
Chp. 36 Level 5: Bentrokan (3).
PK atau Player Kill adalah pertarungan sekelompok player dengan tujuan membunuh satu sama lain, player yang terbunuh akan meninggalkan item senjata dan barang-barang di inventori, hal-hal yang tidak dijatuhkannya adalah koin dan tiga slot inventori khusus yang setiap orang memilikinya.
Mereka juga akan mendapatkan exp yang sangat banyak dan berbeda jauh saat mereka memburu monster di setiap lantai, kecuali untuk Boss Monster.
"Bagaimana bocah itu bisa menghilang?"
"Larinya sangat cepat."
Para bawahan Jun Ichiro ini sedang kesulitan bernapas karena mengejar Evans sangat lama, bahkan dengan berlari saja mereka masih belum menemukan tanda-tanda keberadaannya.
"Sial! Kemana perginya bocah ini..." Umpat semua orang di sana.
"Tunggu dulu, kita sudah lama mengejar dia..."
"Lalu kenapa, bukannya diposisi yang sama kau juga akan berlari sepertinya?"
"Aku tahu, tapi kenapa jumlah kita semakin berkurang?"
"!?"
Mata mereka semua saling bertemu satu sama lain, mereka kembali menghitung jumlahnya untuk memastikan apakah benar yang dikatakan salah satu dari mereka.
Hebatnya ternyata benar apa yang dikatakannya, mereka menemukan beberapa dari mereka sungguhan telah menghilang tanpa disadari.
Warna wajah mereka dengan cepat berubah menjadi pucat.
Apakah semua ini benar-benar perbuatan dari seorang bocah?
Bocah yang berlari menghampiri mereka persis seperti orang yang idiot?
Apakah bocah itu sebelumnya hanya berpura-pura menghampiri mereka dan memiliki maksud yang lain.
"Kalian semua ingat kembali! Bocah ini adalah player peringkat pertama saat memasuki pulau, bahkan dia adalah orang yang mengalahkan Boss Monster di sana. Keberadaannya bahkan juga sampai diperebutkan semua Guild Master dari Guild Besar."
Salah satu dari mereka berteriak mengingatkan yang lain untuk tidak menahan diri lagi sekarang.
"Kau benar, tapi ini semua..." Seseorang dari mereka menunduk dan masih menyangkalnya, sebenarnya bukan hanya dirinya seorang yang begitu tetapi semua orang yang ada di sana juga tidak percaya akan hal ini.
Seorang Tingkat Amateur player melawan puluhan Intermediate player tingkat awal, tentu mereka semua tidak akan bisa percaya dan sudah jelas siapa yang akan keluar menjadi pemenangnya di sini.
Jarak level mereka saja sudah terlampau jauh lebih dari lima puluhan, apalagi dia hanya lah seorang bocah yang baru beberapa hari mendaki Tower.
Tentu pikiran mereka lebih percaya jika beberapa dari mereka tertinggal jauh di belakang karena sulit untuk mengikuti.
"Kalian cepat sekali sadar." Suara datar khas seseorang keluar dari arah belakang mereka.
Para player ini hanya menaikan salah satu alisnya, jelas sumber suara terdengar dari belakang tetapi tidak ada seorangpun di sana.
"Bruk!"
[ +600 EXP ]
Salah satu teman mereka, player yang paling belakang terjatuh dan perlahan mengeluarkan cahaya kebiruan bersamaan dengan beberapa item yang terjatuh.
Di sana Evans lalu keluar dari baliknya dan tersenyum tipis kearah semua orang, seketika hal itu membuat mereka menjadi lebih waspada dan mengambil jarak darinya.
"Bagaimana bisa, dengan satu serangan?"
"Seorang player Tingkat Intermediate benar-benar dibunuh oleh seorang pemula?"
Sekarang hanya tersisa lima orang bawahan Jun Ichiro di sana.
Evans yang melihat jumlah mereka berkurang setengahnya hanya tersenyum dan tidak menyangka jika mengalahkan lima orang dari mereka ternyata segampang ini.
Semua ini berkat aktingnya yang luar biasa, membuat mereka semua kemudian percaya dan ceroboh. Mereka lalu menurunkan kewaspadaannya bahkan menahan dirinya dengan bersantai saat berlari mengejarnya.
Sedari awal Evans sudah berniat untuk membuat mereka memisahkan diri dari Jun Ichiro supaya dia dapat menghabisi mereka satu persatu tanpa perlu bersusah payah, sehingga dia dapat kembali secepat mungkin untuk membantu Bam.
Melihat strateginya yang berhasil ini membuat Evans akhirnya menjadi semakin kuat. Evans yakin jika sekarang dirinya menggabungkan kekuatannya bersama dengan Bam, maka Jun Ichiro pasti akan tersudutkan.
__ADS_1
Mengingat Bam pasti sedang kesulitan sekarang, Evans segera bergegas ke depan dan menyerang orang paling dekat darinya.
Pedangnya berhasil menebas player itu bahkan membuat senjata yang digunakan musuhnya patah menjadi dua bagian.
Melihat temannya yang dengan mudah dapat terbunuh dengan sekali ayunan, membuat keempat orang lainnya menjadi merinding.
Meski tidak dapat mati tetapi mereka semua masih dapat merasakan sakitnya sebuah luka sebelum terbunuh.
Mengingat kembali apa yang dilakukan Evans, berdasarkan insting keempat orang itu memilih berbalik dan berhamburan pergi menjauh darinya.
Evans yang melihat para predatornya ini melarikan diri kemudian tidak tinggal diam. Evans langsung berlari dan mengejar mereka semua satu persatu.
Evans yang berlari dengan cepat itu memberikan satu luka sayatan lebar kepada setiap orang dan membuat mereka tidak bisa lagi berlari.
Mereka sekarang hanya bisa tertatih-tatih dan melompat-lompat, raut wajah yang mereka buat juga meringis kesakitan memohon ampun dan meminta maaf kepada Evans.
"Ampun... Tolong-tolong..."
"Maafkan kami... Kami mohon..."
Evans yang tidak mendengarnya kembali berputar dengan cepat dan melesat memberikan mereka serangan terakhir satu demi satu tepat mengenai leher mereka. Kepala mereka sekarang terpisah dari tubuhnya dan meninggalkan luka tebasan yang bercahaya.
[ +600 exp ]
[ +700 exp ]
[ +500 exp ]
[ +800 exp ]
[Level up!]
[Level up!]
[Level up!]
[Level up!]
[Level up!]
Menghabisi sepuluh player Tingkat Intermediate merupakan proses leveling tercepat dan membuat Evans sekarang mencapai level 11 sekaligus sebagai Amateur player Tahap Kedua.
Evans kemudian bergegas untuk pergi ke tempat Bam, tanpa melihat barang-barang yang dijatuhkan oleh para anak buah dari Jun Ichiro.
Evans berlari dengan stats kecepatannya yang telah meningkat, dia sangat berharap jika sampai di sana di waktu yang tepat.
Evans terus berlari tanpa mempedulikan monster-monster yang mengejarnya dari belakang karena dia tidak memiliki waktu lagi untuk berurusan dengan mereka, Evans lalu mempercepat langkahnya.
Entah kenapa perasaan Evans menjadi buruk, insting dan pikirannya serempak menyuruhnya untuk pergi ke tempat Bam.
Tempat Evans bertarung dengan para anak buah Jun Ichiro ini lumayan jauh dari tempat Bam, dia sekarang berada di ditengah-tengah kedalaman hutan.
Pohon demi pohon seolah bergerak saat Evans berlari, pemandangan yang dilihat kebanyakan adalah pohon sedangkan tempat yang dituju Evans adalah salah satu batu besar yang tinggi dan menjulang ke langit.
.
.
.
Lorong hutan yang luas akhirnya berakhir, Evans menemukan ujung hutan ini sekaligus tempat pertarungannya yang terakhir.
Dari kejauhan terlihat bayangan dua orang yang sedang berdiri dan belum melakukan pertarungan sekalipun, perasaan Evans menjadi lega dan puas karena sampai di waktu yang tepat.
"Oh? Sepertinya kita kedatangan tamu." Jun Ichiro hanya sekilas melirik kearah Evans sebelum kembali memandangi satu orang yang diam mematung sejak tadi.
Orang itu hanya menunjukkan tatapan mata yang gelap dengan setetes air keluar dari pelipis matanya.
"Bagaimana kau bisa kemari anak muda?"
Evans sekarang menginjakan kakinya dan berhadapan dengan Jun Ichiro. Ekspresi Evans berubah sepenuhnya dari yang awalnya merasa lega kemudian sekarang menjadi sedikit mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Sepertinya kau berhasil menipu anak buahku dengan sangat baik. Baiklah, tunggulah giliranmu dan... Nikmatilah pertunjukan yang ku berikan. Bersyukurlah karena kau datang tepat waktu kemari."
Jun Ichiro sekarang menyeringai melirik Evans, dia membuat tawa yang sangat keras sampai menggema ke seluruh hutan, "Ha Ha Ha..."
Evans tidak dapat berkata apapun lagi, dia melihat kondisi Bam yang terluka parah dan mematung cukup lama.
Jun Ichiro tidak berhenti di sana saja, dia mengambil senjata Bam dan mengangkatnya dengan tinggi.
Jun Ichiro sekarang berniat melakukan serangan penghabisan kepada Bam.
"Senjata yang sangat tidak cocok untuk dimiliki oleh sampah ini."
Evans menarik sedikit napasnya menahan dan mengeluarkan udara dalam jumlah yang banyak melalui mulutnya, sangat tidak sesuai dengan jumlah oksigen yang dia ambil.
"..kan."
"Hm? Kau mengatakan sesuatu bocah? Sudah kubilang tunggulah giliran mu sebentar lagi, kau juga akan berakhir seperti ini jadi bersabarlah."
Jun masih mengangkat pedangnya dengan tinggi tanpa melihat kearah Evans yang terlihat berbeda.
"..kan."
"Huft... Sudah kubil--"
Belum selesai Jun berbicara matanya dikagetkan oleh perubahan Evans dan dengan perlahan menurunkan senjatanya.
"Hentikan..."
___________________________
[ Player Info ]
Name : Evans Mallory.
Level : 11 (3.000/4.000)
Race : Human.
Age : 16 th.
Gender : Male.
Job : Farmer (Common class).
HP : 110/110
MP : 120/120
Stats.
STH : 65 (+50)
SPD : 69 (+50)
DEF : 60 (+50)
INT : 70 (+50)
Stats point : 20
Stigma.
One Who Find Bugs : The Real Genius ( S )
_____________°____________
*Setiap kenaikan satu level, semua stats nya naik +5
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa juga tinggalkanlah jejak yang banyak, Ok
__ADS_1
┻━┻︵└(՞▽՞ └)