Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Amateur player | 40 |


__ADS_3

Chp. 40 Level 6 : Sebelum Persidangan.


...***...


Di suatu Kota, salah satu anggota dari Sunny Guild. Seorang wanita sedang melaksanakan hukumannya, hukuman yang diterima adalah misi pelayanan masyarakat selama seminggu di kotanya.


Hukuman yang sangat ringan pikirnya karena gagal dalam menjalankan misinya yang pertama, ditambah semua ini diperbuat murni kesalahannya sendiri.


"Apa benar hanya cukup dengan hukuman ini?" batin Lan Suzi yang memungut sampah di depannya, dia memasukan sampah itu ke kantong sampah dan mulai berpatroli lagi.


Lan Suzi tiba di alun-alun kota, melihat ke sekitar untuk mencari sampah atau membantu warga yang sedang membutuhkan bantuannya.


Tapi sayangnya di sana tidak ada hal yang seperti itu, dirinya melihat lingkungan yang sudah bersih dan rapi juga tidak ada satupun orang yang membutuhkan bantuannya.


Lan Suzi akhirnya berniat pergi dan mengakhiri kegiatannya hari ini sampai akhirnya pandangannya berhenti di satu tempat.


Pemandangan yang sangat mengganggu itu membuat wajahnya memanas dan malu sendiri, Lan Suzi sedang melihat sekelompok pasangan muda-mudi yang mengumbar kemesraan di depan publik membuatnya spontan menutup wajahnya.


Meskipun sekarang wajahnya sudah ditutup, tetapi Lan Suzi masih bisa mengintipnya melalui celah-celah tangan, wajahnya semakin panas bahkan mencapai ujung telinganya.


Entah bagaimana bisa tetapi Lan Suzi melihat pasangan itu sebagai dirinya dengan pria yang sangat tampan.


Tidak habis pikir lagi apakah ini karena sinar matahari sore saat itu atau karena kerinduannya kepada seorang pria, yang pasti sekarang dirinya sedang melihat bayangannya sedang duduk bersama dengan Bam.


Lan Suzi kemudian mendekat perlahan kepada pasangan di depannya ini, Lan Suzi dan Bam ( Imajinasi sendiri ) matanya hampir keluar saat pasangan itu saling berpelukan dan bahkan hampir berciuman, "Kyaaahh."


Lan Suzi berteriak sangat keras sampai mengganggu pasangan di depannya sekaligus merusak momen bersama mereka, akibatnya pasangan ini berakhir menjauh dari Lan Suzi yang masih meneruskan lamunannya.


"Ah, Sudah! Cukup! Ah! B-Bam... Kyaa--" Belum selesai Lan Suzi meneruskannya sebuah darah segar kemudian mengalir di salah satu lubang hidungnya.


...***...


Evans berjalan keluar dari Katedral menuju kearah salah satu cabang dari The Executor Guild, dia melihat banyak orang berlalu lalang keluar dari Tower, sepertinya mereka berniat untuk beristirahat mengakhiri satu hari lagi di dalam pulau.


Sebuah Kota yang besar melingkari Tower, Kota ini disebut sebagai Kota Centre sekaligus tempat Guild Besar Domain bermarkas.


Bukan hanya mengawasi kelima Guild Besar yang lain, Domain Guild juga mengurusi permasalahan tentang Tower.


Evans sekarang memejamkan matanya saat mengingat kembali tentang Kota Excel, dirinya saja masih belum menjelajahi Kota Excel yang menjadi tempat tinggalnya sekarang, tetapi dirinya malah akan menjelajahi kota ini.


Sudah cukup lama Evans mencoba mencari keberadaan dari salah satu Guild Cabang The Executor dan tidak berhasil, dia juga telah mencari bantuan dengan bertanya dari orang-orang di sekitarnya.


Tetapi kebanyakan dari player yang ditemuinya adalah para petualang dari kota yang lain dan juga sama seperti dirinya.


Langit sudah mulai berwarna kegelapan dengan sedikit cahaya kemerahan dicelahnya, Evans akhirnya mencapai Alun-Alun Kota Centre.

__ADS_1


Pemandangan Alun-Alun ini cukup menarik lantainya berupa batuan besar yang disusun rapi dengan sebuah patung besar di tengahnya, di sekitar banyak ditemukan kios-kios makanan dan juga tempat duduk.


Evans juga terpesona cukup lama dengan sebuah taman di sana, sampai lampu-lampu taman perlahan menyala dan membuatnya tersadar.


Terlalu banyak orang di Alun-Alun ini kebanyakan dari mereka adalah pasangan muda-mudi.


Evans yang tidak berniat untuk merusak momen bersama mereka, kemudian memilih pergi dari sana.


Evans akhirnya bisa menghela napas lega setelah melihat seorang perempuan. Perempuan ini mengenakan sebuah ban lengan yang bertuliskan "Pelayanan Masyarakat".


"Permisi di mana tempat kantor cabang dari The Executor."


Evans sebenarnya sedikit geli saat melihat perempuan cantik itu menyumbat darah di hidungnya menggunakan tisu, apa yang sebenarnya terjadi kepadanya.


"Baik, ada yang bisa saya bantu?"


Jika dilihat lagi perempuan ini adalah sosok yang tidak kalah cantik dari Ney tetapi sifat mereka sangat berbeda jauh.


'Ney tidak mungkin melakukan ini.' Pikir Evans saat menatap lama wajah perempuan itu dari dekat. Evans juga merasa pernah melihatnya entah dimana, wajahnya sangat tidak asing baginya.


"Ah, bukankah kau Evans?"


Evans yang mendengarnya kemudian hanya menganggukkan kepalanya, bagaimana perempuan ini mengetahuinya tetapi wajahnya memang tidak asing.


"Apa maksudmu ini aku Suzi. Um... Yang waktu kemarin..."


"Bisa kau tunjukan salah satu Guild Cabang The Executor."


Evans tidak berbasa-basi dan langsung menanyakan tentang tempat tujuannya.


Lan Suzi kemudian menggaruk rambutnya sebentar dan tersenyum canggung menatap Evans, ingin sekali dirinya menjelaskannya tetapi takut membuat Evans malah kebingungan atau bahkan tersesat.


Lan Suzi akhirnya mengajukan diri untuk mengantarnya, "Kemarilah ikuti aku..."


Keduanya kemudian berjalan berdampingan, Evans tidak mengira perjalanan mereka cukup lama karena harus memutar kembali, tempat tujuannya adalah Utara Kota Centre dan sekarang dirinya berada di Selatan perbatasan dengan Kota Excel.


.


.


.


"Omong-omong ada keperluan apa kau di sini?"


Mereka akhirnya sampai di depan Guild Cabang dari The Executor, Lan Suzi terlihat sangat penasaran dengan keperluan Evans kemari sehingga mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Mungkin aku akan cerita nanti."


Evans kemudian memasuki Guild Cabang The Executor dan meninggalkan Lan Suzi yang menunggu di depan, butuh waktu lebih dari dua jam sebelum akhirnya Evans keluar dari sana.


"Kau masih di sini."


"Ya, Um... Aku sangat penasaran hihihi."


Evans hanya menghela napas pelan, sebenarnya dirinya sengaja di dalam cukup lama untuk membuat Lan Suzi pergi tetapi tidak disangka Lan Suzi masih menunggunya, dia duduk di kursi tunggu dan dengan sabar menanti Evans.


Evans menatap Lan Suzi cukup lama, dia lebih memilih untuk tidak bercerita dan mengalihkannya.


Evans lalu mengajaknya ke sebuah restoran dan membalas kebaikannya apalagi sampai menunggunya lama di sana.


Pada akhirnya Evans tidak menceritakan yang sesungguhnya kepada Lan Suzi.


**


Tepat setelah dua puluh empat jam, Bam akhirnya keluar dari Katedral. Sehari memang telah berlalu tetapi dalam ingatannya semua yang terjadi ini hanyalah beberapa detik setelah dia dipenggal kepalanya oleh Jun Ichiro.


Bam memandangi Evans yang menjemputnya, terlihat Evans melambaikan tangan dan memanggil namanya di kejauhan.


Beberapa orang dari Paguyuban juga ada di sana, mereka menanyakan kabarnya dan memeluk Bam bergantian.


Semua orang di sekeliling Bam tampak cemas dan khawatir, beberapa dari mereka bahkan menutup mulutnya dan ada beberapa yang memejamkan matanya.


Masalah ini sudah sangat besar bahkan melibatkan sebuah Guild Besar sekaligus masa depan dari Paguyuban Usaha Tani.


Setelah mendapatkan kabar dari Evans apa yang sebenarnya terjadi, semua anggota Paguyuban Usaha Tani yang berjumlah hampir dua ratus orang awalnya berniat untuk berbondong datang kemari.


Tetapi hal itu kemudian langsung ditolak oleh Hendra, bagaimanapun harus ada yang menjaga paguyuban selama mereka tidak ada.


Semua orang yang mendengarkan cerita Evans hanya menelan ludahnya masing-masing tidak percaya, tetapi setelah Bam keluar dari Katedral mereka semua kemudian berubah pikiran tidak mereka harus percaya jika sudah begini.


Sontak langsung timbul kemarahan di hati para player Paguyuban Usaha Tani, mereka bergegas dan beramai-ramai bermaksud pergi ke markas dari Sunny Guild, membuat perhitungan pada mereka.


Tetapi Evans yang melihat hal ini tidak bisa tinggal diam dan menunggu, dia menghentikan tindakan bodoh mereka bersama Hendra.


"Apa kalian bodoh, kita tidak bisa berbuat banyak di sana, malah akan lebih banyak timbul korban jiwa dari kelompok kita." Hendra mencegat di depan beberapa anggota yang marah ini dan mengangkat tangannya tinggi.


"Tidak ada yang bisa dilakukan di sana aku telah melapor kepada dua guild besar yang lain."


Evans kemudian menerangkan bahwa dia telah melaporkan kasus ini kepada kedua guild yang bertanggung jawab mengurusi hal ini lengkap dengan bukti-buktinya, segera setelah Evans melaporkannya dia juga langsung mendapatkan jawaban dari mereka.


"Mereka akan membuka 'Peradilan Akbar' untuk kita."

__ADS_1


Mendengar jawaban dari Evans, membuat hati mereka kembali tenang meski masih merasakan sedikit panas.


Tetapi jika mengingat tidak ada yang bisa mereka ubah meski pergi ke sana juga, mereka kemudian hanya bisa berpasrah dan menghela napas, semua ini bergantung bagaimana persidangan besoknya berjalan.


__ADS_2