Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Intermediate player | 131 |


__ADS_3

Aku tahu jika paguyuban ini akan selalu berisik dan penuh dengan orang, tetapi bukankah semua ini terlalu berlebihan. Padahal aku sudah sangat berharap jika pagi ini akan menjadi hari-hari yang damai seperti yang biasanya.


Setelah orang-orang dari guild Domain tiba.


Semua orang mengernyitkan keningnya karena mendengar suara bergemerincing dari jarak yang lumayan. Perlahan suaranya semakin mendekat dan tiga orang muncul di samping prajurit Domain Guild dan menunduk memberi salam.


Semua orang tahu jika melihat dari pakaian seragam hijau hitam dengan cincin-cincin besar yang menempel di seragamnya. Mereka adalah orang-orang dari Silvergold Guild.


"Apa-apaan ini bukankah kalian dari guild Silvergold? Kenapa kalian bisa kemari?"


"Ahahaha. Kau selalu mengintimidasi seperti biasanya Nona Eli. Dan, bukankah tujuan kita sama di sini?"


Seorang player dengan kepala yang bersinar terang berbicara di sana, dia adalah yang paling mencolok dari semua orang karena pakaiannya yang terbuka dan menampilkan seluruh ototnya.


"Entahlah aku sama sekali tidak tahu apa yang kau maksud. Wakil Guild Master, Jasons."


Eliyah Crystal merespon orang itu dengan pembawaan yang tenang dan tertawa kecil.


"Ahaha. Sayang sekali kalau begitu."


Tidak berselang lama dari langit jatuh lima orang perempuan. Mereka muncul seakan sebuah asap dan mendarat dengan perlahan.


Mereka berseragam merah muda dengan lambang ratu lebah di lengan kirinya, yang menandakan mereka semua adalah para anggota dari Paradise Guild.


"Ah. Kau adalah Fayra, kan? Lama kita tidak bertemu lagi, bagaimana kabarmu sekarang."


"Diamlah, Eli. Aku masih belum melupakan luka yang kau berikan ini. Yah, lagipula kita akan bertemu sebentar lagi di ekspedisi ke-22. Di sana aku akan membalas semuanya."


"Sungguh menakutkan sekali... Tetapi, luka apa yang kau maksud itu? Bukankah semua luka akan menghilang jika kita dibangkitkan kembali di dalam Katedral?"


"Eli! Tsk-!"


Di samping orang-orang guild Paradise muncul satu lagi kelompok lainnya dan menabrak tanah di bawahnya sampai membuat asap mengepul ke atas. Dengan seragam biru emas, mereka adalah Moonlight Guild.


Semua orang mulai mengerti situasinya di sini bahkan Hendra perlahan mulai bergerak mundur kebelakang, jika terus begini bukan tidak mungkin akan ada pertarungan.


Tetapi tidak ada satupun dari mereka yang bergerak di sana bahkan para anggota baru, Hendra, dan senior-senior-- Tidak. Semua orang yang ada di sana tidak ada yang bergerak.


Mereka melihat kemunculan dua lagi kelompok lainnya.

__ADS_1


Satu kelompok adalah mereka para player yang mengenakan pakaian formal berjas rapi. Sedangkan kelompok yang paling akhir adalah mereka yang mengenakan seragam hitam putih dengan lambang 'X' besar di punggungnya.


Semua perwakilan dari guild besar menjadi lengkap sekarang dan berkumpul di tengah-tengah wilayah Paguyuban Usaha Tani.


Aku yang melihatnya hanya menganggukkan kepala karena paham sekarang, kenapa Nona Eli saat itu tidak menyembunyikan informasi tentang kelas job milik Fany dan secara langsung mengatakkannya kepada Hendra.


Pertama aku pikir mereka terlalu santai dan ceroboh, tetapi sepertinya berita tentang Fany yang mendapatkan job legenda sudah bocor diantara guild besar.


"Bukankah mereka semua..."


"Ini tidak mungkin, kan?"


"Hanya untuk seorang player saja?"


Semua orang bergumam tentang keadaan di depannya. Kedatangan mereka para perwakilan dari guild besar secara terang-terangan mengatakan jika job kelas Legendary sangatlah mengerikan dan mereka harus mendapatkannya bagaimanapun caranya.


Aku yang melihat semua itu menjadi tersenyum tipis.


Sepertinya Fany masih belum menandatangani kontrak dengan guild besar manapun.


"Fany apakah kau sadar apa yang telah kau lakukan, sekarang? Kau akan membahayakan semua orang yang ada di sini. Kau pasti merasa puas dan senang, kan?"


"Ti-Tidak... Bukan begitu maksudku Evans... Aku... Hanya ingin bertemu dengan kalian berdua..."


Mendengar semua itu aku kemudian mendekat kearah Fany dan Malika.


"Apakah kata-kataku masih kurang jelas? Semua ini adalah ulahmu. Karena sifat bebas dan egoismu itu, akhirnya semua orang harus menanggung resikonya. Apakah kau mengerti?"


Setelah membuat Fany berpikir cukup lama dan merenungkan sikapnya di sini. Aku kemudian menambahkan beberapa kata lagi.


"Fany Indira, kau sekarang bebas untuk pergi sesuai apa yang kau mau dan melakukan semua yang kau inginkan, atau kau masih memilih di sini dan menambah masalah lagi?"


"Evans..."


"Kak-!"


Aku melangkah pergi dan meninggalkan mereka berdua, dengan Malika yang terlihat paling sedih di sana.


Sekilas aku melirik kearah Fany karena penasaran dengan raut wajah yang dibuatnya sekarang. Tetapi Fany terus saja menunduk dan menggigit bibirnya, tubuhnya terlihat terus menerus bergetaran.

__ADS_1


Sampai akhirnya, tepat selangkah lagi diriku untuk keluar. Fany mulai mengatakan sesuatu.


Sesuatu yang sudah kutunggu-tunggu, sesuatu yang membuatku tidak tahan untuk tersenyum, sesuatu yang membuat darahku terus mendidih.


Inilah sesuatu yang sudah kurencanakan sedari tadi.


"Bagaimana-- Tidak! Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu berubah pikiran dan membantuku? Apa kau... masih bisa melakukannya...?"


"Kurasa, masih ada satu hal. Kau masih ingin tahu?"


"...Ya..."


"Kau sungguh ingin tahu?"


"Ya!"


"Jika kau menjawab dengan 'Ya' sekali lagi maka aku menganggap hal itu sebagai sebuah persetujuan. Setelah kau mengatakan 'Ya', kau sudah tidak lagi memiliki kebebasan dan harus mematuhi semua perintahku. Tetapi di sisi lain, kau mungkin masih bisa bersama dengan Malika."


"Y-Ya?"


"Kalau begitu mari buat kontrak denganku terlebih dahulu."


Aku membagikan sebuah layar sistem kearah Fany.


[ Kontrak Perjanjian. ]


• Fany Indira, berjanji akan terus mematuhi perintah dari player Evans Mallory.


• Fany Indira, akan menggunakan seluruh kekuatannya demi tujuan player Evans Mallory.


• Fany Indira, harus selalu jujur dan tidak berkhianat pada player Evans Mallory.


• Jika melanggar kontrak ini, maka Fany Indira akan mendapatkan hukuman dari sistem dan diturunkan levelnya kembali menjadi satu.


"Ap-Apa ini... Apa-apaan semua ini..."


"Tentu saja sebuah kontrak."


"Apa? Apakah... kau sedari tadi merencanakan semua ini?"

__ADS_1


- Janji(2).


\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2