
Chp. 76 Level 12 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(10) - Player Misterius(3).
"Maka Kita semua... Tidak, seluruh orang yang ada di dalam pulau akan bernasib buruk."
Evans yang mendengarkan orang ini berbicara hanya menaikan sedikit salah satu alisnya, dia sama sekali tidak paham apa yang dimaksudkannya.
Evans yang masih penasaran berniat untuk menanyakannya tetapi dirinya tidak bisa melakukannya karena orang itu sudah keburu berlari meninggalkannya.
Setelah semua orang berkumpul di satu tempat, mereka semua menyerang penjaga dan para player yang lain. Jumlah mereka yang tiga kali lipat lebih banyak menjadi keuntungan mereka.
Di sini Evans juga ikut bertarung tetapi menghabisi orang-orang bertopeng gas dari belakang, mereka yang tidak siap dengan serangan dadakan dari Evans ini, akhirnya terbunuh dengan begitu mudahnya. Ada juga orang-orang yang menyadari serangan dari Evans kemudian membalasnya.
"Sialan, Siapa Kau?!" Orang itu berhasil menghindari serangan yang datang dari belakangnya, "Cepat jawab. Jika tidak maka... Rasakanlah seranganku ini!"
"Trang." Pedang mereka berdua beradu, tetapi beberapa saat kemudian Evans menekan pedang orang itu sampai tubuh musuhnya meringkuk di atas tanah, dia menahan pedang Evans menggunakan kedua tangannya.
Orang itu meringis dan berjongkok mengeluarkan banyak urat-urat di seluruh tubuhnya, bahkan warna wajahnya menjadi merah padam karena sudah tidak kuat lagi untuk menahan beban yang diberikan oleh Evans, sampai pedang orang itu akhirnya rusak dan mengeluarkan retakan segaris dengan tempat pedang kristal milik Evans menyerang.
Tidak butuh waktu yang lama pedang Evans berhasil menembus dan membelahnya.
"Crack."
"Slash." Evans membunuh seseorang sekali lagi, dia meninggalkan bekas luka tebasan dari wajah sampai ujung, membelahnya menjadi dua bagian dan meninggalkan sebuah garis cahaya panjang di sana.
[ +1.500 EXP ]
Setelah orang itu menghilang yang ternyata adalah seorang pemimpin di sana, Evans kemudian berbalik dan menemukan banyak orang mulai berdatangan kearahnya dengan wajah yang penuh amarah, semua orang akhirnya menyadari keberadaan Evans.
Evans terkejut dengan jumlah orang yang sangat banyak dan mengepungnya dari segala penjuru, mereka semua berjumlah hampir ada dua ratusan orang lebih di sana.
Evans yang dikepung akhirnya terpaksa untuk bertarung di tengah ratusan orang ini, anehnya Evans tidak menunjukan ekspresi apapun dan biasa saja bahkan saat menghadapi semua orang ini.
"Bagaimana bisa seorang bocah masih tenang-tenang saja seperti itu!"
"Jangan remehkan tingginya, bahkan Guild Master dari The Executor saja memiliki tinggi yang sama."
"Kalian semua ayo serang dengan kekuatan penuh kalian!"
Semua orang awalnya ragu untuk bertarung dengan Evans mengingat kekuatan yang ditunjukannya itu, tetapi jumlah mereka yang lebih banyak ratusan kali lipat darinya membuat mereka lebih tenang dan yakin jika Evans akan terintimidasi dan mudah untuk diatasi.
Salah satu dari mereka kemudian mengawalinya, dia berlari dan berteriak saat menyerang Evans dari depan.
Evans yang melihat hal itu kemudian bergerak satu langkah dari tempatnya dan langsung mengakhirinya.
"Slash." Dengan cepat Evans membelahnya menjadi dua bagian.
Melihat temannya yang berakhir mengenaskan seperti itu membuat semua orang kemudian menelan ludahnya. Mereka semua saling menatap satu sama lain dan kemudian mengangguk untuk menyerang Evans secara bersamaan.
__ADS_1
"Uuoohh!" Semua orang berteriak dan berlari kearah Evans.
Evans dengan wajah yang masih datar mulai bergerak dan menyambut musuh yang paling dekat dengannya, orang itu terbunuh dengan hanya satu gerakan juga. Evans lalu berlari dan melompat kesana kemari menghabisi orang-orang yang mencoba untuk mendekatinya.
Satu demi satu mereka kemudian menghilang, bahkan Evans sama sekali belum berkeringat melawannya.
< Wind Slash > < E >
< Mountain Breaker > < C >
< Ice Arrow > < E >
Evans yang melihat beberapa orang mulai mengeluarkan kemampuan skill-nya, akhirnya berlari dan mencoba untuk menghindari semua serangan yang datang ini.
Evans melihat tebasan angin, sihir gempa bumi, dan panah-panah es yang mencoba untuk menghujaninya. Tetapi tidak berhasil dan Evans malah bertahan tanpa luka sedikitpun.
"Tidak mungkin... Apakah Dia seorang Monster?!"
"Bagaimana bisa seorang manusia bergerak sampai seperti itu!"
Mata semua orang terbelalak melihat aksi yang tidak mungkin mereka tiru dari Evans. Melihat semua orang yang terkejut ini Evans tersenyum tipis dari balik topengnya, dia berlari dan mengayunkan pedangnya pada orang di dekatnya.
Evans tidak berhenti di sana, dia mulai berlari dan menyerang orang-orang yang berada di dekatnya lagi, hal itu menjalar sampai menyebarkan kengerian pada orang yang ada di barisan paling belakang.
"Dua puluh lima."
[ +1.000 EXP ]
[ +1.100 EXP ]
"Dua puluh tujuh."
[ +1.000 EXP ]
"Tiga puluh."
[ +900 EXP ]
"Tiga puluh lima."
[ +800 EXP ]
.
.
.
__ADS_1
[ +700 EXP ]
[ +650 EXP ]
[ +600 EXP ]
[ +1.500 EXP ]
....
[ Level Up! ]
Napas Evans yang sekarang memburu mengeluarkan banyak sekali hembusan asap melalui lubang hidung topengnya. Evans berdiri dengan tegak dan mematung di tengah kepungan ratusan orang yang seakan jumlah mereka sama sekali tidak berkurang ini.
"Si-Siapakah player misterius ini sebenarnya?"
"Aku belum pernah mendengar namanya... Dengan kekuatannya yang seperti ini mana mungkin dia bukan seorang player yang terkenal."
"Apakah misi Kita akan berakhir seperti ini... Tidak! Tidak boleh sampai begini, Kita harus lari dan melaporkannya kepada semua orang."
"Kau benar! Lari...! Kita semua harus melarikan diri dari sini dan melaporkan apa yang sedang terjadi di sini. Kalian semua dengarlah-!" Seseorang mulai berteriak di sana, bahkan Evans juga ikut mendengarkannya.
Orang itu meminta semua orang untuk berlari sejauh mungkin dan meninggalkan Evans. Semua orang yang mendengarkan lalu berpencar dan mendorong untuk berlari lebih dulu.
"Benar... Tidak ada pilihan lain lagi... Misi ini... Jelas tidak mungkin bagi Kami semua yang seorang ditingkat Amateur hahaha.
Bodohnya! Apa yang mereka harapkan dengan memberikan misi yang seperti ini? Beruntungnya jumlah Kita ada enam ratus orang, player misterius itu tidak mungkin bisa mengejar Kita.
Sekarang Kita lihat apa yang sedang orang itu lakukan. Apa?! Dia. Terbang...?!" Gumam orang itu yang tiba-tiba saja berhenti berlari dan berdiri ditempatnya.
"Bangs*t-!" Orang itu tertawa dan terkekeh melihat Evans yang melompat dan seolah sekarang terbang di angkasa, tetapi bukan hal itu yang membuat orang ini berhenti berlari dan memilih menyerah.
Langit seolah berwarna biru terang, banyak sekali butiran cahaya yang mereka sebut sebagai mana berkumpul di tangan Evans, tepatnya masuk ke dalam katana kristal miliknya.
Beberapa orang yang melihat Evans memilih berhenti berlari dan menyerah, ada juga orang-orang yang berteriak histeris dan tetap berlari sekencang mungkin padahal mereka mengetahui perbuatan mereka hanyalah keputusasaan belaka.
Evans akhirnya mencapai titik tertinggi dari lompatannya dan perlahan dirinya ditarik ke bawah oleh gravitasi bumi. Rambut kecoklatan Evans tergerai karena tekanan angin di bawahnya, dia terjun bebas dengan kecepatan yang di luar nalar.
Orang-orang yang melihat Evans ini kemudian menjatuhkan senjatanya dan memilih angkat tangan.
Cara Evans terjatuh ini mirip dengan sebuah bintang jatuh saja, dia membawa seolah meteor besar di tangan kanannya.
"SWUUUSH."
"BOOM!!"
Evans akhirnya menabrak tanah dengan suara yang sangat keras dan menggoncang tanah di sekitarnya sampai membentuk banyak retakan di tempatnya terjatuh.
__ADS_1
Bersamaan juga dengan sebuah gelombang cahaya berkumpul dan membentuk mirip sebuah gunung yang menjulang tinggi, gunung ini perlahan menghilang dan menyisakan asap tebal dan serpihan mana di langit-langit.
< Swords Energy > < A >