jeprat-jepret!"


"Apakah benar anda yang menyerang salah satu dari anggota Paguyuban Usaha Tani?"


"Bagaimana anda bisa berakhir sampai seperti ini? Bukankah Anda adalah salah satu Kapten dari Guild Besar? Bisakah Anda mengatakan sesuatu? Kapten Sunny guild, Jun Ichiro-!!!"


Jun Ichiro keluar dengan wajah yang menunduk, berusaha menghindari wajahnya untuk tidak tersorot dari kamera, dia berjalan dengan cepat supaya terbebas dari semua wartawan dan reporter.


Jun Ichiro sedang berjalan dengan memejamkan matanya, dia menghiraukan berbagai teriakan yang menggema di kedua sisi telinganya.


Setiap suara jepretan dari para wartawan dan kameraman di sana, Jun Ichiro selalu mengalihkan wajahnya kemudian menggigit bibirnya dengan mengumpat di dalamnya, "Kepar*t-!!!"


**


Jun Ichiro akhirnya dapat bernapas lega setelah melewati banyak orang dan tiba di salah satu mobil yang paling besar di sana.


Jun Ichiro mengambil napas panjang sebelum masuk kedalamnya, bayangan wajah orang yang membuatnya seperti ini masih sangat jelas diingatnya.


Membuat dirinya merasakan dipermalukan pertama kali bahkan sampai seperti ini, batinnya sungguh sangat terluka sekarang.


Jun Ichiro adalah orang yang sangat mementingkan harga diri di atas segalanya, selama ini Jun Ichiro telah menjaganya dengan baik dan membuat semua orang sampai menghormatinya, tetapi sekarang dia mendapatkan banyak penghinaan yang berhasil membuatnya sedemikian gila.


Di dalam hati Jun Ichiro sekarang telah mantap siapa musuhnya, hanya masalah waktu saja sebelum dia segera mengunyahnya tidak peduli harga yang harus dibayarnya, dan yang pasti hatinya akan mulai tenang setelah mewujudkannya.


Jun Ichiro sekarang memukul keras pintu mobil yang ada di depannya, memukul dan terus memukulnya hingga berulang kali.


"Evans!"


"Evans! Evans!"


"Evans Mallory!!"


"Grrr Dasar sialan!"


"Matilah kau, mati..."


"Sekarang kau sudah tamat, Brengs*k-!!!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jika anda suka dengan cerita ini jangan lupa berikan like dan komentar, Ok


(┛◉Д◉)┛彡┻━┻


__ADS_2