
Chp. 23 Level 2 : Paguyuban.
"Lihat itu, itu organisasiku, organisasiku ada di sana!"
"I-itu, itu Aliansi ku! Luar biasa, woah-!"
Beberapa player akhirnya telah berhasil mencari OA-nya dan mungkin tinggal Evans sendiri yang masih belum menemukan OA.
Evans lanjut mencari disisi sebelah, dia masih tetap tidak menemukan OA-nya tetapi malah menemukan player dengan kondisi yang sama sepertinya.
Mereka sedang berdiri di pojokan dan merengut saat melihat jika yang lain telah bergabung dengan OA dan menunjukan wajah yang bahagia.
Evans yang diam memperhatikan memutuskan untuk menghampiri mereka sebelum suara genderang tiba-tiba terdengar.
"Dum! Dum! Dum!"
Suasana yang sebelumnya tampak tenang dan sunyi dengan banyak OA yang mulai bersiap untuk pergi bersama anggota baru mereka, tiba-tiba saja berhenti dan menatap kesatu arah.
Jalan yang juga semulanya penuh sesak karena para player sekarang bergeser dan membuka jalannya.
"Syuuuu Dor! ptas ptas ptas..."
Langit mulai berubah warna dengan suara kembang api, sebuah OA akhirnya muncul ke tengah mereka semua dan mulai melakukan banyak atraksi kepenonton.
Barisan depan memegang masing-masing satu buah kembang api air mancur dan berjoget di sana. Tidak hanya itu, banyak kembang api juga mulai berterbangan di langit-langit. Dibarisan belakang mereka semua meniup terompet dengan kencangnya.
"Mereka mulai lagi..."
"Kukira mereka tidak akan kemari karena sudah kehabisan ide."
"Ah! Ini lebih lebih keren daripada yang terakhir-!"
Beberapa player langsung mengenali OA ini, mereka tersenyum seakan menantikannya sedari tadi. Perasaan takjub dan bungah mulai terpancar di wajah semua orang bukan hanya para newbie.
Evans yang melihatnya juga ikut tertawa kecil melihat bendera hitam yang terus bergerak melawan angin.
(Paguyuban Usaha Tani.)
"Yahh, inilah yang dimaksud dengan epic comeback."
Seorang pria berjalan dengan perlahan paling belakang barisan, dia tertawa begitu keras sampai membuat semua orang untuk menatapnya.
...***...
Para player yang dilihat Evans tadi ternyata benar belum menemukan OA karena mereka adalah satu OA dengannya di "Paguyuban Usaha Tani".
Paguyuban Usaha Tani adalah OA satu-satunya yang bergerak dibidang jasa pertanian dan usaha ternak di dalam pulau.
__ADS_1
Setelah Paguyuban Usaha Tani selesai dengan pertunjukannya, mereka tetap berdiri di tengah dan beristirahat di sana, duduk dan bersandar di trotoar jalan.
"Aku sudah jengkel dengan ini semua, kenapa Kita setiap saat selalu begini, Arghh-!!!"
"Sudah, sudah, besok kita coba bujuk lagi Pak Hendra..."
"Tidak! Kita sudah berapa kali mencoba seperti itu dan berapa kali juga kita gagal?"
Beberapa anggota Paguyuban Usaha Tani terlihat sedang marah dan berteriak di sana, mereka mencari Hendra kesana kemari tetapi tidak menemukannya.
"Hmph! Seperti biasa pertunjukan kalian sangat tidak menarik dan membosankan, bertepuk tangan dan berteriak seperti kera terus menerus."
Seorang pria berusia empat puluh tahun yang berbicara itu adalah pemimpin Paguyuban Usaha Tani, Hendra August, sekarang sedang mendengus kesal melihat teman-temannya itu.
Di sampingnya banyak orang yang telah berkumpul dan mengelilingi Hendra, mereka tidak lain adalah para pemimpin OA-nya masing-masing.
Setelah berkumpul dan mengobrol sebentar Hendra pergi meninggalkan mereka menuju ke paguyubannya.
"Dasar, lain kali cobalah lebih kreatif-!"
Hendra kemudian berbalik dan menepuk tangannya dua kali, seketika satu kelompok tiba-tiba saja berdiri. Meskipun anggotanya ini berada di tempat yang jauh darinya, hebatnya mereka semua masih bisa mendengarkan.
Evans yang masih duduk dengan santai bersama semua orang itu tiba-tiba saja dikejutkan dengan OA nya yang entah kenapa berdiri, Evans dengan para player baru yang lainnya lalu mencoba untuk mengikutinya dibelakang.
Setelah Hendra muncul di depan semua orang, mereka kemudian pergi dengan cara yang mencolok, meniup terompet kemenangan dan berjalan pergi dengan berbaris.
Di dalam pulau Paguyuban Usaha Tani mendapatkan lahan pertanian, gudang peternakan, dan asrama. Ketiganya itu berada pada satu wilayah dan bertempat di pinggiran pulau hampir dekat dengan pantai.
Mereka berlokasi di Kota Excel. Evans dan yang lainnya harus menempuh perjalanan lebih dari dua jam untuk sampai di asrama mereka.
Papan tanda nama "Paguyuban Usaha Tani" tertulis dengan besar di gerbang masuk.
Wilayah Paguyuban Usaha Tani jika dilihat dari atas memiliki bentuk hampir mirip setengah lingkaran dan semakin kedalam semakin terlihat wajah asli dari organisasi ini.
Awal mula gerbang dan kantor atau semua fasilitas yang sering dikunjungi tamu sangat megah dan menarik, tetapi setelah Evans masuk lebih ke dalam penampilannya berubah drastis.
Evans melihat asrama, gudang, dan fasilitas bersama mereka, terlihat sangat tua tetapi terawat dengan cukup baik.
Asrama Paguyuban Usaha Tani memiliki tujuh lantai dengan masing-masing ruangan sempit untuk tempat tinggal para anggota. Ruangan asrama sangat sempit berkisar hanya 3x4m, sedangkan aktivitas seperti toilet dan pemandian ada di belakangnya.
Jumlah anggota dari Paguyuban Usaha Tani juga sedikit ada sekitar dua ratus lebih orang di sana.
Di depan asrama Paguyuban Usaha Tani.
Evans bersama dengan para player newbie lain sedang berbaris di sana, mereka menunggu orang yang ada dihadapannya untuk berbicara.
Situasi di sana entah kenapa tiba-tiba menjadi berat, sembari menahan napasnya mereka semua hanya menatapnya dengan penuh keseriusan, apa yang sebenarnya ingin dikatakan pemimpin dari Paguyuban Usaha Tani, Hendra August itu.
__ADS_1
"Ehem! Kita kehabisan koin."
Begitulah kalimat pertama yang muncul dari mulut Hendra, di hadapan para anggota baru dia tidak segan untuk mengatakan masalah keuangan mereka.
"Itulah kenapa Aku bilang untuk memberikan sambutan yang sederhana dan biasa saja, 'kan?!"
"Hal-hal yang Kau lakukan itu, menghabiskan pendapatan selama sebulan Kita-!"
"Benar, apa Kau tidak peduli jika Kita hanya bisa makan nasi krupuk bulan ini, huh?!"
Beberapa anggota senior terlihat sedang protes kepada Hendra, semua yang dilakukannya hari ini adalah ide darinya sendiri dan juga tanpa persetujuan dari semua orang.
Mereka berada di belakang Hendra dan mengatakannya secara gamblang dan penuh emosi.
Hendra lalu melambaikan tangannya ke arah orang-orang dibelakangnya, "Sudahlah, nanti Kita coba pinjam bank saja..."
"Kita telah menunggak sebulan, bagaimana mereka mau memberikan pinjaman lagi?!"
"Tower Bank dan T-Bank, sudah memblacklist Kita!"
Mereka semua menghela napas saat melihat betapa positifnya sang ketua ini, tidak ada kekhawatiran yang terlihat darinya makanya wajahnya masih terlihat muda padahal sudah berumur kepala empat.
"Tenang saja, Aku punya kenalan dari pihak bank Dia pasti akan membantu. Sekarang mari sambut keluarga Kita yang baru, dan lupakan sejenak masalah sepele Kita."
Evans sedikit mengernyitkan keningnya perasaan familiar dirasakannya pada diri Hendra, tetapi entah dimana dia merasakannya.
Hendra kemudian menoleh kepada semua anggota newbie, dia tersenyum dan memberikan ucapan selamat bergabung dengan disusul oleh orang-orang di belakangnya.
Hendra menyuruh salah satu orang untuk memberikan pidato dan penjelasan mengenai Paguyuban Usaha Tani.
"Selama di sini kalian akan mendapatkan asrama, makanan dan gaji pokok. Tapi kalian harus bekerja terlebih dulu dan mengikuti aturan yang ada di sini.
Pertama, jangan membedakan satu dengan yang lain kita sekarang adalah keluarga jadi harus saling membantu dan berbagi.
Kedua, bekerjalah dengan rajin jangan bermalasan dan banyak alasan. Sekian.
Kita akan memberikan pelatihan pada kalian bagaimana bertani dan beternak di sini karena metode yang digunakan sedikit berbeda dengan dunia nyata...."
Ceramah singkat itu akhirnya berakhir selama setengah jam sebelum para anggota baru mendapatkan kunci asrama masing-masing, dan diakhiri dengan foto bersama.
Semua anggota paguyuban berbaris dan merapat bersama dengan anggota keluarga mereka yang baru.
Seorang player dengan membawa sebuah kamera tengah bersiap untuk melakukan sesi pemotretan tetapi malah tertawa terkekeh melihat jumlah anggota Paguyuban Usaha Tani melebihi layar kameranya.
Poto kemudian berakhir dengan sebagian anggota harus berada di atas teras lantai kedua dan ketiga.
Dalam poto banyak orang yang memasang wajah aneh, mereka kemudian berpose lucu dan unik.
__ADS_1
Evans sendiri terlihat di dalam poto sebelah pojok paling kanan, dia berdiri dengan tegak dan memberikan jempolnya kearah kamera dengan ekspresinya yang datar seperti biasa.