Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 83 |


__ADS_3

Chp. 83 Level 12 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(17) - Evans vs Laurent(3).


Laurent lalu berdiri dari posisinya dan kembali menyerang Evans, dia sekali lagi dikejutkan dengan Evans yang dapat menghindari pukulannya padahal kecepatan serangannya masih sama dan tidak ada yang berubah.


Laurent yang melihatnya hanya mengumpat kesal kepada Evans, "Apa maksud semua ini?"


Laurent lalu memberikan tendangan yang mengincar leher belakang Evans. Tetapi Evans sekali lagi bisa melihatnya dan mundur kebelakang satu langkah dan melompat cepat ke depan.


Evans yang melihat tendangan itu, kembali memberikan serangan balasan kepada Laurent dan membuatnya menerima tebasan untuk yang ketiga kalinya, "Sialan-!!!"


Laurent yang melihat luka tebasan pada dada sampai bahu kirinya kemudian mengambil langkah mundur, "Jangan bercanda denganku, aku yang seorang player tingkat Intermediate puncak. Tidak mungkin, akan kalah pada player kecil sepertinya, kan?"


Laurent yang merasakan sedikit frustasi itu sekarang menahan napasnya, dia kembali bergerak maju untuk menyerang Evans.


"Bak!"


"Bak!"


"Bak!"


Entah sudah berapa kali mereka bertukar serangan di sana, tetapi masing-masing dari keduanya sama-sama masih belum dapat memberikan luka.


"Gerakannya saja masih lambat dan sama seperti sebelumnya, tetapi kenapa bisa semua ini terjadi?" Laurent sekarang berdecak kesal, dia harus kerepotan hanya untuk menyerang dan bertahan dari serangan balik Evans.


Laurent yang sudah tidak tahan lagi lalu mengeluarkan aura anginnya dan menekan Evans untuk mundur kebelakang.


"Hanya melihatnya dari luar saja, dia terlihat sangat lemah tetapi kenapa aku harus menggunakan ini? Brengs*k!"


[ Sky Nights Arrow Blades Works ] [ B ]


Laurent sekarang memegang sebuah senjata panah yang juga memiliki sebilah pedang disisinya. Panah itu berwarna gelap dan keunguan, juga ada sedikit warna aura hitam setelah pedang itu keluar dari inventori Laurent.


"Setelah melawan anjing besar itu menggunakan ini. Aku juga harus menggunakan senjata ini untuk melawan bocah di hadapanku?" Tatapan mata Laurent begitu dingin memperhatikan Evans dari atas sampai ke bawah.


Evans yang melihat Laurent mulai serius karena mengeluarkan senjatanya kemudian hanya bisa menahan napasnya, dia sekarang merasakan perasaan yang berbeda dengan yang sebelumnya, aura di sekitar Laurent begitu tampak berbeda membuatnya lebih menakutkan lagi.


Laurent sekarang tersenyum lebar sembari memegangi senjatanya dan berlari dengan kecepatan penuhnya.


"Trang!" Kedua senjata mereka kemudian bertemu.


Evans yang menerima kuatnya serangan dari Laurent hanya bisa mundur beberapa senti kebelakang, sekali lagi pedang keduanya bertemu dan membuat Evans harus mundur puluhan senti kebelakang.

__ADS_1


"Trang!"


"Trang!"


Evans hanya bisa berdecak kesal, kali ini Laurent lah yang terlihat tidak serius dia berkali-kali sudah berhasil mementalkan tubuh Evans puluhan senti kebelakang.


Evans juga mengetahui setelah pertukaran kembali empat serangan dengan Laurent, katana kristal miliknya sudah menunjukkan tanda-tanda retakan.


Evans sekarang sudah bisa dikatakan kalah melawan Laurent, hanya tinggal menunggu waktu saja untuk Laurent bisa menghancurkan pedangnya.


Evans lalu menghela napas dengan pelan tidak ada pilihan lain jika dia harus menunjukkan skill kelas ( A ) miliknya sekarang.


Evans kemudian mundur beberapa langkah kebelakang untuk mengambil jarak dengan Laurent.


< Swords Energy > < A >


Banyak butiran-butiran cahaya mana yang sekarang berkumpul dan masuk ke dalam pedang kristal milik Evans dan membuatnya bercahaya sangat terang, hal ini membuat Laurent hanya bisa mematung ditempatnya.


"Itu kan... Skill kelas ( A ), bagaimana bisa..."


Tangan Laurent begitu bergemetaran saat menunjuk kearah Evans. Mulutnya membuka dan menutup bahkan berulang kali.


Beberapa detik kemudian Evans melepaskan semua mana yang sudah berkumpul ke dalam katananya kearah Laurent.


"Apa kau pikir yang memiliki skill kelas ( A ) hanya dirimu saja?"


< Mouth of 7Deadly Sins: Gluttony > < A >


Sebuah kotak raksasa yang berwarna hitam dengan banyak sekali darah segar yang menetes dan berjatuhan kebawah tiba-tiba saja muncul di belakang Laurent.


Kotak ini memiliki mata bulat yang terang dan begitu besar, ditambah mulutnya yang sangat kecil sekali ada dibawahnya. Mulut ini sekarang tersenyum dan menjadi sangat lebar setelah gelombang raksasa semakin mendekat.


Gelombang mana yang tadinya mengarah ke Laurent, sekarang begitu saja melewatinya dan dengan cepat sekali, Kotak itu langsung melahap dan mengunyahnya dengan rakus seluruh gelombang cahaya yang Evans keluarkan.


Senyum lebar dan kepuasan sangat terlihat sekali pada kotak raksasa itu, kotak itu juga menjulurkan lidahnya dan berkali-kali menggerakkannya di depan Evans, dia terlihat sangat menikmatinya.


Evans yang melihatnya dari jauh hanya dapat terdiam dan mematung di tempatnya berdiri sekarang.


Semua cahaya dari ledakan skill < Swords Energy > nya sekarang pergi menghilang begitu saja. Laurent yang menyaksikannya hanya tertawa dengan keras, dia juga jadi mengerti asal ledakan yang membuatnya penasaran sebelumnya.


________________

__ADS_1


[ Skill Card : A ]


Mouth of 7Deadly Sins: Gluttony.


Salah satu dari tujuh dosa besar yang dimiliki manusia, ketamakan.


Memanggil sebuah makhluk aneh yang menggambarkan ketamakan besar dalam diri manusia, dia melahap apapun yang ada disekitarnya dengan cepat dan tanpa meninggalkan sisa sedikitpun.


Skill ini mengonsumsi mana point anda sejumlah 50 dan mengembalikan mana anda setengah dari apapun yang ditelannya.


Cooldown skill : 5 min.


________°_________


.


.


.


[ +100 MP ]


"Pantas saja sangat lama benda ini untuk menelannya, dia ternyata menggunakan jumlah mana yang luar biasa untuk membuatnya.


Sebenarnya seberapa banyak stats poin INT nya? Jika saja dia dengan job seorang mage atau arcwizard pasti akan lebih berbahaya lagi."


Laurent kini melihat benda yang ada di belakangnya, kotak itu dengan perlahan menyusut dan menghilang berubah menjadi kehampaan, dia memerlukan lima menit lagi untuk kembali menggunakannya.


Sedangkan Evans sendiri, hanya tersisa satu kali lagi percobaan untuk menggunakan skill kelas ( A ) itu karena mana nya yang hanya tersisa sejumlah 50 dilayar statusnya.


Evans dan Laurent masih belum bergerak dari tempatnya berdiri sekarang, mereka terlihat saling melihat cukup lama satu sama lain.


Mereka tidak ingin bergerak terlebih dahulu karena mencemaskan jika ada dari pihak lawannya yang masih memiliki beberapa trik atau skill tersembunyi dan masih belum ditunjukkannya.


Laurent yang melihatnya kemudian melihat kesempatan ini untuk bertanya kepada Evans hal yang sudah mengganggu pikirannya sejak lama.


"Itu adalah skill kelas ( A ) milik kami... Bagaimana bisa kau mendapatkannya, atau kau adalah orang yang mengambil keenam kartu skill kelas ( A ) itu?"


Kedua mata Evans sedikit naik setelah mendengarkannya.


Jadi skill ini milik mereka, siapakah mereka ini sebenarnya dan kenapa sampai menyembunyikan sebuah kartu skill dengan kelas ( A ) di dalam buku. Apa yang menjadi tujuan mereka ini sebenarnya.

__ADS_1


+++++


__ADS_2