Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 45 |


__ADS_3

Chp. 45 Level 6 : Sidang Akbar(4).


"Aneh sekali, Bocah ini... Dia selalu bertarung dengan tanpa ekspresi lalu kenapa sekarang dia malah... Oh-oh, Tidak! Jangan! T-Tungg--"


Jun Ichiro langsung memandang kearah Violet Winston tanpa menyelesaikan apa yang sedang dipikirnya, Violet yang sadar dengan tatapan dari kekasihnya itu kemudian membalasnya dengan tersenyum.


"Se-ge-ra Ma-ti-kan Vi-deo I-tu..." Jun berucap lirih dan membuat beberapa gerakan tangan supaya memudahkan.


"A-Apa?! Aku tidak bisa mendengar mu, suaramu terlalu pel--" Tiba-tiba suara teriakan dari seseorang memotongnya.


"Kyaaaahh-!"


Violet mengernyitkan dahinya penasaran dengan apa yang terjadi sekarang dan membuatnya berbalik dari Jun Ichiro.


"Apa ini kenapa bisa begini?"


"Ini tidak seperti yang kita rencanakan!"


Para Hakim Agung terkejut dan saling berbisik saat melihat seorang player mati di depan mereka dalam siaran langsung itu.


"EVANSSS-!!!" Hendra berteriak dengan kencang melihat orang yang dikenalnya mati terbunuh.


...***...


Malam hari di saat Evans mentraktir makanan untuk Lan Suzi. Evans diterpa dengan berbagai pertanyaan darinya sampai membuat dirinya sendiri risih mendengarkan dan menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


Pertanyaan dari Lan Suzi yang awalnya menyangkut keperluan Evans mendatangi Cabang Guild dari The Executor, kemudian dengan perlahan dan entah bagaimana beralih menjadi keingintahuannya pada Bam.


Mungkin ini adalah kesempatan emas baginya dan sulit untuk dilewatkan.


Ada satu kejadian yang membuat Evans mengernyit bila mengingatnya kembali, dirinya tidak tahu jika sebenarnya porsi makan Lan Suzi sangat banyak bahkan cukup untuk dimakan empat sampai lima orang.


Malam itu Evans perlu menghabiskan 50 koin untuk membayarnya. Jumlah yang sangat banyak sekali hanya untuk makanan.


Lan Suzi kemudian melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan mereka saat di luar restoran, setelah selesai menyantap hidangan makan malam, "Dah, Vans! Sampai jumpa..."


Evans hanya menjawab mengangguk pelan kepadanya sebelum berjalan kearah yang sebaliknya. Baru saja beberapa langkah dirinya pergi keluar dari restoran, Evans merasakan bahunya ditepuk oleh seseorang.


"Bukankah Anda Evans?!" Senyum lebar dari seorang pria berumur tiga puluhan tahun lengkap dengan kumis dan jenggot yang tebal.


.

__ADS_1


.


.


Evans kembali lagi ke restoran padahal malam sudah begitu larut, dirinya sudah melanggar jam malam asrama dan Evans juga perlu untuk memberi kabar persoalan Bam dengan yang lainnya.


"Hahaha maafkan aku... Tetapi hanya saat ini saja aku dapat bertemu dengan anda."


Orang ini mengenalkan namanya sebagai Andy pemilik dari kantor berita kecil, dirinya tidak bisa berhenti tersenyum saat bertemu dengan Evans dan sesekali terlihat tertawa kecil melihatnya.


Andy berkata jika dirinya kebetulan melihat Evans di kejauhan dan juga memiliki beberapa urusan dengannya.


Mereka kemudian memutuskan untuk kembali ke restoran terlebih dulu karena Andy mengatakan hal ini mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama.


Andy kemudian berterima kasih dengan menundukkan kepalanya kepada Evans sebelum menuju ke poin yang akan di sampaikannya, "Aku yakin kau kebingungan tetapi ini adalah hal yang lumrah jika kau mengetahui yang sebenarnya."


Andy mulai bercerita tentang kantor berita kecilnya yang awalnya akan bangkrut karena merugi ratusan koin bahkan hampir mencapai ribuan, "Jika tidak karena mu, kurasa kami tidak akan bisa bertahan..."


A-News! Mendapatkan peringkat pertama selama seminggu di daftar peringkat berita [ Tower.site ] hasilnya mereka mendapatkan hadiah koin dalam jumlah yang sangat banyak, terhitung dari sekarang 2.000 koin berhasil mereka kantongi.


"Mungkin ini tidak seberapa."


Andy lalu memberikan uangnya sebanyak 500 koin kepada Evans di meja, biarpun kantor berita Andy menjadi terkenal dia tidak begitu saja melupakan jasa orang yang telah membantunya mencapai puncak.


Evans yang mendengarnya lalu mengerti alasan Andy yang ingin memberikannya uang tetapi dia sama sekali tidak memiliki niatan untuk membantunya saat itu.


Evans mencapai peringkat pertama dan berhasil membunuh King Slime juga murni karena keberuntungan sehingga tindakan Andy dirasakan terlalu berlebihan menurutnya.


Apalagi Andy mengambil gambarnya juga karena keberuntungannya sendiri, "Tidak perlu sampai memberikan uang A-News! telah bertahan sampai sekarang juga berkat usaha kalian masing-masing."


"Tidak bisa begitu, kumohon! Tolong Anda menerima uang ini... Apakah segini masih kurang menurut Anda? Ah. Benar juga pasti begitu. Maafkan kami akan saya berikan 500 lagi besoknya."


Andy berulang kali memaksa Evans untuk menerimanya, sebenarnya kesulitan apa yang telah mereka lalui sampai sekarang hingga bersikap seperti ini kepada Evans.


"Sebaiknya Anda menerimanya!"


Evans masih tetap menolaknya meski mengetahui niat Andy benar-benar tulus.


Evans sedikit menyesal sekarang karena sebelumnya dia malah berpikiran jebakan atau menaruh prasangka yang negatif terhadapnya, dia juga telah menginterogasi Andy meskipun Andy sendiri tidak menyadarinya karena pertanyaan Evans yang disamarkan.


"Daripada anda memberikan uang bagaimana jika saya meminta permintaan yang lain."

__ADS_1


"Kami akan melakukan apapun yang kami bisa untuk memenuhinya, tidak kami pasti akan melakukannya!"


.


.


.


Mata Andy melebar setelah mendengarkan Evans, sebuah berita lagi-lagi didapatkannya dari Evans. Apalagi berita ini bisa dipastikan akan menjadi trending selama berhari-hari di dalam pulau.


"Ini..."


Andy tersenyum canggung bukan dirinya yang membantu malah sekali lagi dia mendapatkan bantuan dari Evans.


"Bagaimana, bisakah kau melakukannya."


Andy mendapatkan permintaan untuk membuat berita tentang Jun Ichiro yang akan memberatkannya nanti di persidangan.


Saat mendengarkan Evans menyebut Sidang Akbar akan digelar untuknya membuat jantung Andy hampir berhenti, masalah ini lebih serius dari yang kelihatannya Andy tidak menduganya karena Evans menyampaikannya dengan pembawaan yang santai,


Sidang ini bukan hanya serius bahkan sangat berbahaya apalagi Keenam Guild Master akan berada di sana dan menjadi hakimnya.


"Um... Mhm! Baiklah serahkan kepada ku." Andy terlihat ragu sebelum menerimanya sempat juga terpikir untuk menolak tetapi Andy telah membulatkan niatnya setelah berpikir cukup lama di sana.


Evans tersenyum tipis, dan melihat jam yang menunjukan 12 malam sebelum akhirnya membuatnya berdiri, mungkin Evans akan memberitahukan kabar tentang Bam paginya.


"Ah! Bisakah kita bertemu lagi nantinya? Ada yang ingin saya bicarakan kepada anda."


Mereka sekali lagi berjanji untuk bertemu kembali nantinya, tetapi mengingat Andy akan sibuk beberapa hari ke depan karena dirinya sedang mendapatkan projek yang sangat penting.


Mereka lalu sepakat akan bertemu lagi sesaat sebelum persidangan di mulai.


"Tidak masalah untuk ku." Evans hanya menganggukkan kepalanya.


**


"Jadi bagaimana tuan, anda bersedia membuat kontrak dengan kami?"


Evans baru sadar jika dirinya telah dipanggil Tuan oleh Andy, padahal sebelumnya dirinya juga sudah berkali-kali dipanggil Tuan saat bertemu di depan Tower. Saat itu dia sedang membantunya saat kerumunan sedang mencoba untuk mendekati Bam.


Sudah terlewat enam hari sejak saat itu dan Andy menghubunginya untuk bertemu sesuai perjanjian, keduanya sekarang berada di sebuah kafe tepat satu jam sebelum persidangan dimulai.

__ADS_1


Evans sedang menatap ke sebuah kartu yang ditunjukan kepadanya dan bertuliskan Agensi A-News!


__ADS_2