Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 27 |


__ADS_3

Chp. 27 Level 4 : Bam.


Atas aksi yang baru diperbuat player newbie itu, dia mendapatkan menuai banyak sekali prestasi dan pujian dari berbagai orang di Sunny Guild.


Player yang baru bergabung kurang dari sebulan itu dapat menjelajahi Tower hingga Lantai ke 7, sebuah rekor yang baru dan membuat Sunny Guild kemudian memberikan sejumlah sumber daya yang banyak kepadanya.


Padahal Lan Suzi sekalipun belum pernah menerima bantuan ataupun sumber daya dari mereka bahkan sejak saat dirinya bergabung.


Lan Suzi hanya berusaha sendiri untuk meningkatkan level dan kekuatannya.


Hebatnya lagi Player yang baru itu juga digadang-gadang akan mendapatkan posisi Kapten Guild kurang dari setahun oleh para petinggi di Sunny Guild, player yang baru itu bernama Jeffrey Agler.


Player yang dulunya bekerja sebagai Kapten Kopassus dan newbie dengan job ungu, betapa sempurna hidupnya sekarang pikir Lan Suzi.


Posisi yang sudah lama Lan Suzi incar itu membuatnya semakin jatuh dan yakin dengan kenyataan pahit.


"Sudah cukup..." Lan Suzi sekarang menyerah dan memilih untuk mengambil misi saja.


Lan Suzi kemudian menarik diri dari baris terdepan penaklukan Boss Monster dan mengajukan diri untuk ditempatkan sebagai cadangan.


Sebenarnya Lan Suzi tidak terlalu lemah dalam dua tahun ini karena dia bisa mencapai tingkat Intermediate player, yakni level 72 di mana setengah player di dalam pulau kesulitan untuk mencapainya.


Menembus level 50 saja player itu sudah dianggap sebagai top player dan mendapatkan kehormatan di dalam pulau.


"Baiklah, karena ini misi pertamamu kubuat sangat mudah, kau akan menjadi perwakilan Sunny Guild. Pergilah ke Paguyuban Usaha Tani dan dapatkan kontrak perjanjian dengan mereka."


"Kontrak macam apa ini? Kenapa harus dengan mereka." Lan Suzi kemudian bertanya dan melihat ekspresi petingginya yang awalnya enggan untuk bercerita.


"Kau tahu... tidak ini hanyalah langkah pencegahan saja...


Ada gerakan yang mencurigakan dari salah satu guild besar. Salah satu guild besar dikabarkan akan menggulingkan guild terkuat saat ini, Domain Guild.


Jika Domain Guild sampai jatuh maka kedamaian kita, juga seluruh para player di pulau akan terancam. Karena hal itu kita harus mendapatkan kontrak ini terlebih dahulu.


Paguyuban Usaha Tani adalah distributor utama seluruh pulau dan memberikan produknya sama rata di setiap kota. Jika perang sungguh akan terjadi maka kita membutuhkan mereka, perang tidak akan berakhir dalam sehari dan pasti akan lama dan berlarut-larut.


Saat mereka kekurangan persediaan makanan kitalah pemenangnya. Maka dari itu pergilah, dapatkan kontraknya dengan mereka bagaimanapun kondisinya!"


Lan Suzi yang mengerti segera bergegas untuk pergi menjalankan misi yang diembannya.


...***...


Dalam perjalanan ini Lan Suzi larut ke dalam pikirannya sendiri dan berpikir jika perang kudeta pada guild terkuat sekarang ini sungguhan terjadi.

__ADS_1


Meski para player tidak dapat mati, tetapi pulau pasti akan menerima kerusakan yang tidak sedikit, semua kota-kota akan hancur lebur dan kedamaian yang selama ini ada akan menghilang menjadi teror dimana-mana.


Lan Suzi kemudian mempercepat langkahnya dan berjalan menyusuri kota menuju kearah Paguyuban Usaha Tani.


Melihat kota-kota yang indah dan cantik ini akan hancur membuat dadanya sesak, belum lagi para player di sini bahkan ada yang menikah dan memiliki keturunan, keturunan mereka memang otomatis menjadi seorang player namun jika anak-anak melihat perang terjadi, pasti akan berdampak pada kesehatan mental mereka.


Setelah berjalan selama dua jam Lan Suzi merasa sudah dekat dengan tujuannya dan memutuskan untuk bertanya kepada empat orang di depannya.


Keempat orang itu sedang berbincang mengenai mimpi mereka menjadi terkenal memiliki istri cantik, membuat guild, dan hidup enak di dalam pulau.


Lan Suzi yang melihatnya merasakan sedikit jengkel, usaha yang dia lakukan selama ini mereka belum mengetahuinya sama sekali, dan berani mengatakan menjadi player yang kuat dengan job biasanya itu.


Membuat Lan Suzi ingin sekali tertawa kencang setelah mendengarnya.


Pada awalnya Lan Suzi hanya ingin mengatakan kebenaran dan pengalamannya, tetapi ketiga player itu malah memprovokasinya.


Lan Suzi sudah sangat geram melihat tingkah mereka, dia juga sudah tahu jika dirinya adalah yang salah saat itu dan berniat untuk berhenti.


Tetapi tubuh dan pikirannya tidak dapat berhenti entah karena sedang melampiaskan kekesalannya yang selama ini Lan Suzi tahan, atau karena murni ingin menyadarkan mereka dengan memperlihatkan jauhnya perbedaan kekuatan mereka.


Semuanya meledak seketika saat tangannya bergerak memukul tiga orang di depannya sampai menjadi bubur, Lan Suzi hanya bisa tersenyum dan beban dipundak terasa berkurang sedikit demi sedikit.


Tiba-tiba tanpa tahu apa yang sedang terjadi, Lan Suzi sudah tersungkur ke tanah dengan merasakan perutnya yang seolah baru saja ditabrak mobil.


Tiga orang yang meringis kesakitan sebelumnya sekarang bertambah menjadi empat orang.


Tiga teman Evans yang melihat musuhnya itu jatuh terguling ke tanah, kemudian mendongak ke atas dan melihat seorang pria yang tidak asing bagi mereka.


"Kak Bam-!" Teriak ketiganya bersamaan.


Seorang player yang seumuran dengan gadis yang dipukulnya memberikan tatapan tajamnya.


Dia memiliki tubuh yang tinggi kekar Evans bahkan hampir mengiranya sebagai Jeff, perbedaannya sosok yang dipanggil Bam ini memiliki model rambut panjang sampai leher dan diikat kebelakang, sebaliknya Jeff hanya memiliki potongan seorang abri.


"Tunggulah di sana, aku sudah melihat apa yang terjadi semuanya, bahkan pembicaraan kalian..." Bam lalu melirik kearah Lan Suzi yang sedang tersungkur ke tanah dan menunggunya untuk bangkit dari posisinya.


'Bagaimana bisa seorang petani memiliki tenaga, sebesar sebuah mobil?' Batin Lan Suzi yang tidak percaya dengan kekuatan pukulan barusan, dia lalu mencoba untuk melihat player yang menyerangnya.


Lan Suzi kebingungan dengan sosok Bam ini bahkan belum pernah mendengar nama Bam sama sekali di dalam pulau.


Dengan kekuatannya yang gila ini seharusnya Bam adalah seorang player yang terkenal dan salah satu dari anggota guild besar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Para player membagi tingkatan mereka, masing-masing ;




[Amateur player] lv. 1 - 50




[Intermediate player] lv. 51 - 150




[Advanced player] lv. 151 - lv. ???




[??? player] lv. ????




\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Nama mu Bam, 'kan? Tidak ku sangka ada juga player dengan tingkatan Intermediate di sini." Lan Suzi memaksa berdiri dengan kedua kakinya yang bergemetaran dan satu tangan masih memegangi perutnya.


"Sayang sekali Bam, jika kau player dengan job sedikit agak bagus maka..." Lan Suzi melakukan serangan tiba-tiba dengan mengincar area kepala Bam, tetapi Bam mampu untuk menghindarinya.


Bam bahkan tidak terkejut sama sekali, dia juga melakukan serangan balik cepat padanya dan membuat Lan Suzi menghindar mundur beberapa langkah.


Dari pertukaran serangan yang singkat itu bisa dipastikan keduanya seimbang, tetapi Lan Suzi tidak diuntungkan jika dihitung dari sisi jumlah.


Lan Suzi pun beralasan bahwa mereka bertiga yang telah menyerang lebih dulu dan membuatnya terpaksa untuk menggunakan pertahanan diri.


Bam yang mendengarkan hanya tersenyum dan menahan untuk tidak tertawa dengan alasan yang dibuat.

__ADS_1


__ADS_2