Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 69 |


__ADS_3

Chp. 69 Level 11 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(4).


Luar biasa inilah yang diharapkan dari seseorang dengan job swordsman mereka sangat hebat dalam memilih pedang sebagai senjatanya. Terbukti dari senjata Lan Suzi saat ini dan juga yang diberikannya kepada Evans, keduanya sangat cantik dan juga tajam.


Lan Suzi yang mendengarkan kemudian merasa tersanjung, dia lalu menceritakan bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan pedang kristal ini.


"Pedang ini adalah pedang kesayanganku dulunya. Aku mendapatkannya dengan..." Lan Suzi begitu antusias saat bercerita.


Sembari bercerita mereka berdua melanjutkan kembali perjalanan dan berkeliling seluruh area Lantai Ketiga mencoba mencari tahu keberadaan Bam.


**


Mereka berdua akhirnya sampai di Tower Lantai Keempat, sekali lagi Evans juga berburu monster-monster di sini.


Mereka menghabiskan waktu sampai dua jam lebih di sini, setelah memastikan tidak ada tanda keberadaan dari Bam mereka akhirnya melanjutkan perjalanan ke Tower Lantai Kelima dan meninggalkan area yang hanya di kelilingi savana ini.


Sampai di Tower Lantai Kelima, Evans dan Lan Suzi segera disambut dengan gerombolan monster berjenis goblin. Mereka sangat banyak bahkan mungkin ada sekitaran tiga puluh lebih.


"Kenapa di setiap lantai selalu ada goblin, sih?" Lan Suzi berdecak kesal, dia sekarang turun tangan dan ikut membantu Evans untuk mempercepat perjalanan mereka.


Membunuh para goblin ini tidak akan mendapatkan banyak peningkatan exp dan hanya membuang-buang tenaga dan waktu saja. Evans yang mengerti hal ini kemudian membiarkan Lan Suzi untuk ikut membantu.


**


"Bukankah Kita hanya perlu melarikan diri saja." Evans bertanya setelah melihat Lan Suzi yang membantai lebih dari puluhan goblin dengan napas yang sekarang memburu.


"Huff... Huff... Kau benar, lalu... Kenapa Kau tidak bilang dari tadi!" Lan Suzi menyarungkan kembali pedangnya dan mulai berlari meninggalkan para goblin diikuti dengan Evans dibelakangnya.

__ADS_1


Sebenarnya Evans memang sengaja memberitahukan hal ini disaat terakhir, dia bahkan tersenyum disela pertarungan melihat Lan Suzi yang sedang berusaha keras untuk secepatnya mengakhiri pertempuran.


Sedangkan Evans sendiri malah bersantai dan mengalahkan goblin seadanya saja, hanya mengambil yang paling dekat dengannya. Mungkin semua ini dilakukan Evans hanya untuk hiburannya semata.


Tetapi meskipun begitu Evans juga sedikit terheran kenapa sebelumnya Lan Suzi tidak terpikirkan untuk lari dan meninggalkan gerombolan goblin ini.


**


Setelah keduanya merasa cukup jauh dengan gerombolan goblin tadi, mereka beristirahat di bawah salah satu pohon. Evans melihat Lan Suzi yang sepertinya frustasi sekaligus marah, hal ini jelas terlihat dari wajahnya yang agak kusut dan juga melotot.


"Apakah Kita perlu beristirahat sebentar, Kau terlihat sangat kelaparan sekarang." Evans bertanya dengan sedikit menaikan salah satu alisnya.


"Tidak. Kita masih akan lanjut sebelum matahari tenggelam, Kita harus sampai di Lantai Keenam secepatnya."


"Kenapa harus di Lantai Keenam lihatlah wajahmu sekarang-- Jangan bilang Kau ingin pergi ke sana karena ingin menikmati objek wisata di sana." Evans melihat Lan Suzi cukup lama, tidak ada jawaban yang keluar darinya.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan setelah duduk cukup lama untuk mengisi ulang stamina. Sejak keduanya memasuki Tower mereka belum pernah sekalipun beristirahat walaupun sekedar duduk atau minum seperti sekarang.


Sejak dari Lantai Pertama juga Evans selalu bertarung dengan monster-monster yang menghadang perjalanan mereka.


Lan Suzi sendiri dibuat terkejut dengan stamina yang dimiliki Evans, padahal dia selalu terlibat pertarungan tetapi tidak menunjukan kelelahan di wajahnya, sangat berbeda dengan dirinya yang sudah mulai merasakan lelah dan pegal-pegal di seluruh tubuhnya.


Sekali lagi Evans dan Lan Suzi melanjutkan perjalan mereka untuk mencari keberadaan Bam. Lan Suzi berjalan paling depan dengan Evans di belakangnya.


**


"Ahh... Akhirnya, Kita sampai juga... Haah... Tempat ini sangat banyak disebut-sebut semua orang, tempat yang dikenal dengan keindahan alamnya dan suasananya yang menyenangkan. Tempat yang paling banyak digunakan para player untuk berlibur, Pinewood Campsite." Lan Suzi tersenyum lebar saat mengatakannya.

__ADS_1


Mereka akhirnya sampai di Lantai Keenam setelah menelusuri seluruh Lantai Kelima dan tidak menemukan tanda keberadaan Bam juga di sana.


Lan Suzi meregangkan tubuhnya setelah berkali-kali menarik udara segar masuk melalui lubang hidungnya dan membuat suara menghela napas yang panjang, sepertinya dia sangat menantikan perjalanan mereka di Lantai Keenam ini.


Baru pertama kali Evans sampai di Lantai Keenam, dia juga sedikit penasaran tentangnya. Sepertinya tempat ini biasa digunakan para player untuk beristirahat dan juga mereka menyebutnya sebagai tempat liburan terbaik di dalam pulau.


Area di lantai ini dikelilingi dengan hutan pinus dan pegunungan hijau yang terbentuk dari tiga gunung api yang bergabung menjadi satu. Para player mendirikan tenda, membangun perkemahan dan juga banyak sekali pondok kayu ditemukan.


Pondok-pondok kayu ini menyediakan makanan dan juga tempat menginap dengan harga yang bervariasi.


Tetapi yang paling terkenal di sini adalah pemandian air panasnya. Pemandian air panas ini dibangun sangat besar dan mewah di bawah kaki gunung dan memanfaatkan belerang yang berasal dari pegunungan.


Evans kemudian mengikuti Lan Suzi dari belakang, mereka menuju salah satu pondok ketimbang perkemahan. Dalam perjalanan Evans melihat banyak sekali player yang berpakaian seragam.


Lan Suzi mengatakan jika mereka adalah para penjaga di sini, "Merekalah orang-orang yang membuat monster di lantai ini menghilang. Singkatnya, mereka sepertinya dibayar untuk melindungi tempat ini dari para player yang berniat buruk dan membunuh monster-monster yang terus menerus revive."


Evans sedikit kagum setelah mendengarnya, melihat tempat yang dipenuhi banyak monster menakutkan dapat diubah menjadi tempat hiburan paling menyenangkan. Mereka melakukan bisnis dengan sangat baik di sini.


**


Evans akhirnya dapat bernapas dengan lega setelah sampai di penginapan salah satu pondok kayu di sana. Mereka memesan kamar yang terpisah, sekarang Evans sedang duduk di ranjang yang empuk dan nyaman.


Evans terlihat sedang memikirkan sesuatu, dia duduk dengan menyilangkan kaki menatap ke arah luar jendela. Evans menghela napas pelan, "Tidak ada aura ungu juga di sini." Dia sedikit menyayangkannya tetapi bug memang sulit untuk ditemukan.


Mengingat kembali perjalanan dari Lantai Pertama sampai saat ini, bug yang ditemukan hanya ada di Lantai Kedua saja, hal itu juga adalah rongsokan mobil yang sudah karatan dan terabaikan lama di bawah pohon.


"Aku sedikit penasaran bug seperti apakah itu. Baiklah sepertinya tidak ada pilihan lain lagi, setelah nanti uangku terkumpul. Aku akan mencoba untuk memperbaikinya. Ah, dan juga ada sesuatu yang aneh di dalam danau."

__ADS_1


Sebelum Evans mengingat kembali lebih jelas apa yang sebenarnya dia lihat, pintu kamarnya diketuk dengan keras dua kali oleh suara yang familiar dan memanggilnya.


__ADS_2