
Chp. 43 Level 6 : Sidang Akbar(2).
Terlihat di tengah-tengah ruangan seseorang menundukkan kepalanya kepada keenam orang di depannya sebelum membuka sidang pada hari ini.
"Baiklah langsung saja kita mulai persidangannya, karena tata tertib peraturan persidangan sudah dibacakan maka silahkan terdakwa memasuki ruangan peradilan."
Jun Ichiro muncul tidak lama setelah dirinya dipanggil kemudian berjalan dengan santai untuk menempati podium yang berada di tengah.
Jun Ichiro menundukkan kepalanya juga memberikan salamnya kepada keenam player di hadapannya, akhirnya persidangan sekarang sudah siap untuk dimulai.
"Baiklah sebelum persidangan dimulai perkenalkan lah nama saya sebagai Rodrigo, saya bukanlah siapa-siapa di sini hanya seorang pemandu biasa." Rodrigo menunduk memberi salam kearah semua orang.
Sebuah layar biru tiba-tiba saja keluar di tengah-tengah mereka, beberapa jepretan kamera juga kemudian terdengar, "Kalian masih ingat dengan peraturan, kan? Kalian diijinkan untuk mengambil gambar asalkan jangan melakukannya pada saat diskusi sedang berjalan seperti sekarang ini, atau jika masih tetap untuk bersikeras..."
Rodrigo tiba-tiba mengeluarkan aura membunuh yang mengancam dan kentara, "Kalian akan mengerti akibat yang akan terjadi nantinya." Rodrigo tersenyum lebar ke semua hadirin yang datang.
Semua orang menyaksikan aura pembunuh dari Rodrigo sampai menelan ludahnya masing-masing, mereka bahkan dibuat kesulitan bernapas dengannya, "Berapa level player ini aslinya." Gumam semua orang di dalam White House.
Gambar layar yang lebar itu mulai bergerak, Video Pertama memperlihatkan tentang Lan Suzi kemudian berlanjut Video Kedua yang memperlihatkan Jun Ichiro, dan yang terakhir memperlihatkan bagaimana Bam terbunuh.
Semua mata yang menyaksikan hanya menggelengkan kepalanya dan menatap Jun Ichiro dengan perasaan benci, jika tidak melihat adanya Rodrigo dan Keenam Guild Master di sana kemungkinan kata-kata makian akan memenuhi seluruh ruangan.
Setelah semua Video diputar, Rodrigo kemudian bertanya kepada keenam Hakim Agung di hadapannya.
"Bagaimana menurut anda yang mulia Hakim Agung? Semua keputusan perkara kasus dari saudara terdakwa Jun Ichiro, hukuman seperti apakah yang pantas diberikan untuknya?"
Seketika suasana di dalam ruang persidangan menjadi sunyi senyap, yang awalnya masih terdengar suara bisik dari orang-orang sekarang menjadi berat dan serius dalam satu tarikan napas Rodrigo.
Para kameraman juga tengah bersiap, mereka mengangkat kameranya dengan tinggi. Para hadirin di sana, semuanya kompak menginginkan player Jun Ichiro untuk diberikan hukuman yang paling berat.
Keenam orang hakim agung sekarang sedang berunding, di tengah mereka Sam hanya diam mematung tidak turut mengambil suara.
__ADS_1
Setelah kelima orang yang lain mengangguk, Guild Master Moonlight, Massa Koujiro yang bersebelahan dengan Sam akhirnya berdiri.
"Setelah kami merundingkannya, terdakwa saudara Jun Ichiro anggota dari Sunny Guild akan mendapatkan hukuman..." Massa berhenti sejenak sebelum memejamkan matanya dan kembali membukanya.
"Dicabutnya jabatan sebagai Kapten dari Sunny Guild, hukuman penjara selama setahun, dan juga penurunan level sebanyak 10. Sudah sekian! Apakah semua orang keberatan?"
Seketika suara jepretan kamera terdengar menyebar di seluruh ruangan, semua hadirin juga ikut heboh dengan keputusan para Hakim Agung di sini.
Pasalnya hukuman yang diberikan masih sangat ringan dan tergolong kecil, membuat semua orang mengernyitkan dahi dan tidak habis pikir lagi.
Sebelum tiba-tiba satu orang dari pihak Paguyuban Usaha Tani berdiri dan mengacungkan tangannya, membuat suara ricuh dan jepretan kamera berhenti dengan perlahan.
"Apa-apaan ini! Berhenti bermain-main dan berikanlah hukuman yang pantas untuk Kep*r*t ini!" Pria itu berteriak dengan lantang.
...***...
Dua hari sebelum sidang di mulai, sepasang kekasih terlihat sedang berduaan. Mereka duduk di sebuah kursi empuk dan berdempetan, sang wanita terlihat begitu manja dan meletakan kepalanya ke dada prianya.
"Apa yang bisa kulakukan, semua ini kulakukan demi guild tercintamu. Bagaimana bisa Aku tetap diam, melihat salah anggota kita direndahkan seperti itu sayang, Cup." Jun mengecup kening Violet.
"Tapi... Di rekaman terlihat kau memanggil anak buahmu itu sebagai kekasih, kan?" Violet mengerutkan alisnya.
"Kenapa dibahas lagi, Violet. Kau sudah menanyai semua anak buahku, kan? Aku menyuruh mereka untuk merekam karena awalnya video itu sebagai alasan ku untuk menyerang mereka."
Jun Ichiro menatap kedua mata Violet Winston cukup lama sampai membuatnya berpaling, tetapi Jun Ichiro mengembalikan padangan Violet kembali kearahnya.
"Mereka akan semakin percaya jika Aku menambahkan alasan sebagai kekasih, kan?"
Jun Ichiro melihat tatapan mata Violet Winston yang masih tidak percaya sampai Violet mengalihkan pandangan lagi darinya.
Meskipun sudah mengembalikan pandangan Violet kearahnya berkali-kali Jun Ichiro akhirnya mulai menyerah karena hasilnya akan tetap sama saja, "Baiklah, jika kau tidak percaya maka tidak masalah."
__ADS_1
Jun membuka layar [ Inventori ] dan mencari sesuatu di dalamnya, "Lalu apa yang harus ku lakukan dengan ini..." Dengan senyuman lebar Jun sekarang tertawa kecil.
Sebuah cincin berwarna putih dengan banyak ornamen berkilau sangat terang keluar dari tangannya.
"Sepertinya cincin ini harus bersabar sedikit lebih lama lagi." Jun Ichiro hanya menghela napas panjang karena menyayangkan hal ini.
"Ah... Ah... Kau... Kau memang yang terbaik, bagaimana bisa... Aku sangat beruntung!"
Nada Violet sedikit manja sembari memeluk Jun Ichiro lebih erat dari yang sebelumnya.
Violet Winston adalah seorang wanita berumur 30 tahun, Guild Master dari Sunny Guild dan menjalin hubungan asmara dengan Kapten Guildnya, Jun Ichiro yang berumur 24 tahun.
Violet memiliki bentuk tubuh yang biasa tetapi sesuai dengan yang lainnya yang juga berusia sama seperti dirinya, hanya saja ciri khas tersendiri dari Violet adalah rambut berwarna violetnya persis dengan namanya.
Violet memang wanita yang masih kurang dalam pengalaman romansa meski di umurnya yang ketiga puluh, karena ini dia dengan mudah hanyut ke dalam tipu daya pria seperti Jun Ichiro.
Violet yang tidak mengetahui jika dia hanya dimanfaatkan olehnya sekarang masih bisa tersenyum dengan lebar, entah apa yang akan terjadi jika Violet sampai mengetahui Jun yang mencintai orang lain.
"Kau tenang saja, besok saat peradilan semuanya sudah Aku urus dan kau hanya perlu diam saja, kau mengerti?" Violet merangkul Jun dengan erat.
"Mengerti! Dan... Makasi sayang... Kau adalah yang terbaik hahaha."
...***...
"Apa yang Anda katakan tadi, Tuan Hakim Agung!" Hendra, Ketua dari Paguyuban Usaha Tani.
"Tepat seperti yang telinga anda dengar, Tuan Hendra..." Massa melotot kearah Hendra.
Semua orang yang melihat Hendra mematung tidak percaya, mereka semua mengernyitkan keningnya tidak habis pikir darimana keberanian seperti itu berasal.
Meski mereka semua mengerti jika hukuman yang dijatuhkan sangat ringan tetapi tidak ada, tidak pernah ada seorangpun yang berani mengatakan hal itu.
__ADS_1
Hanya seorang yang cukup gila seperti di depan mereka, Hendra August yang berani melakukannya.