
Chp. 29 Level 4 : Bam vs Lan Suzi.
"Slash, Slash."
Mata Bam kesulitan untuk mengikuti kecepatan cahaya dari Lan Suzi, melihat cahaya kuning yang terus menghilang dan muncul di tempat-tempat yang acak berhasil memusingkannya.
Karena terlambat untuk meresponnya, Bam hanya melihat Lan Suzi secara sekilas yakni saat dirinya sedang menyerang.
Secara sekilas ini juga Bam mengabaikan pertahanannya dan tertegun melihat wajah cantik Lan Suzi, hasilnya Bam berakhir dengan mendapat luka sayatan yang sangat panjang di punggung serta dadanya.
Sekarang Bam terjatuh ke tanah dengan pedang sebagai tumpuannya, bersamaan itu juga Lan Suzi mulai berhenti menyerang dan mendarat di dekatnya.
"Huff... Beginilah seharusnya..."
Lan Suzi kemudian berhenti untuk menyerang setelah mendaratkan empat serangan kepada Bam dengan cepat,
Lan Suzi sekarang berdiri di depan Bam dan menyeringai, dia menyarungkan kembali pedangnya bersamaan dengan tertawaan kecil mengejek Bam.
Evans melihat kecepatan dari Lan Suzi yang menurutnya sedikit cepat ini, pada awalnya Evans memang kesulitan untuk mengikutinya tetapi setelah melihatnya berulang kali matanya mulai terbiasa dan berpikiran Bam mungkin juga akan demikian.
"Kau terlalu banyak bicara, kecepatanmu hanya naik sedikit saja kenapa sangat sombong."
"Hah?!" Lan Suzi yang mendengarnya lalu melotot ke arah Bam, dirinya tidak habis pikir karena kecepatannya yang sekarang saja sudah tidak dapat Bam ikuti, namun dirinya masih berlagak sok kuat.
Hal ini sangat menjengkelkan bagi Lan Suzi yang sangat ingin menebasnya menjadi dua bagian, tetapi tidak bisa.
**
"Apa Kak Bam akan baik-baik saja? Semoga tidak ada yang terjadi."
Anton berdegup kencang melihat Bam yang sekarang bobrok dan siap ambruk kapan saja. Didi bahkan sampai menggigit jarinya saat melihat keadaan Bam sedangkan Riza malah bersorak memberi semangat.
Pada awalnya ketiga orang ini ingin sekali membantu Bam, tetapi saat melihat kecepatan yang Lan Suzi tunjukan mereka bertiga kemudian angkat tangan.
Tidak ada yang mampu mereka lakukan untuk Bam selain mendukungnya sekarang.
Bam sekarang bertahan dari gempuran yang Lan Suzi berikan, meski sesekali dirinya mencoba untuk menebak arah serangan dari Lan Suzi, sayangnya hal ini tidak berhasil dan malah membuat Lan Suzi dengan mudah menyerang Bam yang tidak memiliki penjagaan.
Ada yang aneh setelah lebih dari puluhan serangan yang Lan Suzi berikan, Bam yang merasakannya kemudian menurunkan pedangnya dan berteriak ke arah Lan Suzi, dia masih terus menghilang di setiap kedipan mata.
"Apa yang kau lakukan!" Teriak Bam dengan geram sampai membuat giginya berbunyi, alhasil dirinya berhasil membuat Lan Suzi yang menghilang kini berhenti untuk mendengarkan.
Keduanya sekarang berhenti saling menyerang dan menyarungkan kembali pedangnya masing-masing, Lan Suzi hanya mengerutkan dahinya tidak mengerti ada apa sekarang.
__ADS_1
"Jika tidak serius menyerang maka pergilah, aku sangat membenci orang yang sepertimu."
Lan Suzi hanya menghela napas kecil mendengarnya, benar yang ada dalam pikiran Bam sekarang, Lan Suzi menahan dirinya saat bertarung. Serangan yang diberikan bahkan berbeda sejak pertama mereka bertarung.
Ketiga penonton yang menyaksikan tidak menyadari ini, sebaliknya mereka malah berprasangka buruk pada Lan Suzi, mereka mengira jika Lan Suzi sangat kejam karena memberikan puluhan luka tebasan di seluruh tubuh Bam.
Tetapi pada akhirnya mereka baru mengetahui jika luka-luka yang diberikan ini hanya dangkal dan tidak membahayakan.
Pertarungan mereka sudah berlangsung selama lebih dari tiga puluhan menit, tetapi Hp Bam malah masih tersisa setengahnya hal ini menunjukan bukti kedua ketidakseriusan Lan Suzi saat bertarung dengannya
Kecepatannya bahkan menurun banyak sedikit demi sedikit, ditambah serangan yang mengincar area yang berbahaya juga jarang ditemukan.
Lan Suzi tidak dapat mengelak lagi malah sangat menyesali perbuatan yang dilakukannya, saat itu dirinya larut kedalam kemarahan dan beban stres, dan sekarang kedua sifat buruk ini perlahan menjadi menghilang sejak bertarung dengan Bam.
Tersadar akan kesalahannya apalagi sampai membuat orang lain ikut terlibat membuatnya malu sendiri dan bingung bagaimana cara untuk bertanggungjawab.
Membuat Bam terluka, menyerang Evans dan tiga anggota Paguyuban Usaha Tani yang lain jelas menyimpang jauh dari misinya.
"Kau merasa bersalah? Maka majulah dengan kekuatan penuh mu."
"Apa?" Batin Lan Suzi.
Melihat Bam yang kesusahan dan terus menerus berusaha keras untuk menang darinya itu, mengingatkan akan dirinya sendiri di masa lalu dan membuat Lan Suzi tidak sampai hati, akhirnya menahan diri saat melawannya.
"Seseorang menyuruhku untuk menjadi kuat sampai bisa melindungi teman bahkan semua orang, aku akan menjadi top player juga menjadi yang terkuat di sini."
Sebelum Lan Suzi menarik pedangnya dia berkata, "Semoga kau bisa bertahan dengan ini semua, aku akan mulai serius."
Bam menyeringai dengan ikut menarik pedangnya kembali.
Lan Suzi kemudian melangkah dan mulai menggunakan skillnya meninggalkan setitik cahaya di tempatnya berdiri.
< Light Speed > < C >
Lan Suzi mengarahkan pedangnya tepat kearah leher Bam dan kali ini tidak ada keraguan yang terlihat pada matanya, dirinya tercengang saat mengetahui Bam dapat memantulkan kembali serangannya menggunakan pedang.
Disela pertarungan ini juga keduanya terlihat saling menatap dan tersenyum membuat aneh ketiga penonton yang menyaksikan.
"Slash, slash."
Mereka melanjutkan bertarung sampai pakaian Bam dibuat compang-camping, serangan Lan Suzi juga semakin cepat dan acak ke semua tempat bahkan mengarah ke titik vital lawannya.
Bam berhasil bertahan dengan baik dari serangan lawannya.
__ADS_1
**
Bam sekarang tersenyum lebar karena dapat mengimbangi kecepatan dari Lan Suzi dan membuatnya semakin percaya diri.
Bam yakin jika keterampilan berpedangnya juga telah mengalami banyak peningkatan menjadi lebih halus dan lebih sulit untuk ditebak.
Napas Lan Suzi sekarang menjadi memburu, dirinya berhenti untuk mengambil napas sebelum melanjutkannya kembali, disela berhenti ini juga dia kembali tersenyum menatap Bam.
Bam yang telah sepenuhnya terbiasa dengan kecepatan dari Lan Suzi terlihat kesulitan menahan senyumnya, dari yang awalnya pedang mereka bertemu karena sebuah kebetulan, sekarang jumlah pedang mereka bertemu menjadi lebih sering.
Bam terus menarik napas dan berkonsentrasi untuk membaca gerakan Lan Suzi, inderanya telah meningkat tajam selama pertarungan.
Lan Suzi yang melihat perkembangan Bam ini tersenyum dan tertawa kecil, "Sudah kuduga kau memang berbeda."
Memasuki penghujung terakhir Bam mulai menunjukan skill rahasianya, skill yang hanya mampu digunakannya sekali karena jumlah mana yang sedikit.
< Mana Swords > < D >
Seluruh pedang Bam diselimuti dengan mana dan bercahaya, Lan Suzi yang melihatnya kemudian menarik pedangnya dan ikut menggunakan skill terkuatnya.
"Trang!"
Keduanya beradu serangan kembali Lan Suzi dengan kecepatannya dan Bam dengan penguatan di pedangnya.
Sebuah cahaya perlahan keluar dari pedang mereka yang bertemu, menyelimuti keduanya sampai membuat silau yang menyaksikan.
Para penonton yang menyaksikan penasaran bagaimana hasil akhir dari pertarungan mereka sebelum akhirnya cahaya yang terus bersinar selama lebih dari semenit ini perlahan memudar.
"Sudah ku bilang, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Bagaimana menurutmu?"
Sepuluh tahun Bam telah berada dalam pulau, dirinya selalu berlatih walaupun dengan jobnya yang biasa itu, menggunakan pedangnya dia memanfaatkan waktunya untuk terus berusaha dan berjuang di Tower Lantai Pertama sampai mencapai level 70.
Sekarang Bam membayangkan sudah berapa puluh juta dia membunuh monster di sana.
"Kau tidak harus berjuang sendirian, kau tahu..." Lan Suzi kemudian tersenyum penuh makna dan kemudian sebuah retakan halus mulai muncul di tangannya.
Sebelum menghilang Lan Suzi juga menundukkan kepalanya dan meminta maaf kepada Evans dan teman-temannya sebelum beralih kembali kearah Bam.
*wink*
Bam menganga mendapati kedipan dari seorang wanita cantik, bukan hanya itu ketiga teman Evans yang lain juga ikut mengedip karena salah paham.
Memang benar jika posisi mereka dengan Bam saling membelakangi, tetapi Evans saja tidak merasakan apapun yang juga ada dibelakang Bam malah dia menundukkan kepalannya memberikan salam.
__ADS_1
Beberapa detik kemudian sebuah cahaya muncul dari seluruh retakan tubuh Lan Suzi, dan perlahan merubahnya menjadi butiran cahaya lalu meninggalkan mereka.
Lan Suzi pergi dengan tubuh yang penuh retakan seluruhnya.