
Chp. 65 Level 10 : Membuat Perusahaan Dan Menjadi Player Terkaya(3).
"Apa yang sebenarnya Dia katakan, Aku hanya ingin mendengar kabar terbaru tentang telepon luar pulau." Batin Evans.
Setelah penemuan Livestreaming dipublikasikan, beberapa hari kemudian para player ahli dalam pulau menemukan jalan mereka untuk saling berhubungan dengan orang-orang di luar pulau, tidak hanya melalui kolom chat saja sekarang tetapi langsung lewat suara.
Mereka dapat berkomunikasi seperti layaknya telepon pada umumnya. Evans tidak percaya dengan yang didengarnya di awal, sehingga meminta penjelasan lebih kepada Andy.
Andy menghilang selama enam hari sebelumnya sesaat sidang akbar akan dibuka, dia sebenarnya terlibat di dalam projek khusus tentang telepon keluar pulau. Meskipun saat itu Andy diharuskan untuk merahasiakannya, tetapi sekarang Andy mendapatkan perintah untuk mencari seorang investor.
Para ahli ini membutuhkan jumlah koin yang sangat banyak jika ingin merealisasikan penelitian mereka. Akibatnya mereka membutuhkan banyak investor sekarang.
Evans sekarang mengerti dengan maksud Andy. Memang benar siapapun yang terlibat dan memberikan bantuan di sini, di masa mendatang pasti akan mendapatkan hasil yang menguntungkan.
Setiap harinya ratusan koin pasti akan mereka dapatkan dengan mudah jika berinvestasi di sini. Mungkin menjadi player terkaya bisa saja terjadi.
"Baiklah, ini kabar yang sangat menarik."
"Benarkan apa yang kubilang. Berarti Anda akan menjadi salah satu investor?"
"Tidak akan."
"Eh?"
Andy yang sedari tadi hanya senyam senyum seolah berubah menjadi patung sekarang, dia dibuat terkejut dengan perkataan Evans. Andy tidak mengharapkan hasil yang seperti ini dari Evans, dia bahkan merasakan sakit di mulutnya karena menganga terlalu lebar.
"Apa maksudmu tadi. Anda tidak serius mengucapkannya, 'kan?" Andy mencoba untuk memastikannya sekali lagi, dia menelan ludahnya saat menunggu jawaban dari Evans.
__ADS_1
"Kurasa Aku tidak akan memilih menjadi investor. Ayo buat sebuah perusahaan di sini."
Evans tersenyum tipis, dia membayangkan salah satu wajah yang sangat ingin dihubunginya sekarang.
Menjadi pemilik perusahaan pasti akan memberikannya beberapa keuntungan, seperti dapat melakukan telepon secara bebas tanpa terhalang pemakaian waktu.
Mendengarnya Andy sekarang menyeringai lebar, dia membayangkan akan seberapa kaya Evans ke depannya, padahal Evans sendiri hanya ingin menggunakan telepon secara bebas saja.
'Pasti enak sekali jika kembali muda, penuh ambisi dan mimpi yang begitu besar. Tetapi orang yang ada di hapanku ini, bukanlah seseorang pemuda yang bermimpi dan berambisi seperti kebanyakan pemuda normal lainnya. Dia terlalu abnormal.
Tingkat narsismenya juga terlalu tinggi, Dia terus menerus menarik perhatian di sekitarnya bahkan sampai muncul di berita berulang kali. Ah! Bodoamatlah.
Aku harus membantunya meraih semua yang dimimpikannya bagaimanapun caranya. Membayangkannya saja rasanya Aku menjadi muda kembali hehehe.'
"Apa yang Anda pikirkan." Evans bertanya karena melihat Andy yang terus menatapnya cukup aneh dan dengan tatapan yang kosong, sesekali bahkan keluar kekehan darinya.
"Ehem! Tidak, tidak. Lupakanlah ha-ha-ha. Sekarang Kita beralih ke masalah yang selanjutnya." Andy tertawa canggung
"Jadi Anda akan membeli ini dan mendirikan sebuah perusahaan? Yang artinya Anda bukan menjadi seorang investor saja tetapi pemilik." Andy memasang wajah yang serius.
"Hal ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Menjadi investor lebih memungkinkan daripada menjadi pemiliknya. Saya sarankan Anda untuk memikirkannya kembali atau--"
Tiba-tiba suara dari sebuah kantung koin terdengar di atas meja. Andy kemudian meliriknya untuk melihat apa yang ada di sana, dia menemukan Evans yang meletakan dan sekarang sedang menggenggam sebuah kantung koin.
Kantung koin ini sangat besar dan bahkan berukuran seperti bola saja. Andy yang melihatnya bahkan sudah tidak terhitung berapa kali dia menelan ludah, sudah berapa kali juga dia menggosok matanya.
Dan pastinya Andy belum pernah sekalipun melihat jumlah uang yang sampai seperti ini, 'Darimana... Tuan Evans bisa mendapatkan uang sebanyak ini?'
__ADS_1
[ 350.000 Koin ]
Jumlah koin sebanyak ini sudah hampir menyamai pendapatan dari salah satu Guild Besar dalam satu tahunnya. Andy memang diharuskan membicarakan masalah telepon keluar ini kepada salah satu Guild Besar, tetapi dia lebih memilih untuk terlebih dahulu memberitahukannya kepada Evans.
Tetapi Andy tidak pernah membayangkan jika Evans malah memiliki uang yang mencukupi, dia kebingungan untuk mengabulkan permintaan dari Evans atau terlebih dahulu memberikan kabar kepada Guild Besar, karena misinya yang diharuskan mendapatkan sponsor dari Guild Besar.
Andy terlihat sedang berpikir cukup keras sekarang, sering kali dia mengambil dan menenggak minumannya kemudian termenung cukup lama sembari menghentakkan kakinya ke lantai berulang kali.
Evans yang melihat Andy sampai seperti itu tidak ingin mengganggunya, dia juga ikut mengambil minumannya dan menyicipinya dengan perlahan, "Sepertinya masalah ini lebih besar dari yang terlihat." Batin Evans yang melirik Andy sembari menikmati minumannya.
Evans berpikir jika permintaannya ini ditolak Andy, dia mungkin memahaminya, sudah biasa dan wajar saja jika sampai begitu. Tidak masalah baginya Andy lebih memilih Guild Besar yang memberikan lebih banyak keuntungan daripada cuma sebatas modal.
Di dalam pulau juga, Evans bukanlah siapa-siapa dan tidak memiliki kekuasaan apapun di sini. Sehingga Evans tidak akan mempermasalahkannya, dirinya masih bisa mendapatkan bagian dari menjadi investor nantinya.
Menjadi investor di sini juga bukanlah pilihan yang buruk, Evans mungkin masih bisa mendapatkan waktu bertelepon yang lebih lama daripada kebanyakan orang-orang yang lain. Tetapi yang lebih buruk jika Andy malah memilih yang sebaliknya dan membantu Evans.
Belum selesai Evans membayangkan apa yang akan terjadi di masa depan, suara teriakan Andy membuatnya terkejut dan kembali tersadar.
"Sialan! Okeh! Ayo Kita lakukan. Pertama Aku akan membujuk atasanku dan yang lainnya. Kau tunggulah hasilnya besok, atau paling tidak dalam waktu seminggu ini. Kalau begitu sekarang Aku ijin pamit. Juga akan kubawa uang ini. Dah! Tunggu kabar dariku lagi nanti."
Andy bergegas dan terburu-buru untuk pergi keluar, dia membawa kantung uang Evans dan dengan cepat mengambil jas-nya yang ada di kursi, sebelum pergi Andy juga tidak lupa untuk menghabiskan minumannya.
Sekarang semua uang Evans sudah lenyap, dia memberikan semuanya kepada Andy, "Apakah ini adalah pilihan yang tepat." Pikir Evans mengingat resikonya yang juga sangat tinggi.
Evans terdiam di ruangan meeting ini sendirian, dia menatap cangkir minumnya yang masih tersisa sedikit, "Sekarang bagaimana caraku untuk kembali."
Evans berangkat bersama dengan Andy, tetapi kenapa dia malah meninggalkannya sendirian di sini.
__ADS_1
Apakah Andy memang melupakannya atau memang dirinya sengaja meninggalkannya. Evans menghela napas pelan, sebelum berdiri dan beranjak pergi keluar.
"Semoga saja Dia tidak melupakan untuk membayar ruangan meeting ini dan juga minumanku."