Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 30 |


__ADS_3

Chp 30. Level 5 : Jun Ichiro


Evans yang melihat tubuh Bam bergetar dan siap ambruk kapan saja kemudian mendekat dan meminjamkan bahunya, dia memapah Bam dan pergi ke rumah sakit sekitar diikuti dengan ketiga temannya di belakang.


Rumah Sakit di dalam pulau dapat menyembuhkan segala macam penyakit dan luka bahkan bagi player yang sekarat asalkan hp mereka masih tersisa satu digit.


Sederhananya selama player tersebut masih belum menghilang, lagi-lagi semua itu dapat dicapai dengan bantuan sistem.


"Ton, kau lihat tadi Kak Suzi mengedipkan mata ke siapa?"


"Hmm, yang pasti bukan ke Didi."


"Benar, tidak mungkin ke Didi."


"Apa maksud kalian, tidak mungkin ke aku?!"


Anton dan Riza terlihat sedang bercanda dengan temannya itu, mereka sekarang sedang menunggu di kursi panjang setelah mengantar Bam masuk ke dalam ruangan.


Ketiganya sekarang berada di Rumah Sakit Kota Excel, menunggu Bam untuk keluar dari ruang pengobatan di depannya.


"Jadi apa yang akan terjadi pada Kak Suzi, nantinya ya?"


"Semoga, tidak terjadi apapun..."


Mereka semua hanya bertemu dengan Lan Suzi sekali saja tetapi sudah akrab dan bahkan menganggapnya kakak sendiri, mereka sampai mencemaskannya dan sekarang melupakan salah satu temannya.


"Lalu tadi Evans ijin pergi ke mana?"


Mereka baru sadar dengan salah satu teman mereka yang menghilang, mereka kemudian mengerutkan dahi dan menggeleng tidak tahu.


"Lagipula tidak ada yang tahu apa yang ada dipikirannya itu."


"Kau benar."


"Benar sekali."

__ADS_1


...***...


Lan Suzi mendapatkan penalti 10 level karena terbunuh, setelah satu hari berlalu dirinya keluar dari Katedral dan memandangi langit yang cerah di depannya.


Lan Suzi berjalan pergi ke arah guildnya ingin melaporkan apa yang terjadi kemarin pada petinggi di sana, juga memantapkan untuk menerima hukuman yang akan diberikan pada guildnya.


Hukuman yang di terima Lan Suzi seharusnya cukup ringan karena ini adalah misi pertamanya, tetapi mengingat semua ini sepenuhnya adalah kesalahan Lan Suzi, dia hanya dapat menghela napas berkali-kali.


Lan Suzi sampai di depan gerbang masuk Sunny Guild dan disambut oleh sahabatnya. Pria itu adalah salah satu kapten dari guild nya.


"Suzi, dari mana saja dirimu? Ini sudah lebih dari sehari sejak kau menghilang, dan lagi tidak ada kabar apapun darimu. Tapi yang terpenting, selamat datang..."


Pria yang memasang wajah pucat sebelumnya karena nampak khawatir, segera berubah setelah melihat Lan Suzi kembali.


Lan Suzi yang melihat sahabatnya seperti itu hanya tersenyum sebelum menceritakan yang sebenarnya terjadi dalam misi pertamanya.


Lan Suzi menceritakan seluruhnya dengan gamblang tanpa ada sedikitpun yang ditutupinya, raut wajah pria yang mendengarkan juga berubah sesekali menjadi marah, benci, dan cemas.


"Baiklah kurasa seperti itulah, Jun." Lan Suzi menutup ceritanya. Lan Suzi kemudian berpamitan pada Jun Ichiro, Kapten Sunny Guild sekaligus sahabat pria satu-satunya.


Melihat Lan Suzi yang ingin memberikan laporan seperti itu, Jun segera menghentikannya dan memegang tangan Lan Suzi, dia meminta persoalan itu untuk diserahkan kepadanya.


**


'Bam! Bam! Bam! Siapa sebenarnya dia ini, seorang petani yang baru ditemui dan... Suzi malah tertarik padanya?' batin Jun di setiap langkah kakinya.


Jun sebenarnya mendekati Lan Suzi karena tertarik dengan kecantikannya. Lan Suzi memang memiliki paras yang cantik dan terkenal di seluruh anggota Sunny Guild, khususnya para pria.


Jun lalu menyampaikan pesan yang berbeda kepada petinggi di sana, dia mengatakan jika Lan Suzi diserang oleh beberapa player asing dan berakhir terbunuh.


"Malangnya nasib Lan Suzi..."


"Tuan, tidak Wakil Guild Master, anda tidak perlu khawatir dan biarkan saya sendiri yang melaksanakan tugas yang gagal di selesaikan saudari Suzi."


"Lalu bagaimana dengan misi mu?"

__ADS_1


"Misi akan saya selesaikan dalam waktu tiga hari, selebihnya akan saya berikan kepada anak buah terkuat saya..."


"Hm... Kurasa itu ide yang bagus dan dalam tiga hari memang cukup, tetapi... Aku memilih untuk selebihnya diserahkan kepada player baru itu, Jeffrey Agler."


"Oh, Anda benar Wakil Guild, anak itu pasti akan mendapatkan pengalaman yang berharga dari ini semua."


Jun sepakat pada petinggi Sunny Guild, walaupun sebenarnya menolak di dalam hatinya.


Tetapi Jun lebih memilih diam, dia dibutakan oleh cintanya dan ingin secepat mungkin untuk menemui player bernama Bam ini meski itu berarti Jun Ichiro harus membagi setengah poin pencapaiannya nanti kepada orang lain.


Jun Ichiro hanya menghela napas panjang, tidak ada jalan lain pikirnya.


"Tuan, saya juga memiliki permintaan tentang hukuman yang akan diterima saudari Suzi nanti..."


Petinggi itu menghela napas pendek dan berjanji akan memberikan hukuman yang paling ringan kepada Lan Suzi.


"Kalau begitu saya ijin pamit untuk menjalankan misi." Jun memberikan hormatnya dan pergi keluar.


...***...


Kekuatan dari sistem membuat semua luka-luka Bam sembuh secara ajaib hanya dalam waktu setengah hari tetapi dengan jumlah koin yang tidak sedikit, 100 koin adalah gaji mereka selama sebulan.


Bam menyuruh semua orang yang terlibat untuk merahasiakannya, tidak ada yang boleh menceritakan kejadian tadi pagi pada siapapun.


Tanpa Bam perlu memintanya mereka juga sebenarnya sudah mengerti, jika bukan karena Lan Suzi menundukkan kepala pasti mereka sudah akan melaporkannya kepada The Executor Guild, salah satu guild besar yang mengurusi hukum di dalam pulau.


Bam lalu bernapas lega setelah mendengar jawaban dari mereka tetapi hatinya masih merasakan ada yang hilang, dia melihat disekitar kemudian menuju ke arah tiga orang di sampingnya, "Apa perasaan ku atau... tidak, aku jelas melihat mereka ada empat orang..."


Bam mengerutkan dahinya sadar akan seorang yang telah menghilang.


"Apa maksudmu Evans? Dia kembali ke asrama lebih dahulu."


"Benar, katanya ada sesuatu yang penting dan mendesak."


Mereka kemudian pergi kembali ke asrama, hari sudah sangat larut saat mereka tiba di asrama.

__ADS_1


Semua orang di Paguyuban Usaha Tani sedang berkumpul dan mendiskusikan suatu hal di sana, kemudian mengalihkan pandangannya saat mereka melihat Bam dan yang lainnya baru saja tiba.


Di sana mata Bam kemudian beralih kepada Evans dan berpikir apakah dia telah memberitahu hal yang terjadi pagi itu pada semua orang.


__ADS_2