Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 55 |


__ADS_3

Chp. 55 Level 8 : Kondisi Paguyuban Usaha Tani.


Sudah satu hari terlewat atau baginya satu detik telah terlewat, Evans perlahan membuka matanya dan menemukan dirinya berada di depan Kristal raksasa.


"Lebih baik aku segera bergegas." Evans langsung berbalik dan meninggalkan Katedral dengan berlarian, Evans berlari dari pusat Pulau Kota Centre menuju ke satu tempat.


Evans terus menerus berlarian menghiraukan tatapan mata semua orang yang ada di sana, dirinya tahu jika hal buruk sedang terjadi di tempatnya. Sayangnya Evans tidak pernah mengira jika orang yang melakukannya malah Kakak Tingkatnya sendiri.


Evans terus berlarian meski beberapa kali dirinya hampir menabrak orang-orang atau mengganggu mereka yang berada di jalanan, semua fokusnya tertuju pada satu arah yakni Paguyuban Usaha Tani.


"Bagaimana bisa masih sangat jauh." Evans hampir saja mengumpat di dalam hatinya karena lamanya perjalanan, tetapi segera setelah melihat Gerbang Masuk Paguyuban Usaha Tani Evans melupakan segala hal yang dikeluhkannya.


.


.


.


"Apakah semua ini ulah dari Bam." Napas Evans masih tersendat karena berlarian, setelah melihat pemandangan buruk di depannya Evans masih tetap tenang dan memutuskan untuk mencari semua orang.


Evans hanya menghela napas saat mendekati reruntuhan di depannya, dirinya melihat pemandangan dari empat buah gedung di sana yang hancur tak bersisa seperti sebuah gunung berbatu saja.


Evans sebenarnya sempat ragu jika ini sungguh perbuatan dari satu orang saja, tetapi mengingat Paguyuban Usaha Tani tidak memiliki musuh dari kelompok yang lain, Evans kembali menghapus pikiran itu.


"Sekarang bagaimana keadaan di Asrama." Evans mengingat kembali jika masih ada tersisa satu bangunan yang belum dilihatnya.


Tetapi sayangnya setelah dirinya mendekat, Evans mendapati juga jika gedung Asrama berlantai sepuluh ini sudah hilang setengahnya bahkan terlihat gedung itu seakan siap untuk roboh kapan saja.


Evans kemudian berkeliling sejenak sebelum mencari keberadaan semua anggota, dia juga penasaran sejauh mana kerusakan yang didapatkan Paguyuban Usaha Tani.


Evans lalu menemukan selain Asrama dan empat gedung yang ada di depan, masih ada bangunan yang tersisa dan dalam kondisi yang baik-baik saja, bangunan ini adalah Ladang pertanian, Gedung ternak, dan Kantor dari Paguyuban Usaha Tani.


"Setidaknya masih ada yang tersisa." Pikir Evans yang masih berputar-putar di sana kemudian melihat beberapa orang penjaga.


Para penjaga ini sedang mencoba memberi pembatas dengan memasangkan seperti garis polisi, mereka dari The Executor Guild.


Mereka terlihat sedang sibuk mengurusi tkp dan memasang beberapa garis pembatas, Evans yang melihatnya kembali mundur ke belakang dan tidak berani mengganggu urusan mereka.


Evans sudah memutari Paguyuban Usaha Tani sampai dua kali, tetapi dia sama sekali tidak melihat adanya tanda-tanda dari yang lain.


Tujuan Evans sekarang adalah Kantor Paguyuban Usaha Tani. Bangunan ini masih normal dan tampak seperti biasanya, normalnya Hendra selalu saja melarang mereka untuk mendekati kantornya.


Gedung ini digunakan khusus untuk menerima tamu dari luar, Evans kemudian masuk untuk melihat-lihat apakah para anggota dari Paguyuban Usaha Tani bersembunyi di sini atau tidak.


Langkah Evans terhenti saat dia memegang garis pembatas, dirinya tiba-tiba merasakan seseorang yang menepuknya dari belakang.


"Berhenti sampai di sana, sekarang jelaskan identitas mu dan apa keperluan mu di sini!"


Seseorang sekarang menghentikan langkah Evans dan membuatnya berbalik kemudian memintanya untuk menjelaskan identitasnya.

__ADS_1


Evans mulai membuka mulutnya, tetapi sebelum dia akan menjelaskannya seseorang pria paruh baya tiba-tiba saja berteriak dari kejauhan.


Pria paruh baya itu sekarang berlari kecil untuk menemui Evans, "Berhenti! Berhenti! Huff... Huff... Hentikan, dia adalah satu dari keluargaku."


.


.


.


Orang yang menepuk pundak Evans dan menyuruhnya untuk menjelaskan identitasnya adalah penjaga dari The Executor Guild, sedangkan pria sepuh yang berlarian mendekat adalah Hendra August Ketua dari Paguyuban Usaha Tani.


"Benarkah itu Tuan Hendra?"


Penjaga itu masih mencoba untuk meminta kejelasan kepada Hendra padahal dia sudah mendengarnya dengan sangat jelas, sehingga membuat Hendra sedikit jengkel saat mendengarnya.


"Benar cepat lepaskan dia, ada yang ingin kubicarakan padanya."


"Baiklah jika begitu Tuan Hendra, saya permisi sebentar dan ijin pamit untuk meneruskan pekerjaan."


"Ya, pergilah." Hendra melambaikan tangannya pada penjaga itu sedangkan orang itu menundukkan kepalanya sebelum pergi.


Setelah membawa Evans ketempat yang sepi, masih berada di sekitaran Kantor Paguyuban Usaha Tani.


Hendra kemudian mulai berbicara setelah menatap Evans dengan cukup lama, "Apa yang sebenarnya terjadi pada Bam, bagaimana bisa dia menjadi seperti itu?"


Evans hanya menggelengkan kepalanya, dirinya tidak tahu memang apa yang terjadi, dia bahkan bingung kenapa Bam menyerangnya dari belakang.


"Huff... Begitu ya?" Hendra hanya menghela napas panjang, dia berpikir jika Evans mengetahui sesuatu.


Evans kemudian menceritakan semuanya kepada Hendra, mulai saat mereka memasuki Tower sampai dirinya yang terbunuh sendiri oleh Bam, tetapi tidak ada sedikitpun perubahan di raut wajah Hendra.


"Begitu ya... Jadi semua yang dikatakan Nak Suzi adalah kebenaran."


Hendra telah mendengarkan semuanya persis dengan apa yang dikatakan Evans, tetapi melalui sudut pandang dari Lan Suzi dan bahkan lebih lengkap lagi.


Mendengar Hendra yang membawa nama Lan Suzi Evans sedikit mengerutkan dahinya, dirinya juga penasaran dengan apa yang terjadi setelah dia terbunuh di sana.


"Nak Suzi datang untuk membantu..." Hendra mulai menceritakan jika Bam tiba-tiba saja datang dan mengamuk di sini.


Bam menyuruh semua orang untuk mengikutinya, kemudian karena semua orang menolak beberapa orang sampai dilukainya, ada juga beberapa yang terbunuh karena memaksakan bertarung.


Sayangnya tidak ada satupun yang bisa menandingi Bam di sana.


Kemudian tiba-tiba saja Lan Suzi muncul dan bertarung dengan Bam, meskipun membawa luka parah di perutnya.


Lan Suzi bertarung dengan menggunakan satu tangannya sedangkan tangannya yang lain menekan sobekan di perutnya.


Lan Suzi mencegah lebih banyak lagi agar butiran cahaya tidak mengalir keluar dari perutnya, walaupun beberapa butiran cahaya tetap memaksa keluar dari tangannya.

__ADS_1


Lan Suzi yang tidak memiliki harapan menang sedikitpun itu tetap berhasil memukul mundur Bam disebabkan banyaknya orang-orang yang mulai berdatangan.


Pertarungan mereka berhasil menarik perhatian banyak orang karena suara yang ditimbulkan.


Karena menimbulkan kegaduhan yang luar biasa sampai bahkan banyak bangunan yang hancur bantuan pastinya juga akan segera datang, Bam yang mengerti hal ini kemudian berbalik mundur dan pergi meninggalkan Lan Suzi.


Lan Suzi berhasil menyelamatkan beberapa anggota dari paguyuban meskipun setengah jumlah dari anggota Paguyuban Usaha Tanu tetap dibawa pergi oleh Bam dan entah bagaimana keadaan mereka sekarang.


Evans yang mendengarkan cerita dari Hendra hanya diam saja mendengarkan. Raut wajah Hendra sangat kusut saat memikirkan keluarganya yang lain.


Sudah sembilan belas tahun dirinya mendirikan Paguyuban Usaha Tani jumlah keluarganya juga bertambah seiring berjalannya waktu.


Hendra yang sangat terpukul dengan kejadian ini hanya tersenyum pahit saat memikirkannya.


Semua terjadi begitu cepat, saat itu Hendra sedang melakukan perjalanan dinas keluar kota, dirinya kemudian kembali dan mendapati semuanya telah menjadi bongkahan saja.


Hendra mengetahui apa yang sedang terjadi dari setengah orang yang selamat dari kejaran Bam.


Mereka bisa selamat karena Lan Suzi yang datang membantu mereka sampai bantuan akhirnya tiba.


Lan Suzi dan orang-orang yang selamat segera dilarikan ke Rumah Sakit, mereka sekarang berada di salah satu cabang The Executor untuk diinterogasi di sana.


"Jadi apakah mereka melaporkannya." Evans menatap dengan teliti wajah Hendra untuk sesaat dan langsung berbalik karena mengetahui apa yang akan dikatakan Hendra.


"Aku melarang mereka untuk memberikan jawaban, bagaimanapun Bam tetap masihlah anggota keluarga kita.


Dia sudah bersama sangat lama dengan kita selama sepuluh tahun sampai aku sangat mengenal sifatnya itu.


Bam tidak mungkin melakukan hal seperti ini. Mereka semua kemudian mengangguk setuju dan mendukung kata-kata orang tua ini."


Evans hanya tersenyum tipis saat mendengarnya, ini adalah ciri khas dari Paguyuban Usaha Tani.


Meskipun Evans selalu diganggu setiap malamnya tetapi hal itu malah membuatnya nyaman.


Mereka juga sesekali meminjam uang kepada Evans setelah mengetahui dirinya adalah peringkat pertama dan player yang mengalahkan Boss Monster lantai pertama.


Pada akhirnya mereka juga tidak pernah membayarnya.


Jumlah anggota dari Paguyuban Usaha Tani sekitaran dua ratus orang, setelah Bam membawanya mungkin hanya tersisa sekitar seratus orang sekarang.


Evans sudah mengetahui maksud Bam yang berniat membawa semua orang ini, apa yang sedang direncanakannya sudah sangat jelas.


Bam akan semakin kuat hari demi harinya, mungkin setelah mereka bertemu kembali, Evans tidak yakin dapat mengalahkannya.


Sekarang Evans hanyalah Amateur player tahap awal, dia sudah terbunuh dua kali padahal baru sebulan berada di sini.


Setelah mencapai level 21, entah bagaimana sekarang turun menjadi level 1. Jika ingin bertambah kuat dengan cepat, Evans terpaksa harus melakukan PK tetapi hal ini berisiko kematian juga baginya.


Jika Evans sungguh akan melakukannya dirinya juga harus bersiap dengan konsekuensinya.

__ADS_1


Player yang melakukan PK harus menghadapi kejaran dari The Executor Guild dan menjadi kriminal di dalam pulau.


"Ayo ikut aku, kita akan menemui yang lainnya di sana." Hendra kemudian menuntun Evans untuk menemui semua orang yang selamat.


__ADS_2