
Chp. 49 Level 7 : Mengembalikan Bam(2).
Mereka semua akhirnya masuk ke dalam bersamaan dengan Lan Suzi yang mengikuti juga rombongan di belakang.
Di Lobby Asrama Lan Suzi disuguhkan dengan teh dan makanan untuk tamu tetapi Lan Suzi tidak melihat hal ini dan hanya melirik kearah Bam.
"Jadi bagaimana Nak Suzi?" Hendra akhirnya bertanya kepada Lan Suzi setelah lama menatap Bam.
Lan Suzi hanya menghela napas dengan menggeleng, "Aku sama sekali tidak menemukan hasil. Perpustakaan Besar dalam Tower, Toko Skill bahkan teman-temanku... Semuanya menjawab dengan tidak tahu..."
Lan Suzi sebenarnya yang menyarankan Hendra untuk membawanya ke tempat Healer terkenal bahkan Saint juga, tetapi hanya mendapatkan jawaban jika ini semua adalah perbuatan dari Skill seseorang.
Setelah Evans bertemu dengan seluruh Anggota Paguyuban Usaha Tani dan mengatakan jika dirinya baik-baik saja, Evans memilih duduk di samping Hendra bersamaan dengan ketiga sahabatnya yang lain.
Evans juga ingin mendengarkan sejauh mana penyelidikan dari Lan Suzi, mereka semua akhirnya membahas masalah ini sampai akhirnya matahari tenggelam.
Evans sedikit terkesan saat mendengarkan Lan Suzi yang berusaha keras sampai seperti itu, dia bahkan sampai berkeliling ke luar kota untuk mengumpulkan informasi.
Raut wajah mereka terlihat kusut semuanya kecuali Didi, mereka berlima tidak dapat menemukan solusi pada akhirnya bahkan sampai salah satu orang dari mereka tertidur.
Mereka berlima sudah berada di sana sangat lama, sampai akhirnya Lan Suzi berpamitan untuk pergi dan berjanji akan berkunjung lagi esoknya.
"Baiklah sampai jumpa Kak Suzi, Dah!"
"Hati-hati di dalam perjalananmu nantinya..."
"Jika melihat tampang yang mirip dengan Didi segera berlari Kak!"
Mereka bertiga kembali duduk setelah memberikan perpisahan dengan Lan Suzi sebaliknya Hendra sudah pergi sedari tadi tanpa sepatah katapun.
"Bangunlah..."
"Ayolah, bangun... Semuanya sudah pergi bangunlah kau Evans!"
"Plak."
Didi yang menggoyangkan tubuh Evans dengan lembut pada awalnya kemudian menjadi tidak sabaran dan menepuk bahu Evans lumayan keras.
"Tidak kusangka kau malah tertidur di sini, kami semua bahkan menguras otak kami sampai kering dan kau hanya berpikir pada saat awalnya saja. Aarrgh..."
Evans terbangun dan mendengarkan Didi yang protes kepadanya, Evans sendiri terheran saat menemukan dirinya mengantuk dan merasakan seluruh tubuhnya berat dan perlahan jatuh terlelap.
Meski begitu Evans merasakan sedikit terganggu saat mendengarkan Didi yang berkomentar, sedangkan Evans melihat sendiri jika Didi selalu pasif bahkan terlihat kesulitan untuk mengikuti arah pembicaraan mereka.
"Kau sendiri saja tidak berpikir pada awalnya."
__ADS_1
"Kau bilang apa tadi?"
**
Esoknya bahkan setiap hari selama hampir seminggu Lan Suzi terus menerus mengunjungi mereka, meskipun tidak ada perkembangan yang berarti di sana tetapi mereka masih tetap percaya.
Evans juga sudah menemani Lan Suzi sampai berkeliling di seluruh Kota Excel, sekarang dirinya terpikirkan sesuatu dengan duduk termenung di sana dan berpangku tangan.
Sampai akhirnya hari kedelapan, Evans yang tidak memiliki pilihan lain mulai memberikan apa yang kemarin dipikirkannya.
Hanya ini satu-satunya cara yang tersisa tetapi apa yang dipikirkannya cukup beresiko, Evans terpaksa memberitahukan hal itu kepada Lan Suzi karena hal ini patut untuk dicoba menurutnya.
"Kak Suzi kurasa kita harus membawa Bam ke dalam Tower."
"Hah?! Apa maksudmu? Kenapa kita harus membawa Bam kedalam Tower?" Lan Suzi mengernyitkan dahinya berpikir ide yang Evans pikirkan adalah hal yang sangat bodoh.
Bagaimana bisa mereka membawa Bam ke dalam Tower yang penuh dengan monster, sedangkan kondisi Bam yang sekarang sedang tidak dapat untuk bertempur.
Evans yang sudah tahu jika idenya itu akan ditolak kemudian segera memberitahukan alasannya kepada Lan Suzi.
Evans berpikir jika mereka pergi ke dalam Tower pasti akan membantu Bam untuk mengingat sesuatu di sana, kemudian dengan perlahan ingatannya akan kembali dan berangsur membaik meskipun semua ini masih belum terbukti.
"Evans... Semua ini masih..." Lan Suzi terlihat masih meragukan Evans, dia menggaruk rambutnya dan mencoba untuk membuat alasan untuknya.
"Tidak ada salahnya jika mencoba meski hanya di Lantai Pertama, apalagi tempat ini juga sangat spesial untuknya."
Lan Suzi harus berpikir dulu untuk sejenak sebelum mengangguk menyetujui ide darinya.
"Baiklah kurasa tidak ada salahnya jika mencoba, segera bersiap kita akan berangkat ke dalam Tower Lantai Pertama sekarang!"
Evans hanya menganggukkan kepala setelah mendengarnya, dia lalu berdiri dan bersiap untuk menyiapkan perlengkapan dirinya dan juga untuk Bam.
Karena Lan Suzi telah membuat keputusannya, dirinya sekarang pergi untuk meminta ijin kepada Hendra.
Mereka berdua akhirnya pergi dengan tujuannya masing-masing.
.
.
.
Evans dan Lan Suzi sekarang telah sampai di Katedral, keduanya langsung menengok Bam di belakangnya tetapi masih tidak menemukan sedikitpun perubahan padanya.
Lan Suzi yang tidak tahan melihat Bam akhirnya berjalan dengan menarik tangannya dengan maksud mempercepat langkahnya yang seperti siput itu.
__ADS_1
Evans lalu melihat dua buah layar muncul ketika mereka mendekati Kristal Biru di sana.
Melihat Lan Suzi yang pergi terlebih dahulu tanpa melihatnya kemudian membuat Evans mengikutinya.
______________
[ Billboards ]
Sammuel Jefferson. Score : 102.500
Massa Koujiro. Score : 98.700
Vincent Adney. Score :
...
______°_______
[ Level 1, Biaya 10 koin. Apakah Anda yakin? ]
.
.
.
Evans dan Lan Suzi akhirnya dapat bernapas lega saat melihat sedikit perubahan dari Bam.
Matanya berulang kali berkedut dan menggenggam pedang yang berada di pinggangnya.
Melihat sedikit harapan muncul itu, Lan Suzi segera meraih kembali tangan Bam dan mengajaknya berkeliling dengan diikuti oleh Evans dari belakang.
Mereka bertiga berburu monster di Lantai Pertama sampai ke ujung dan sesekali melihat kearah Bam dengan keheranan.
Mereka berdua tidak percaya jika Bam bisa bergerak dan menebas monster-monster di Lantai Pertama sendirian dengan kondisinya yang saat ini.
Bagaimanapun ini adalah yang pertama kali Bam dapat bergerak sendiri sesuai dengan kemauannya sendiri.
Waktu sepuluh tahun yang digunakannya di Lantai Pertama pastinya sangat membekas dan menciptakan memori tersendiri baginya.
Melihat Bam yang sudah membunuh semua monster di Lantai Pertama, mereka kemudian melanjutkannya ke Lantai Kedua dan sekali lagi Bam dapat bergerak sendiri sesuai nalurinya, dia sekarang menghajar monster-monster yang ada di Lantai Kedua.
__ADS_1
Hal yang serupa akhirnya terjadi di Lantai Kedua mereka bertiga sudah berada di ujung dari Lantai ini, langit di dalam Tower juga sudah sore mereka kemudian memutuskan untuk mengakhiri perburuan sampai di sini.
Sebelum kembali pulang Evans akhirnya teringat akan Malika, tanaman yang sudah dianggapnya anak sendiri itu entah bagaimana kabarnya sekarang.