
Saat yang dinanti akhirnya tiba, Nisa baru saja melakukan test kehamilan, dan hasilnya positif. Tentu saja dia sangat bahagia, karena akhirnya bisa memberikan anak untuk suaminya.
"Pasti Mas Abi senang, saat mengetahui kalau aku saat ini sedang hamil anaknya," ucap Nisa. Senyuman melengkung di sudut bibirnya.
Nisa berniat memberikan kejutan, saat suaminya pulang bekerja. Semenjak menikah, Abi tak lagi tinggal di rumah yang di sediakan oleh pemerintah daerah. Lebih baik dia lelah di jalan, daripada harus terpisah dari sang istri dan juga Khanza.
"Bun, Nisa ada kejutan untuk Bunda," ujar Nisa dengan wajah yang berseri-seri. Dia terlihat senang sekali.
Nisa meletakkan bokongnya di sofa, duduk di sebelah sang bunda. Saat itu dia hanya berdua di rumah, karena Khanza sedang sekolah.
Sudah beberapa hari belakangan ini, Nisa merasakan hal yang berbeda di tubuhnya. Dia juga sudah telat datang bulan, hingga akhirnya dia memutuskan untuk melakukan pengecekan.
"Kejutan apa Nis?" tanya sang bunda, yang kini menatap sang anak.
"Nisa hamil Bun," jelas Nisa. Nisa langsung menunjukkan alat tes kehamilan kepada sang bunda.
"Alhamdulillah Nis. Selamat ya! Pasti Abi senang banget. Ini 'kan yang dia nantikan," ucap Bunda Anita.
"Iya Bun, malam ini Nisa ingin kasih kejutan sama Mas Abi," ucap Nisa.
Nisa pamit kepada sang Bunda untuk berangkat ke butik milik Fina. Sekarang ini, Nisa sudah tak lagi menggunakan motor. Nisa sudah bisa menyetir mobil sendiri. Dia selalu menggunakan mobil milik Abi, karena Abi lebih memilih naik motor sportnya ke tempat kerjanya.
Abi sudah melakukan pengajuan untuk pindah ke rumah sakit pemerintah kota. Agar dia tak terlalu jauh kerjanya. Namun, sampai saat ini permintaan Abi belum di acc.
"Ya sudah, hati-hati ya Nis! Ingat! Sekarang ini, di rahim kamu sudah ada anak kamu sama Abi," ujar sang Bunda dan Nisa menganggukkan kepalanya.
Kini Nisa sudah dalam perjalanan menuju butik. Setiap 3 hari sekali, Nisa akan datang mengunjungi butik untuk melakukan audit laporan butik harian.
"Terima kasih ya Allah, akhirnya aku bisa membahagiakan suami dan juga mertua aku. Semoga, rumah tanggaku dengan Mas Abi bertambah bahagia dengan hadirnya anak ini di dalam pernikahan kami. Amin," ucap Nisa.
Saat itu jam menunjukkan pukul 12.30 WIB, Abi baru saja selesai praktek di poli Hemodialisa. Seperti biasa, setelah selesai jam praktek. Abi pasti menyempatkan waktunya untuk menghubungi sang istri. Meskipun hanya sekadar melepas rindu. Padahal, baru beberapa jam saja dia berpisah dengan sang istri.
"Assalamualaikum."
__ADS_1
"Waalaikumsalam."
"Kamu lagi apa? Mas baru saja selesai praktek. Baru mau sholat terus cari makan siang. Habis itu baru cek pasien ke ruangan. Setelah itu, Mas baru pulang ya," ujar Abi.
Rumah tangga Nisa dan Abi selalu harmonis, tak pernah ada pertengkaran diantara mereka. Mereka kini sudah sama-sama saling mencintai. Kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga mereka, terlebih kini akan hadirnya seorang anak menambah kelengkapan rumah tangga mereka.
"Lagi makan siang. Semangat ya Mas kerjanya. Nanti Mas pulang jam berapa? Aku ingin mengajak Mas jalan-jalan cari angkringan pinggir jalan," ujar Nisa.
"Seperti biasa. Tapi, Mas akan usahakan secepatnya ya. Ya sudah, kamu makan dulu saja sana," sahut Abi dan Nisa mengiyakan.
Kehamilan yang sekarang, Nisa tak merasakan mual saat hamil kemarin. Nisa terlihat segar, dan justru auranya terpancar.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.00, Abi sudah bersiap-siap untuk segera pulang ke rumah. Nisa pun baru saja sampai di rumah.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam. Bunda sudah pulang?" sahut Khanza.
Khanza menatap serius wajah sang bunda. Dia sudah tak sabar ingin segera tahu, kejutan apa yang akan Bundanya berikan untuknya. Nisa memberikan alat testpack dua garis meras kepada sang anak.
"Ini apa Bun? Bunda hamil?" Tanya Khanza untuk memastikannya.
"Iya, sayang. Bunda saat ini sedang hamil. Sebentar lagi, Khanza akan menjadi seorang kakak," sahut Nisa.
Khanza tampak bersorak gembira. Dia terlihat sangat senang, saat mengetahui kalau dirinya akan segera memiliki adik.
"Bunda jangan capek-capek! Aku enggak mau kehilangan adik aku lagi," ujar Khanza.
Nisa teringat kembali, saat dulu dirinya harus kehilangan anak yang dia sayangi. Dia berharap, anaknya kali ini bisa berumur panjang, dan selalu diberikan kesehatan.
"Jangan bilang Papa Abi dulu ya pas dia pulang nanti! Karena Bunda yang ingin memberikan kejutan untuk Papa Abi," pesan Nisa kepada sang anak.
Nisa sudah berdandan cantik, seperti biasa yang dia lakukan untuk menyambut sang suami datang. Dia ingin selalu terlihat rapi, acara sang suami tak pernah berpaling darinya. Nisa berharap, suaminya selalu bersikap setia kepadanya.
__ADS_1
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." sahut Nisa. Nisa langsung mencium tangan suaminya, menyambut sang suami datang.
"Istri aku cantik banget ya," puji Abi membuat sang istri tersenyum.
Abi memutuskan untuk langsung mandi, dia ingin tubuhnya bersih sebelum menyentuh Khanza dan juga sang istri.
Jam sudah menunjukkan pukul 18.30, mereka akan segera berangkat untuk mencari angkringan untuk menu makanan malam ini. Mereka baru saja sampai di angkringan di dekat Malioboro, kini mereka sedang menikmatinya.
"Oh ya, katanya kamu mau kasih aku kejutan. Memangnya kamu mau kasih aku kejutan apa?" tanya Abi memulai pembicaraan.
Nisa akan mengungkap kejutan itu, setelah mereka selesai makan. Mereka baru saja selesai makan, Abi langsung menagih janji kepada sang istri.
"Ternyata kamu orangnya enggak sabaran juga ya, kalau menginginkan sesuatu," ujar Nisa membuat Abi terkekeh.
"Ini apa?" tanya Abi saat mendapatkan sebuah kotak berwarna merah dengan di hiasi pita berwarna merah.
"Buka saja! Agar kamu tahu isi kotak itu," titah Nisa.
Tak butuh waktu lama, akhirnya Abi langsung membuka kotak tersebut. Abi begitu terkejut, saat melihat alat testpack yang menunjukkan garis merah.
"Ini beneran? Kamu lagi hamil?" tanya Abi untuk meyakinkan hatinya, dan Nisa tampak menganggukkan kepalanya sambil memberikan senyuman termanis.
Abi terlihat begitu bahagia, dia langsung meraih tangan Nisa dan menciumi terus menerus. Dia terlihat sangat bahagia.
"Makasih ya sayang! Aku sangat bahagia sekali. Inilah saat yang aku nantikan sejak dulu. Akhirnya aku bisa memiliki anak," ungkap Abi.
Padahal, pernikahan dirinya dengan Nisa bisa dikatakan masih sangat baru berbeda halnya saat dulu bersama Viona yang berlangsung selama 6 tahun.
Inilah suatu kebanggaan baginya sebagai seorang laki-laki, kalau dirinya tidak mandul. Dia mampu memiliki seorang anak.
__ADS_1