
Chp. 11 Welcome To Tutorial Tower.
____________________
[ Welcome ]
Selamat datang di Tutorial Tower.
Selamat kepada semua Player yang telah terpilih, Player berhak memanjat Tutorial Tower.
Tutorial Tower memiliki 100 level yang dapat Player selesaikan satu persatu, 1 level dapat terbuka dengan menyelesaikan 1 level sebelumnya.
Dalam menyelesaikan Tutorial Tower Player akan dibantu dengan Sistem. Selamat menikmati petualangan tanpa batas yang menanti Anda.
Kami harap Player dapat mencapai 100 level dan menyelesaikan Tutorial Tower.
Reward Kedatangan : Job
__________°___________
Evans membuka kedua matanya, dia mendapati dirinya sedang berada dalam kehampaan seorang diri dengan sebuah layar pemberitahuan melayang di depannya.
Dalam buku panduan tidak pernah di jelaskan tentang ruang hampa ini, seingatnya hari pertama memang mendapatkan job tetapi tidak pernah dijelaskan tentang kehampaan ini.
Seharusnya dirinya berada dalam sebuah aula besar untuk memilih job dengan para player yang tergabung bersamanya.
Meski begitu raut wajah Evans tidak berubah, dia tetap tenang dan menunggu dengan sabar apa yang akan terjadi.
Selang beberapa menit tempat yang dipijaknya berubah menjadi bercahaya dan perlahan membesar, cahaya ini sangat terang sampai membuatnya memejamkan mata. Setelah merasakan cahaya itu menghilang Evans perlahan membuka matanya.
Mereka kini berada di sebuah aula besar dengan satu kristal biru yang mengambang di tengahnya.
Kristal yang mengambang itu memiliki sebuah lubang di bawahnya mirip seperti sumur dan dari dalam menyorot kristal itu seperti sebuah lampu senter.
Gaya aula itu mirip sebuah kastil kerajaan dengan furnitur dan desainnya kebanyakan berwarna biru keemasan, di dinding juga terlihat terlihat banyak sekali manekin prajurit.
Para player menyebut tempat ini sebagai Katedral.
Katedral sendiri berguna untuk menghidupkan kembali player dari kematian dengan penalti pengurangan 10 level dan mengonsumsi waktu sehari untuk dibangkitkan.
Selain sebagai tempat revive player, Katedral juga sebagai tempat untuk membantu para player memilih job mereka.
Katedral akan mengeluarkan banyak selebaran kertas bercahaya berwarna-warni dan berisikan sebuah job untuk para player.
[Warna Job.]
Warna putih sebagai job Common class,
Warna biru sebagi Rare class,
Warna ungu sebagai Epic class, dan
Warna merah sebagai Legendary class.
Semua selebaran job class akan berterbangan kesana kemari dengan kecepatan bergantung dari tingkatannya masing-masing class.
Semakin tinggi job class maka akan semakin sedikit pula jumlah dan cepat pergerakannya.
Di sini para player diharuskan menangkap satu selebaran job class dalam waktu yang ditentukan.
Jika player masih belum mendapatkan satu pun job class setelah habis waktu, maka player akan otomatis dipilihkan oleh sistem.
Para player yang terpilih kali ini berjumlah seribu orang dari berbagai kalangan dunia.
Meski jumlah seribu orang sangatlah banyak tetapi hanya dapat mengisi aula besar itu seperempatnya saja.
Evans berdiri ditengah seribu orang itu, karena sangat sesak pikirnya dia mulai berpindah dan menepi.
Selang beberapa menit Evans berhasil keluar dari kerumunan para player yang berdesakan, mereka semua mendekat ke arah kristal itu.
Evans hanya berdiri dari luar melipat kedua tangannya di dada sembari menunggu dan melihat apa yang akan terjadi.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama kristal itu berputar perlahan dan semakin cepat, cahaya dari sekitar kristal juga nampak berubah.
Di atas kristal itu muncul timer yang sangat besar dan jelas bahkan jika dilihat dari ujung sisi Katedral.
[ 00:30:00 ]
Segera selebaran kertas perlahan keluar dari dalam sumur kristal yang berputar dengan sangat cepat. Tidak butuh hitungan menit selebaran kertas sudah hampir mengisi seluruh aula membuat sejumlah masa panik dan berdesakan untuk mendapatkan job yang diinginkannya.
[ 00:29:59 ]
Timer juga ikut bergerak seirama dengan semua orang.
Tetapi satu orang di sana terlihat tenang dan tidak bergerak dari tempatnya, dia hanya memandang kearah kerumunan orang dengan menggeleng.
Langsung saja dengan satu tangan, orang itu meraih kertas di dekatnya sehingga membuatnya bercahaya dan semua kerumunan itu, berhenti bergerak untuk sesaat. Mereka semua menatap ke arah pemuda itu dengan decak kagum.
Suara yang tadinya sangat gaduh juga ikut menghilang dan menjadi hening.
"Lihat cahaya itu-!"
"Bocah itu sangat beruntung, pasti dia mendapatkan job dengan tingkat tinggi."
"Cahaya yang sangat terang, luar biasa."
Pemuda itu adalah orang pertama yang memilih job di sana, semua mata yang memandang kearahnya berpikir betapa beruntungnya dia karena mendapatkan job dengan class tinggi.
[ 00:29:55 ]
...***...
Mata Evans terpana melihat pemandangan yang ada di depannya, dia terheran kenapa semua orang malah rusuh dan bergerak saling menyikut. Ada juga kelompok yang saling bertarung karena melihat kertas yang sekilas berwarna merah.
"Lihat itu? Kertas itu berwarna merah!"
"Cepat kejar itu-!"
"Dimana? Sial tunggu aku!"
"Aku yang melihatnya duluan! Minggir-!"
Mereka semua saling melotot dan bersiap bertarung di sana. Evans yang melihatnya kemudian membayangkan jika Eric melihat semua ini, pasti dia akan tertawa dengan bahagia. Sayangnya Eric malah ikut di dalam kerumunan itu dan entah berada dimana sekarang.
Evans yang menatap pemandangan di depannya hanya merasakan sedikit iba, semua ini mengingatkan dirinya dengan sekelompok anak kecil.
Tetapi dari semua itu Evans terheran dengan kertas yang berwarna ungu, padahal nampak sangat banyak tetapi para player malah menghiraukannya.
Evans yang penasaran kemudian meraih satu kertas berwarna ungu disampingnya, kertas itu lalu menyala dengan terangnya cukup lama.
Setelah beberapa detik kemudian Evans sedikit terkejut dengan banyak pasang mata yang menatapnya dengan penasaran dan menahan napasnya begitu kagum setelah melihat Evans yang hanya membutuhkan waktu sepuluh detik untuk memilih kertas job dihadapannya.
Evans kemudian melihat kearah kertas job yang dipegangnya. Kertas yang berwarna putih itu kemudian berputar-putar mengelilingi tubuhnya sebelum hancur menjadi butiran.
Semua pasang mata yang melihatnya kembali beraktivitas seperti biasa dan melanjutkan perburuan mereka seolah tidak melihat apapun, mereka sedikit menyesal melihatnya karena menyangka yang awalnya Evans akan mendapatkan job dengan kelas tinggi malah mendapatkan yang sebaliknya.
_________________
[ Job ]
Farmer (Common class).
Selamat Anda sebagai Player yang beruntung mendapatkan Job Petani.
Petani adalah seseorang yang bergerak di bidang pertanian, utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman, dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain.
_________°__________
Evans hanya menggaruk pipinya yang gatal, dia sangat yakin jika melihat kertas yang berwarna ungu lalu bagaimana bisa tiba-tiba saja kertas itu berubah menjadi putih.
Evans akhirnya memilih cuek dan melihat kearah yang lainnya, orang-orang ini masih mengejar kertas job yang berterbangan tetapi dalam sudut pandang Evans yang mereka kejar hanyalah kehampaan.
Evans juga segera menyadari jika setiap apapun job yang dipilih akan mengeluarkan cahaya yang sangat terang dan tingkatan job hanya bergantung dari warna kertasnya.
__ADS_1
Batas waktu sekarang menunjukan kurang dari 5 menit, Evans tetap mengawasi sekitarnya dan menemukan salah seorang yang tidak asing baginya.
Seseorang yang bertubuh kurus dan pendek itu terjatuh kebelakang karena dorongan dari orang-orang didepannya.
Evans segera berjalan untuk mendekatinya, orang itu sepertinya sudah menyerah untuk melanjutkan pencariannya.
Mata mereka kemudian bertemu, pria itu lalu menatap tajam Evans yang sedang mendekatinya, "Sudah menyerah."
"Sialan! Pergilah jangan ganggu. Aku sedang tidak ingin marah sekarang-!"
"Common class juga tidak buruk, 'kan." Evans tersenyum karena menemukan seseorang yang akan berakhir sama dengannya. Eric hanya diam dan berdecak kesal.
**
Evans kemudian membicarakan banyak hal dengan Eric di sana tetapi hanya direspon dengan dengusan serta berjalan cepat untuk menjauh darinya, dia berbicara seorang diri tentang ladang slime.
Ladang slime adalah tempat berikutnya yang akan mereka datangi setelah memilih job, para player akan dipindahkan kesana selama 2 hari.
Di sana mereka akan bertarung dengan monster kecil slime. Entah apa gunanya mereka bertarung dengan monster kecil dan lemah itu, tetapi sebagian berpendapat untuk penyesuaian mereka atau untuk latihan.
Ladang slime dianggap sebagai lantai 0 di dalam Tower sehingga tidak memiliki banyak kegunaan, tetapi beberapa Player meyakini tempat itu sebagai tempat untuk mendapatkan banyak koin.
Koin sangatlah penting di dalam Tower dan sangat susah untuk dikumpulkan, kebutuhan dalam Tower sangatlah mahal karena itu koin sangatlah sulit dicari.
Dengan memburu monster di lantai yang lain koin yang didapat sangat kecil, kecuali membunuh seorang Boss Monster.
Tetapi Boss monster setelah dibunuh tidak dapat respawn kembali. Bahkan bekerja menggunakan job, koin yang didapat juga sedikit dalam setahunnya.
Sedangkan bila berburu banyak slime, mereka akan mendapatkan 5 koin setiap slime yang dibunuh. Evans sekarang menatap Eric, tinggal beberapa detik lagi dan dirinya akan mendapat job kelas seperti Evans.
Setelah sinar yang memancar ke semua ruangan semakin redup. Para Player yang belum mendapatkan job segera mendapatkan job secara acak satu persatu.
Eric kemudian mengibaskan tangannya untuk menjauh dari Evans, dia tidak ingin job yang akan didapatnya itu dilihat oleh musuh bebuyutannya.
Evans yang mengerti itu hanya menjauh dari temannya dan terus menatap Eric dari belakang.
Tidak berselang lama tubuh Eric bersinar dengan terang, semua orang yang melihatnya berpikiran itu sebagai hal yang biasa. Tetapi tanpa disangka semua yang melihatnya melotot.
Kertas yang berwarna ungu keluar dari tubuh Eric dan berputar mengelilinginya sebelum kertas itu hancur dan menjadi butiran.
Gelak tawa kemudian terdengar dari Eric, perasaan bahagia diluapkannya sejadinya dia melompat-lompat ditempatnya berulangkali.
Beberapa orang yang melihat Eric kemudian mundur beberapa langkah dan menelan ludahnya, mereka menatap Eric dengan perasaan iri.
Tawa Eric kemudian berhenti setelah satu orang orang mendekatinya dan memberikannya selamat.
"Kau lihat, tadi? Apa Kau mulai sirik? Apa benar monster dapat merasakan iri, hehehe." Eric menari didepan Evans dengan semangatnya. Tetapi Evans masih terlihat biasa saja melihatnya.
"Keren kau akan menjadi tidak terkalahkan nantinya." Evans turut senang kepada temannya itu.
"Apa, begitu saja? Kau tidak merasakan hal yang lain? Kau bahkan mengatakannya dengan tidak serius, Sialan-!"
"Lalu job apa yang kau dapatkan?" Evans bertanya mencoba mengalihkan Eric yang berputar-putar mengelilinginya.
"Cih, apa setelah Aku memberitahukannya Kau mulai sirik?" Eric berdecak kesal sambil menunjukan wajah kecutnya.
"Mungkin."
"Baiklah job ku adalah..."
_____________________
[ Job ]
Assassin (Epic class).
Selamat Anda sebagai Player yang beruntung mendapatkan Job Pembunuh.
Assassin adalah seseorang yang bergerak seperti bayangan, memiliki kekuatan yang sangat besar dan ahli dalam menghilangkan hawa keberadaan. Keahlian utamanya adalah menyusup dan membunuh dari belakang.
__________°___________
__ADS_1