Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 72 |


__ADS_3

Chp. 72 Level 11 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(7) - Black Masked Gass(3).


Lan Suzi sendiri sudah lama tidak mendengar panggilannya yang seperti itu dari semua orang. Lan Suzi kemudian hanya tersenyum canggung dengan melihat penjaga yang berusia sedikit lebih tua, dua tahun dari Evans yang menyebutkan gelarnya itu.


"Flowers Of Light? Lan Suzi?!" Para penjaga yang mendengarnya kemudian mencoba untuk mengingat kembali tentang nama Lan Suzi, ekspresi mereka kemudian berubah menjadi senyum lebar yang tidak percaya dengan player cantik di hadapannya.


"Luar biasa. Apakah Dia... Nona Lan Suzi yang itu? Yang katanya player perempuan yang baru saja mencapai Tingkat Intermediate dan yang dianggap jenius belakangan ini? Seorang yang memiliki kekuatan cahaya di pedangnya?!"


Sepertinya Lan Suzi sangat terkenal beberapa tahun kebelakang, apalagi saat dirinya mengikuti penaklukan Boss Monster Tower Ekspedisi Ke-13 dan Ke-14.


Tetapi semua orang tidak mengetahui kendala yang baru saja Lan Suzi dapatkan dan sempat membuatnya mundur dari garis terdepan penyerangan itu. Lan Suzi gagal di Ekspedisi Ke-16 dan terus menerus jatuh sampai tidak pernah bisa menyelesaikan Lantai Enam Belas Tower.


Seorang pria paruh baya dengan ban lengan di tangannya menghampiri Lan Suzi, dia memberikan hormat dan berterimakasih kepadanya.


"Terimakasih banyak, Nona Flowers Of Light, Lan Suzi. Maafkan Kami yang tidak bisa menyambut Anda dan malah memberikan masalah kepada Anda haha." Dia rupanya adalah seorang pemimpin dari para penjaga, pemimpin ini kemudian tertawa canggung sekaligus merasa terhormat melihat player yang terkenal dan kuat seperti Lan Suzi.


"Tidak masalah bagiku, kalau begitu bisakah Kau beritahukan kepadaku dimana Roland berada sekarang?"


"Ah. Tuan Roland?"


"Kenapa apa yang dilakukan Roland?" Lan Suzi mengerutkan dahinya saat melihat ekspresi yang ditunjukan pemimpin para penjaga ini.


Roland adalah seorang player yang memiliki kuasa dan tanggung jawab di sini, dia adalah Kapten dari Guild Besar The Executor Guild sekaligus teman dari Lan Suzi dulunya.


Pemimpin para penjaga ini kemudian mengatakan bahwa Roland sekarang sedang memimpin semua orang, baik para penjaga dan player yang bersedia untuk bergabung dengannya, semua dilakukannya demi menyerang para penjahat bertopeng gas hitam ini.


Pertempuran kedua kubu kemudian mengakibatkan banyak gedung runtuh dan muncul banyak sekali api dimana-mana, bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti dan sekarang hampir setengah Lantai Keenam hancur dan terbakar api.

__ADS_1


Pemimpin para penjaga ini juga menambahkan, "Mereka yang ada di sini termasuk diriku adalah para penjaga dan player yang membantu Kapten Roland pada awalnya, tetapi karena ada banyak sekali orang yang mencoba untuk menghalangi Kami, kemudian Aku memimpin beberapa kecil anggotaku dan membukakan jalan bagi semua orang."


"Jadi... Jangan bilang, kalau mereka masih bertempur di sana?" Lan Suzi menunjuk ke arah pusat kota, di sana juga tempat banyak ledakan berasal bahkan ketika Lan Suzi menunjuknya, ledakan masih tetap bermunculan. Pemimpin para penjaga ini kemudian mengangguk ke arah Lan Suzi.


"Cih. Dia masih saja bertindak gegabah seperti biasanya, dasar idiot!" Lan Suzi kemudian meminta semua orang untuk mengikutinya, mereka pergi menyusul Roland untuk membantunya.


**


Di kejauhan Evans sekarang bisa melihat orang-orang yang berasal dari rombongannya akhirnya mencapai tempat pengungsian.


Sebenarnya tempat pengungsian ini hanyalah tempat berkumpul bagi mereka yang tidak dapat bertarung, dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang dengan job common.


Para pengungsi ini terlihat begitu pucat dan bergemetaran, mereka sangat ketakukan memikirkan apa yang akan terjadi kepada mereka nanti.


Di tempat pengungsian Evans sama sekali tidak menemukan satu pun orang yang dirasa seorang penjaga, dia sangat yakin dengan hal ini karena menatap lama semua orang dari kejauhan.


Evans sekarang beralih menatap ke pusat kota dimana sepertinya pertempuran besar sedang berlangsung di sana.


Evans sekarang memejamkan matanya untuk sejenak dan mulai berpikir, beberapa detik kemudian Evans mulai membuka matanya, "Sekarang apa yang harus kulakukan."


Evans yang berada di kejauhan akhirnya memutuskan untuk mulai bergerak, "Lagipula hal ini lumayan untuk membuatku menghabiskan waktu di sini."


Evans mulai berjalan dan meninggalkan semua pengungsi dibelakangnya, dia yakin jika tujuan utama dari pihak musuh bukanlah mereka apalagi uang, mengingat komplotan penjahat ini telah menjadikan Keenam Guild Besar sebagai musuh mereka.


"Pasti ada sesuatu yang sangat besar, Aku yakin dengan itu. Tetapi apa itu Aku masih belum memiliki gambaran." Batin Evans.


**

__ADS_1


Di pusat kota para penjahat yang menggunakan masker gas hitam sedang bertarung dengan beberapa penjaga dan player, ada dua kubu di sini. Satu kubu yang dipimpin oleh Roland sedangkan satu yang lain dipimpin oleh pria yang menggunakan tombak sebagai senjatanya.


Pertempuran mereka sudah berlangsung lama dan bahkan memasuki penghujung sekarang. Kedua belah pihak telah banyak kehilangan anggotanya, kedua pemimpin ini akhirnya bertemu dan berniat mengakhiri semuanya.


Roland adalah seorang pria muda berusia dua puluh lima tahun dengan gaya rambut jabrik berwarna biru, dia terkenal dengan gaya brutal dan sembrononya. Bahkan Roland mendapatkan gelar "Broken Crazy Dogs".


Meskipun beredar banyak kabar buruk mengenai sifat Roland ini, tetapi tetap saja dia masihlah salah satu Kapten dari Guild Besar.


Roland sekarang sedang berhadapan dengan seorang pria yang dirasa adalah pemimpin mereka, dia menggunakan masker hitam yang berbeda dengan yang lain, yaitu dengan tiga buah lubang di masker gas-nya. Pria ini disebut sebagai Code-024 oleh yang lain.


Code-024 sekarang tertawa keras dan mengacungkan tombak kesayangannya kepada Roland.


[ Red Dragon Spears. ] [ B ]


Tombak dengan warna merah dan kuning, memiliki kekuatan untuk mengeluarkan api dalam jumlah yang banyak dan membakar segalanya menjadi abu.


Roland yang melihatnya juga melakukan hal yang sama persis seperti yang dilakukan Code-024, dia mengacungkan senjata daggernya dengan senyum lebar yang merekah di pipinya.


[ Black Wolf Fangs Dagger. ] [ B ]


Dagger dengan warna hitam, memiliki bentuk mirip taring serigala dan mengeluarkan elemen kegelapan yang sangat kuat.


Sepertinya kedua orang ini memiliki sakit jiwa yang sama. Mereka tersenyum dan juga tertawa beberapa kali sebelum saling melukai.


Roland yang terlebih dahulu menyerang. Dia berlari dan menghampiri Code-024, kedua senjata mereka akhirnya saling bertabrakan dan menciptakan percikan api yang begitu panjang, keduanya bahkan sampai terdorong kebelakang.


Code-024 tidak berhenti di sana, setelah dirinya terdorong ke belakang dia segera berbalik dan melakukan serangan menusuk menggunakan tombaknya mengincar dada Roland yang terbuka lebar.

__ADS_1


Tetapi tiba-tiba saja Code-024 menghentikan serangannya, dia melihat Roland yang tersenyum dengan sebuah dagger yang berhenti tepat di samping lehernya.


Mereka berdua berhenti secara bersamaan di udara. Keduanya kembali mundur setelah menarik senjatanya masing-masing. Mereka memiliki keterampilan dan kekuatan yang sama, bahkan gaya bertarung mereka mungkin juga sama.


__ADS_2