Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 77 |


__ADS_3

Chp. 77 Level 12 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(11) - Identitas Black Masked Gass.


Setengah jumlah musuh sekarang lenyap tak bersisa bahkan drop item mereka sepertinya juga ikut menghilang, Evans berdiri di tengah kawah dengan memegangi katananya.


Entah sudah berapa kali dirinya [ Level Up! ], tetapi yang jelas Evans dapat merasakan jika tubuhnya semakin besar dan kuat saja, dia merasakan otot-ototnya yang mulai terbentuk dengan sendirinya bahkan tanpa perlu melakukan latihan keras yang lama.


Evans yang penasaran dengan status playernya sekarang mulai membuka layar sistem, "Player Info."


_______________


[ Player Info ]


Name : Evans Mallory.


Level : 45 (25.000/30.000)


Race : Human.


Age : 16 th.


Gender : Male.


Job : Farmer (Common class).


HP : 200/285


MP : 245/295


Stats.


STH : 65 (+225)


SPD : 69 (+225)


DEF : 60 (+225)


INT : 70 (+225)


Stats point : 80


Stigma.

__ADS_1


The One Who Can Find Bugs : The Real Genius ( S )


_________°__________


Evans sedikit terkejut saat melihatnya, dia tidak menyangka jika hanya dalam waktu sehari saja dirinya mampu untuk menaikan level sampai empat puluh lebih, bahkan tersisa lima level lagi untuk dirinya melaju ke tahap Intermediate.


Evans juga penasaran bagaimana dia memanfaatkan stats poin miliknya, apakah poin ini didistribusikan untuk "intelegent" sehingga jumlah mananya meningkat atau "strength" karena jumlahnya yang paling sedikit dari stats yang lain.


Belum sempat Evans untuk memutuskan, sebuah teriakan tiba-tiba saja muncul dari kejauhan.


"Siapa lagi Kau?" Suara ini begitu dingin dan menakutkan membuat Evans berbalik untuk memeriksanya.


Evans tidak menjawabnya, dia hanya melihat cukup lama seseorang yang juga bermasker gas hitam sama seperti dirinya dan juga di sana ada seseorang yang paling menarik perhatiannya, dia adalah Lan Suzi.


"Ah, apakah berarti Dia adalah Boss musuh itu." Pikir Evans kembali menatap seseorang bermasker gas.


"Apakah orang itu baru saja meremehkanku? Jika saja Aku diijinkan untuk menggunakan semua kemampuanku... Aku bersumpah pasti akan membunuhmu!" Batin Code-024 dengan geram dan terlihat gemas saat melihat Evans sampai mengusap tombaknya dengan ibu jari berkali-kali.


"Hei, Kau itu masih ingat dengan Kami, 'kan?!" Lan Suzi tersenyum lebar, bisa dipastikan kemenangan akan berada dipihaknya.


Setelah menemukan player misterius itu memegang sebuah katana kristal kebanggaannya dahulu, Lan Suzi tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya dan tertawa kecil saat melihatnya.


"Suzi, Apakah baik-baik saja jika membiarkan player misterius itu? Maksudku apakah Kau mengenalnya. Apakah Dia juga teman?" Roland sedikit khawatir mengingat kekuatan yang baru saja Evans tunjukkan itu.


"Berdoalah saja semoga Dia adalah teman hihihi." Lan Suzi tertawa pelan dengan menatap Evans yang sekarang mulai bergerak.


Dia kembali menyerang bawahan dari Code-024 tetapi sekarang Evans tergabung dengan para penjaga dan player yang lain. Mereka secara bersama-sama menyerang para penjahat yang tersisa.


"Jika terus begini semua orang akan lenyap apa yang harus Aku lakukan, bagaimanapun ini adalah tanggung jawabku melindungi semua orang..." Code-024 kehilangan fokusnya saat melihat Evans dan lainnya menyerang bawahannya.


"Trang." Tiba-tiba saja seseorang kembali menyerangnya, dia adalah Roland, dagger besarnya hampir saja memenggal kepalanya.


Code-024 hanya mengumpat dan berteriak kepada Roland, tetapi dirinya tidak menyadari jika seseorang sudah bergerak dan berada dibalik punggungnya.


< Light Speed > < C >


"Skill ini? Ini adalah Lan Suzi!" Code-024 yang mengetahui Lan Suzi menghilang hanya bisa mengernyitkan dahinya dan mencoba untuk menerka dimanakah kemunculan Lan Suzi dan sebelum dia menemukannya semua itu sudah terlambat.


Dengan kemampuan kecepatan cahaya yang luar biasa, dia seakan diteleportasi dan sekarang hanya tinggal jarak seinci saja pedangnya bisa menusuk Code-024 dari belakang.


Tetapi tiba-tiba saja sebuah suara angin disusul dengan sebuah panah menusuk dan menghempaskan Lan Suzi, dirinya gagal untuk mengakhiri semuanya padahal hanya tinggal sejengkal saja.

__ADS_1


"Kau, Kau adalah Code-666. A, Apa yang Kau lakukan di sini?! Bagaimana dengan misinya?" Code-024 menganga saat melihat rivalnya datang dengan membawa seseorang player dengan job Archwizard di sampingnya.


"Yo, Code-024 sepertinya Kau sedang kesusahan. Sudah kuduga dari seseorang yang tidak pernah disiplin dan sembrono sepertimu. Untungnya Aku segera diberi kabar dan diteleportasikan ke sini, semua ini berkat gadis kecil di sampingku ini." Code-666 menepuk dan mengusap lembut kepala gadis kecil di sampingnya.


"Semua sudah di atasi, misi Kita tinggal sedikit lagi selesai. Tetapi setelah melihat kelompok kalian malah dihajar dan tersisa setengahnya... Pasti ada hal yang tidak sesuai dengan rencanaku. Aku minta maaf kepamu..." Code-666 menundukkan kepalanya meminta maaf kepada Code-024.


"Ti-Tidak semua itu bukan salahmu. Kami memanglah masih lemah. Akulah yang seharusnya meminta maaf." Code-024 hanya menggigit bibirnya tidak bisa berkata apa-apa lagi.


**


"Apa yang sedari tadi mereka bicarakan itu?" Roland mendekati Lan Suzi dan bertanya kepadanya.


"Aku tidak tahu, tapi apapun itu sepertinya pihak mereka bukanlah orang-orang yang jahat." Lan Suzi yang mendengarkan pembicaraan mereka hanya bisa menarik kesimpulan berdasarkan sikapnya.


"Apakah Kita membuat kesalahan. Siapakah sebenarnya mereka itu?" Batin Lan Suzi.


Setelah mereka berdua berbicara cukup lama, Code-666 kemudian menyuruh Archwizardnya untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka yang sempat tertunda dan meminta untuk meninggalkannya di sini.


"Pergilah biarkan Aku di sini. Jemput Kami kembali setelah semuanya selesai."


"Baik. Dimengerti Tuan!" Archwizard itu tiba-tiba menghilang dengan menggunakan skill-nya, dia meninggalkan debu dan angin di tempatnya berdiri.


< Grand Magic: Teleportation > < A >


Code-666 mulai bergerak dari tempatnya, dia menatap Lan Suzi dan Roland yang menguping mereka, "Jadi katamu ada dua variabel yang mengganggu Kita salah satunya adalah Dia, dan satunya lagi adalah seseorang bocah ingusan itu?!" Code-666 secara bergantian melihat antara Evans dan Lan Suzi.


Lan Suzi dan Roland kini memasang sikap yang waspada dan mengeluarkan senjatanya masing-masing.


"Huff... Tidak ada pilihan lain, katamu mereka juga sudah mengetahui identitas Kita, 'kan? Jika begitu kenapa Kau tidak menggunakan kekuatan penuhmu itu. Membereskan mereka berdua seharusnya bukanlah hal yang sulit bagimu." Code-666 menghela napas memikirkan seberapa bodoh temannya itu.


"Ma-Maaf..." Code-024 hanya bisa pasrah dan tidak mencoba untuk membela dirinya lebih lanjut, "Kalau begitu Aku meminta ijin pergi."


"Kemana?" Tatapan mata Code-666 begitu dingin saat menanyakannya.


"Ada seseorang yang sangat ingin Aku bunuh... Seseorang yang sangat menjengkelkan dan membuatku yang besar ini diremehkan, bahkan seperti tidak dianggap olehnya."


Code-666 hanya diam dan mendengarkannya.


"Lagipula Kau lebih kuat dua kali lipat dari pada diriku di sini. Kau pasti bisa membereskan mereka berdua lebih cepat daripada diriku. Sedangkan Aku memiliki sumpah untuk membunuh orang itu, jadi Aku mohon padamu. Aku janji semuanya akan cepat selesai."


Lan Suzi dan Roland yang mendengarkan Code-024 berbicara seperti itu hanya terbelalak. Tetapi di sisi lain sekarang sudah jelas jika keduanya memang berasal dari Guild Besar.

__ADS_1


__ADS_2