
Chp. 63 Level 10 : Membuat Perusahaan Dan Menjadi Player Terkaya.
Evans dan semua orang kembali ke Paguyuban Usaha Tani saat tengah malam, puluhan dari mereka berjalan dengan tergopoh dan terhuyung ke sana kemari karena terlalu banyak minum. Beberapa orang terpaksa untuk meminjamkan bahunya, termasuk juga Evans.
Evans terpaksa meminjamkan bahunya, dia melihat tidak ada satupun yang mau melakukannya pada orang ini, "Bau sekali." Evans menatap ke arah yang lain sekilas dia merasakan napas orang yang berada di sampingnya.
"Oh, Nak Evans rupanya. Hic Hic." Hendra berkali-kali cegukan kemudian tertawa pelan setelah melihat Evans memapahnya.
"Besok Paguyuban Usaha Tani akan menjadi Organisasi yang besar dan dikenal semua orang. Aku berjanji kepadamu hehehe, jadi lihatlah besok. Hic." Setelah cukup lama berbicara, Hendra menjadi lebih tenang sekarang.
Tanpa melihatnya pun Evans mengetahui orang ini sudah tertidur, sepertinya dirinya yang harus memimpin jalan di depan sekarang.
Evans mengangkat tubuh bongsor Hendra dengan tingginya kemudian dengan perlahan mengubah posisinya menjadi di belakang. Evans sekarang menggendong Hendra di belakang punggunggnya.
Evans mendapatkan banyak teriakan dari orang-orang yang terkejut akibat aksinya, dia tidak mempedulikan hal itu dan tetap berjalan di depan memimpin yang lainnya.
"Aw, Evans sangat keren hari ini. Dia memiliki tampang yang lumayan, nyaman diajak mengobrol dan sosok yang cerdas hihihi. Tetapi yang paling penting Dia juga sangat kaya. Kyaah!"
"Ish, Kau. Dia adalah incaranku dari dulu bisakah Kau hentikan!"
"Kalian tidak tahukan. Sebenarnya Evans terus melirik kepadaku dari dulu hihihi, jadi apapun yang akan kalian lakukan padanya percuma."
Orang-orang yang berteriak karena terkejut dan orang yang membuat sebelah telinga Evans gatal saat ini adalah semua perempuan dari organisasinya.
Tetapi selain telinga Evans yang sedikit gatal, dia juga mendapatkan panas di sebelah lagi telinganya. Evans juga mendapatkan tatapan kebencian dan membunuh dari para pria di sana.
__ADS_1
"Ada apa dengan kedua telinga ini." Evans bertanya dalam dirinya, tidak pernah dia mengalami kembali hal seperti ini di dalam pulau, kecuali saat masa-masa sekolahnya dulu. Evans menghela napas, sampai sekarang saja dia masih belum menemukan masalah apa yang terjadi pada kedua telinganya.
Mereka semua berjalan di kegelapan malam, berbaris dan memenuhi jalanan. Evans menggendong Hendra sembari menatap langit malam, pernah dia mengalami hal seperti ini juga tetapi hal yang berbeda dengan saat itu adalah perasaannya.
Perasaan bahagia yang sampai memenuhi dadanya itu masih tertanam saja, Evans tersenyum tipis saat mengingatnya kembali. Evans tidak bisa melupakan menggendong Ney di balik punggungnya. Keduanya bercerita panjang lebar mengenai suatu hal.
**
Keesokannya Evans terbangun dengan perasaan yang segar dan bugar, dia melihat banyak orang sedang sibuk berlarian ke sana kemari, saat dirinya keluar dari tenda.
Mereka seakan sedang mengerjakan suatu pekerjaan. Evans yang penasaran akhirnya mendekati salah satu dari mereka, dia berpikir bukankah Paguyuban Usaha Tani hari ini sedang libur untuk bekerja. Evans akhirnya menemukan orang-orang ini bukanlah berasal dari organisasinya.
Evans baru mengetahui setelah bertemu dengan Anton yang kebetulan berada di dekat sana. Anton menceritakan jika Hendra lah orang yang semalam mabuk dan memanggil banyak orang-orang ini untuk berkumpul. Mereka adalah para ahli dibidang arsitek, bangunan, dan desainer terkenal dalam pulau.
Hendra tiba-tiba saja muncul dengan perasaan yang gembira dan terlihat senang, dia berteriak kepada semua orang jika besok Paguyuban Usaha Tani akan terlahir kembali.
Dengan 100.000 Koin yang diberikan Evans kepadanya, Hendra akan memberikan pesangon di atas gaji mereka tiga kali lipatnya. Sekarang Evans mengerti kenapa beberapa anggota Paguyuban Usaha Tani terlihat sibuk, mereka kesusahan menerima banyak tamu dari luar.
Mungkin Evans merasa harus membantu sedikit-sedikit di sini, dia berjalan menuju salah satu tenda besar di sana. Setelah Evans membuka selimut di hadapannya, dia melihat banyak orang sedang melakukan diskusi.
"Ada uang berarti ada hasil! Jika karya kalian semua abal-abal maka jangan harap kalian menerima uang ini. Tetapi jika karya yang kalian ciptakan adalah lebih daripada yang biasa, maka bonus juga akan menanti kalian." Tutup Hendra, dia mengakhiri briefing semua orang di sebuah tenda besar.
Semua orang di sana terlihat menunjukan ekspresi yang senang dan bahagia, mereka yakin jika hasil ciptaan mereka akan mampu memuaskan hasrat dari Hendra.
Awalnya semua orang ini ragu untuk menerimanya sebagai projek mereka atau tidak, tetapi setelah Hendra melemparkan Koin sebanyak 10.000 di atas meja.
__ADS_1
Mata semua orang ini bersinar dengan terang, "Ini adalah DP untuk kalian, sekarang pergilah dan bekerjalah dengan giat. Dasar mata duitan!"
Seketika semua orang hormat kepadanya, salah satu dari mereka yang sepertinya pemimpin, maju ke depan dan mengambil kantung uang itu. Semua orang yang ada di sana segera berbalik dan menjalankan perintah dari Hendra.
**
Setelah semua orang pergi, Hendra menyadari Evans yang ada di sana. Hendra tersenyum kepada Evans dan melambaikan tangan menyambutnya, "Rupanya ada Kau Nak Evans, apa yang Kau lakukan di sini?"
"Sepertinya kalian semua terlihat sibuk, apakah ada yang bisa kulakukan." Evans bahkan tidak melihat Didi dimanapun padahal dia adalah yang termalas dari semua orang menurutnya.
Dari tiga bersudara yang tampak hanyalah Anton seorang. Evans juga melihat Anton yang sedang kerepotan saat itu, dia membawa banyak bungkusan barang dan secepat mungkin ingin pergi ke suatu tempat. Evans tidak sempat untuk bertanya lebih jauh kemana perginya yang lain pada Anton.
Evans tidak bisa diam saja dan membiarkan tiga bersaudara ini, dia penasaran apa yang sedang mereka lakukan sekarang. Evans tidak ingin kalah dari mereka semua khususnya mereka bertiga.
Evans sudah mendapatkan cap yang buruk karena bergaul dengan mereka saat awal-awal masuk organisasi, tetapi Evans juga kesulitan untuk mengusir ketiganya.
Mereka berempat akhirnya perlahan menjadi teman dan sekarang sahabat sekaligus saudara. Memiliki teman seperti mereka tidaklah buruk menurut Evans, sangat seru setiap harinya.
"Apa maksudmu? Semua orang sedang liburan sekarang. Apakah Kau tidak tahu?"
Mata Evans sedikit berkedut mendengarnya, dia penasaran apakah ketiga bersaudara ini melupakannya dan malah meninggalkannya sendirian di sini.
"Aku memberikan uang yang sangat banyak kepada semua anggota Paguyuban Usaha Tani, entah apa yang akan mereka perbuat dengan uang itu tetapi yang paling mencolok dari semua orang adalah ketiga temanmu.
Kau harus mengunjungi mereka. Mereka sekarang berada jauh dari sini berseberangan dengan Kita di bibir pantai, sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu."
__ADS_1