
Ps. Jika ada yang bingung kenapa berubah begini, mungkin bisa membaca dari chapter 55 biar lebih masuk jalan ceritanya. Terimakasih.
Sekali lagi maaf jika lama menghilang, ternyata banyak banget yang kudu dibenahin hehe
Selamat membaca...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Chp. 73 Level 11 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(8) - Black Masked Gass(4).
< Dark Auras Blade > < C >
Roland mulai mengaktifkan skill-nya, dia mengeluarkan aura dan membuat dagger besarnya terselimuti dengan elemen kegelapan. Roland kemudian menyerang Code-024 dengan gencar, dia mengayunkan senjatanya dengan sembrono dan bahkan terkesan tanpa tujuan.
Roland juga menyerang di tempat yang menurutnya tanpa penjagaan mulai dari kepala, tangan, kaki, dan bahkan dirinya sampai rela membuang banyak tenaga berlari ke belakang musuhnya hanya demi dapat menyerang punggungnya.
Roland yang terus menyerang dengan membabi buta ini, mulai tersenyum merasakan seolah kemenangan sebentar lagi akan berada dipihaknya.
"Dasar anjing gila!" Code-024 yang dipaksa bertahan, hanya berdecak kesal menangkis semua serangan Roland menggunakan tombaknya.
'Cih. Apakah masih belum juga? Mematuhi rencana ternyata sangat sulit juga. Bagaimana bisa Laurent bertahan setiap harinya menjalankan tugasnya dan lagi tetap berada pada rencana. Apakah Dia benar-benar manusia?"
Di tengah pertarungan mereka berdua, Code-024 yang masih berpikir tiba-tiba saja dikejutkan dengan sebuah pukulan dari Roland, dia terlalu fokus dengan dagger musuhnya sampai melupakan tangan Roland yang satunya lagi.
Pukulan ini mengenai antara rusuk dan samping perutnya, dan bahkan membuat Code-024 mundur beberapa langkah kebelakang.
Code-024 yang meringis kesakitan, sekarang bergemetaran dan memegangi samping perutnya. Roland yang melihat serangannya ini masuk begitu senang sampai tersenyum lebar, dia bahkan mengacungkan jempolnya ke bawah untuk menantang Code-024.
Code-024 yang melihat hal itu langsung termakan provokasi Roland, dia sangat jengkel dan membuat salah satu urat otot di kepalanya mulai muncul dan berkedut, "Ahh... Aku sudah tidak tahan lagi!"
Code-024 kemudian mengambil jarak dari Roland untuk mundur lebih jauh lagi ke belakang, dia lalu memainkan tombaknya dengan cepat sampai banyak angin yang berkumpul dan perlahan berubah menjadi kobaran api.
< Fire Tornado > < C >
Api yang berkumpul ini kemudian membentuk sebuah cincin api dan semakin melebar saja. Sedangkan Roland yang melihatnya hanya menahan napas, dia mulai merasakan panas meskipun jarak dari keduanya cukup jauh.
Setelah cincin api terbentuk dengan sangat besar seukuran sebuah rumah, Code-024 melepaskan skill-nya dan membakar seluruh area di sekitarnya bersamaan dengan Roland yang terdorong.
__ADS_1
Di saat terdorong ini juga Roland mencoba untuk membelahnya, sudah berkali-kali dia lakukan tetapi tidak berhasil dan hanya terombang-ambing mengikuti perputaran arus. Roland tertelan sebuah tornado api besar yang sangat panjang sampai menabrak dan berhenti di gunung.
"Sepertinya... Aku terlalu berlebihan..." Code-024 tidak menyangka jika dia akan menghempaskan Roland sejauh itu.
"Hei, Kau! Apakah ini masih belum waktunya juga?" Code-024 melihat bawahannya yang berada tidak jauh darinya, dia bertanya padanya dan berharap jika waktu perjanjian sudah tiba atau semoga saja sudah lama berlalu.
"Masih belum Tuan. Kita masih harus menahan mereka sedikit lebih lama lagi..." Bawahannya menunduk kepada Code-024 saat menjawabnya. Sepertinya misi mereka kali ini akan gagal karena kecerobohan pemimpin mereka.
'Oh, Tidak. Apa yang sebenarnya sudah Aku lakukan.' Code-024 menepuk jidatnya.
Tetapi tiba-tiba saja dari arah kobaran api, di kaki gunung seseorang tertawa dengan keras dan berdiri. Pakaian dan armor yang dia kenakan sudah compang-camping dan hangus terbakar, orang itu adalah Roland.
Roland berjalan dengan napas yang tersendat dan mata yang setengah pudar, dia memaksakan dirinya untuk berjalan ke arah Code-024. Berjalan mengikuti kobaran api yang menciptakan jalan pintas menuju ke arah musuhnya itu.
"Oh, Syukurlah Kau masih ada di sini. Aku sangat berhutang budi padamu..." Code-024 menyeringai dari balik maskernya.
**
Dalam perjalanannya Lan Suzi bertemu dengan beberapa orang dari kelompok Black Masked Gass, setelah menghabisi mereka dirinya juga mengumpulkan orang-orang dalam perjalanannya.
Kelompok Lan Suzi sekarang telah menjadi lebih banyak lagi dan ada lebih dari tiga puluh orang yang mengikutinya dari belakang.
"Kurasa dengan kelompok sebanyak ini sudah cukup." Lan Suzi tersenyum melihat orang-orang ini, menurutnya jika ingin bergerak sekaranglah saatnya.
"Kalian semua, Bersiaplah! sekarang Kita akan pergi untuk menyerang Boss Musuh. Jangan menahan diri. Kalahkan sebanyak mungkin musuh, dan... Jangan beri ampun mereka semua..." Lan Suzi tertawa kecil dan tersenyum lebar saat memberikan pengarahan.
Semua orang yang melihatnya juga malah menjadi lebih semangat lagi, mereka semua mengangkat senjatanya dan meneriakan nama Lan Suzi berulang kali.
"Lan Suzi! Lan Suzi!"
"Flowers Of Light!"
"Lan Suzi!"
Semua orang terlihat begitu antusias saat berteriak, berbeda dengan satu orang yang namanya mereka sebut berulang kali.
"Dasar Bodoh! Hentikan! Hentikan sekarang juga. Ssst, Apa yang kalian lakukan ini?! Apakah kalian ingin serangan dadakan Kita ketahuan... Siapa yang menyuruh kalian semua berteriak seperti itu, jawab Aku!"
__ADS_1
Lan Suzi yang berteriak ke arah semua orang ini kemudian membuat semuanya terdiam, mereka menunduk dan meminta maaf kepada Lan Suzi.
**
Dengan penuh kewaspadaan, kelompok Lan Suzi sekarang menyusup dan hampir mencapai pusat kota. Tetapi setelah mendengarkan ledakan besar yang terjadi, Lan Suzi menjadi sedikit panik
dan mempercepat langkahnya.
Lan Suzi yang memimpin semua orang dengan berhati-hati sebelumnya, sekarang berganti dengan berlari sangat cepat, bahkan beberapa dari mereka sempat tertinggal di belakang, "Kalian semua cepatlah! Kita harus bergabung dengan Roland, dan secara bersamaan menyerang Boss Musuh."
Lan Suzi berharap semoga mereka tiba di waktu yang tepat atau mereka semua akan kerepotan jika melawan Boss Musuh sendirian, "Jangan sampai Roland terbunuh di sini."
.
.
.
"Huff. Huff. Syukurlah, masih sempat." Lan Suzi menghela napas lega setelah melihat Roland yang masih berdiri dan berjalan di tengah kobaran api.
"Kalian semua cepatlah dan bantu sembuhkan Roland."
"Apakah itu Kapten Roland? Ah! D-Dimengerti. Bagaimana denganmu?" Pemimpin para penjaga ini tergagap saat menjawabnya, dia tidak menyangka jika Kapten Roland akan terluka sampai begitu parahnya.
"Aku akan pergi dan mengulur waktu melawan Boss Musuh yang ada di sana."
"Baiklah. Jangan memaksakan diri dan mundur jika--"
"Aku mengerti itu! Cepat pergilah." Lan Suzi mengibaskan tangannya, seketika pemimpin penjaga ini menunduk dan langsung meninggalkannya.
"Sepertinya Aku sampai di waktu yang sangat tepat hehe. Kondisinya juga terlihat masih baik-baik saja meskipun sedikit gosong. Huff. Entah apa yang akan terjadi jika Aku terlambat satu menit lagi."
Memang benar Lan Suzi tidak bisa membayangkan jika dirinya melawan Boss Musuh sendirian. Tetapi kondisi Roland yang ada dihadapannya sama sekali tidak terlihat baik-baik saja, malah Roland hampir kalah di sini.
Lan Suzi dengan cepat berlari dan melompat ke arah Boss Musuh, "Kau... Apakah Kau adalah Code-024 itu?"
"Mhm! Kau benar. Dan sekarang lihatlah, siapa yang muncul di sini, jadi bertambah satu lagi orang yang merepotkan hahaha."
__ADS_1