
Chp. 70 Level 11 : Menuju Tower Lantai Sepuluh(5) - Black Masked Gass.
"Evans! Evans!" Lan Suzi memanggil Evans dua kali, dia juga mengetuk pintu kamarnya dengan sangat keras.
Lan Suzi berteriak kepada Evans untuk secepatnya keluar dari ruangannya. Anehnya Lan Suzi tidak pernah bersikap seperti ini kecuali jika ada keadaan yang benar-benar mendesak ataupun berbahaya.
Evans kemudian bergerak dari ranjangnya dan secepatnya keluar, dia menemukan Lan Suzi dengan wajah yang panik dan keringat yang keluar dari dahinya. Evans lalu bertanya ada apa sebenarnya ini, tetapi Lan Suzi tidak menjawabnya dia langsung menarik tangan Evans.
"Ada hal yang tidak biasa sedang terjadi." Lan Suzi berbicara kepada Evans sembari menuntunnya, "Ini sangat berbahaya, lihatlah sendiri apa yang sedang terjadi di luar sana."
Evans dan Lan Suzi segera keluar dari pondok kayu untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi, sebelum mereka sampai di luar pondok kayu Evans perlahan mulai mendengar sesuatu.
Suara ini begitu samar dan terdengar saat mereka sedang berjalan di lorong penginapan, tetapi masih belum jelas suara apa yang sebenarnya didengar Evans ini.
Sampai di ruang tengah dirinya semakin dekat dari pintu masuk sehingga semakin jelas saja suara apa yang terdengar, Evans mulai menduga apa yang sedang terjadi.
Akhirnya mereka berdua sampai di luar. Evans melihat banyak sekali orang yang sedang berkumpul di depan pondoknya, mereka sedang heboh dan berteriak panik membicarakan pemandangan di depan mereka.
Mata Evans sedikit melebar saat melihat apa yang sedang terjadi, tetapi tidak mengatakan apapun mengenainya.
"Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Kenapa banyak sekali asap di langit?!"
"Uhuk! Uhuk! Bahkan asapnya sekarang sampai kemari. Apa yang sebenarnya dilakukan para penjaga?!"
Semua orang menatap langit yang berwarna hitam pekat dengan nyala api yang berkobar di bawahnya. Seperempat wilayah dari Lantai Keenam ini sekarang menjadi merah karena dilalap api. Seorang penjaga tiba-tiba datang dan memberikan arahan kepada semua orang yang ada di sana.
"Bahaya Kita semua sedang diserang. Segera mengungsi kepinggiran, di sana akan ada orang-orang yang akan melindungi kalian!"
__ADS_1
Sontak semua orang langsung berhamburan pergi mengikuti permintaan dari penjaga ini, sepertinya kebanyakan dari mereka adalah para pelancong atau bukan spesialis dalam hal bertarung.
"Kami akan mencoba untuk mengatasi masalah ini secepatnya. Jadi kalian bisa tenang dan mendoakan yang terbaik." Penjaga ini kemudian pergi meninggalkan semua orang yang tengah panik berlarian menuju ke pinggiran, dia pergi karena berniat untuk membantu para penjaga yang lain.
Evans dengan Lan Suzi yang berdiri di tengah orang-orang ini hanya melihat mereka semua berhamburan pergi. Mereka meninggalkan Evans yang tengah merasakan kebingungan dengan keadaan saat ini.
Apa yang sebenarnya sedang terjadi padahal dirinya baru saja sampai di sini. Evans kemudian berbalik untuk melihat ke arah Lan Suzi, dia penasaran apakah Lan Suzi mengetahui sesuatu tentang ini.
"Aku tadi hanya ingin keluar dari pondok kayu dan... Ingin pergi ke pemandian air panas mereka. Tetapi tiba-tiba saja, entah bagaimana bisa sampai seperti ini..." Lan Suzi menelan ludahnya sembari berbicara dengan terbata kepada Evans.
Setelah melihat keadaan di luar yang kacau balau, Lan Suzi segera pergi dan secepatnya menemui Evans. Lan Suzi kemudian tidak menjelaskan apapun padanya dan hanya menarik tangannya.
"Aku akan pergi. Kau mengungsilah bersama dengan yang lain, Kau juga bantulah mereka sampai selamat ke tempat pengungsian!"
"Tunggu. Ini semua bukanlah kewajiban Kita, sebaliknya pergi bersama dengan yang lain adalah keputusan yang lebih tepat kurasa." Evans menahan Lan Suzi dengan tangannya.
Evans merasa tidak baik jika menyerang tanpa memastikan siapakah orang yang ada di belakang ini semua, seberapa kuat orang ini dan jumlah semua orang yang menyerang mereka.
"Apa maksudmu! Aku masihlah seorang player yang berasal dari Guild Besar. Aku memiliki tanggung jawab juga di sini." Lan Suzi berlari dan mengejar penjaga yang tadi.
Evans menghela napas pelan saat melihat Lan Suzi pergi, dia kemudian melirik ke arah yang lain. Evans melihat banyak orang yang saling mendorong dan berebut untuk paling depan menuju ke tempat pengungsian.
Tidak ada pilihan lain lagi Evans harus mengantarkan mereka semua terlebih dahulu. Evans kemudian membuntuti semuanya di belakang, dia juga membantu orang-orang yang terjatuh karena dorongan di depannya.
**
Lan Suzi berlari secepat yang dia bisa untuk mengejar penjaga yang tadi. Akhirnya Lan Suzi mulai bisa melihat bayangan penjaga ini meskipun masih berada di kejauhan. Lan Suzi yang melihat bayangannya perlahan meningkatkan kecepatan.
__ADS_1
"Siapa Kau?!" Penjaga ini tiba-tiba saja berhenti karena merasakan seseorang yang mengikutinya dari belakang, apalagi dengan kecepatan yang luar biasa sampai membuatnya merasakan anginnya.
"Tenanglah, Aku adalah teman kalian. Namaku Lan Suzi, Aku salah satu anggota yang berasal dari Guld Besar, Sunny Guild!"
Penjaga ini mengernyitkan dahinya, dia masih tidak percaya dengan perempuan yang ada dihadapannya, "Apa yang membuktikanmu berasal dari sana? Jika hanya dari omonganmu saja masih sulit untuk dipercaya..." Penjaga ini memasang sikap waspada dan bersiap mengangkat senjatanya.
Para player yang berasal dari Guild Besar, mereka memiliki seragam tugasnya masing-masing dan sangat dikenal semua orang di dalam pulau.
Sedangkan untuk Lan Suzi saat ini, dia sedang tidak membawa seragamnya. Hal ini membuat penjaga tidak percaya dengannya.
Lan Suzi yang mendengarkan hanya bisa pasrah, dia tidak mencoba membela diri lebih lanjut dan hanya mengeluarkan sesuatu dari inventori khususnya. Sebuah medali kemudian muncul dari tangannya, medali yang berwarna merah dan berbentuk matahari ini merupakan simbol dari guildnya.
"Aku kemari hanya ingin membantu kalian." Lan Suzi menunjukan medalinya dan membuat mata penjaga tadi melebar melihatnya.
"Maaf atas ketidaksopananku!"
"Tidak masalah mari Kita lanjutkan perjalanan dan bergabung dengan yang lainnya untuk mengusir para penjahat kecil ini."
Penjaga ini menunduk dan meminta maaf sesaat setelah dirinya melihat medali milik Lan Suzi yang bersinar dengan terang. Setelah Lan Suzi mendapatkan kepercayaan dari penjaga ini mereka kemudian melanjutkan perjalanannya.
Mereka berlari cukup lama menuju daerah dimana pusat pertempuran sedang berlangsung.
Di perjalanan Lan Suzi dengan penjaga yang mengikuti di belakangnya bertemu dengan seseorang. Orang ini juga adalah seorang penjaga yang sama dari penjaga di belakangnya.
Orang ini terjatuh dan mengeluarkan banyak bitiran sinar berwarna biru, di dekatnya ada seorang lagi yang menggunakan masker gas berwarna hitam. Sepertinya pelaku kejahatan ini adalah orang yang menggunakan masker itu, Lan Suzi kemudian bergegas untuk menghampirinya.
Tanpa bisa melihat siapa orang yang menyerangnya, penjahat ini tiba-tiba merasakan pandangannya menjadi kabur dengan dadanya yang merasakan sempit dan susah untuk bernapas. Satu detik kemudian cahaya biru menyelimutinya.
__ADS_1