Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 90 |


__ADS_3

Chp. 90 Level 12 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(24) - Malam yang melelahkan.


"Lihatlah luka-luka ini semua, jika aku tidak kemari kau benar-benar akan tamat dan kehilangan sepuluh level mu."


Kakek Shigeo melihat semua tubuh Evans yang dipenuhi luka dengan tatapan kosong, dia merasakan sedikit iba dan lalu mengangkat salah satu tangannya.


< Grand Magic: Awaken Heal > < B >


Sebuah cahaya berwarna hijau perlahan muncul dan mengelilingi tubuh Evans sampai membuatnya terangkat di udara, cahaya itu menghilangkan semua bekas sayatan yang ada di tubuh Evans dan menutupnya.


Banyak butiran cahaya biru yang berasal dari tubuh Evans akhirnya kembali ketempat nya.


Keadaan tubuh Evans sekarang menjadi lebih baik dan tidak tembus pandang seperti sebelumnya.


Warna wajah yang sebelumnya pucat perlahan kembali seperti semula, suhu tubuhnya juga perlahan menjadi lebih hangat.


Kakek Shigeo yang melihat semua hal itu menjadi tersenyum, "Kurasa sudah cukup, kau akan baik-baik saja. Sekarang apa yang harus kulakukan?"


Kakek Shigeo melihat pemandangan sebuah kota yang hancur di depannya dan menghela napas panjang.


"Massa, bagaimana bisa semua ini terjadi... Bukankah kau berjanji akan membuat tempat ini menjadi lebih baik." Kakek Shigeo hanya memijat keningnya saat memikirkan janji yang dibuat oleh Massa Koujiro kepadanya.


"Sepertinya aku masih belum boleh pensiun ya?" Kakek Shigeo kemudian menatap tajam kearah langit.


...***...


Laurent sekarang berlari mendekati tubuh Rafus yang tergeletak dan masih belum bisa bergerak itu.


"Si bodoh ini masih belum bangun." Laurent hanya berdecak kesal saat melihatnya tiduran di atas tanah dan beristirahat memulihkan dirinya.


Laurent kemudian terpaksa harus menggendongnya untuk keluar dari lantai keenam. Sepuluh menit kemudian Rafus mulai membuka matanya karena merasakan angin yang berhembus sejuk terus menerus melewatinya.


Mata Rafus sekarang menjadi melebar karena mendapati dirinya sedang digendong oleh sahabatnya itu, mereka dalam perjalanannya untuk kembali ke markas.


"Apa yang kau lakukan di sini? Apakah kau sudah selesai dengan bocah itu? Bagaimana menurutmu dengan kekuatannya."


"Itukah yang kau tanyakan saat pertama kali terbangun dari tidur mu? Kau tidak akan berterimakasih kepadaku karena menolongmu?"


"Untuk apa hal itu, bukankah ini adalah tugas wajib dari seorang Wakil Guild Master?"


Laurent yang mendengarnya hanya menghela napas pelan, dia kemudian menceritakan semuanya apa yang terjadi saat bertarung dengan Evans.


"Jadi dia benar-benar sekuat itu?! Luar biasa! Pantas saja aku kalah melawannya bahkan sampai membuat wakil guild master kerepotan..." Rafus berdecak kagum saat mendengarnya.

__ADS_1


"Tetapi ada juga yang luar biasa selain dia."


"Apa itu?"


"Kita mendapatkan bantuan yang luar biasa dari seseorang, meskipun dia sudah mengumumkan pensiunnya lima tahun yang lalu. Tetapi sekarang, dia akan kembali dan akan membantu kita..."


"Jangan bilang dia adalah..."


"Kakek Legendaris Shigeo, Monster dari Generasi Kedua."


Rafus yang mendengarnya menjadi sangat bersemangat bahkan sampai berloncatan di punggung Laurent.


Shigeo adalah seorang kakak tingkat atau senior dari Massa Koujiro sekolah dulunya, mereka berdua adalah player yang berasal jepang.


Massa sangat menghormatinya, dia adalah player satu-satunya yang berhasil seimbang melawan generasi pertama.


Bukan hanya itu saja, Kakek Shigeo adalah seorang player dengan Dual Job pertama di dalam pulau, dia memiliki dua job dan seluruhnya adalah Epic kelas.


"Sekarang tidak akan ada yang berani melawan kita."


"Kau benar." Keduanya kemudian tertawa kencang bersamaan di sana.


"Player misterius dari lantai keenam itu, aku penasaran akan menjadi musuh atau teman, dia nantinya." Rafus tiba-tiba saja menjadi murung dan mengingat kembali bocah yang mengalahkannya itu.


"Haa... Mau dia itu adalah musuh atau bukan, yang pasti aku akan menjadi lebih kuat lagi sekarang hahaha." Rafus kembali dengan sifat cerianya itu.


"Kau benar." Laurent yang mendengarnya juga ikut tertawa dan bersemangat.


...***...


"Apa-apaan dia ini, kenapa dia bisa tertidur pulas di punggung seseorang. Apakah dia tidak merasakan kekhawatiran sama sekali?" Lan Suzi hanya bisa mengernyitkan keningnya saat melihat Evans yang mendengkur di sana.


Kakek Shigeo sekarang menggendong Evans di punggungnya, setelah dia menyembuhkan Lan Suzi yang sekarat dan hampir saja menghilang, Kakek Shigeo kemudian mengantarkan keduanya ke tempat pinggiran daerah pengungsian.


Kakek Shigeo sebenarnya tidak ingin mengantarkan Evans dan Lan Suzi ke sana karena akan membuatnya mencolok dan namanya juga akan dikenal publik sekali lagi, bisa jadi dia akan disalahkan di sini.


Tetapi Kakek Shigeo tidak bisa menyerahkan Evans kepada Lan Suzi yang baru saja sembuh dari lukanya.


Kakek Shigeo sendiri juga heran kepada Evans, padahal sudah disembuhkan dengan menggunakan skill nya tetapi kenapa dia masih juga belum terbangun, hal itu membuatnya menjadi ragu dengan jobnya pertama kali.


Lan Suzi sendiri setelah menerima pengobatan darinya, langsung bisa berdiri dan bahkan berjalan lalu kenapa Evans sangat berbeda, Kakek Shigeo hanya menggelengkan kepalanya.


"Kau tahu dia mungkin merasakan kelelahan yang luar biasa hohoho."

__ADS_1


"Tetapi tetap saja, dia tidak bisa begitu kepada seorang kakek. Apa lagi mantan player top seperti anda. Anda terlalu baik kepadanya Kakek Shigeo."


"Hohoho terimakasih dengan pujiannya nona muda."


Setelah perjalanan yang cukup lama itu, mereka berdua akhirnya bisa melihat tempat pengungsiannya.


Evans juga perlahan sudah mulai membuka kedua matanya, dia kemudian menguap di sana dan menemukan sepasang mata yang menatapnya dengan tajam.


Tetapi Evans hanya terdiam dan tidak mempedulikannya, dia sedikit terkejut setelah tahu jika dirinya sedang digendong.


Evans kemudian berterimakasih kepada Kakek Shigeo setelah diturunkan, tetapi dia hanya mengucapkan satu kalimat sederhana terima kasih dan langsung membuang muka untuk melihat tempat pengungsian.


"Ma, Maafkan atas ketidaksopanannya, dia masihlah newbie maklum saja ha-ha-ha. Dia baru sebulan di sini." Lan Suzi menunduk meminta maaf kepada Kakek Shigeo dengan tersenyum canggung.


Kakek Shigeo yang mendengar Lan Suzi mengatakan baru sebulan dia ada di sini kemudian menelan ludahnya dan berbalik melihat Evans dari atas sampai ke bawah.


Bakatnya sangat tidak normal, bagaimana bisa guild besar melewatkannya.


Tetapi setelah mendengar jobnya dari Lan Suzi, kakek itu hanya menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya.


Kakek Shigeo kemudian mengucapkan perpisahan kepada Evans dan Lan Suzi di sana, dia tidak bisa mengantarkan keduanya lebih lanjut lagi. Tetapi Kakek Shigeo memberikan kenang-kenangannya kepada mereka berdua.


Mereka berdua mendapatkan semacam token dengan bergambar sebuah Cawan di atasnya.


"Kalian berdua pasti sangat senang mendapatkannya sampai tidak bereaksi seperti itu hohoho."


Kakek Shigeo tertawa dengan sangat kencang membuat Lan Suzi sampai terpaksa mengikutinya, dia tertawa canggung di samping Kakek Shigeo.


Hanya Evans seorang diri yang tidak tertawa di sana, dia masih memandangi token itu dengan lekat-lekat seolah memikirkannya dengan serius.


Setelah Kakek Shigeo pergi berlawanan arah dengan mereka, Evans kemudian membuang benda itu karena penyimpanannya yang sudah penuh dengan berbagai rampasan barang-barang dari para bawahan penjahat yang dilawannya.


Lan Suzi sama sekali tidak menyadarinya karena saat itu dia sedang berbalik dan melambaikan tangannya kepada Kakek Shigeo.


Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanannya ke tempat pengungsian.


+++++


Jangan lupa tinggalkan like dan komen, Ok


(ノ`⌒´)ノ┫:・┻┻


Q: Mau nanya ngab, job lanjutan dari healer ada yang tau ngak? Soalnya job yang bener si kakek legend itu

__ADS_1


__ADS_2