
Chp. 82 Level 12 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(16) - Evans vs Rafus(2).
Evans sedikit terkejut dengan suara seseorang di belakangnya, dia sama sekali tidak merasakan keberadaan orang itu jika saja orang itu tidak memanggilnya.
Evans yang melihat orang itu menghiraukannya dan berbalik untuk memberikan high potion kepada temannya, kemudian berpikiran jika kesempatan sekarang sedang terbuka.
Evans lalu mengeluarkan sebuah katana kristal dari inventorinya dan berlari mendekati keduanya dengan cepat.
"Tep!" Evans hanya bisa menaikan alisnya saat melihat serangannya itu dipatahkan dengan ditangkap menggunakan satu tangan saja oleh Laurent, seolah saja dirinya sedang menangkap sebuah benda yang tumpul ditangannya.
Evans juga tidak melakukannya dengan setengah-setengah, dia sangat yakin jika melakukannya dengan secepat dan sekuat mungkin, tebasan itu seharusnya bisa langsung memenggal kepalanya.
Tetapi orang itu seakan saja memiliki mata di belakangnya dan sekarang dirinya sedang menatap Evans dengan nafsu membunuh yang luar biasa.
Evans yang melihatnya kemudian memilih untuk mundur beberapa langkah kebelakang dan membiarkan orang itu untuk memberikan high potion kepada temannya.
.
.
.
"Sekarang kau sudah sedikit lebih baik, kau tidak akan meninggal, kan? Sisanya serahkan kepadaku." Laurent sekarang berdiri dari tempatnya dan menyeringai mencari Evans.
Keadaan Rafus juga sudah tidak mengeluarkan cahaya dan akan meninggal kapan saja seperti sebelumnya, dia sudah menghabiskan seluruh high potion milik Laurent.
"Kau juga jangan lupa untuk mengembalikan sepuluh high potion yang kau minum itu. Itu. Semua harganya mahal loh, ingatlah baik-baik."
Setelah Laurent berbicara begitu kepada Rafus sembari berdiri dibelakangnya, Laurent kemudian mulai bergerak, dia melebarkan matanya dengan sangat lebar ke sana kemari mencari Evans, "Sekarang kemana perginya tikus ini."
< 3rd Viewpoint: Triple Zoom Out > < D >
Setelah mengeluarkan skill nya itu pandangan Laurent tiba-tiba berubah.
Laurent seolah-olah saja sedang ditarik ke atas langit dan menatap semua yang ada di bawahnya seperti sebuah kamera.
Laurent sekarang menyeringai begitu sosok yang dicarinya berhasil ditemukan setelah cukup lama berdiri menggunakan skill nya, kebetulan juga Evans berada tidak jauh darinya.
__ADS_1
Laurent yang melihatnya segera berlari untuk mengejar Evans dengan kecepatannya yang luar biasa itu, sehingga tidak butuh waktu lama baginya untuk sampai di hadapan bocah ingusan itu.
"Boom!"
"Mau berlari kemana lagi kau sekarang bocah, takdirmu sudah tamat begitu kau bertemu denganku hahaha."
Laurent sekarang sedang mendarat dihadapan Evans dengan meninggalkan sebuah lubang di atas tanah, dia tertawa dengan sangat keras bahkan sebelum mereka berdua bertemu.
Evans yang melihatnya hanya dapat menahan napas karena tidak diragukan lagi perbedaan level mereka pasti sangat jauh, bahkan sampai jarak mereka yang sangat jauh itu pun dapat dikejar dalam hitungan detik dengan kecepatan Laurent.
Evans sekarang hanya dapat menghela napas pelan karena sangat disayangkan, jika sebentar lagi dirinya yang akan berhasil mendapatkan sesuatu dibelakang Laurent itu, terpaksa berhenti karena Laurent yang menghadangnya.
Evans kemudian bersiap dengan mengambil katana kristal miliknya.
"Siapa sebenarnya kau ini, darimana kau itu berasal?" Laurent menatap Evans dengan menaikan salah satu alisnya.
Sepertinya Laurent masih belum tenggelam sepenuhnya ke dalam emosi, dia masih berkepala dingin karena menanyakan pertanyaan itu kepada Evans, hal ini sangat berbeda sekali dengan Rafus.
"Apakah kau suruhan dari David Erenheit?"
Evans yang mendengarnya hanya diam saja tidak menjawab, dia kemudain menaikan kedua pundaknya bersamaan.
Beberapa detik kemudian bukan hanya rambut Evans yang ditekan tetapi tubuhnya juga dengan perlahan didorong mundur ke belakang dan meninggalkan bekas dari tempatnya berdiri sekarang.
"Jawab pertanyaanku!"
Laurent sekarang menghempaskan tubuh Evans sampai berguling dua kali di tanah.
"Apa-apaan dengan kekuatannya itu, aku yakin telah menggunakan mana yang lumayan, dan dia masih belum terdorong jauh?!"
Laurent hanya menahan napas ketika melihatnya, tidak banyak orang yang bisa menahan auranya itu, kebanyakan dari mereka bahkan sampai terpental ratusan meter ke belakang.
Evans sekarang berdiri dari posisinya yang terjatuh dan menepuk debu yang menempel dipakaiannya.
"Dia bukan Bocah yang biasa, dia masih tetap tenang setelah itu hahaha. Pantas saja Rafus kalah melawannya."
"Bocah... Dari Guild Besar mana kau berasal? Sekarang jawablah dengan jujur dan aku akan melepaskanmu, aku janji."
__ADS_1
Evans sekali lagi hanya terdiam tetapi sedikit berbeda dengan yang sebelumnya, dia berjalan perlahan mendekati Laurent. Lalu setelah keduanya berjarak kurang dari satu meter, tiba-tiba saja Evans langsung menghilang dan muncul di belakang Laurent.
"Bocah ini!" Pekik Laurent yang tidak siap dengan serangan kejutan dari Evans, akhirnya Laurent sekali lagi mengeluarkan aura anginnya dan membuat Evans sekali lagi berguling ke belakang.
Tidak berhenti di sana Laurent juga bergerak kearah Evans dengan sangat cepat dan menghempaskan nya dengan pukulan sampai jatuh jauh kebelakang.
Setelah Evans bangkit kembali, dia lalu mendapatkan sekali lagi pukulan di daerah perutnya dan kembali jatuh kebelakang.
"Sekarang aku akan bertanya sekali lagi padamu siapa orang yang mengirim mu, apakah itu Peter Joh atau David Erenheit?"
"Bak."
Evans yang cukup lama tidak menjawab kemudian mendapatkan pukulan di daerah perutnya dan sekali lagi dipaksa untuk berguling kebelakang, dia sudah menerima tiga pukulan dari Laurent sejauh ini.
"Kau ini... Sangat keras kepala sekali, tidak ada pilihan yang lain aku tetap akan memberikan pukulan kepadamu hehehe." Laurent kembali mendekati Evans dengan terkekeh sebelum berlari menyerangnya.
Evans yang sekarang berdiri dengan menundukkan kepalanya kemudian tiba-tiba saja mendongak ke atas, seketika itu juga Laurent yang melihatnya hanya bisa terkejut dan tanpa disadari olehnya, sebuah pedang berhasil mendarat di dada sampai pinggangnya.
"Slash."
Waktu serasa berhenti sekarang, Laurent hanya bisa menatap Evans dengan perasaan benci sebelum terjatuh ke tanah, "Bocah ini kenapa tiba-tiba saja? Guhakk!"
.
.
.
Laurent sekarang sedang berdiri dengan memegangi dadanya yang bercahaya dan berpikir jika sudah lama dirinya tidak mendapatkan luka yang seperti ini, dirinya tertawa berulang kali melihatnya.
Laurent lalu kembali berlari dengan sangat cepat sekali lagi dan tiba-tiba saja muncul dihadapan Evans, tetapi kali ini sangat berbeda dengan yang sebelumnya.
Evans dapat menghindari pukulan Laurent itu dan memberikan tebasan kedua, dengan berputar sampai membelakangi Laurent.
Tebasan itu sekarang hanya mengenai dada depan sampai punggung Laurent dan kemudian membuatnya meringis kesakitan karena merasakannya, "Bocah ini kenapa lagi-lagi?!"
Laurent sekali lagi terjatuh ke tanah dan menatap Evans dari bawah, "Kenapa, apa yang terjadi?"
__ADS_1
Laurent lalu berdiri dan meremas tangannya dengan sangat kencang, dirinya merasakan dipermalukan oleh orang yang masih berumur belasan tahun itu, "Sihir apa yang sudah digunakannya itu?"
++++