
Chp. 74 Level 12 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(9) - Player Misterius.
Lan Suzi telah mendapatkan informasi dari semua orang tentang nama Boss Musuh, beserta perkiraan level maupun tingkatannya juga.
Jika semua yang didengarnya ini adalah kebenaran, maka Lan Suzi tidak memiliki harapan untuk menang di sini, tetapi Lan Suzi masih bisa percaya diri jika hasil seimbang bisa dia dapatkan.
"Kau... Berasal dari Guild Besar, 'kan? Apa yang Kau lakukan di sini." Lan Suzi menatap Code-024 dengan tajam, melihat tidak ada jawaban darinya berarti tebakan yang Lan Suzi pikirkan benar.
Di sini Lan Suzi mencoba untuk mengobrol dan mengulur-ulur waktu lebih lama supaya mereka tidak bertarung, dia juga menunggu Roland untuk sembuh dari luka-lukanya dan bekerja sama melawan Boss musuh di depannya.
Tetapi hal itu tidak pernah terjadi, Lan Suzi tidak menyangka satu pertanyaan darinya akan membuat musuhnya menggila. Mata Code-024 yang sebelumnya normal tiba-tiba saja berubah menjadi merah, urat-urat otot di tangannya juga ikut mengencang karena menggenggam kuat tombaknya.
"Sialan! Rencananya... Gagal? Bagaimana Kau bisa tahu itu. Kau, Kau harus mati di sini-!" Code-024 segera berlari menuju Lan Suzi sembari memutar tombaknya.
'Gawat! Aku salah.' Bukannya memperlama dirinya malah mempercepat pertarungan mereka, Lan Suzi menghindari serangan pertama yang datang dari Code-024.
Lan Suzi menghela napas panjang, "Tidak ada pilihan lain lagi, Aku harus bertahan selama yang Aku bisa."
Lan Suzi berdecak kesal dan kemudian bergerak mundur untuk mengambil jarak selebar mungkin dari pengguna tombak di depannya.
"Aku tidak boleh bertarung di sini, jika tidak begitu Kita akan kalah-- Uwah!" Lan Suzi menunduk menghindari serangan yang datang sekali lagi, dia melihat serangan kedua dari Code-024 itu lebih cepat dari serangan yang sebelumnya.
Lan Suzi sekarang berlari secepat yang dia bisa, mendekat ke arah semua anggota Masker gas hitam dan menghindari tombak dari Code-024. Sesekali ledakan juga terjadi di sana, serangan Code-024 yang salah sasaran ini menghempaskan banyak anak buahnya sendiri.
"Tahi! Apakah Dia mempermainkanku?" Setelah melihat tiga kali serangannya dihindari dan malah menghempaskan bawahannya, Code-024 kemudian berhenti dan melotot ke arah Lan Suzi yang sedang tersenyum lebar menatap sesuatu di belakangnya.
"Sepertinya kalian sedang bersenang-senang. Bolehkah Aku ikut dengan pesta kecil kalian ini? Sepertinya kalian kekurangan orang di sini." Roland sekarang berdiri tidak jauh di belakang Code-024, dia tertawa keras sembari berjalan mendekati keduanya.
"Ro-Roland?!" Code-024 yang melihat Roland sembuh lalu menelan ludahnya, "Apa yang Dia lakukan di sini. Bagaimana bisa Roland baik-baik saja?"
__ADS_1
Code-024 sekarang berbalik melihat Lan Suzi, dia menggigit bibirnya kuat dan mengumpat di dalam hatinya, "Lan Suzi-!!!"
**
"Kalian semua apa yang kalian lakukan, cepat bunuh mereka semua!" Perintah pemimpin mereka Code-024 kepada bawahannya, yang kemudian berkumpul dan menyerang semua orang kecuali Lan Suzi dan Roland.
Code-024 tidak menyangka di sana akan ada banyak penjaga dan para player yang masih hidup, hal ini menjadi jelas baginya siapa yang menolong Roland dan membantunya untuk sembuh kembali.
"Seharusnya Aku tidak lengah. Sialan, Bodohnya Aku!" Code-024 melihat para anak buahnya sedang berperang dengan kubu musuh, meskipun begitu jumlah mereka tiga kali lipat dari mereka sehingga tidak ada kekhawatiran yang terlihat di wajahnya.
"Hei! Lawanmu adalah Kami." Lan Suzi sekarang menarik pedangnya dan mengacungkannya kepada Code-024, "Tamat sekarang riwayatmu!"
Setelah Lan Suzi mengembalikan fokus Code-024 kepadanya, Lan Suzi berlari dan mulai memainkan pedangnya, kedua senjata mereka bertemu dan menciptakan percikan api. Pedang melawan tombak, seorang player dengan job swordsman melawan spearman, keduanya memiliki kelas yang sama Rare.
Lan Suzi mengayunkan pedangnya dengan berputar sangat cepat sampai tiga kali menyerang Code-024, dia memaksa musuhnya itu untuk mundur dan kepayahan bertahan dari serangannya.
"Kughk... Cepatnya... Sialan!" Umpat Code-024 yang tidak bisa mengikuti kecepatan serangan dari Lan Suzi.
Dalam momen ini Lan Suzi melesatkan banyak tusukan sampai melukai bahu kiri Code-024.
Setelah melancarkan puluhan tusukan meskipun hanya satu yang berhasil melukainya, napas Lan Suzi sekarang menjadi berat dan gerakannya melambat jauh dua kali lipat dari yang sebelumnya, dia mengambil langkah mundur kemudian.
Lan Suzi sekarang berganti dengan Roland di belakangnya, Code-024 yang melihatnya hanya merapatkan giginya dengan geram, "Licik sekali. Apakah ini gaya bertarung dari orang itu? Apakah Dia benar-benar Flowers Of Light, Lan Suzi?!"
"Oh. Kau juga tahu Lan Suzi? Kau sangat update ternyata. Tetapi setelah seseorang pria memasuki ring, Kau harus berfokus dengan musuh yang ada di hadapanmu! Hahaha." Roland berlari dan menyerang Code-024 yang masih tidak percaya.
"Tidak. Tidak mungkin... Dia tidak mungkin Lan Suzi! Lan Suzi itu..."
"Swoosh."
__ADS_1
"Trang."
Roland yang tidak menunggu Code-024 untuk menyelesaikan kalimatnya kemudian mengayunkan dagger besarnya. Kedua senjata mereka akhirnya kembali bertemu, Code-024 yang menerima serangan Roland akhirnya terbangun dari lamunannya.
"Sialan. Br*ngs*k kalian semua!" Code-024 yang berteriak dengan kencang menjadi semakin marah dan tidak sabaran.
"Apa yang Kau ocehkan? Aku sama sekali tidak peduli--"
"BOOM!!"
Ucapan Roland terpotong karena merasakan tekanan yang mengerikan bahkan Code-024 di depannya juga merasakannya, mereka menganga saat berbalik dan menemukan pemandangan yang ada di depannya.
< Swords Energy > < A >
**
Mereka berdua menghentikan pertarungannya, dan berbalik melihat apa yang sedang terjadi kenapa terjadi gempa bumi yang sangat kuat dan bagaimana bisa ada serpihan mana yang menyebar dan berterbangan di langit-langit.
Mereka berdua kemudian melihat Lan Suzi yang berdiri saja dan mematung di sana.
"Apa yang sebenarnya sedang terjadi?" Batin Roland saat melihat tingkah aneh yang belum pernah dia lihat sekalipun pada Lan Suzi. Setelah melihatnya sendiri Roland hanya menelan ludahnya dan menggosok matanya berulang kali.
"A-Apa, Apa lagi ini... Apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini?!" Code-024 menjambak rambutnya sendiri setelah melihat lubang yang seluas danau di tanah.
Lubang ini mengeluarkan asap yang begitu tebal sampai membuatnya terbatuk beberapa kali, Code-024 menunjukan rona wajah yang pucat dan terlipat. Pasalnya lubang ini dibuat di bawah setengah anak buahnya berdiri, dan mereka semua menghilang begitu lubang ini diciptakan.
Code-024 lalu mengepalkan tangannya erat saat melihat sosok anak remaja yang diduga dimana lubang ini berasal.
"Siapa lagi Kau ini?!" Suara Code-024 begitu dingin menatap pria yang berpura-pura mengenakan masker hitam mirip dengan anak buahnya.
__ADS_1