Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 93 |


__ADS_3

Chp. 93 Level 13 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(27) - Keraguan.


Evans dan Lan Suzi sekarang sedang menyiapkan makan malam, di sana banyak sekali buah dan daging yang mereka keluarkan dari inventori masing-masing seakan mereka mau mengadakan sebuah pesta.


Evans sedang meletakkan sebuah daging di atas wajan sedangkan Lan Suzi terlihat sedang kesusahan karena terus meniup api di bawahnya.


"Huff... Huff..." Lan Suzi memanyunkan bibirnya dan mengibaskan tangannya kearah api unggun berulang kali.


Evans yang tidak tega melihatnya kemudian memberikan sebuah kipas dari inventorinya dan langsung disambar dengan cepat oleh Lan Suzi meskipun harus beberapa kali menggerutu.


Mereka kemudian melanjutkan memasak di sana sampai sebuah notif dari [ Tower.site ] keluar di wajah Lan Suzi.


"Ping."


"Oh, lihat ini berita tentang mu akhirnya sudah keluar." Lan Suzi kemudian beralih ke layarnya dan membaca berita itu.


Berita tentang kekacauan di lantai keenam dan seorang player misterius yang menghentikannya, menjadi trending topik di sana.


Sudah ada lebih dari satu juta orang yang membacanya, di artikel berita banyak orang yang berkomentar bahwa kekacauan itu disebabkan karena Guild Besar yang hanya mengawasi pulau dan lantai paling atas saja.


Guild Besar tidak membantu apapun dan tiba di sana setelah semua kekacauan selesai, mereka kemudian meminta maaf dan berjanji jika kejadian seperti ini tidak akan pernah terulang.


Lan Suzi yang membacanya hanya terdiam cukup lama dengan mengepalkan salah satu tangannya, setelah itu ada seseorang di sana yang menulis artikel tentangnya.


Artikel itu diberi judul salah satu anggota guild besar yang berjiwa seorang pahlawan, dia memimpin puluhan para penjaga dan mencegah para penjahat agar tidak seenaknya melakukan kekacauan di lantai keenam.


Lan Suzi hanya cengar-cengir dan menganggukkan kepalanya berulang kali di depan layar.


Setelah mereka menghabiskan makan malam, keduanya sekarang sedang duduk dengan menatap api unggun di depannya.


"Kita sudah sampai di lantai kesembilan dan... Masih belum ada tanda-tanda dari Bam dimanapun." Lan Suzi berbicara dengan suara lirih di sana.


Evans hanya terdiam dan mendengarkan, dia sesekali melemparkan ranting kayu agar menjaga api itu tetap menyala.


"Bagaimana jika Bam kembali ke dalam pulau?"


Evans hanya menggaruk kepalanya dan menggeleng, "Kurasa itu tidak mungkin."


"Kau benar itu sedikit... Jadi sejauh mana dia akan menaiki Tower menurutmu?"

__ADS_1


Evans tidak menjawabnya, dia juga sedikit terkejut setelah menaiki hampir sepuluh lantai dan tidak menemukan satu pun tanda keberadaan Bam di sini.


Bagaimana bisa Bam melakukannya dengan sendirian bahkan sembari membawa ratusan orang bersamanya, Evans hanya memikirkan sebuah jawaban yaitu kemampuan Bam yang sudah berubah.


"Kau tahu... setelah kau terbunuh waktu itu, Bam menunjukkan kekuatan yang sangat luar biasa. Dan mungkin sekarang, kekuatannya menjadi lebih kuat lagi bahkan sampai melebihi kita berdua." Suara Lan Suzi semakin mengecil saat mengatakannya tetapi masih dapat didengar dengan jelas oleh Evans.


Topik pembicaraannya kemudian beralih, Lan Suzi terlihat menunduk sekarang, "Saat melawan bos penjahat sebelumnya, aku kalah tanpa memberikan perlawanan apapun kepadanya..."


Evans kemudian mengingat kembali saat pertarungan melawannya, dia juga dengan mudah dapat dipukul mundur oleh Code-666 bahkan setelah menggunakan seluruh kekuatannya, dan Evans saat itu sama sekali bukan tandingannya.


Evans kesulitan untuk menembus tubuh dari musuhnya itu padahal saat itu dirinya sudah menggunakan senjata dengan kelas yang sangat tinggi yang seharusnya bisa dengan mudah memenggal kepala musuhnya itu dengan sekali tebas.


Tetapi nyatanya dia malah harus berulang kali menyerang ditempat yang sama untuk mampu membunuhnya, meskipun hasilnya sama saja.


"Um... apakah aku memang sangat lemah? Aku rasa, diriku sama sekali tidak berguna saat di sana bahkan aku sampai berpikir berulang kali apakah pantas untuk ku mendapatkan pujian dari orang-orang itu. Aku, sama sekali tidak memberikan bantuan apapun di sana..."


Lan Suzi ingin sekali menangis jika mengingat kembali kejadian itu, kejadian saat dimana dirinya sedang bertarung dengan Code-666.


Saat itu Code-666 mengatakan kepadanya jika dirinya itu sangat mudah sekali untuk dikalahkan bahkan dia tidak mempedulikannya dan memilih bertarung dengan Roland yang berubah menjadi sebuah anjing raksasa.


Lan Suzi hanya mengerutkan dahinya, wajahnya menjadi sangat mengkerut sekarang dan semakin menunduk, dia menjadi lebih pendiam dan hanya menatap apa yang ada dibawahnya cukup lama.


**


Keesokannya, keduanya kembali melanjutkan perjalanan setelah melakukan sarapan. Mereka sekarang telah mencapai lantai kesepuluh.


Evans juga sudah berusaha mencari bug di setiap lantai tetapi tidak menemukannya sampai sekarang.


Di lantai kesepuluh Evans kembali melakukan leveling, tetapi ada yang berbeda di sini, Evans tidak melakukannya sendirian melainkan dia melakukannya bersama dengan Lan Suzi.


Sepertinya Lan Suzi menjadi terpicu karena kejadian di lantai keenam. Mereka berdua akhirnya melakukan leveling sampai memburu setengah monster dari lantai itu.


Keduanya sekarang berdiri di hadapan monster yang dianggap terkuat di lantai kesepuluh, Red Eye Spider King.


Lan Suzi kemudian menyeringai kearah Evans, sedangkan Evans hanya mengangguk kearah Lan Suzi.


"Tidak akan ada dendam diantara kita, siapa yang bisa mengalahkannya lebih dulu dia lah akan mendapatkan exp nya."


Setelah mengatakannya Lan Suzi kemudian berlari kearah monster itu dengan senyum yang merekah, dia cukup percaya diri dengan stats kecepatannya sehingga dapat menjatuhkan monster itu lebih dulu daripada Evans.

__ADS_1


Tetapi tiba-tiba saja dia berhenti berlari dan berdiri mematung, Lan Suzi melihat monster itu sekarang telah menjadi hangus dan berubah menjadi abu dalam sekejap.


< Swords Energy > < A >


[ +1.500 EXP ]


[ +25 Koin ]


"Evans-!" Lan Suzi berteriak dan menatap tajam kearah Evans, sedangkan Evans hanya mengangkat salah satu tangannya sebagai permintaan maafnya kepada Lan Suzi, Evans melakukan semua itu dengan wajah yang datar dan seperti tanpa raut penyesalan sedikitpun.


Lan Suzi yang melihatnya semakin berteriak dengan kencang dan menjadi di sana.


Sedangkan Evans hanya memiringkan kepalanya tidak mengerti, dia sendiri yang bilang siapa yang lebih dulu mengalahkannya maka akan mendapatkannya.


Lan Suzi yang mendengarnya kemudian terdiam dan menggigit bibirnya, dia menjadi lebih tenang sekarang.


Setelah puas memburu beberapa monster di lantai kesepuluh dan tidak melihat tanda-tanda akan keberadaan Bam di sana, mereka kemudian melanjutkan perjalanannya ke lantai kesebelas.


.


.


.


Mereka berdua sekarang sedang berada di depan kristal raksasa, Lan Suzi terlihat sangat puas dan tersenyum lebar kearah Evans, dia berkali-kali berdehem kearahnya.


Evans yang mengerti maksud dari Lan Suzi kemudian memujinya, "Kau sangat hebat Kak Suzi, kau bisa mengalahkan monster lebih cepat dan lebih banyak dariku. Kau lah yang terhebat."


Evans yang sudah mengatakan semua itu dengan sepenuh hati tetapi malah tidak diterima oleh Lan Suzi kemudian menghela napas, Lan Suzi sangat tidak percaya kepadanya dan menggerutu di sana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rekor monster yang dikalahkan,


Lan Suzi -> 11


Evans Mallory -> 7


*Larangan : Skill Cheat

__ADS_1


+++++


__ADS_2