
Chp. 15 Level 0 : Ladang Slime(Last day)
Setelah semua orang pergi, orang yang bangun pertama dan langsung menanyakan tentang makanan adalah Eric, dia mengelap liur di mulutnya dan merenggangkan lehernya ke belakang.
Pohon tempat mereka beristirahat sekarang, memang sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat singgah sementara, karena itulah para player yang tadi memilih beristirahat di sini.
Eric sekarang berdiri dan berjalan kearah Evans, "Apa Kau sedang terpikirkan Ney?"
"Kenapa Kau berpikiran begitu."
"Wajah bodohmu menunjukannya, Huft... Bodohnya-!" Eric menghela napas pendek dan segera berbalik untuk membangunkan Jeff dengan tendangan.
"Hah? Apa? Apa itu tadi?" Jeff berdiri dan membuat kuda-kuda.
"Lupakanlah perempuan yang kelewat bodoh itu. Jika kita sudah ada disini, maka takdir yang menunggu kita hanyalah ma-ti..." Wajah Eric begitu dingin dengan menengok Evans yang ada dibelakangnya.
Semua orang yang ada di dalam Tower tidak akan pernah bisa keluar, mereka hanya akan terus berada di dalam pulau persis sebuah sangkar, dan jika mereka tidak bisa keluar hal itu tidak akan ada bedanya dengan mati.
**
"Ugh, apa-apaan ini." Jeff mengusap cairan lengket di celananya. Wajahnya juga berubah menjadi kecut.
"Ini sangat bau, sial." Jeff mengibaskan tangannya berulang kali.
Eric yang melihatnya kemudian hanya menjilat bibirnya. "Slurpp."
"Ayo kita pergi." Evans yang sekarang berdiri dan memimpin jalan.
Mereka berlari dengan kencang lebih cepat dari saat pertama dan kedua, kali ini mereka harus sampai ke sana dengan waktu yang singkat, pikir Evans.
Tiga jam sekarang terlewat, Evans masih memimpin dengan kecepatan yang sama.
"Ev, kita berjalan selama tiga jam lebih dan belum menemukan slime satupun." Jeff mulai ragu.
Sedangkan Eric hanya berdecak pelan, dia tidak menyalahkan Evans bagaimanapun ini adalah salahnya karena menuruti Evans.
"Tenanglah kita bahkan masih belum mencapai ujung, masih ada harapan." Evans mencoba memberikan semangat.
Mereka bertiga akhirnya mulai dapat melihat tembok tetapi bukannya senang mereka malah cemberut.
Satu jam sudah berlalu lagi, terlihat kelelahan menghampiri mereka. Mereka juga telah berada di ladang slime selama satu hari dan tersisa satu hari lagi.
Mata mereka selalu kosong dan tanpa harapan ketika melihat turunnya rank mereka, bahkan sekarang mencapai angka dua ratusan.
**
Satu jam kemudian, Mereka telah sampai di tempat tujuan, Eric dan Jeff yang melihatnya hanya bisa menundukkan kepalanya seperti telah kehilangan setengah ruhnya.
Sebuah gunung yang tandus dengan tiga buah bukit hijau nampak mengelilinginya.
Eric dan Jeff setuju jika pemandangan di depannya sangat indah, setelah itu mereka berdua segera berbalik untuk pergi dan melanjutkan perburuan mereka dengan waktu yang tersisa.
"Tunggu, kita masih belum melihat yang ada di sana." Evans menunjuk tempat yang ada dibalik bukit.
"Apa maksudmu, ada apa di sana?" Jeff berbalik melihat Evans.
__ADS_1
"Apa kau gila?! Aku hanya melihat sebuah bukit." Eric juga berbalik menatap Evans.
**
"Glek." Keduanya menelan ludahnya masing-masing.
Sebuah habitat slime terpapar dihadapan mereka. Gelak tawa juga mulai terdengar dari Eric sampai membuat para slime menolehnya. Sedangkan Jeff hanya mengelap sepasang bola matanya.
Tidak ada dari keduanya yang penasaran bagaimana Evans tahu tempat ini, yang pasti mereka sangat bersyukur dengannya.
Slime di tempat itu juga berbeda dengan slime yang mereka temui selama ini. Slime ini memiliki ukuran yang besar dan tinggi seukuran sapi dewasa, ditambah jumlah mereka yang hampir mencapai ratusan.
Jeff dan Eric segera memulai pemanasannya, Eric memulai dengan tangannya sedang Jeff dari kepalanya, bahkan mereka juga terlihat saling membantu peregangan masing-masing.
"Ah benar begitu, terus tekan di sana." Jeff hanya memejamkan matanya dan merasakan keenakan.
"Tidak, tidak, jangan tekan di sana. Jangan tekan sial-- Aw! Aw! Arrgh-!" Eric meringis kesakitan mendapatkan Jeff yang tersenyum mendorong kuat punggungnya ke tanah.
Slime yang melihat mereka juga ikut penasaran dan berhenti bergerak, malah para Slime ini mendekati keduanya karena penasaran dengan apa yang sedang dua player itu lakukan.
Setelah semua persiapan selesai Eric yang pertama bergerak duluan, Eric dengan cepat membelakangi salah satu slime dengan skill-nya, setelah menikamnya seketika slime itu berhamburan kesegala arah.
Melihat saudaranya yang dibunuh itu para slime segera berloncat untuk menjauh, mereka sadar jika hanya diam saja mereka akan bernasib sama.
Tapi sayangnya mereka telah ditunggu oleh satu orangnya lagi, dia mengacungkan pedangnya dengan tersenyum penuh makna.
Jeff dan Eric melakukan pembantaian pada slime-slime gendut itu. Mereka tersenyum menikmati setiap pembantaian yang mereka berikan.
Evans sekarang hanya melipat kedua tangannya dan menyaksikan keduanya, dia juga mulai mencari spot terbaik untuknya tidur menunggu keduanya selesai.
Sebenarnya Evans ingin bergabung dengan mereka tetapi karena jumlah para slime itu, Evans kemudian mengurungkan niatnya.
**
Dengan pisau kecil, Eric terlihat sangat terampil dan cekatan dia seakan menyatu bersama pisaunya. Eric menyayat satu demi satu slime yang dia temui, semua berakhir dengan sekali serang dan meledak.
Sedangkan Jeff dengan pedangnya, dia mulai menebas para slime dengan pola x, entah apa yang ingin dibuat Jeff. Tetapi Evans hanya menyaksikan keduanya dari kejauhan.
"Cih." Jeff menemukan jika jumlah yang dibunuh Eric lebih banyak darinya dan mulai serius dengan menggunakan skill khusus jobnya.
< Eksklusif Skill: Holy Stars Energy > < B >
Jeff mengangkat tinggi pedangnya dan seketika sebuah sinar keluar dari para slime yang berada didekatnya. Cahaya itu berbentuk silang dan mulai berputaran, sedetik kemudian semuanya menghilang tanpa sisa.
Eric berdecak kesal melihat Jeff yang mampu membunuh puluhan slime dalam sekali serang.
**
Perburuan keduanya selesai saat sore hari. Eric dan Jeff kini mengeluarkan napas yang memburu, mereka mulai mengatur napasnya untuk kembali seperti semula.
"Omong-omong di mana, Ev?" Jeff melihat kesekelilingnya.
"Aku lihat Dia tidur lama di bawah pohon itu lalu berkata ingin pergi mencari toilet, tepat lima menit setelah kita selesai."
"Hahaha. Di mana toilet bisa di temukan di sini?"
__ADS_1
Keduanya mulai tertawa bersamaan memegangi kedua perutnya dan menghela napas. Mungkin mereka terlalu senang sampai bereaksi berlebihan.
Tidak lama kemudian pesan dari sistem muncul.
"PING."
______________
[ Completed ]
Selamat kepada Player telah berhasil menyelesaikan Tutorial Tower Level : 0.
Karena Player telah berhasil menaklukan
Level : 0
Satu Level dalam Tower akan terbuka.
Selamat Tower Level 22 telah dapat diakses.
_______°________
Pesan itu hampir saja membuat mata mereka terjatuh dari tempatnya, dengan tubuh yang gemetaran mereka melirik kesekitar.
Hanya satu orang yang bisa melakukannya, pikir keduanya.
Eric dan Jeff saling berpandangan mereka segera membuka [ Billboards ] di sistem.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[ Billboards ]
No. Player. Score
Evans Mallory / 1089
Roza Bellanov / 540
Jeffrey Agler / 520
Jack Dans / 495
Eric Wilfreed / 490
Miya /400
Junot Kent /380
Lisa Sania / 360
Benedich Kolorad / 355
Rodrigo Nok / 340
__ADS_1
....