Hero Of Bugs: Players

Hero Of Bugs: Players
HOBs: Intermediate player | 127 |


__ADS_3

Di luar, kami mendengar semua orang bertepuk tangan dan bersuka cita. Sepertinya banyak sekali orang yang memiliki dendam ataupun kenangan buruk dengan gedung pencakar langit itu. Tetapi tidak pernah ada satupun orang yang bergerak dan melakukan sesuatu.


Karena kamera polaroid adalah kamera instan dan langsung jadi. Aku menyerahkan hasil foto yang pertama pada Malika, terserah apa yang akan mereka lakukan pada itu. Foto pertama adalah saat para anggota baru berselfie sendiri dengan senyum gembira dan membawa baliho.


Malika kemudian mengangguk dan berterimakasih kepadaku.


Satu lagi foto yang lain, akan aku cetak ulang dan membagikannya kepada semua orang nanti.


Itu adalah hadiah kecil yang kuberikan dan menjadi rahasia kita. Aku meminta semua orang untuk tidak membicarakannya kepada siapapun.


Tiga bersaudara tidak berhenti mengajukan pertanyaan seperti "apa yang terjadi", "bagaimana kau bisa melakukannya", "apakah itu kau yang melakukannya" dan banyak lagi pertanyaan lainnya di sana.


Aku memilih diam dan tidak menjawab semuanya.


Kami sekarang sedang dalam perjalanan untuk kembali ke paguyuban. Mobilku diisi oleh empat orang anggota baru, Malika duduk di kursi bagian depan bersama denganku.


"Kak Evans, apakah semua itu sungguh kau yang melakukannya?"


Aku ingin menjawab dengan bukan dan terhindar dari semua masalah, tetapi waktu saat terjadi ledakan dengan jentikkan jariku sangat cocok tanpa ada jeda sedetikpun. Sehingga aku memilih diam dan membiarkan Malika dan yang lain untuk menyimpulkan semuanya.


"Tetapi, Kak. Bukankah ada banyak orang di sana, bahkan Kak Fany juga ada di sana. Bagaimana jika sesuatu terjadi dengan mereka?"


Setelah Malika mengatakannya terjadi keheningan yang cukup lama di sana. Tetapi, tiba-tiba saja tiga orang yang duduk di belakangku mulai buka suara dan mengatakan pendapatnya.


"Cih. Siapa yang peduli dengan mereka. Mereka saja tidak peduli kepada kita dan menganggap kita tidak berguna."


"Meski begitu..."


"Mereka membuang kita karena menganggap kita tidak berguna! Kau tahu itu kan, Malika?!"


Malika terkejut mendengarnya dan langsung menunduk. Dia perlahan meraih lenganku dan meremasnya saat aku sedang menyetir.


Apa yang dikatakan junior-juniorku di belakang memang benar, bahkan aku pun juga setuju dengan mereka.


Tetapi ledakan yang ada di sana sama sekali tidak berbahaya dan tidak mungkin akan ada korban di sana.


Fany juga adalah perempuan yang kuat dan aku sangat mengakui itu karena pernah bertarung dengannya satu lawan satu. Jadi kurasa dia akan baik-baik saja.

__ADS_1


Di sini aku tidak ingin membela Malika, tetapi jika dibiarkan para juniorku di belakang akan salah paham dan mungkin bisa saja berubah menjadi seorang yang buruk di masa depan.


Apalagi setelah mereka menemukan kebenaran tentang job petani dan kekuatannya nanti. Bukan tidak mungkin jika rantai kekuasaan akan berpindah dan kehidupan para player petani mengalami perubahan seratus delapan puluh derajat.


Jika itu terjadi maka hal yang pertama harus diperbaiki adalah pemikiran mereka.


"Hei. Aku ingin bertanya kepada kalian semua. Apa yang akan kalian lakukan jika paguyuban usaha tani nantinya... menjadi nomer satu dan mendominasi di seluruh pulau."


Mereka langsung kebingungan dengan maksudku. Tetapi apa yang aku katakan tadi adalah hal yang serius, dan aku menggunakan penuh penekanan di sana.


"Hmm, artinya kita semua akan memiliki banyak uang, kan? Kalau begitu aku ingin hidup dengan mewah dan nyaman di dalam pulau."


"Benar. Aku juga ingin membeli rumah dan menikah di sini."


"Aku ingin melakukan traveling dan berpetualang di dalam pulau dan Tower."


"Haha. Kalau begitu aku ingin membeli semua barang mahal yang ada di sini."


Mereka semua terlihat senang dan tertawa kecil saat membayangkan semua itu. Tetapi tiba-tiba saja raut wajah semua orang menjadi berubah.


"Dan yang paling penting..."


Aku sedikit terkejut saat mendengarnya, mereka semua menjawab dengan bersamaan.


"...Jika begitu, tidak ada bedanya kita dengan mereka, kan?"


Setelah berpikir cukup lama bagaimana cara untuk memberitahu semua orang. Pada akhirnya aku berakhir tanpa mengatakan apapun di sana dan menghela napas pelan.


"Setelah ini pikirkanlah semua hal itu dengan serius."


Kami semua sekarang tiba di paguyuban. Para anggota baru sangat terkejut dengan melihat keluar dari kaca jendela mobil. Mereka terpukau dengan betapa megahnya gerbang masuk dan menghela napas saat masuk di dalamnya.


'Apa-apaan, di sini hanya ada sebuah kantor saja?' kira-kira seperti itulah yang mereka tunjukkan di wajahnya saat menatap kantor Paguyuban Usaha Tani.


Karena kabar Bam masih disembunyikan oleh semua orang dan Pak Tua Hendra. Para wartawan dan reporter kemudian tidak bisa menulis apapun di website tower.


Mereka tidak ada yang tahu apa persisnya yang sedang terjadi dan jika mereka berani menulis berita salah maka ranking mereka akan terjun dengan bebas.

__ADS_1


Para senior dan Pak Tua Hendra mendekat dengan tersenyum. Lagi-lagi mereka memanggil juru kamera dan bersiap melakukan foto bersama seperti biasanya dengan anggota baru.


Tidak lama kemudian semua orang berkumpul, total ratusan orang melakukan foto saat itu.


Dilanjutkan dengan briefing dan penjelasan tentang aturan-aturan di sini.


Semenit kemudian kabar mengenaiku beredar di website tower. Semua orang membuka layar sistemnya.


[ Bad News: Terekam! Seorang penyusup di salah satu gedung milik guild besar, pria itu menyusup saat malam hari dan melakukan kejahatan sampai meledakan seluruh gedung. ]


- Publisher : LambeGossip!


Di sana terpampang juga video cctv dengan wajah pria misterius yang mengenakkan topeng bermasker gas hitam.


Ajaibnya, semua orang berkomentar positif dan merespon dengan dukungan tentang itu, bahkan sudah dibaca sampai ratusan ribu orang. Dan karena itu Guild Besar memberikan harga bounty atau buronan yang murah jika bisa menangkapku di akhir artikel berita. Sekitar 1.000 keping Koin.


Dari pada disebut kejahatan kurasa akan lebih tepat jika dipanggil dengan kejahilan ataupun prank. Aku juga tidak mengira jika mereka sampai memasang harga kepadaku. Apalagi di sana tidak tertulis satupun korban yang menerima kerugian.


Setelah player bertopeng dan misterius yang dianggap pahlawan mendapatkan harga bounty, tentu saja warganet menjadi kecewa dan tidak terima. Mereka lebih memilih memihak kepadaku dan akhirnya harga bounty diturunkan menjadi 500 Koin.


Aku mengernyitkan keningku tidak percaya, kenapa tidak sekalian langsung dicabut saja bounty itu.


Kemarin malam, aku memutuskan untuk menyusup dengan menggunakan topeng gas yang kudapat di lantai keenam.


Karena penasaran bagaimana skill baruku berkerja, aku memutuskan mencari lahan untuk berlatih dan kebetulan gedung pencakar langit adalah tempat yang pas.


< Burning Stars > < C >


Sebuah api yang sangat besar kemudian muncul dan membentuk bintang.


Setelah menyesuaikan manaku, api itu perlahan menjadi sangat kecil dan berukuran seperti batu kerikil.


Selain bisa dilemparkan dan meledak, kebetulan api ini juga bisa menjadi sebuah bom tempel. Aku kemudian bereksperimen tentang hal itu di sana dan menanamnya di setiap sudut kaca jendela.


Sekarang aku sedang melihat Malika. Dia terus menerus merengut dan


tidak bersemangat sedari tadi tetapi sekarang. Malika tersenyum lebar dan bernapas lega setelah membacanya.

__ADS_1


- Bounty.


\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2