
Sebenarnya aku sudah mengincarnya sejak pertama kali mendengar job legendaris disebut. Tetapi mengingat sifat Fany yang terus menerus berbuat seenaknya dan tidak pernah mau untuk diajak bekerja sama, hal itu membuat semuanya menjadi percuma dan tidak berguna.
Dengan mental Fany yang terkikis sedikit demi sedikit dan semakin membuatnya merasa bersalah, maka aku yakin Fany yang dulu tidak akan pernah ada lagi atau setidaknya dirinya akan menjadi lebih baik lagi.
"Apa yang kau maksud? Di sini kami adalah orang yang dirugikan. Aku juga sama sekali tidak melihat manfaat dari berkerjasama denganmu. Setidaknya, bukankah dengan hal ini bisa membuatmu terus mengingat kejadian ini dan tidak akan pernah mengulanginya?"
Setiap kali melihat kontrak ini, Fany akan mengingat semua hal yang terjadi hari ini dan akan terus merasa bersalah tentang apa yang sudah dilakukannya di masa lalu kepada kami.
"Ka-Kau mungkin benar tetapi... Aku tidak ingin terikat dengan siapapun. Dan, aku lebih suka menjadi diriku sendiri. Tidak diatur oleh siapapun."
Aku sudah mengira jika akan sulit meyakinkan Fany di sini, tetapi aku terkejut setelah tiba-tiba melihat Malika ikut membantu untuk membujuknya.
"Kak Fany, aku mohon kepadamu."
"Malika?"
"Jangan melakukan sesuatu hal yang seperti itu. Aku ingin bisa bersama denganmu, jawablah apa yang ditawarkan oleh Kak Evans. Aku rasa Kakak akan menyukai bersama dengan kami."
"Malika..."
Fany meraih rambut Malika dan mengusapnya pelan. Pandangan matanya lembut dan terlihat tenggelam. Dia berpikir cukup lama di sana dengan sesekali mengusap rambut Malika.
"Baiklah, kalau begitu."
Setelah menjawabnya, Fany kemudian menandatangani kontrak denganku. Dia tersenyum tipis dan menatap Malika.
Fany akan menjadi bantuan yang sangat kuat nantinya. Dan aku merasa jika mengumpulkan satu persatu rekan yang kuat adalah hal yang bagus.
Apalagi aku berharap jika semua itu nantinya bisa... Tidak. Hal itu tidak mungkin terjadi.
Aku menghela napas panjang karena terlalu berharap.
Sekarang, semuanya sudah sesuai dengan apa yang aku harapkan dan sisanya adalah tinggal menjalankan rencana. Meskipun ini masih terlalu awal, tetapi aku terpaksa harus mengeluarkan salah satu bug milikku.
"Fany, kemarilah dan dengarkan rencanaku."
"Mhm."
Agar semuanya kembali menjadi normal dan paguyuban juga tidak menerima kerusakan apapun, maka kita harus memindahkan Fany dengan menjadikannya sebuah umpan.
Aku kembali mengintip dari tembok belakang kantor paguyuban dan melihat semua orang memasang wajah yang serius di sana. Hendra berdiri paling dekat dengan ketujuh kelompok perwakilan dari guild besar.
Masing-masing dari mereka tidak ada yang mengalah untuk melepaskan Fany dan tidak ada yang berbicara di sana.
Hanya terdengar suara bisikan samar dari orang-orang di sekitar, mereka menyebutkan nama masing-masing para perwakilan pemimpin guild.
"Wakil Guild Master, Domain. Eliyah Crystal?!"
__ADS_1
"Wakil Guild Master, Silvergold. Jasons?!"
"Wakil Guild Master, Paradise. Fayra Emma?!"
"Wakil Guild Master, Sunny. Mr. S?!"
"Wakil Guild Master, Moonlight. Rodrigo?!"
"Wakil Guild Master, The Executor. Pete?!"
Setelah semua orang saling bergantian menyebutkan nama dengan wajah yang ketakutan, tidak lama kemudian udara di sana menjadi sangat berat.
Seseorang yang pertama bergerak di sana adalah wakil guild master Eliyah Crystal. Dia menarik setengah pedangnya dan membuat gelombang mana tiba-tiba keluar sangat kuat menekan semua orang.
"Sayang sekali jika ini semua tidak dapat dihindarkan."
Eli tertawa kecil di sana.
"Ahaha. Kurasa Nona Eli, benar."
Wakil guild master, Jasons, juga ikut menarik tombak yang berada dibalik punggungnya.
Para perwakilan pemimpin dari guild besar kemudian mengikuti langkah mereka berdua dan seluruh wilayah paguyuban terselimuti dengan gelombang mana mereka.
Udara di sini terasa bergetar seakan ada sebuah gelombang laut besar yang terus menerus menabrak. Gelombang mana ini kemudian membuat semua orang merasa lemas sampai terduduk di atas tanah. Bahkan Malika yang berada di sampingku juga menerima akibatnya.
Tetapi aku cukup terkejut setelah melihat Fany yang masih berdiri diam dan baik-baik saja.
Seperti yang diharapkan dari seorang legendaris kelas, dia dapat dengan mudah menahan gelombang ini meskipun baru di level satu.
"Semuanya, tolong tenanglah dan kendalikan kekuatan kalian masing-masing. Apakah kalian tidak lupa jika kita semua sedang berada di dalam pulau?"
Perempuan yang berbicara di sana dengan rambut diikat membentuk seperti sebuah kipas dan menghentikan semua kekacauan adalah wakil guild Paradise, Fayra Emma.
"Aku tahu jika kita memiliki tujuan yang sama di sini, karena player Fany masih belum menandatangani kontrak sistem dengan guild manapun. Hal itu membuat kita semua masih memiliki kesempatan di sini."
Fayra Emma kemudian menatap semua orang di sekelilingnya, terutama dia menatap kearah Eliyah Crystal cukup lama.
"Tetapi apakah kalian tidak tahu, jika player Fany memiliki hubungan yang pribadi dengan guild kami?"
"Apa? Omong kosong apa lagi itu? Player Fany masih belum memilih guildnya dan menandatangani kontrak dengan siapapun!"
"Itu benar. Dia masih bebas dan seorang yang terdaftar sebagai solo di sini."
Semua orang perwakilan lantas tidak terima dan menolaknya, tetapi ada satu orang yang tetap tenang dan memilih mendengarkan.
"Oh... Bisa kau jelaskan apa maksudmu itu?"
__ADS_1
Eliyah Crystal tersenyum manis menghadap kearah Fayra Emma.
"Player Fany Indira... Dia adalah adik dari Ayoeng Ara, Guild Master Paradise."
Semua orang yang mendengarkan menahan napasnya, situasi di sana tiba-tiba menjadi sunyi dan mereka semua terlihat berpikir cukup serius di sini. Jika salah seorang Guild Master sudah terlibat maka hal ini sudah bukan lagi urusan mereka sebagai anak buahnya.
Bahkan bisa jadi perang besar guild akan pecah.
Aku dan Malika langsung berbalik untuk menanyakan kebenarannya.
"Kau adalah adik dari seorang guild master?"
"Kak Fany, siapa itu Ayeong Ara?"
"Itu... Itu... Haa. Baiklah, benar. Dia adalah Kakak perempuanku."
Fany awalnya tampak ragu untuk bercerita di sana tetapi setelah menghela napas pendek, dia mulai bercerita tentang semuanya.
Dulunya mereka adalah kakak beradik yang sangat rukun dan saling menyayangi, tetapi saat kedua orang tua mereka bercerai. Sang kakak kemudian terpaksa berpindah dan mengikuti keinginan ibunya untuk kembali ke negara asalnya korea. Di sana sang kakak lalu mengganti namanya.
Fany dan Ayeong kemudian sudah tidak lagi bertemu selama sepuluh tahun lamanya.
"Bagaimana aku bisa percaya semua hal itu benar atau tidaknya? Jika semua itu palsu, maka bukankah guild Paradise yang akan mendapatkan keuntungan paling banyak di sini?"
Eliyah Crystal tersenyum manis dan menaikan pundaknya seakan tidak peduli akan kemarahan Paradise Guild kepada mereka nantinya.
Jika melihatnya sejauh ini, aku sangat yakin bila Eliyah Crystal sudah mengetahui hubungan mereka berdua sejak awal dan mungkin sudah bertanya jika keadaan seperti ini akan terjadi kepada Sam, guild master mereka.
Tetapi tidak berhenti di sana, dia juga ingin melibatkan semua orang dan menerima kemarahan guild Paradise secara bersama-sama.
Aku yang melihatnya menjadi tersenyum tipis. Dari yang awalnya kukira jika semuanya akan berakhir di sini, tetapi dengan kata-kata perwakilan dari Domain guild.
Sepertinya pertempuran besar akan sungguh terjadi di sini.
'Sayang sekali rencanamu akan gagal di sini Nona Eli.
Padahal aku sudah membayangkan semuanya akan berada dalam genggamanmu jika saja diriku tidak ada.
Kau juga sudah menyiapkan banyak sekali persiapan, melihat dari semua orang yang bersiaga jauh di belakangmu.
Tetapi karena lagi-lagi keberadaan yang tidak diketahui ini...
Kau harus kembali tanpa membawa hasil apapun.'
- Bergerak.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1