
Chp. 64 Level 10 : Membuat Perusahaan Dan Menjadi Player Terkaya(2).
Beberapa orang dari Paguyuban Usaha Tani yang membantu Hendra adalah orang-orang yang sering membolos kerja, mereka mendapatkan hukuman dari Hendra untuk membantunya menerima tamu dari luar dan menyiapkan kebutuhan bahan pembangunan mereka selama beberapa bulan ke depan.
Sedangkan para anggotanya yang lain selama satu bulan ke depan akan mendapatkan liburan, mereka juga telah mendapatkan uang yang cukup banyak dari Hendra.
Tiga bersaudara ini ternyata telah meninggalkan pesan untuk Evans melalui Hendra, dan sepertinya Anton tidak mengetahui jika Evans masih belum mendapatkan pesannya. Sehingga Anton main langsung pergi begitu saja saat bertemu dengannya.
"Temuilah mereka di sana, begitu katanya. Sekarang Kau sudah mengetahuinya, apa yang ingin Kau lakukan?"
Evans terdiam sebentar memikirkannya. Tidak ada yang bisa dilakukan Evans meskipun di sini juga, dia berpamitan dan berbalik pergi meninggalkan Hendra.
Melihat Evans menutup tirai pintu masuk tendanya, Hendra menghela napas panjang. Hendra merasa keputusan yang telah dibuatnya sudah sangat tepat.
Semua orang mengalami hari yang buruk karena Bam, mereka juga telah bekerja terlalu keras mengikuti keinginan Hendra, jadi sudah sepantasnya mereka mendapatkan liburan.
"Huff... Aku memberikan mereka semua pekerjaan yang terlalu berat selama ini. Mereka pantas untuk mendapatkan liburan meski hanya untuk satu bulan saja, dan setelahnya--" Raut wajah Hendra yang sebelumnya tampak menyesal dengan menatap langit sekarang beralih menatap tangannya.
"Aku akan menggunakan alasan itu untuk membuat mereka bekerja keras dua kali lebih berat nantinya hahaha!" Hendra mengepalkan tangannya, dia tertawa dengan keras sampai suaranya menggema ke seluruh ruangan.
**
Evans pergi ke arah yang ditunjukkan Hendra, dia ingin menemui tiga bersaudara atau yang lainnya. Tetapi baru beberapa langkah dirinya berjalan keluar dari tenda, Evans menangkap sesuatu yang terbang di udara. Sebuah kertas dengan tulisan "Agensi A-News!" tertera di baliknya.
Evans kemudian melihat asal tempat kartu nama ini dilempar, dia menemukan Andy yang tersenyum lebar di sana.
__ADS_1
Andy sepertinya telah menunggu lama dirinya di luar tenda. Andy tidak datang kemari sendirian, dia ditemani dengan kru dan anak buahnya dari kantor industri beritanya.
Kru dan anak buah Andy terlihat sedang sibuk dengan mengambil gambar dan mewawancarai beberapa orang di sana, mereka meninggalkan Andy sendirian bersama dengan Evans di sana.
"Selamat pagi Tuan." Andy menunduk pelan dan memberikan salam saat melihat Evans, dia juga melemparkan kartu namanya ke udara.
Evans tidak mengerti sikap Andy yang selalu melemparkan kartu namanya setiap kali mereka bertemu, sepertinya Andy masih tetap berusaha merekrut Evans sebagai talent-nya.
"Organisasi ini sudah bukan lagi organisasi yang kecil dan miskin seperti sebelumnya, apakah Tuan sudah melihatnya di berita? Kalian semua membuat heboh banyak orang sekali lagi hahaha." Andy tertawa kecil.
Sebuah berita yang belum pasti ini, tiba-tiba saja muncul dan menyebarkan desas-desus bahwa kekayaan organisasi dari Paguyuban Usaha Tani, sebenarnya berjumlah lebih dari ratusan ribu koin.
Kantor industri berita yang pertama kali mempostingnya adalah LambeGossip! Mereka sendiri juga dibuat terkejut dengan kebenarannya.
Semua orang yang membacanya tidak habis pikir lagi, mereka kebingungan mencari tahu di mana sebenarnya uang-uang ini berasal. Semua orang telah salah menganggap jika selama ini organisasi Paguyuban Usaha Tani tidak memiliki apapun.
Mereka makan dan minum di restoran bintang lima yang jarang orang-orang bisa membayar untuk makan di sana. Besoknya mereka membangun ulang markas mereka dengan memanggil para orang hebat di bidangnya.
"Bagaimana kalian semua bisa sampai seperti ini? Perjuangan kalian pasti sangat berat. Atau mungkin, ada seseorang yang sangat besar di sini membantu kalian. Hm? Tapi siapa orangnya ya, Aku sangat penasaran?" Andy menyeringai menatap Evans.
Evans menyentuh keningnya saat mendengarkan, bagaimanapun juga Andy telah mendengarkan beberapa cerita tentang sedikit kekuatannya, "Jadi katakan saja apa keperluanmu ke sini."
Evans menatap Andy dengan cukup lama. Melihat hal itu Andy segera mungkin kembali menunduk meminta maaf, dia tidak ingin membuat Evans menjadi musuhnya. Andy hanya ingin membuat Evans menjadi satu bagian dengan agensinya.
"Sa, Saya tidak berani Tuan hahaha. Saya hanya ingin mengajak Anda untuk pergi minum dan mengobrol santai, yang jelas di sini bukanlah tempat yang tepat. Bisakah Anda ikut dengan saya, kumohon!"
__ADS_1
Karena Andy meminta untuk dapat berbicara sebentar dengannya, Evans kemudian menerimanya. Untuk urusan ketiga bersaudara itu bisa ditunda, lagipula urusan mereka bertiga mungkin hal yang kecil atau remeh.
Dan sepertinya apa yang akan disampaikan Andy lebih penting dan mendesak, dari mereka bertiga. Andy bahkan sampai menangkupkan tangannya.
Andy tersenyum lebar setelah Evans menjawabnya, dia kemudian membawa Evans berangkat menuju salah satu kedai kafe terdekat di sana, keduanya berangkat dengan mengendarai sebuah mobil.
**
Evans dan Andy sekarang telah sampai di sebuah Kafe mewah yang menyediakan sebuah ruangan meeting, keduanya sedang duduk dan saling berhadapan di sana. Mereka berada di sebuah ruangan meeting untuk dua puluh orang.
Ruangan ini sangat besar sekali, Evans bahkan tidak tahu kenapa Andy sampai melakukan hal seperti ini. Apakah pembicaraan mereka sangat penting sekali sampai melakukan hal seperti ini. Evans tidak mengerti dengan alasannya, tetapi dia masih tetap tenang dan datar seperti biasanya.
Mereka juga telah mengobrol cukup lama di sana, meninggalkan pesanan kopi mereka di atas meja dan memilih melanjutkan pembicaraan.
"Apakah semua yang Kau katakan ini adalah sebuah kebenaran. Aku masih belum percaya, apalagi semua yang Kau lakukan ini terlalu berlebihan jika disebut sebagai balas budi." Evans sedikit mengerutkan dahinya setelah mendengarkan Andy bercerita.
"Tentu saja Tuan, Aku bukanlah pria yang suka berbohong." Andy mulai tersenyum, dia telah menduga akan jawaban Evans yang seperti ini.
"Dengan ini bahkan Anda bisa saja menjadi player terkaya sedunia. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda ingin menjadi player itu? Aku tahu ambisi Anda pasti sangatlah besar! Semua hal yang kutakan tentang Anda masih sangat kecil atau terlalu remeh pastinya."
Andy terlihat sangat antusias saat bercerita, dia bahkan mengarang cerita sendiri tentang Evans yang sangat berambisi. Tentang perjalanan menaklukan seratus lantai Tower ataupun membuat namanya dikenal di seluruh daratan bahkan alam semesta.
Evans menggaruk pipinya yang mulai terasa gatal, bukankah dia sudah pernah bercerita jika dia bukanlah seseorang yang memiliki tingkat narsisme sampai seperti itu.
Evans sendiri tidak tahu lagi, bagaimana cara dia akan menjawab apa yang dikatakan Andy saat ini. Evans lebih memilih untuk diam saja dan membiarkannya untuk sementara.
__ADS_1