Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 3 |


__ADS_3

Chp. 3 Job Class.


Setelah ceramah singkat dari Instruktur Henri, para assisten segera maju ke depan dan mengambil alih barisan. Masing-masing assisten instruktur bertanggung jawab mengawasi 2 orang.


Apakah terlalu banyak? Assisten Instruktur ini bahkan bisa mengawasi puluhan orang sampai ratusan kadet. Tetapi dengan pembagian seperti ini, diharapkan setiap calon player dapat berkembang lebih maksimal.


"Saat pelatihan dimulai, kami tidak ingin mendengar ucapan selain, Siap Pak-!"


"Kalian juga tidak diperbolehkan berbicara ataupun menjawab apalagi membantah. Akan ada waktunya kalian dipersilakan bertanya. Dan sekarang adalah saatnya, silakan angkat tangan kalian."


Semuanya telah dijelaskan dengan cukup jelas. Akhirnya pembagian kelompok dibuat, mereka masing-masing menuju ke satu Assisten Instruktur sesuai pilihan para calon player sendiri.


Dari dua puluh orang yang sedang berbaris itu, Evans mengenal seseorang pemuda yang sebaya dengannya. Evans lanjut membuntutinya dari belakang, mereka menuju ke salah satu Assisten Instruktur di sana.


Assisten Instruktur itu mengenalkan namanya, dan menyuruh mereka untuk memperkenalkan nama masing-masing.


"A-Aku, Aku adalah Eric, E-Eric Wilfreed." Eric menjawab dengan gagap.


"Namaku Evans Mallory." Evans menjawab dengan satu tarikan nafas singkat.


Sang Assisten Instruktur tidak menunjukan ketertarikan setelah mereka menyebutkan namanya, dia hanya menyuruh mereka untuk mengikutinya.


Mereka menuju ke tempat fasilitas kolam renang, latihan singkat pagi itu adalah berenang.


**


Evans dan Eric sekarang berada di ruang ganti. Setelah berganti dengan celana renang Evans lalu menyapa Eric, dirinya baru tau jika teman sekolahnya sekaligus sahabatnya dari kecil itu, juga ikut terpilih menjadi player.


Eric adalah seorang pemuda berambut hijau, rambutnya selalu menutupi kedua matanya. Dia selalu berjalan menunduk melihat ke bawah dan selalu mengeluarkan aura yang tidak bersahabat. Tubuhnya sangat kurus bahkan seperti berkulit tulang saja.


"Kau juga menjadi player."


"Cih." Itulah reaksi pertamanya, entah kenapa hubungan mereka berdua menjadi menjauh dan semakin terlihat aura permusuhannya.


Assisten Instruktur kemudian memberikan perintah untuk mereka memutari kolam renang sebanyak sepuluh kali dalam waktu sepuluh menitan, keterlambatan satu menit akan menjadi hukuman satu putaran lagi.


Eric dan Evans akhirnya tidak berhasil menyelesaikan latihannya, mereka mendapat hukuman dan berakhir menyelesaikannya menjadi 21 putaran.


"Huff... Huff..." Napas yang memburu keluar dari pemuda berambut hijau. Sedang satu orang lagi terlihat santai, dia tersenyum tipis seolah menggoda Eric.


Setelah selesai istirahat, mereka melanjutkan latihan hingga jam makan sarapan tiba.


**


Dua puluh calon player sekarang memasuki sebuah ruangan belajar, di dalam ruangan itu berisi meja dan kursi panjang, papan white board besar dan proyektor yang menggantung di atap.


Di depan mereka sekarang ada Instruktur Henri dan temannya yang menggunakan jas lab putih.


"Ku tak menyangka kalian akan memasang wajah yang kelelahan." Kata Instruktur Henri dengan ekspresi kecewa.


'Bukankah ini karena latihan yang kau berikan?' Batin seisi ruangan.


"Instruktur Henri, Kau terlalu keras. Biarkanlah mereka beristirahat sejenak lihatlah wajah mereka." Kata seseorang dengan jas lab. Dia berkata akan memberikan waktu lima belas menit kepada calon player untuk beristirahat di kelasnya.


Instruktur Henri yang mendengarnya, melotot geram. Dirinya seakan tersambar petir mendengar perkataan yang absurd, keluar dari mulut sang profesor.


'Hi-Hiih. Kenapa pria ini sangat ingin menyiksa mereka?' Batin pria dengan jas lab, dia ketakutan saat melihat Henri yang melotot kearahnya.


Evans tiba di kelas dan duduk di meja paling belakang bersama dengan Eric. Evans menghiraukan tatapan Eric yang menyuruhnya untuk jauh-jauh darinya. Sebaliknya, Evans menganggap ini sebuah kesempatan untuk mengembalikan hubungan mereka seperti dulu.


Semua orang memanfaatkan waktunya dengan melakukan sesuatu seperti tidur, makan cemilan, atau mengobrol dengan teman sebangkunya seperti yang dilakukan Evans sekarang.


Evans sedang mengobrol satu arah bersama Eric, kemudian mendengarkan pembicaraan dari orang-orang di sekitarnya setelah cukup lama tidak mendapatkan balasan darinya.


"Ah, lelahnya. Latihanku dari tadi hanyalah push up, sit up dan lainnya."


"Kau itu masih lumayan, latihanku sedari tadi hanya bersepeda. Huff..."


Sepertinya setiap Assisten Instruktur memiliki metode pelatihan yang berbeda-beda.


**


Lima belas menit akhirnya berlalu. Seorang ahli kini memperkenalkan dirinya sebagai Prof. Rise, seorang peneliti terkenal karena teori-teori yang dikemukakannya.


Banyak yang tidak percaya dan menganggapnya gila, tapi tidak butuh waktu lama. Penelitiannya perlahan-lahan mulai terbukti dan sekarang digunakan oleh pemerintah dari berbagai dunia.

__ADS_1


Semua orang menyimak informasi yang disampaikan oleh Prof. Rise, selama tiga jam dirinya telah menyampaikan banyak ilmu tentang Tower, player dan monster. Tidak lupa banyak hal basic disampaikan pada calon player.


Dalam Tower para player akan mendapatkan sebuah job dengan tingkatan yang berbeda untuk masing-masing orang.


[Tingkatan untuk job yaitu.]


1. Legends Class


2. Epic Class


3. Rare Class, dan


4. Common Class


Para player di dalam pulau menggunakan mata uang yang disebut koin. Koin-koin ini sangat bernilai dan dapat diperoleh dengan melawan monster, perdagangan dan jasa di sana.


Koin dapat digunakan untuk membeli makanan, item, skill card dan berbagai hal lainnya yang dijual dalam pulau.


Di dalam pulau, player harus bekerja sesuai job mereka. Seperti Miner (Common Class) mereka harus bekerja menjadi penambang di dalam pulau untuk mendapatkan koin.


Atau Warior (Rare class) mereka harus bekerja di dalam Tower, berpetualang di sana dan membunuh monster-monster untuk mendapatkan koin.


Banyak sekali job-job dalam pulau yang mengadaptasi dunia nyata, jika tidak ada fasilitas untuk mereka mendapatkan koin, maka mereka akan menciptakannya sendiri. Dan seperti itu, sampai akhirnya seluruh pulau kini dipenuhi dengan kota dan lainnya.


Tapi ada juga job yang di luar nalar, job ini banyak ditemui dalam game atau cerita dongeng dan legenda.


"Semua hal itu tercipta dengan bantuan yang para player sebut, Sistem." jelas Prof. Rise, dia memandang semua wajah muridnya yang kini tampak kusut.


'Sepertinya akan butuh waktu lama.' Prof. Rise tersenyum melihat hal itu. Sekarang Prof. Rise lanjut menjelaskan bagian yang penting.


"Stigma" Kadang disebut sebagai bakat (Talent), Sebuah anugrah atau turunan (Gift) semacam itu. Yang pasti "Stigma" melekat pada diri seorang manusia sebelum dirinya dilahirkan dan akan terlihat jelas saat mereka memasuki pulau, menjadi seorang player di sana.


"Stigma" Sangat jarang sekali dijumpai, hanya ada beberapa player yang memilikinya bahkan jumlahnya masih dapat dihitung dengan jari. Karena stigma tidak dimiliki semua orang, maka Prof. Rise tidak membahasnya lebih lanjut.


"Jika job dan koin yang paling penting, kenapa kita harus melakukan pelatihan?" Tanya seorang yang duduk dibarisan paling depan.


Sebelum menjawabnya, Prof. Rise menarik napas yang panjang, "Karena di sana ada yang disebut sebagai player stats..."


[Ada empat "Stats" player di sana.]


Speed(SPD) \= Attack (ATK) player


Defense(DEF) \= Health point (HP) player


Intelegensi(INT) \= Mana point (MP) player


"Dengan pelatihan kalian akan menjadi lebih kuat, alhasil kalian akan mendapatkan stats bawaan yang banyak." Jelas Prof. Rise


Stats bawaan tidak dapat ditingkatkan jika calon player sudah ada di dalam pulau. Stats bawaan memiliki peran yang krusial, membedakan kemampuan setiap player di dalam pulau. Itulah yang melatar belakangi diadakannya pelatihan.


Dulu ada seorang tentara yang menjadi player, dirinya kemudian menjadi yang terkuat dari player yang memiliki level yang sama bahkan beberapa level di atasnya.


*Setiap player yang naik 1 level, stats mereka juga ikut naik (+5) seluruhnya.


*Setiap mencapai 10 level mereka akan mendapat (20) stats point.


*Stats poin dapat digunakan untuk mengisi stats yang ingin ditingkatkan.


Mungkin jika tidak dihentikan oleh Instruktur Henri, Prof. Rise akan tetap mengoceh dengan wajah antusiasnya. Hal itu membuat jengkel Henri yang melihatnya, "Kita pergi, Kita akan lanjut ke sesi berikutnya..." Henri memotong Prof. Rise


"Ah..." Prof. Rise hanya dapat menghela napas sedih.


**


"Huff. Jadi karena itu ya? Kenapa ini dipanggil, pelatihan di neraka."


"Benar hahaha, tiap detik rasanya seperti setahun."


Mereka lebih memilih latihan di lapangan, daripada duduk diam di ruangan kelas sempit itu.


"Kurasa Instruktur Henri lebih manusiawi hahaha." Ucap salah calon player yang di dengar dengan kuping tajam dari Sang Instruktur.


Hati kecil Henri seolah tersayat, dia memanggil semua Asistennya dan memberikan perintah, untuk meningkatkan latihan menjadi


mode: Iblis.

__ADS_1


Awalnya semua orang membantah tapi dengan satu tepukan kecil, membuat mereka semua serentak membubarkan diri. Henri hanya tersenyum melihat hal itu.


Di kejauhan nampak seseorang sedang berlari kecil menuju kelompok mereka. Dari bayangannya dia memiliki badan yang kekar dan tinggi. Henri yang melihatnya memiringkan kepala, seakan merasa tidak asing dengan wajahnya.


Pria itu kemudian mengangkat sebelah tangannya, dan memberi hormat pada Henri. Henri akhirnya mengerti siapa sebenarnya orang ini, dia adalah...


"Kapten Kopasus, Jeffrey Agler-!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Berikut beberapa job


Common Class


. Farmer


. Fisherman


. Accountant


. Security


. Tailor


. Miner


. Programer


dll


Rare Class


.Warior


.Swordsman


.Spearman


.Hunter


.Mage


.Healer


.Archer


.Alchemist


dll


Epic Class


.Assassin


.Knight


.Priest


.Wizard/Witch


.Warlock


.Necromancer


dll


Legends Class


.Warlord


.Punisher


.Sage


.Demon King

__ADS_1


dll


__ADS_2